Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Got You


__ADS_3

Keesokan hari setelah percobaan pembunuhan Juan untuk kedua kalinya, rumah kediaman Mahaputra penjagaannya semakin diperketat. Informasi bahwa salah satu bodyguard nya jelas terlibat tadi malam membuat Juan bersikap lebih waspada.


Adrian memilki banyak hal yang ingin di diskusikan dengan Zie tadi malam, namun Adrian mengerti situasinya tidak memungkinkan. Dia harus berbicara 4 mata dengan Zie. Untuk itu pagi-pagi sekali Adrian yang memang tidak pulang ke rumahnya mendatangi kamar Zie di rumah Juan.


"Tadi malam banyak hal yang belum sempat kita bahas. Apa saja yang kamu temukan kemarin malam?" Adrian memulai pembicaraan.


Zie yang sudah tampak segar pagi ini sedang bermain-main dengan ponselnya. Membalas pesan WhatsApp orangtuanya yang mengatakan ke khawatir mereka. Zie sudah menjelaskan bahwa dia baik-baik saja. Mereka tetap menuntut untuk Zie pulang karena sudah 6 bulan Zie tidak pulang ke rumah.


"Yang pasti laki-laki yang Kak Adrian katakan sebagai staf khusus kementrian kemarin, dia memiliki suara yang mengingatkan ku akan kejadian 8 tahun yang lalu. Aku merasa mengenal suaranya dari kejadian itu, tapi aku belum bisa mengingat apa yang suara itu lakukan. Tapi suara itu terkesan terlalu familiar."


"Aku masih memerintahkan team ku untuk terus menyelidikinya. Info tambahan yang kudapatkan saat ini dia adalah Bimo Anggara staf khusus kementerian. Kita harus mencari tahu hubungannya dengan sindikat BEE."


"Tadi malam setelah kejadian aku melihat Bimo itu berbicara dengan sangat akrab dengan Reksa dan kekasih barunya. Kak Adrian masih ingat Reksa kan?"


"Tentu saja aku masih ingat dia." Adrian mengenal Reksa karena masih mengingat bagaimana laki-laki itu terus mengejar Natha sampai akhirnya Natha menikah dengan Adrian. Reksa seorang laki-laki yang tergila-gila dengan Natha, namun tidak pernah bisa dia dapatkan.


"Sebenarnya wajar saja jika mereka akrab dilihat dari keluarga Reksa yang berbisnis batu bara, tentu saja sudah pasti dia mengenal Bimo. Tapi keakrabannya agak janggal karena terkesan terlalu dekat padahal dengan kepribadian Reksa dia tidak pernah membiarkan kenalannya jika tidak sangat dekat dengannya untuk memeluk bahunya dengan akrab. Reksa memiliki OCD yang cukup parah, dia tidak akan begitu saja membiarkan orang lain menyentuhnya secara fisik." Adrian menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari Zie.


"Aku juga akan menyelidiki hubungan mereka, kamu tenang saja."

__ADS_1


"Ini Kak, daftar nama bodyguard serta posisi terakhir yang aku ketahui mereka tempati tadi malam di dalam Aula. Aku tahu Kak Adrian bisa mendapatkannya dari CCTV, tapi ada aku melihat CCTV ada beberapa area blind spot yang tidak terpantau. Kakak bisa mencocokan catatan ini dengan hasil CCTV dan catatan penugasan mereka yang seharusnya." Zie memberikan dokumen yang berisi catatan yang baru dibuatnya tadi malam pada Adrian.


"Thank Zie, ini akan sangat bermanfaat untuk penyelidikan. Good job!" Adrian memberikan pujian kepada Zie sambil tersenyum seraya mengambil dokumen yang diserahkannya. "Apakah ada hal lain yang terjadi?"


"Tadi malam Kak Sean, sahabat almarhum Kak Natha dulu juga ada di sana. Dia terus memandangku dan mengamati, aku merasa dia seperti sudah mengenali ku. Kak Sean sering main ke rumah, jadi dia lumayan mengenali aku. Padahal aku sudah bersikap hati-hati untuk tidak menarik perhatian. Bahkan aku menjaga jarak dengan ayah dan ibu untuk menyembunyikan identitas."


"Kamu harus lebih berhati-hati Zie, identitas mu bisa saja terungkap kapan saja. Kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Sean."


"Aku yakin Kak Sean hanya merasa mengenaliku, tidak mungkin Kak Sean berpikir yang aneh-aneh. Kak Sean orangnya sangat baik dan perhatian. Kak Sean terlihat ingin mengajak berbicara, namun dia tahu situasinya tidak memungkinkan. Ku rasa Kak Sean masih menduga-duga identitas ku yang sebenarnya."


"Kita kesampingkan dulu masalah Sean yang sepertinya mengenali mu. Sekarang yang terpenting kita harus membongkar identitas insider yang terlibat. Kamu harus lebih waspada lagi!"


"Kak, aku rasa sudah terlalu lama aku tinggal di rumah Juan. Sejak aku terluka sampai sekarang hampir 2 minggu aku tinggal disini. Aku ingin kembali ke Agency Kak, aku tidak mau bodyguard yang lain berpikir bahwa aku menerima perlakuan khusus karena aku perempuan."


Raut muka Zie terlihat kecewa. Adrian tahu, pasti ada yang Zie ingin lakukan di luar. "Sebenarnya kenapa kamu tidak mau disini?"


"Bukannya aku tidak mau. Namun tinggal disini memaksa ku untuk terus menjadi Zie yang bodyguard, bukan Naziera. Aku memerlukan waktu untuk bersantai juga. Ayah dan Ibu sudah protes menyuruh pulang." Zie tampak cemberut.


"Hari Sabtu besok kamu boleh libur, aku tahu setelah kejadian kemarin Ayah dan Ibu pasti khawatir. Mereka sudah menelepon ku tadi malam untuk memberi mu izin agar bisa menemui mereka."

__ADS_1


"Terima kasih Kak Adrian...!" Zie melompat dan memeluk Adrian untuk menunjukan rasa terima kasihnya. "Berarti aku bisa mengajak Bian main sekalian.." Zie berkata riang.


"Kamu ada rencana keluar dengan Bian?"


"Sebenarnya aku sudah ingin pergi main dengan Bian dari awal karena disini aku tidak bisa bersikap akrab dengannya. Aku khawatir ada yang akan menebak identitas ku jika aku terlalu dekat dengan Bian. Jadi mau tidak mau aku berpura-pura tidak mengenalnya. Kami hanya berkomunikasi via WhatsApp saja."


"Aku mengerti, besok kamu boleh main sepuasnya. Tapi jangan lupa tetap siaga. Kamu harus sangat berhati-hati. Karena kita belum mengetahui siapa mata-mata mereka."


"Baik Kak, tenang saja. Aku pasti akan selalu berhati-hati."


"Baiklah, aku akan kembali ke ruangan kerja yang Juan siapkan khusus untuk ku. Aku akan menggali informasi berdasarkan data yang kamu berikan tadi untuk ku." Adrian pun meninggalkan Zie seorang diri di kamarnya dan pergi menuju tuang kerjanya yang di sediakan secara khusus oleh Juan untuk digunakan oleh Adrian.


...****************...


Terdapat 3 unit komputer canggih dengan monitor besar di sana dan potongan-potongan informasi yang ditempel di papan kaca berisi informasi yang berhubungan dengan sindikat BEE. Adrian membawa team kecil dari agency nya untuk menggunakan kemampuan hacker mereka untuk masuk menyelidiki setiap profil tersangka dengan lebih mendalam. Dengan kemampuan hacker mereka data keuangan, kesehatan bahkan sampai hobi para tersangka dapat mereka akses dengan mudah.


Serangkaian kode aneh muncul dilayar monitor di hadapan Adrian. Adrian terlihat sangat sibuk memasukan serangkaian kode-kode angka dan huruf unik menggunakan keyboard yang ada di depannya. Dari sorot matanya, Adrian terlihat sangat berkonsentrasi dan serius.


Ruangan kerja Adrian ini cukup sejuk karena ada pendingin ruangan. Keadaan yang sejuk ternyata tidak mempengaruhi Adrian untuk tidak berkeringat. Adrian tampak sesekali mengusap keringat di dahinya. Adrian memang akan berkeringat lebih banyak saat bersemangat. Adrenalin sedang meningkat karena dia mulai mampu memecahkan serangkaian kode pengamanan. Ya, Adrian sedang melakukan Hack ke dalam data pribadi milik seorang tersangka.

__ADS_1


Serangkaian kode rumit terus muncul di layar komputer dengan sangat cepat. Setelah lebih dari 2 jam Adrian berkutat dengan komputer, akhirnya berhasil. Serangkaian data laporan keuangan dan perjalanan muncul dilayar komputer. Tidak hanya itu saja, jejak digital email dan serangkaian data koordinat muncul juga di sana.


Adrian terlihat tersenyum puas atas keberhasilannya. "Got you...!"


__ADS_2