Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Me Time


__ADS_3

Pagi itu Zie terlihat sangat bersemangat dan bahagia. Zie sedang bersiap-siap untuk pergi keluar. Hari ini Adrian memberinya libur agar bisa bertemu orang tuanya, selain itu Zie memiliki janji untuk bermain dengan Bian. Dengan menggunakan taksi Zie pergi menuju asrama Agency AK untuk berganti baju dan membawa mobil kesayangannya.


Sesampainya di kamar asramanya, Zie langsung berganti pakaian dengan menggunakan celana jeans biru dengan baju t-shirt warna hitam pas badan. Zie memilih menggunakan baju senyaman mungkin karena akan pergi bermain. Zie mengambil topi bisbol warna putih dan sepatu kets warna senada untuk dikenakannya. Jaket bomber warna putih Zie gantungkan di bahunya sementara tangannya sibuk memegang kunci mobil dan sebuah tas tangan Chanel warna putih.


Memasuki garasi Zie langsung menuju mobil kesayangannya yang terparkir di sana, sebuah mobil Porsche seri 911 GTS warna kuning terlihat cukup mencolok diantara mobil-mobil lainnya. Bukan karena harganya yang sudah tentu mahal, tetapi karena warnanya yang cukup terang. Di dalam garasi asrama tersebut terdapat berbagai jenis mobil mewah milik Agent lainnya. Bayaran sebagai bodyguard profesional cukup besar, apalagi klien mereka adalah orang-orang kaya yang membutuhkan pengawalan. Jadi cukup wajar jika para Agent ini bisa hidup cukup mewah.


Sambil bersenandung, Zie menyalakan mobil kesayangannya. Suara mesin yang sangat halus membuatnya tersenyum. Dengan perlahan Zie memacu mobilnya keluar dari garasi. Petugas parkir membukakan gerbang untuknya. Zie menganggukkan kepala sambil tersenyum tanda terima kasih pada petugas tersebut yang bernama Andre yang dibalas dengan senyuman.


Zie memasang head set Bluetooth ditelinga dengan menggunakan tangan kirinya. Setelah head set terpasang Zie melakukan panggilan telepon. Setelah dua kali deringan akhirnya telepon diangkat. Suara seorang laki-laki terdengar di sebrang sana.


"Kamu dimana? Tanya Zie pada penerima telepon yang ternyata adalah Bian sahabatnya.


"Aku di rumah sedang bersiap-siap keluar. Kamu udah jalan Zie?"


"Aku sedang menyetir menuju tempat janjian. Kamu bisa keluar tanpa pengawalan?"


"Tenang aja, semua pasti beres. Aku sudah meminta bantuan Kak Adrian, dia yang akan mengantarku bertemu dengan mu. Kita bisa bermain sepuasnya hari ini."


"Ok, See you later...!" Zie menutup teleponnya. Untunglah Adrian mau membantu mereka untuk bisa bermain. Tentu saja keluarga Mahaputra masib perlu pengawalan, tetapi Bian kan akan bertemu dan bermain dengan Zie yang juga merupakan bodyguard, jadi sudah bisa dipastikan keamanannya tetap terjaga.


...****************...

__ADS_1


Saat Bian menutup teleponnya dan berbalik badan Bian terkaget karena melihat Juan persis berada di belakangnya. Bian tahu Juan pasti sudah menguping pembicaraannya.


"Mau kemana?" tanya Juan dengan kedua tangan tangan terlipat di depan dada.


Bian yang masih agak kaget masih mengusap dadanya. "Kak Juan, bikin kaget saja. Aku mau pergi keluar ada janji sama teman. Jangan khawatir Kak Adrian yang akan mengawal." Bian tidak ingin memberi tahu Juan yang sebenarnya, karena dia sudah berjanji pada Zie untuk merahasiakan identitasnya. Demi janjinya tersebut Bian terpaksa berpura-pura seperti orang asing terhadap Zie, padahal mereka tinggal satu rumah.


"Kamu hati-hati, jangan pulang terlalu malam." Juan mengingatkan yang dibalas dengan senyum mengiyakan dari Bian. Di saat bersamaan Adrian datang untuk menjemput Bian. Juan menatap Adrian dan memberikan pertanyaan dengan menggunakan matanya apakah Bian akan bertemu dengan Zie dan dibalas Adrian dengan mengedipkan matanya yang berarti benar. Juan yang tidak bisa menentang tentu hanya bisa melepaskan Bian untuk pergi dengan Adrian.


Menggunakan mobil SUV Ford Everest warna hitam milik Adrian, Bian dan Adrian melaju menuju tempat janjian dengan Zie. Mereka janji bertemu di sebuah Cafe Shop. Sesampainya di parkiran Cafe Shop, Adrian melihat Porche 911 GTS warna kuning sudah terparkir di sana, itu artinya Zie sudah sampai lebih awal.


Memasuki Cafe Shop, Bian dan Adrian melihat Zie sedang menikmati secangkir late hangat dengan sangat santai. Sudah tersedia satu gelas Americano hangat dan Frappuccino dingin sesuai dengan pesanan Adrian dan Bian. Adrian dan Bian langsung berjalan menuju ke meja tempat Zie menunggu.


"Zie, udah nunggu lama?" Tanya Bian sambil duduk di samping Zie dan langsung menyeruput Frappuccino yang ada dihadapannya.


"Jadi kalian mau kemana? Apa perlu pengawalan?" Tanya Adrian sedikit bercanda karena Adrian tahu pengawalannya tidak diperlukan, dengan kemampuan Zie sudah pasti keselamatan Bian terjamin.


"Kita mau muter-muter aja Kak, keliling beberapa tempat untuk bermain. Setelahnya aku akan mengajak Bian pulang kerumah, aku sudah janji bertemu Ayah dan Ibu jam 3 sore ini. Masih ada waktu beberapa jam untuk bermain." Zie menjelaskan.


Adrian menyeruput americano panasnya dengan perlahan, dinikmatinya sensasi pahit dan asam yang muncul belakangan dari kopi tersebut. "Salam untuk Ayah dan Ibu. Aku tidak bisa ikut karena ada beberapa hal yang harus segera aku tangani. Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu!" Zie menganggukkan kepalanya mendengar perintah Adrian. "Nanti kita bertemu jam 7 malam disini, aku akan menjemput Bian."


Setelah minuman di meja mereka habis, mereka berjalan bersama menuju parkiran. Zie dan Bian memasuki mobil Zie sementara Juan memasuki mobilnya dan pamit pergi lebih dulu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Zie yang sudah memasang sabuk pengamannya memperhatikan Bian masih sibuk memasang sabuk pengamannya. Setelah dipastikan Bian sudah siap mereka berdua pergi menuju tempat main yang sering mereka kunjungi saat SMA dulu. Sebuah game center private dimana hanya member yang dapat masuk ke sana. Bian yang merupakan member VIP di sana dapat masuk dengan mudahnya.


Bian dan Zie menuju ke area permainan bisbol yang menggunakan mesin otomatis untuk melempar bolanya. Saat sekolah dulu mereka berdua sering bertaruh siapa yang mampu memukul bola lebih banyak dan yang kalah harus mentraktir makan satu kelas. Mengingat kenangan tersebut Zie tersenyum.


"Masih berani bertaruh?" Tantang Bian.


"Tentu saja. Namun taruhan yang dulu sudah tidak cocok. Kita harus mengganti taruhannya."


Bian terlihat berpikir mencari ide untuk taruhan mereka. "Ada ide? jujur saja aku tidak memiliki ide sama sekali."


"Tentu saja aku ada ide yang pas." Zie tersenyum membayangkan idenya. Bian mengangkat sebelah alis matanya yang dapat diartikan meminta Zie menjelaskan idenya.


"Yang kalah akan menjadi navigator dari pemenangnya. Kita bisa melakukan drifting di sirkuit seperti jaman sekolah dulu." Saat sekolah dulu Zie dan Bian bersahabat dikarenakan mereka memilki hobi yang sama, salah satunya adalah drifting.


"Ide yang bagus, aku rasa jangan hanya menjadi navigator tetapi menjadi asisten selama seharian penuh dihari drifting tersebut bagaimana?"


"Oke aku setuju." Zie dan Bian bersalaman tanda bahwa mereka sudah sepakat dengan taruhannya. Menjadi asisten berarti dia hanya bisa menonton dan tidak boleh menyetir drifting sama sekali hari itu. Itu adalah sebuah penderitaan karena tidak banyak kesempatan untuk mereka bisa bermain drifting.


"Oke, kita mulai bersamaan ya. perhitungan jumlah pukulan akan dilakukan oleh komputer jadi tidak usah khawatir dengan kesalahan hitung. Kamu mau mesin yang mana?" Tanya Bian. Zie membawa tongkat pemukul bisbol nya dan sudah bersiap mengambil posisi di sebelah kanan. Bian mengikuti Zie dan mengambil posisi disebelah kiri.


"Siap, go...!" Bian dan Zie menyalakan mesin otomatis itu bersamaan. Siapakah yang akan menang di antara mereka? Setelah 6 tahun tidak bertemu mereka tidak tahu apakah ada perubahan kemampuan pada diri mereka berdua. Jaman sekolah dulu bisa dikatakan kemampuan mereka cukup seimbang.

__ADS_1


Mereka berdua mulai memukul bola-bola bisbol yang terlempar hampir secara bersamaan. Kemampuan Zie dan Bian untuk memukul bola terlihat lebih baik dan lebih akurat. Zie terlihat sangat bahagia bisa bermain dengan Juan seperti dulu. Zie senang dapat kembali menjadi dirinya 6 tahun yang lalu.


__ADS_2