Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Pengawalan Extra


__ADS_3

Siang itu semua orang dikediaman Juan yang mayoritas adalah bodyguard tampak sibuk. Jam 3 nanti Juan ada pertemuan dengan Reksa di sebuah restoran Jepang. Karena Reksa akan membawa Bimo yang identitasnya sudah diketahui sebagai salah seorang komplotan dari sindikat BEE yang telah beberapa kali mencelakai Juan dan keluarga selain itu juga terlibat dalam penculikan Zie 8 tahun yang lalu, maka untuk pertemuan kali ini pengawalan dilakukan dengan sangat ketat. Adrian yang bertanggung jawab membuat skenario pengawalan tentunya sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang mungkin terjadi.


Semakin mendekati jadwal pertemuan Adrian semakin terlihat khawatir. Adrian merasa sedikit tidak nyaman, entah kenapa dia seperti mendapat firasat buruk. Adrian tidak ingin membuat Zie khawatir jadi dia berusaha menyembunyikan ke khawatirannya.


Adrian yang berada di ruang kerja Juan terlihat menghela nafas dalam. Juan yang sedang menatap dokumen di atas meja kerjanya langsung mengalihkan pandangan menatap Adrian yang terlihat gelisah.


"Kenapa? Apakah kamu mengkhawatirkan pertemuan siang ini?" Juan sudah bisa mengira-ngira apa penyebab Adrian khawatir.


"Pastinya. Aku memiliki firasat yang buruk, aku berharap tidak akan ada hal buruk yang terjadi siang ini." Adrian berkata jujur pada Juan. Bagaimana pun tidak ada hal yang perlu Adrian sembunyikan dari Juan karena Juan sudah mengetahui semuanya.


"Sebenarnya firasat ku juga tidak begitu baik untuk pertemuan siang nanti karena Reksa mendadak menginformasikan bahwa Bimo akan ikut serta dalam pertemuan siang ini. Setelah mengetahui keterlibatan Bimo dalam penculikan 8 tahun yang lalu aku menjadi semakin waspada. Apakah aku harus membatalkan pertemuan siang nanti?" Juan ternyata merasakan firasat yang sama dengan Adrian.


"Sepertinya akan sulit untuk membatalkannya secara sepihak karena tinggal 2 jam menuju waktu pertemuan yang sudah di janjikan. Selain itu juga jika kita membatalkan secara tiba-tiba akan membuat sindikat BEE semakin waspada. Itu akan semakin membahayakan untuk kita." Adrian memberikan pendapatnya pada Juan.


Mendengarkan jawaban Adrian membuat Juan termenung. Juan khawatir pertemuan hari ini akan membahayakan nyawa Zie wanita yang disukainya sejak lama. Juan juga menyadari bahwa nyawa Zie akan tetap dalam bahaya walaupun pertemuan kali ini di batalkan karena Zie sudah menjadi target utama mereka. Kini giliran Juan yang menarik nafas dalam.

__ADS_1


"Pertemuan kali ini memang sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Kita hanya bisa berharap semoga tidak akan terjadi hal buruk yang kita khawatirkan." Juan meremas jemarinya. Juan merasa tidak berdaya untuk dapat melindungi Zie dari bahaya.


"Jangan terlalu khawatir, aku sudah menyiapkan banyak skenario untuk melindungi mu dan Zie. Semoga saja semuanya bisa berjalan sesuai rencana." Adrian berusaha menenangkan Juan walaupun hatinya sebenarnya masih tidak tenang. Adrian tahu bahwa sebaik apapun skenario yang sudah disiapkannya tidak akan bisa seratus persen berhasil. Masih ada peluang error yang akan terjadi, walaupun hanya 0,1%.


...****************...


Empat puluh lima menit menjelang pertemuan, Juan dan seluruh team bodyguard sudah siap melakukan perjalanan. Setengah jam yang lalu Adrian sudah mengirimkan team 1 untuk melakukan pengamanan di lokasi pertemuan. Berdasarkan hasil laporan kondisi di lokasi sudah aman. Para bodyguard sudah menempati pos mereka masing-masing.


Seperti halnya pengawalan sebelumnya saat forum pertemuan Juan menaiki mobil Limosin Mercedes Benz S 600 Pullman Guard berwarna hitam miliknya bersama Zie di sebelahnya dan Kevin di kursi sebelah supir sementara Adrian ada di mobil paling depan memimpin perjalanan rombongan mereka dan Blue ada di rombongan belakang untuk mengamankan.


Mobil Limosin yang ditumpangi Adrian dikawal 3 buah mobil di depan, 3 buah mobil di belakang dan 4 buah pengawalan motor yang ada di sekitar mobil. Meskipun mobil Limosin Mercedes Benz S 600 Pullman Guard sudah memiliki fitur unggulan yang anti peluru dan ledakan granat namun penjagaan yang ketat tetap dilakukan karena sindikat BEE bisa saja sangat nekat melakukan penyerangan seperti di pulau sebelumnya.


Zie yang bosan melirik ke arah Juan. Hari ini Juan tidak seperti biasanya, dia tampak tegang dan sangat serius. Zie sampai tidak berani untuk mengajaknya berbicara. 'Sebenarnya ada apa dengan Kak Adrian dan Kak Juan? Kenapa mereka bersikap berlebihan? Kenapa mereka seperti akan pergi berperang?' Pikir Zie heran.


Setelah Zie pikirkan kembali, tidak hanya Juan dan Adrian yang bersikap berlebihan. Zie ingat bahwa Kevin dan Blue juga melakukan hal yang sama sejak pagi tadi. Mereka tampak sangat serius mempersiapkan persenjataan yang akan mereka bawa. Seolah memang akan pergi berperang.

__ADS_1


'Apakah aku yang terlalu santai atau memang mereka yang berlebihan? Kenapa semua orang tampak khawatir dengan pertemuan hari ini? Mereka terlihat seperti mempersiapkan diri untuk pergi berperang. Apakah ada yang mereka sembunyikan darinya?' Zie mulai menebak-nebak apa yang terjadi.


Jika memang ada yang mereka sembunyikan dari Zie maka Zie akan merasa sangat kecewa. Zie merasa dirinya adalah seorang bodyguard yang memiliki kemampuan, Zie selama ini selalu menjadi salah satu andalan Adrian dalam beberapa misi yang dikerjakan oleh Agency miliknya. Jadi apa yang membuat Adrian tidak mempercayainya sehingga tidak menyertakannya?


'Apa yang disembunyikan oleh Kak Adrian? Kenapa aku tidak disertakan? Aku ingin menanyakannya langsung, namun dalam situasi saat ini rasanya harus ditunda terlebih dahulu. Aku akan membuat Kak Adrian mengatakan semuanya.'


Semakin Zie berpikir, semakin Zie merasa sedih dan sedikit kecewa. Hati kecil Zie sebenarnya tahu jika Adrian sudah tentu tidak akan mencelakainya, apapun yang Adrian lakukan tentunya sudah dia pertimbangkan dan itu untuk kebaikan. Namun bagaimanapun Zie yang merasa tidak dilibatkan tetap akan merasa kecewa apapun alasannya. Zie harap alasan Adrian bukan karena dirinya yang dianggap tidak mampu sebagai seorang bodyguard yang dipercayanya.


Zie yang asik dengan pikiran negatif nya tampak sedikit sedih. Juan yang sebelumnya terlihat serius berpikir memalingkan wajahnya dan memandangi Zie yang terlihat agak cemberut. Juan tampak kaget melihat kesedihan dimata Zie.


"Zie, apa yang kamu pikirkan?"


Zie yang kaget mendengar pertanyaan Juan langsung menyembunyikan ekspresi sedihnya. Zie langsung memasang wajah tanpa ekspresinya, wajah yang biasanya dia pasang saat bertugas. Zie merasa malu karena disaat sedang bertugas dia lupa untuk mengontrol ekspresinya karena terbawa perasaan.


"Tidak ada." Jawab Zie pendek. Juan yang mendengar jawaban Zie yang dingin merasakan sedikit rasa sakit di hatinya. Juan ingin Zie bisa jujur bercerita kepadanya seperti hanya Zie berbicara dengan Adrian. Namu Juan belum mampu mendapatkan kepercayaan Zie untuk itu. Juan harus berjuang lebih keras agar Zie mempercayainya.

__ADS_1


Merasakan bahwa mood Zie sedang buruk, Juan tidak mendesak lebih lanjut. Mengingat apa yang mungkin akan mereka hadapi nanti, Juan tidak ingin mendesak Zie untuk bercerita karena sekarang bukan saat yang tepat.


Tanpa Juan dan Zie sadari ternyata mobil yang mereka kendarai sudah memasuki gerbang restoran Jepang tempat pertemuan akan dilangsungkan. Mobil Limosin yang mereka tumpangi secara perlahan berhenti di depan lobi restoran yang mana beberapa bodyguard yang bekerja untuk Juan tampak berdiri di sana menyambut mereka.


__ADS_2