
Jam sudah menunjukan pukul 18.15, mereka harus segera berangkat karena acara akan dimulai pukul 19.00. Perjalanan menuju hotel royal memakan waktu jurang lebih 30 menit. Karena pengamanan acara yang ketat, pasti akan diperlukan waktu sedikit lebih lama untuk dapat memasuki aula acara. Untuk itu mereka harus segera berangkat agar tidak terlambat menghadiri forum.
Juan berjalan keluar rumah menuju mobil Limosin Mercedes Benz S 600 Pullman Guard yang sudah dikenal dengan fitur anti peluru dan ledakan granat. Dengan sigap seorang bodyguard membukakan pintu mobil untuk Juan. Juan berjalan memasuki mobil ketiak di lihatnya Zie berjalan menuju kursi penumpang di samping supir. Juan seketika menghentikan Zie.
"Agent Zie, kamu bisa duduk di kursi penumpang bersama ku." Zie tampak sedikit mengangkat alis karena bingung.
"Iya Zie, kamu duduk bersama Juan saja biar Kevin yang duduk di kursi depan. Aku dan Blue akan berada di salah satu mobil pengawalan." Mendengar perintah dari Adrian Zie tidak terlalu mempertanyakan lagi.
Juan dan Adrian memang sengaja menyuruh Zie duduk di kursi penumpang mobil limosin bersama Juan karena akan lebih aman. Saat ini justru keselamatan Zie yang menjadi concern perhatian utama mereka.
Setelah mendengar perintah Adrian, Zie langsung berjalan ke arah kursi penumpang. Zie menunggu Juan masuk, tetapi ternyata Juan menyuruh Zie masuk lebih dulu dan kemudian menyusul masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil limosin Zie duduk di sebelah Juan. Terdapat dua kursi penumpang yang sangat nyaman untuk dikendarai. Masih dengan mode bodyguard nya, Zie tetap waspada mengamati situasi sekitar tidak ingin terlena dengan kenyamanan yang diberikan.
"Zie, kamu boleh sedikit lebih santai. Limosin ini cukup aman karena anti peluru dan tahan ledakan granat." Juan yang sedari tadi memperhatikan Zie bersikap tegang ingin membuatnya lebih rileks.
"Maaf pak, saat ini saya sedang bertugas." Jawab Zie pendek.
__ADS_1
"Yah..!! Jangan panggil aku bapak saat kita hanya berdua. Aku tahu kamu sedang bertugas, tapi kamu boleh sedikit lebih santai karena beberapa bodyguard juga ikut dalam pengawalan kali ini. Ini makan permen kesukaan mu!" Juan tiba-tiba memberikan semangkok penuh permen rasa stroberi mint dari salah satu produk kesukaan Zie. Xie sudah menyukai permen itu dari dulu. Juan ternyata sudah menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan permen tersebut dan menyajikannya di dalam limosin.
Zie terlihat ragu dan bingung. Satu sisi Zie saat ini berpikir dia sedang bertugas, sisi lain itu adalah permen favoritnya jadi rasanya sangat sulit untuk menolak. Melihat Zie yang dilema, Juan langsung mengambil salah satu permen dan mengupas bungkusnya. Lalu permen tersebut langsung di letakan di depan mulut Zie. Zie dengan refleks langsung memakannya.
"Ini kan permen kesukaan kamu, jadi makan saja tidak usah pikir panjang." Mendengar perkataan Juan, Zie berpikir bagaimana Juan bisa tahu itu adalah permen favoritnya?
"Kak Juan, kok bisa tahu itu permen favorit ku?" tanya Zie mulai sedikit santai.
"Dulu kan kamu selalu makan permen ini. Tentu saja aku tahu." Ujar Juan. Padahal dalam hatinya Juan ingin berkata bahwa dia tahu hampir semua tentang Zie. Juan akan selalu mengingat apa yang Zie sukai, apa yang tidak Zie sukai, apa yang Zie benci, apa yang Zie tidak bisa makan sampai apa yang membuat Zie alergi. Itupun jika tidak ada perubahan dalam 8 tahun terakhir.
"Kakak masih ingat? rasanya tidak banyak orang yang tahu bahwa aku tidak bisa menolak permen stroberi mint ini. Kok Kak Juan masih ingat sih?" Tanya Zie polos.
"Jika diingat-ingat kembali Kak Juan memang hampir selalu ada di saat aku dan Bian bermain." Zie mulai mengingat kembali keberadaan Juan bersama dirinya dan Bian saat mereka bermain dulu.
"Zie...jangan bilang kamu melupakan ku?" tanya Juan dengan nada tidak percaya. Melihat reaksi Zie yang merasa bersalah Juan langsung tahu, bahwa sosoknya yang dulu untuk Zie bukan seseorang yang istimewa. "Bagaimana kamu bisa lupa, aku adalah orang yang selalu menyelamatkanmu dan Bian saat mengalami kesulitan akibat kenakalan kalian sendiri. Aku yang menghadap kepala sekolah kalian untuk meminta maaf dan berjanji bahwa kalian tidak akan mengulanginya saat kalian di hukum akibat menumpahkan cat di atas mobil kepala sekolah. Aku juga yang mengganti kerugian kantin depan sekolah kalian saat kamu dan Bian tidak sengaja membuat kantin runtuh karena mematahkan salah satu tiang penyangga. Aku juga yang menemukan kamu saat kamu hilang dan tersesat di hutan. Dan masih banyak lagi, apakah harus ku sebutkan satu-persatu agar kamu ingat?" Sejujurnya Juan merasa kecewa karena ternyata dirinya tidak meninggalkan kesan mendalam untuk Zie.
Mendengar pernyataan Juan, Zie semakin tidak enak hati. Jika diingat-ingat kembali ternyata memang banyak yang telah Juan lakukan untuknya dan Bian. Saat itu Zie berpikir Juan melakukannya karena Juan adalah Kakak Bian, jadi sudah sewajarnya. Setelah dipikirkan kembali Juan juga sering membantu Zie meskipun hal tersebut tidak melibatkan Bian, apa yang dilakukan Juan untuknya dulu lebih dari seorang Kakak karena Juan bukan Kakak kandung Zie.
__ADS_1
"Ternyata, memang banyak yang telah Kak Juan lakukan untuk ku dulu. Maafkan aku yang tidak tahu terima kasih!" Zie berkata sembari menundukkan kepalanya untuk meminta maaf.
"Sudahlah, apa boleh buat kalo aku dulu ternyata tidak banyak memberikan kesan untukmu. Sepertinya aku harus lebih berusaha lagi agar kamu kali ini mengakui keberadaan ku."
"Maksud Kak Juan?" Tanya Zie dengan polos.
"Pokoknya sekarang kamu tidak boleh lupa tentang aku. Aku akan tetap melakukan hal yang sama pada mu seperti dulu. Buatku kamu dan Bian sama pentingnya." 'Bahkan bisa dibilang kamu jauh lebih penting.' Ucap Juan dalam hati.
Mendengar pernyataan Juan, Zie masih merasa sedikit tidak enak hati. Bagaimanapun ternyata sudah banyak sekali yang dilakukan Juan untuknya dulu. Ucapan Juan yang mengatakan Zie sama pentingnya dengan Bian telah Zie salah artikan sebagai Juan telah menganggapnya sebagai adik sama seperti Bian. Jadi pantas saja Juan kecewa Zie tidak menganggap peranannya penting.
"Baiklah Kak, karena Kakak sudah menganggap ku seperti adik kandung sama dengan Bian maka aku akan memperlakukan Kak Juan seperti Kakak Ku sendiri." Jawab Zie sambil tersenyum.
Juan yang mendengar pernyataan Zie langsung membelalakkan matanya. 'Dasar, bocah ini manyalah artikan pernyataan ku barusan. Aku harus sabar dan bertahap menaklukannya. Pasti akan perlu waktu yang lama sampai Zie menyadari bahwa aku menyukainya.' Batin Juan.
"Pokoknya kamu bisa mengandalkan aku kapan saja jangan pernah ragu." Ucap Juan.
"Kak Juan juga bisa mengandalkan aku, aku ini adalah bodyguard yang terlatih. Jadi jangan khawatir aku akan menjaga Kak Juan dengan baik." Ucap Zie sambil tersenyum dengan penuh semangat.
__ADS_1
Mendengar pernyataan Zie Juan kembali menarik nafas panjang. Ternyata memang tidak mudah menaklukan seseorang yang pikirannya terlalu lurus. Sepertinya Zie sama sekali belum faham tentang asmara. Padahal usianya sudah 25 tahun lebih.