Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Bertahan Hidup


__ADS_3

"Tolong...tolong aku...!" Zie mengigau dalam tidurnya. Juan yang berada tak jauh darinya langsung mendekat dan mencoba membangunkannya.


"Zie, Ziera...Bangun! Jangan takut, ada aku disini. Ziera..Ziera..." Juan menepuk lengan Zie perlahan dalam upayanya membangunkan Zie.


Mendengar panggilan Juan yang lembut Zie terbangun dari mimpi buruknya. Zie membuka matanya dan tepat dihadapannya didapati Juan sedang memandangnya dengan tatapan khawatir. Zie langsung berusaha bangun dan duduk saat Zie menyadari dia menggunakan sehelai selimut dan hanya pakaian dalam yang ada di baliknya. Zie langsung memegangi selimutnya jangan sampai melorot turun memperlihatkan pakaian dalamnya.


Zie menatap Juan dan mendapati bahwa pria itu bertelanjang dada. Juan langsung salah tingkah dan mengira Zie akan marah. "Maafkan aku, pakaian mu basah kuyup. Aku terpaksa melepaskannya. Aku bersumpah aku tidak melakukan hal yang kurang ajar. Aku melakukannya sambil menutup mata." Juan tampak panik berusaha menjelaskan situasinya. Namun Zie terus memandang tubuhnya yang setengah telanjang seolah curiga.


"Aku sungguh tidak melakukan apapun. Aku bersumpah!" Juan tidak berani menatap Zie yang hanya menggenakan sehelai selimut.


Zie mengedarkan pandangannya kesekeliling sambil menatap Juan sesekali. Zie bangun dan berdiri. Kain selimut yang dipegangnya Zie lilitkan di seluruh tubuhnya. Zie berjalan mendekat ke arah Juan.


Juan yang merasakan Zie mendekat padanya semakin merasa bersalah. Saat diputar kepalanya untuk menatap wajah Zie, didapatinya Zie tepat berada dihadapannya. Juan yang kaget langsung mundur selangkah, namun Zie menahan Juan untuk mundur lebih lanjut. Zie memegangi lengan kirinya.


"Aku.."


"Shhttt...!" Zie mencegah Juan berbicara lebih lanjut dengan meletakan telunjuknya tepat dihadapan bibir Juan.


Zie menarik Juan untuk duduk ditempatnya semula. Zie melihat bahwa ada kotak P3K di sana. Zie menyentuh pelipisnya yang sakit dan merasakan bahwa lukanya sudah diperban. Pasti Juan yang sudah melakukannya.

__ADS_1


Zie melangkah menuju pakaiannya yang di jemur rapi oleh Juan. Tidak jauh dari sana persenjataan dan peralatan darurat yabg selalu dibawanya diletakan rapi di atas rak. Zie mengambil pisau lipat pemberian gurunya, pisau yang selalu dibawanya kemanapun Zie pergi. Selain itu Zie juga menbawa serta kotak obat-obatan darurat berukuran kecil terselip diantara barang Zie.


Zie membuka pisau lipatnya, dia berjalan mendekat ke arah Juan. Juan langsung panik melihat Zie mendekat membawa pisau lipat yang teracung mendekat padanya.


Zie membakar pisau lipatnya di atas bara api yang panas. Dari kotak P3K Zie mengeluarkan sebotol alkohol yang isinya dia siramkan ke atas pisau yang telah dibakar. Zie meraih bahu kiri Juan yang tadi tertembak. "Tahan sakitnya, aku akan mengeluarkan pelurunya agak tidak infeksi." Juan terkejut dengan perkataan Zie.


Juan yang tidak siap tampak meringis saat Zie menggunakan pisaunya untuk mencongkel peluru yang bersarang di bahunya keluar. Di gertakan kedua giginya untuk menahan sakit. Tidak begitu lama sebuah peluru berhasil Zie keluarkan.


Setelah peluru dikeluarkan dari bahu Juan, menggunakan obat yang seadanya yang tersedia di kotak P3K Zie berusaha mengobati Juan. Zie melihat ada beberapa kain yang teronggok yang sepertinya kain tersebut digunakan sebagai selimut oleh penghuni sebelumnya. Zie menyobek panjang kain tersebut dan menggunakannya untuk membalut luka di bahu Juan.


Juan hanya bisa ternganga untuk semua yang dilakukan Zie, dia tidak pernah menyangka Zie yang dulu manja, tomboy, dan keras kepala mampu mengeluarkan peluru di bahunya hanya dengan sebilah pisau tanpa gemetar sama sekali. Pelatihan seperti apa yang sebenarnya dia dapatkan? Juan bertanya-tanya dalam hati.


Zie mengambil botol tersebut, setelahnya diserahkannya botol itu dan obat anti inflamasi langsung ke tangan Juan. "Minum!" Perintah Zie pendek.


Juan tanpa sadar mengambil botol tersebut dan segera meminum obat yang Zie berikan tanpa bertanya obat apa yang Zie berikan. Juan seperti terhipnotis oleh perkataan Zie yang tegas.


"Ok, keadaan darurat sudah terkendali. Sekarang kita harus memikirkan cara mengontak AK dan memberitahunya kita ada disini." Zie dengan tenang menjelaskan kepada Juan. Zie duduk tepat di samping Juan tanpa peduli bahwa dirinya hanya menggunakan selembar kain. Juan berusaha agar tidak menatap lekukan tubuh Zie.


"Maafkan aku karena sudah melepaskan pakaian mu tanpa izin." Juan berkata sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa harus meminta maaf? Aku akan melakukan hal yang sama jika ada di posisi anda." Jawab Zie tanpa ekspresi. Juan yang mendengarnya membelalakkan matanya. Bagaimana bisa Zie tidak malu dengan situasi mereka padahal Juan yang melakukannya saja merasa malu?


Di tatapannya wajah Juan yang seperti kebingungan. "Apa yang salah? Begitu sadar aku sudah menganalisa situasi kita. Aku ingat kita jatuh kelaut dan badan kita basah. Kita pasti terdampar disalah satu pulau kecil. Untungnya anda menemukan gua untuk berteduh, dan gua ini sepertinya adalah tempat istirahat sementara nelayan dan pengumpul sarang walet jika dilihat dari jejak-jejak yang ditinggalkan."


"Anda menemukan aku pingsan tidak sadarkan diri dengan kepala terluka dan menggunakan baju yang basah. Jika pakaian basah tidak dilepas maka bisa mengakibatkan hipotermia yang tentu saja mengancam nyawa. Jadi apa yang harus dikhawatirkan?" Zie menjelaskan hasil analisanya dengan terperinci.


"Ini, pakai selimut ini. Anda baru saja kehilangan banyak darah dan perlu istirahat. Biar saya yang berjaga." Zie menyerahkan selembar selimut lainnya pada Juan.


Juan sempat ingin membantah, namun sepertinya kelelahannya sudah sangat memuncak sehingga Juan hanya bisa menurut saja. Zie mendorong Juan untuk berbaring di atas kasur jerami dan menyelimutinya. Tidak perlu lama sampai akhirnya Juan terlelap.


Setelah memastikan Juan terlelap Zie berjalan keluar mengecek situasi sekitar. Suasana di luar cukup terang, Zie memperkirakan sudah jam 8 pagi sekarang. Zie sudah mengganti kain yang melilit ditubuhnya dengan bajunya yang ternyata sudah mulai kering.


Zie membawa persenjataan dan peralatan daruratnya yang dia selipkan di sekeliling tubuhnya. Sebuah keranjang tua dan botol kosong yang Zie temukan di rumah tersebut Zie bawa bersamanya. Untuk bisa bertahan hidup hal terpenting yang harus dilakukan adalah mencari sumber makanan dan air minum. Tentu saja bukan hal yang sulit untuk Zie yang sudah berpengalaman.


Dalam 2 jam Zie kembali ke dalam gua dengan membawa 1 botol air minum yang berasal dari mata air. Keranjangnya dipenuhi dengan buah-buahan liar yang terlihat ranum.


Selain itu Zie berhasil menangkap ikan dengan menggunakan ketapel sederhana buatannya dimana sebuah mata jarum tebal dan tajam Zie ikat dengan tali layangan tipis. Kedua peralatan tersebut selalu ada di antara peralatan daruratnya. Ikat rambut karet tebal dan kuat Zie manfaatkan sebagai pegasnya. Hasilnya Zie berhasil mendapatkan 3 ekor ikan berukuran sedang untuk makanan mereka.


Sekarang mereka tidak usah khawatir soal makanan, tinggal mencari cara bagaimana mereka bisa memberitahu Adrian. Zie khawatir sindikat BEE lah yang akan menemukan mereka lebih awal.

__ADS_1


__ADS_2