
Setelah mobil limosin yang mereka tumpangi berhenti, Zie akan segera turun dan membuka pintu namun sudah didahului oleh Kevin yang membukakan pintu di sisinya. Zie sangat kaget karena Kevin sangat cepat dan sudah turun dari mobil membukakan pintu untuknya s belum Zie sempat mendorong handle pintu ya. Sementara itu Blue membukakan pintu untuk Juan.
Adrian sudah berdiri menunggu dihadapan mereka beserta Sky dan Cloud. Juan, Kevon dan Zie langsung bergabung bersama mereka. Memasuki restoran mereka disambut pemiliknya langsung di depan lobi yang sudah bersama Luna. Juan sempat berbincang sebentar dengan pemilik restoran tersebut dan diantarkan langsung menuju ruang khusus yang dipersiapkan untuk pertemuan dengan Reksa. Berdasarkan info dari bodyguard team 1 yang sudah lebih awal melakukan penjagaan, Reksa dan Bimo sudah sampai sekitar 5 menit yang lalu.
Mereka berjalan perlahan menuju sebuah ruangan yang terletak di sisi paling dalam restoran yang sengaja dipilih untuk menjaga privasi mereka. Juan beserta para bodyguard akhirnya sampai di ruangan tersebut yang sudah ada penjagaan dari beberapa bodyguardnya di sisi luar dan dalam ruangan. Agent Lee yang sedang bertugas langsung membukakan pintu geser untuk Juan memasuki ruangan, sementara itu pemilik restoran langsung meninggalkan mereka untuk memastikan bahwa makanan yang dipesan akan segera dikirimkan.
Juan berjalan memasuki ruangan yang cukup luas tersebut yang memiliki pemandangan terbuka ke arah taman. Sebuah kolam ikan koi dengan hiasan bambu-bambu hijau yang cantik dan suara tetesan air menuju kolam dan ketukan antara bambu yang memberanikan suasana nyaman. Pohon-pohon bonsai berbagai jenis menambah semarak taman tersebut.
Reksa, Bimo dan seorang wanita yang Zie duga adalah asisten Reksa berdiri menyambut Juan. Juan dan Luna langsung bersalaman dengan mereka sementara Zie, Kevin, Adrian, Blue, Sky dan Cloud langsung memposisikan diri bersiaga di dalam ruangan tersebut. Saat bersalaman Reksa memperkenalkan nama Bimo pada Juan yang dibalas anggukan kepala sopan oleh Juan saat bersalaman. Para bodyguard yang datang bersama Juan berjaga di sekitaran taman, di dekat pintu keluar dan berdiri didekat Juan. Zie dan Kevin berdiri di dekat Juan yang kini sudah duduk bergabung pada sebuah tatami besar setelah saling bersalaman.
Seorang pelayan dengan menggunakan yukata terlihat memasuki ruangan pertemuan dan membawa teko keramik yang berisi teh panas dan menyajikannya di atas tatami. Pelayan tersebut dengan cepat langsung mengisikan 5 buah cangkir teh yang sudah tersedia di atas tatami dan langsung menyajikannya kepada 5 orang yang duduk si meja tersebut. Dan berbagai jenis wagashi atau berbagai kue dan permen tradisional Jepang dihidangkan oleh pelayan lainnya.
__ADS_1
Setelah selesai menghidangkan teh dan kue para pelayan langsung pergi meninggalkan mereka. Juan dan Reksa memang tidak merencanakan untuk makan makanan berat di restoran ini karena waktu pertemuan yang mereka janjikan memang belum memasuki jam makan. Mereka datang untuk melakukan pertemuan sembari menikmati minum teh dan snack khas Jepang yang menjadi ciri khas restoran tersebut.
Restoran ini terkenal sebagai tempat yang cocok untuk pertemuan bisnis karena memiliki ruangan yang privasi dan menyajikan teh dan snack enak yang cocok untuk mengobrol panjang membicarakan bisnis. Sebenarnya tidak hanya snack nya yang enak, sashimi di restoran ini sangat terkenal karena kesegarannya dan mereka memiliki koki asli orang Jepang yang sangat hebat dalam menggunakan pisaunya.
"Juan, terima kasih sudah bersedia datang hari ini." Reksa memulai. "Aku sengaja mengundang mu karena ada pembicaraan bisnis yang ingin aku bicarakan, maafkan aku membawa serta Bimo ke pertemuan ini dan baru memberi tahunya pagi ini karena Bimo juga memiliki kepentingan yang sama dalam bisnis ini." Juan hanya membalas dengan anggukan kepala sopan.
"Bimo ini adalah staf khusus di kementrian pertambangan dan energi. Waktu acara peresmian perusahaan tambang Mahaputra Group Bimo turut hadir juga bersama beberapa orang lainnya dari kementrian." Reksa menjelaskan identitas Bimo.
"Betul sekali, kemarin kita ada di meja yang sama. Sayang sekali kita baru berkesempatan benar-benar saling mengenal sekarang." Bimo berbasa-basi.
"Jadi, pembicaraan bisnis apa yang ingin diperbincangkan? Saya yakin ini pasti sesuatu yang besar karena anda sesegera mungkin membuat janji temu setelah mengatakan anda ingin berbicara bisnis dengan saya." Juan menyesap teh hangat di dalam gelasnya. Rasa teh hijau yang kuat dan aromanya meninggalkan rasa after tase yang khas. Sedikit rasa pahit masih tertinggal di lidah Juan. Juan mengambil sebuah permen tradisional jepang yang manis untung menggantikan rasa pahit di lidahnya.
__ADS_1
Melihat Juan meminum tehnya, Reksa dan Bimo turut menyesap teh di gelas mereka dan mencicipi wagashi yang disajikan di meja mereka.
"Tentu saja ini akan menjadi bisnis yang besar jika anda menyetujuinya. Ini berkaitan dengan perusahaan tambang baru di bawah group Mahaputra. Bukankah perusahaan kalian saat ini sedang fokus untuk menambang Nikel disalah satu pulau di Maluku?" Juan tidak heran Reksa mengetahui informasi tersebut karena memang tidak pernah ditutupi. Bahkan mulainya operasi pertambangan Nikel milik Mahaputra group tidak luput dari pemberitaan majalah bisnis ataupun berita online yang fokus kepada bisnis. Reksa sebenarnya sudah sedikit menduga bahwa mereka akan membicarakan masalah pertambangan nikel begitu pagi tadi mendengar Bimo yang adalah anggota sindikat BEE ikut bergabung bersama mereka. bagaimanapun juga sindikat BEE melakukan usaha pembunuhan CEO mereka saat itu yaitu ayah Juan dan tentu saja berlanjut pada Juan saat bisnis mereka mulai akan diresmikan. Sudah sangat jelas sindikat ini tidak senang Group Mahaputra memiliki izin penambangan nikel di Maluku dan upaya pembunuhan itu pasti terkait dengan nikel.
"Benar sekali, saati ini fokus utamanya adalah penambangan nikel yang sudah dimulai 2 minggu lalu. Lalu bisnis apa yang anda tawarkan terkait dengan nikel yang kami produksi?" Tanya Juan terus terang karena Juan merasa yakin mereka memang mengincar nikel hasil produksinya karena tidak terlalu banyak perusahaan yang memiliki izin penambangan nikel di Indonesia. Perusahaan besar yang ada rata-rata sudah memiliki rekanan sendiri sehingga akan sedikit sulit untuk memiliki hasil tambang nikel mereka untuk memasok perusahaan baru. Kalau pun mereka mendapatkan jatah, jumlahnya tidak akan terlalu besar. Juan menduga pasti tidak cukup dengan kebutuhan mereka.
"Iya, tentu saja ini terkait dengan produksi nikel perusahaan kalian. Jadi begini, aku dan Bimo adalah salah seorang konsorsium dari sebuah perusahaan baru bernama PT. Energi Global Omega yang mengkhususkan diri dalam produksi baterai untuk barang-barang elektronik. Kami sudah memiliki beberapa kontrak dengan perusahaan handphone dan elektronik besar untuk memasok kebutuhan baterai mereka. Bahkan banyak permintaan untuk ekspor. Namun keterbatasan jumlah pasokan nikel yang perusahaan kami dapatkan menyebabkan jumlah produksi kami terbatas padahal permintaan pasar jauh lebih besar. Untuk itu kami memerlukan produsen baru yang mampu memasok kebutuhan nikel tersebut. Aku berharap perusahaan kita bisa saling bekerja sama."
Mendengar penjelasan Reksa, Juan langsung berkesimpulan bahwa beberapa anggota konsorsium di dalam perusahaan tersebut kemungkinan besar adalah anggota sindikat BEE karena mereka seperti berusaha mati-matian untuk mencegah perusahaan Mahaputra melakukan penambangan nikel. Juan mendengar bahwa ada 2 perusahaan lain yang bersaing dengan Mahaputra Group untuk mendapatkan izin penambangan nikel di Maluku namun akhirnya Mahaputra group yang menang tender. Mahaputra group mendirikan anak perusahaan khusus di bidang tambang karena mereka sudah mendapatkan izin tambang yang diperebutkan tersebut dan sejak itulah upaya pembunuhan terjadi.
"Aku akan melihat dulu penawaran dari perusahaan kalian. Kami akan mempertimbangkannya setelah mempertimbangkan proposal yang kalian akan ajukan." Juan tidak langsung menolak atau menerima tawaran mereka, Juan dengan profesional menjawab akan mempertimbangkannya walaupun sebenarnya Juan tidak ingin memiliki hubungan dengan sindikat mereka.
__ADS_1
Setelah pertemuan ini Juan harus meminta bantuan Adrian untuk memeriksa 2 perusahaan yang berebut izin penambangan dengan Mahaputra Group, juga konsorsium di balik perusahaan PT. Energi Global Omega. Juan yakin dari sana mereka akan bisa mengungkap seluruh anggota sindikat BEE yang terlibat di dalamnya. Bila identitas mereka segera terungkap maka Juan dan Adrian akan bisa melindungi Zie dari upaya pembunuhan yang ingin mereka lakukan terhadapnya.