
Tidak terasa akhirnya mobil limosin yang ditumpangi Juan beserta dengan rombongan bodyguard yang di bawanya sampai di halaman hotel royal. Tampak sebagian besar bodyguard sudah keluar dari mobil mereka dan melakukan pengamanan, sementara bodyguard yang menyetir mobil mereka langsung menuju parkiran basement. Setelah itu mereka akan segera menyusul dan kembali ke lokasi dimana mereka akan melakukan penjagaan sesuai dengan skenario pengamanan yang sudah disiapkan oleh Adrian.
Sementara itu Juan dan Zie masih berada di dalam mobil Limosin yang perlahan memasuki parkiran di depan pintu lobi. Mobil mereka masih mengantri di antara mobil tamu undangan lain. Seperti yang sudah Adrian perkirakan bahwa akan memakan waktu untuk proses masuk kedalam hotel karena pengamanan hotel saat ini sangat ketat.
Zie yang sudah tidak sabar ingin segera turun dari mobil tampak menggerak-gerakan kepalanya melihat ke sekeliling. Juan tersenyum memperhatikan Zie lalu mengambil segenggam permen dan memberikannya langsung ke telapak tangan Zie. Zie memandangi Juan dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Ini apa maksudnya?"
"Ambil saja permen ini. Kamu bisa menyimpannya disaku blazer mu." Zie tampak akan menolaknya, namun Juan langsung berkata. "Tidak ada larangan Bodyguard tidak boleh makan permen saat bertugas. Jadi terima saja." Juan berkata sembari tersenyum manis.
Setelah Zie pikir apa yang Juan katakan memang benar. Tidak ada larangan bagi seorang Bodyguard untuk tidak boleh makan permen saat bertugas. Zie langsung tersenyum dan menerima permen yang diberikan Juan. Zie mengambil satu buah dan dengan segera memasukannya kedalam mulut setelah mengupas cangkangnya dengan cepat.
Juan tersenyum memperhatikan Zie. Zie masih sama seperti yang dulu, tidak pernah tahan terhadap godaan permen stroberi mint kesukaannya. Juan cukup senang ternyata tidak sia-sia usahanya menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan permen kesukaan Zie. Juan masih ingat wajah heran anak buahnya karena mengetahui Juan kurang suka makanan manis, namun tiba-tiba minta disiapkan permen dengan rasa dan merk tertentu. Melihat senyuman di wajah Zie setelah sekian lama, Juan cukup bahagia.
"Tok..tok..tok..." Suara ketukan di kaca jendela Juan. Itu adalah Blue yang memberi isyarat bahwa Juan sudah bisa keluar. Blue lalu membukakan pintu untuk Juan, sementara itu Kevin sudah keluar dari pintu penumpang disebelah supir dan berjalan ke arah Zie yang kemudian membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
Zie merasa heran, sambil keluar dari mobil Zie lalu berkata. "Aku bisa membuka pintu ku sendiri, seharusnya Pak Juan yang kamu bukakan pintunya?" Zie protes pada Kevin.
"Agent Blue sudah membukakan pintu untuk Pak Juan, sementara dari kursi ku kan lebih cepat ke tempat mu duduk. Jadi apa salahnya jika aku sekalian membukakan pintu?" Jawab Kevin sambil tersenyum.
"Hmm..iya sih, tapi kan aku juga bodyguard masa diperlakukan khusus."
"Bukan perlakuan khusus, hanya tindakan seorang gentlemen." Kevin tersenyum yang diikuti suara tawa Zie yang ringan, namun segera Zie tutup mulutnya karena sedang bertugas.
Mendengar tawa ringan Zie, Juan dan Blue langsung melirik sinis kepada Kevin. Sangat sulit untuk mendengar Zie tertawa seperti itu. Untuk Juan, sudah lebih dari 8 tahun dia tidak mendengar Zie tertawa sedangkan untuk Blue ini adalah pertama kalinya. Mereka tidak menyangka bahwa seorang Kevin yang baru dikenalnya mampu membuat Zie tertawa.
Setelah mengisi daftar tanu di meja registrasi, Juan langsing berjalan menuju aula acara bersama para bodyguardnya. Memasuki Aula tempat forum akan dilaksanakan Juan disambut oleh Luna yang sudah datang terlebih dahulu mempersiapkan semuanya.
"Pak Juan." Sapa Luna. Juan menganggukkan kepalanya ke arah Luna. Luna lalu membawa Juan ke meja kursi yang akan ditempati oleh Juan selama Forum berlangsung. Adrian, Blue, Sky dan Lee langsung menyebar diri mereka memposisikan ditempat yang bisa mengawasi Juan dan situasi sekitar secara langsung. Sementara Zie dan Kevin mengikuti ke tempat duduk Juan.
Juan duduk di sebuah meja yang posisinya paling kanan. Sebuah meja bulat yang berisikan 8 kursi dengan nama perusahaan tercantum di atas meja persis dihadapan kursi yang sudah dipersiapkan. Zie melihat 3 kursi bertuliskan nama Mahaputra Group, namun Zie hanya melihat Juan dan Luna perwakilan dari Mahaputra Group. Bisa jadi masih ada staf Juan yang belum datang.
__ADS_1
Setelah memastikan Juan dan Luna duduk di kursinya, Zie dan Kevin akan segera beranjak menuju pinggiran Aula untuk mengawasi Juan langsung dari sana, posisi yang jaraknya paling dekat. Namun Juan tiba-tiba menahan Zie.
"Agent Zie, karena satu staf ku berhalangan datang kamu bisa duduk menggantikannya."Juan menunjuk kursi disebelah kirinya. Zie terlihat ingin menolak, namun melalui alat komunikasi yang terpasang di telinganya Zie mendengar perintah dari Adrian untuk Zie duduk disebelah Juan. Dengan demikian maka akan lebih mudah melakukan penjagaan terhadap Juan. Mendengar alasan dari Adrian tentu saja Zie tidak bisa menolaknya, Zie langsung duduk di kursi kosong di sebelah Juan sementara Kevin berjalan dan bersiaga di sisi kanan meja mereka yang kebetulan posisinya sudah paling kanan sehingga tidak akan menghalangi pandangan peserta forum.
Di meja yang sama dengan Juan ternyata ada duduk tamu undangan yang Zie kenal, yaitu Reksa Adiputra dan Sean Putra Wijaya teman sekolah Natha saat kuliah dulu serta Bimo Anggoro yang duduk di antara mereka. Saat Natha masih hidup dulu Reksa dan Sean sering datang bermain ke rumah Zie. Bisa dibilang Zie cukup akrab dengan mereka. Mereka duduk tepat di hadapan Zie.
Saat Zie memandang ke arah Sean, Zie menyadari bahwa Sean sedang menatapnya. Sama seperti di acara peresmian anak perusahaan Mahaputra Group sebelumnya, Sean terus memandangi Zie dengan terang-terangan. Zie merasa tidak nyaman karena khawatir identitasnya terungkap. Sementara itu Reksa tampak sedang mengobrol dengan Bimo Anggoro.
Zie tanpa sadar memandangi Bimo Anggoro dengan tatapan kebencian, untungnya kaca mata hitam yang digunakannya dapat menyembunyikan dengan baik. Tanpa sadar Zie mengepalkan tangan kananya dengan sangat erat menahan amarah dan kebenciannya.
Zie manarik nafas dalam dan mencoba mengendalikan dirinya. Tiba-tiba sebuah sentuhan hangat terasa menggenggam tangan kananya, Zie seketika tersentak dan mendapati Juan menggenggam tangan kanannya serta memberikan sedikit tekanan untuk menenangkannya. Rupanya Juan menyadari apa yang terjadi pada Zie dan berusaha menenangkannya.
Upaya Juan tersebut tidak sia-sia, karena setelah itu pikiran Zie kembali jernih. Zie berbisik di telinga Juan "Terimakasih Kak..!" Lalu melepaskan genggaman Juan dengan perlahan. Juan merasakan perasaan seperti kehilangan saat genggaman tangannya di lepaskan.
Rupanya Sean masih memperhatikan Zie, dan dia menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Zie semakin merasa tidak nyaman karena diperhatikan namun berusaha seolah tidak peduli. Reksa yang sebelumnya sibuk mengobrol dengan Bimo ternyata sedang memperhatikan Zie juga. Sementara Bimo tampak sedang mengirim pesan via ponselnya.
__ADS_1
Reksa yang memandangi wajah Zie tampak seperti mulai mengenali identitas Zie. Reksa hampir mengucapkan sesuatu pada Zie saat tiba-tiba acara forum dimulai dan lampu mulai dimatikan.