Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Preparation


__ADS_3

"Kak Rangga, makasih ya.. Berkat Kak Rangga aku bisa cepat pulih." Zie berterimakasih pada Rangga setelah melakukan pemeriksaan padanya dan menyatakan Zie benar-benar telah pulih dan memberikannya izin untuk ikut misi besok. "Maaf ya Kak, aku selalu merepotkan Kakak dengan luka-luka yang kumiliki!"


"Itu adalah tugasku Zie. Aku sangat senang melihat mu semakin membaik setiap hari. Jika kamu merasa bersalah padaku, sebaiknya kamu lebih menjaga diri. Jangan terluka lagi ya..!" Rangga menasehati Zie karena Rangga sudah menganggap Zie seperti adiknya sendiri.


"Baik Kak, aku janji!" Zie memberikan tanda peace yang dia bentuk dengan telunjuk dan jari tengahnya sambil tersenyum menggemaskan. Rangga membalas senyumannya dan mengacak rambut Zie tanda sayang. Dia merasa sangat sedih setiap kali Zie datang padanya dengan banyak luka setelah sebuah misi. Dia tidak mengerti kenapa Zie yang seorang perempuan memilih menjadi bodyguard yang dapat membahayakan dirinya.


"Luna.." Rangga melihat Luna berjalan ke arah mereka.


"Hey Rangga...!" Luna terlihat senang melihat Rangga. "I miss you..!" Luna menepuk kedua pipi Rangga dengan sayang.


"Yah, hentikan itu. Kamu membuat aku merinding." Rangga menggoyangkan badannya dan memandang Luna dengan tatapan iseng. Mereka dulu memang selalu bercanda seperti itu. Rangga merasa senang karena Luna bisa tetap bersikap sama setelah lama berpisah.


Luna tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi mata Rangga. "Yah, kenapa tidak kamu akui saja kalau kamu suka aku?" Luna terkekeh, sementara Rangga merasa jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak sebelum akhirnya berdetak kembali dengan kecepatan dua kali lipat. Rangga kaget mendengar perkataan Luna, meskipun dia tahu sebenarnya Luna bercanda. Dia merasakan mukanya memerah. Rangga akan merasa senang jika Luna benar-benar mengetahui perasaanya. Dia sudah memutuskan bahwa dia akan berusaha membuat Luna memandangnya, dan hanya dirinya


"Kak Rangga kamu baik-baik saja?" Tanya Zie yang melihat Rangga agak salah tingkah.


"Aku baik-baik saja." Jawab Rangga agak malu-malu.


"Yah, apa yang kalian lakukan disini?" Adrian tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Adrian..!!" Luna tampak terkejut. "Kami tidak melakukan apapun." Jawab Luna agak kaku. Luna agak merasa tidak nyaman bertemu dengan Adrian sekarang karena Luna masih memerlukan waktu untuk melupakan perasaanya pada Adrian. Luna mengira setelah 8 tahun perasaannya telah hilang, namun setelah bertemu lagi ternyata Luna salah. Luna takut Adrian akan mengetahui perasaanya.

__ADS_1


Luna terlihat sangat jelas akan berubah moodnya setiap kali Adrian ada di dekatnya. Rangga menyadari hal tersebut, dan terkadang membuat nya kehilangan kepercayaan diri untuk mengejar Luna.


"Maafkan aku harus meninggalkan kalian, aku ada meeting dengan Juan. Bye.." Luna meninggalkan mereka dan berjalan menuju ruang kantor Juan yang memang setelah kejadian percobaan pembunuhannya berkantor dari rumah untuk sementara waktu.


"Ada apa dengan Luna?" tanya Adrian bingung. Luna adalah adik kelas Adrian dan Rangga saat SMA. Mereka bertiga cukup dekat dan Adrian menganggap Luna seperti adiknya sendiri. Walaupun Luna terlihat seperti usia awal 20an dia sebenarnya memasuki awal 30. Luna memiliki wajah yang baby face ditambah dengan perawakan kecil sehingga terlihat lebih muda dari usianya.


"Aku tidak tahu." Rangga menjawab. Sebenarnya Rangga ingin menjawab 'ini semua karena Luna masih memiliki perasaan padamu Adrian'. Dari dulu Rangga selalu sangat mengerti Luna. Bahkan saat Luna tidak mengatakan apapun. Mereka akan mengetahui perasaan satu sama lain dengan hanya saling memandang.


...****************...


Keesokan harinya, Zie sedang meeting dengan Adrian membahas rencana mereka nanti malam.


"Zie, kamu harus berhati-hati. Jangan sampai mereka mengenal identitas mu. Aku masih ragu apakah akan membiarkanmu mengawal Juan secara langsung. Aku khawatir ada diantara tamu yang mengenali mu."


"Kamu benar, tapi aku masih khawatir. Entah kenapa perasaanku agak tidak enak."


"Yakin Kak semuanya akan baik-baik saja. Aku pasti akan sangat berhati-hati."


Terdengar suara langkah kaki mendekati pintu ruangan tempat Zie dan Adrian sedang berdiskusi. Tidak lama muncul sosok Juan dan Blue memasuki ruangan.


"Kalian sudah datang... Baguslah kita mulai saja langsung." Adrian berkata sambil menyuruh Juan dan Blue duduk.

__ADS_1


"Untuk nanti malam pembagian tugas untuk para bodyguard belum ditentukan. Kami sengaja melakukannya agar informasi yang kita miliki tidak bocor karena aku yakin ada penyusup diantara bodyguard yang Juan pekerjakan." Mendengar perkataan Adrian, Blue tidak terlihat kaget. Karena menurut pengalamannya aksi percobaan pembunuhan terhadap Juan tempo hari pasti ada keterlibatan orang dalam. Buktinya mereka bisa tahu rute mana yang diambil hari itu.


"Saat ini yang harus kita prioritaskan untuk dilindungi adalah Juan, karena Juan masih menjadi target man mereka. Dari hasil penyelidikan ku, ini ada kaitannya dengan peresmian bisnis tambang Group Mahaputra malam ini. Jadi aku yakin nanti malam pasti akan ada orang-orang dengan niatan jahat sama seperti sebelumnya di antara para tamu undangan. Jadi kita harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk nanti malam."


Mereka bertiga tampak merenungi dengan serius perkataan Adrian. Juan yang sudah diberitahu motif para pelaku oleh Adrian memang sudah menyiapkan diri untuk pesta nanti malam.


"Untuk nanti malam aku meminta Zie dan Blue untuk melindungi Juan. Aku tidak bisa mempercayakan kepada bodyguard lain. Aku hanya bisa menggunakan orang-orang yang ku percaya untuk melindungi Juan dari dekat. Aku khawatir akan ada informasi yang bocor lagi jika salah memilih orang. Selama kalian melakukan pengawalan kepada Juan aku akan berada di ruangan pengawas mengawasi kalian sambil memberikan instruksi. Apakah kalian siap?" Tanya Adrian pada Zie dan Blue.


"Kami siap!" Jawab mereka bersamaan.


"Bagus jika kalian sudah siap. Nanti satu jam lagi kita akan meeting bersama seluruh team bodyguard untuk melakukan pembagian tugas pesta nanti malam. Kalian berdua harus berhati-hati." Adrian memberitahu mereka. Juan yang duduk mendengarkan dari tadi hanya memandang wajah Zie khawatir. Juan khawatir kejadian beberapa hari yang lalu terjadi lagi dan Zie terluka lagi untuk melindunginya.


"Kalian berdua boleh keluar. Masih ada yang ingin aku bicarakan dengan Juan." Adrian menyuruh Zie dan Blue untuk meninggalkan Dia dengan Juan.


Setelah tinggal Juan dan Adrian di ruangan itu, Adrian mulai berbicara serius dengan Juan. "Aku masih khawatir untuk acara nanti malam, aku khawatir ada yang mengenali Zie. Kamu tau kan dulu Ziera sebelum kejadian penculikan selalu di bawa ke acara-acara sosial dan banyak orang yang mengenalnya. Aku khawatir nanti malam ada yang mengenalinya, meskipun ada perbedaan pada Ziera tapi untuk orang-orang tertentu mungkin masih bisa menebaknya. Disisi lain jika Ziera tidak turun langsung maka akan makin sulit untuk mengetahui sosok penjahat itu." Adrian mengungkapkan ke khawatirannya pada Juan.


"Sebenarnya saat pertama bertemu kembali dengan Zie aku merasa pernah melihatnya dan berfikir dia mirip Ziera. Tapi aku tidak pernah menyimpulkannya sebagai Ziera karena rasanya tidak mungkin anak seorang Wiranata Utama jadi bodyguard. Jadi kamu tenang saja, aku rasa mereka pun akan berpikiran yang sama. Ada aku disampingnya, aku akan turut melindunginya." Juan meyakinkan Adrian.


"Yah, kamu adalah klien kami. Masa kamu melindungi Ziera, yang ada kami yang harus melindungi mu."


"Hahaha...tentu saja, kita bisa saling melindungi. Sudahlah, jangan terlalu banyak berpikiran buruk tentang apa yang belum terjadi. Yang terpenting adalah kita berhati-hati saja."

__ADS_1


"Iya, kamu benar. Aku terlalu mengkhawatirkan keselamatan Ziera karena petunjuk yang mengarak kepada sindikat BEE semakin dekat. Ini membuatku semakin tegang. Aku harus menenangkan diri agar tidak terjadi kesalahan nanti malam."


"Baiklah, ayo kita bersiap. Sekarang kita harus bersiap meeting bersama team bodyguard yang lain sebentar lagi." Juan dan Adrian menyudahi pembicaraan mereka dan bersiap untuk menghadiri meeting bersama seluruh team bodyguard lainnya yang akan dilangsungkan di aula rumah Juan.


__ADS_2