Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Survival


__ADS_3

Sebuah kapal speedboat berukuran sedang merapat di pantai sebuah pulau kecil di Maluku. Sekelompok laki-laki menggunakan stelan jas hitam dan membawa senjata tampak keluar melompat dari atas kapal. Sebuah helikopter terbang diatasnya dengan seseorang memberikan instruksi menggunakan alat komunikasi kepada mereka. Mereka bergerak melaju begitu cepat berlari seperti mengejar sesuatu.


Di tepi pantai yang dipenuhi batu berukuran besar mereka melompatinya dengan mudah sembari berlari ke arah yang sama mengikuti instruksi yang diberikan. Dari sosok mereka yang bugar dan mampu berlari dan melompat dengan cepat dibalik stelan jas hitam dapat dipastikan mereka adalah orang-orang terlatih.


Dari pantai yang dipenuhi bebatuan, mereka berlari memasuki arah hutan yang cukup rimbun oleh pepohonan. Sambil memperhatikan jejak yang menunjukan adanya kehidupan di pulau tersebut mereka terus mengikuti kemana jejak itu membawa.


Diantara pepohonan yang rimbun, jejak itu membawa mereka memasuki sebuah lokasi yang agak gelap dikarenakan tertutup pepohonan yang cukup rimbun. Helikopter yang mengikuti mereka tidak bisa terus memandu arah mereka karena terhalang oleh pepohonan. Memasuki jalan setapak salah satu dari mereka tidak sengaja mengenai jebakan yang telah Zie dan Juan pasang dan memicu puluhan anak panah yang telah dipersiapkan menembak dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.


Meskipun mereka cukup terlatih dan memiliki refleks yang bagus, namun serangan tidak terduga dengan kecepatan cukup tinggi tidak mampu mereka hindari. Sepertiga dari mereka terkena anak panah dan tidak mampu meneruskan misi mereka.


Setelah mendapatkan serangan tidak terduga, mereka lebih berhati-hati dan waspada lagi. Mereka berjalan menuju titik yang ditunjukan oleh gps yang ada pada jam tangan mereka. Masih melewati jalan yang penuh semak belukar.


Sensor gps mengeluarkan suara denyit yang berulang yang menandakan bahwa lokasi tujuan mereka sudah semakin dekat. Mereka berjalan dengan waspada menuju arah gps membawa mereka. Suara denyit semakin nyaring dan semakin cepat yang menunjukan bahwa jarak mereka sudah kurang dari 20 meter.


Seharusnya gps akan membawa mereka menemui target yang harus segera mereka habisi sesuai dengan perintah bos besar. Namun bukannya target yang mereka temui, merek menemuka sebuah ponsel yang tertutup rerumputan diantara semak. Ponsel itu adalah asal signal yang gps mereka tuju, tapi dimana target mereka berada?


Persis di lokasi ponsel mereka temukan, tiba-tiba ada suara bergemuruh dah beberapa dari mereka terjatuh kedalam lubang besar yang terbentuk didalam tanah dibawah kaki mereka yang sebelumnya berhasil tersembunyi dengan baik.

__ADS_1


Di dalam lubang tanah yang ternyata adalah jebakan terdapat ranting-ranting tajam seperti bambu runcing yang berhasil melukai rekan-rekan mereka yang terjatuh. Luka mereka cukup dalam, dan hanya bisa terkapar tidak berdaya.


Zie dan Juan memantau pergerakan mereka dengan menyamarkan diri di antara semak yang rimbun. Zie menghitung jumlah mereka yang tersisa, masih ada 12 orang. Mereka adalah profesional, tidak akan mudah melawan mereka. Apalagi masih ada helikopter yang berputar mengelilingi pulau dan memantau situasi. Bagaimanapun caranya Zie harus melindungi Juan dari mereka.


Zie memberi kode pada Juan agar mengikutinya. Mereka berjalan semakin jauh kedalam hutan. Berjalan diantara ilalang sambil setengah merunduk untuk menghindari pengawasan helikopter yang tidak jauh dari mereka. Ini adalah lokasi jebakan terakhir yang mereka siapkan. Semoga saja berhasil mengurangi jumlah mereka dengan signifikan. Zie sangat sadar bahwa Zie dan Juan tidak akan bisa melawan mereka karena mereka kalah dari segi jumlah, Zie berharap bantuan Adrian akan segera datang.


Zie sengaja meninggalkan jejaknya agar diikuti oleh komplotan yang mengejar mereka. Dengan demikian akan mudah memancing mereka memasuki jebakan yang telah dipasangnya. Jebakan yang Zie siapkan dengan menggunakan jaring untuk menangkap ikan, jaring yang ditinggalkan para nelayan di dalam gua yang mereka temukan. Dengan bantuan Juan, Zie berhasil mempersiapkan perangkap terakhir.


Zie memberi kode kepada Juan untuk merunduk. Di tatapnya Juan yang penuh luka akibat tergores ilalang yang mereka lalui. Sungguh disayangkan sosok CEO Mahaputra yang selalu tampil rapi dan sempurna saat ini tampak dipenuhi luka dan rambut berantakan, kemeja yang digunakannya terkoyak dan ada lubang bekas peluru. Zie tidak menyadari bahwa kondisinya tidak terlalu jauh berbeda dengan Juan. Tubuh Zie dipenuhi luka goresan ilalang yang tidak Zie rasakan akibat adrenalin yang meningkat.


Suara langkah kaki sekelompok orang terdengar semakin mendekat, Zie terus mengamati mereka dengan seksama. Zie memerintahkan Juan untuk tetap diam ditempat dan merunduk semakin dalam. Zie menunggu momentum yang tepat dimana komplotan itu berada tepat di posisi jebakan yang telah Zie pasang. Zie sebelumnya sudah meninggalkan jejak yang menunjukan dirinya melewati lokasi jebakan tersebut untuk mancing mereka masuk ke dalam perangkap.


'Satu..dua...tiga..' Zie menghitung dalam hati, kemudian Zie langsung menggunakan pisaunya memotong tali yang menahan laju sebuah batu besar terjatuh ke sebuah jurang. Batu tersebut kemudian menarik tambang yang terhubung dengan jaring besar yang mengakibatkan beberapa orang dari komplotan tersebut terjebak di dalam jaring yang menggantung di atas pohon besar. Juan sangat takjub melihat semua jebakan yang dibuat Zie berhasil mengurangi jumlah komplotan pengejar mereka berkurang dengan sangat signifikan.


Zie menghitung ada 5 orang yang terperangkap di dalam jaring jebakan buatannya. Masih ada 7 orang yang tersisa. Dua orang diantaranya terlihat berusaha melepaskan rekannya dari dalam jaring ikan yang pastinya tidak mudah. Zie menepuk bahu Juan perlahan, memberikan tanda untuk Juan mengikutinya. Juan menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti maksud Zie.


Dengan perlahan Zie pergi menjauh semakin masuk ke arah hutan. Mereka berjalan dengan merunduk diantara semak yang tajam, sambil menahan rasa sakit dari goresan ranting dan duri sambil berharap pergerakan mereka tidak diketahui.

__ADS_1


Zie dan Juan berada tepat disebelah pohon pinus besar saat tiba-tiba suara letusan senjata api terdengar ditembakkan ke arah mereka setelah Juan tidak sengaja menginjak ranting kering yang menimbulkan suara berderak lumayan kencang. Zie dengan refleks nya langsung menarik Juan bersembunyi di balik pohon besar dan mengambil pistolnya yang berada dibalik blazer yang digunakannya.


Zie mengeluarkan pistol lain yang dibawanya dan memberikannya pada Juan. "Aku akan mengalihkan perhatian mereka, kamu tetap bersembunyi disini!" Zie berbisik si telinga Juan. Juan berkeberatan dan ingin protes, namun Zie bereaksi sangat cepat. Sebelum Juan mengatakan keberatannya Zie susah berlari diantara pohon-pohon besar sambil sesekali menembakan pistolnya kearah komplotan yang mengikuti mereka.


Juan yang masih terluka di bahu sebelah kirinya hanya bisa mengikuti instruksi Zie untuk bersembunyi, menyaksikan aksi tembak-tembakan di antara mereka sambil mencari kesempatan untuk membantu Zie mengurangi jumlah lawan.


Zie terlihat berlari dan berguling diantara pohon dan semak membawa komplotan itu menjauh dari Juan. Juan melihat sejauh ini Zie berhasil menghindari serangan mereka sementara 2 orang dari mereka berhasil Zie lukai melalui tembakan ke arah dada.


Juan mendengar suara helikopter semakin mendekat, bantuan mereka sepertinya datang. Juan harua dengan segera membatu Zie sebelum situasinya jauh lebih bahaya lagi. Zie memang hebat, tapi Juan sebagai laki-laki tidak bisa hanya diam menonton. Apalagi Zie adalah cinta pertamanya, tentu saja Juan tidak ingin membiarkan Zie terluka.


Tepat dihadapan Juan saat ini terdapat dua orang dari mereka yang sedang bersembunyi dibalik pohon membelakangi Juan dan mengamati Zie yang berada jauh di depan mereka. Ini adalah kesempatan untuk Juan menembak mereka, sebelum helikopter semakin mendekat. Untungnya Juan pernah mengikuti pelatihan menembak, sehingga Juan tidak akan canggung menggunakan pistol yang diberikan Zie padanya.


Juan mengangkat pistolnya ke arah dua orang tersebut, sambil menarik nafas dalam Juan bersiap menarik pelatuk senjatanya. Mengingat peluru yang dimilikinya hanya 8, Juan harus memastikan tembakannya mengenai sasaran.


Juan menarik pelatuk pistolnya dan mengenai tepat dipunggung salah satu dari mereka yang menyebabkannya jatuh tengkurap. Temannya dengan refleks langsung membalikan badannya untuk membalas tembakan Juan, namun Juan lebih cepat darinya dan berhasil melepaskan tembakan ke dua tepat ke arah dadanya. Tembakan yang sudah dilontarkan pria itu mengarah pada Juan, namun Juan berhasil menghindarinya dengan merunduk.


Disaat Juan merasa lega sudah berhasil menjatuhkan dua orang lawannya, sebuah helikopter datang mendekat. Terlihat ada seorang sniper di dalamnya mengarahkan senjatanya ke arah Juan. Juan hanya bisa pasrah. Tidak ada cukup waktu untuk menghindar. Inikah akhir hidupnya?

__ADS_1


__ADS_2