Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Bertepuk Sebelah Tangan


__ADS_3

Hari Jumat sore itu kediaman keluarga Mahaputra terlihat kesibukan beberapa bodyguard yang sedang mempersiapkan pengawalan untuk Juan yang akan menghadiri forum pertemuan di Hotel Royal. Kendaraan dengan kaca anti peluru dan beberapa mobil dan motor pengawalan disiagakan. Sekilas jika dilihat tampak sedikit berlebihan, karena biasanya hanya presiden yang mendapatkan pengawalan seketat itu. Sekelas Mentri pun tidak akan dijaga sampai berlapis-lapis seperti Juan.


Group Mahaputra yang merupakan salah satu konglomerat besar di Indonesia, dimana kekayaannya masuk daftar 100 orang terkaya di Indonesia dan berada di urutan 15. Tentu daja mereka tidak akan tinggal diam dengan kejadian bertubi-tubi yang dialami CEO mereka Satria Mahaputra hingga Juan Mahaputra baru-baru ini. Jika sampai terjadi hal buruk pada Juan, mereka khawatir nilai saham mereka akan anjlok dan menghancurkan semua bisnis mereka. Dengan kekayaan yang sangat besar tentu saja mereka tidak akan ragu untuk menyewa pengawalan seperti yang di dapatkan seorang presiden yang penting CEO mereka selamat.


Zie yang berada di ruangan kerja Adrian beserta dengan Blue dan Kevin tampak sedang mempersiapkan dirinya untuk acara nanti malam. Mereka tidak bersama dengan Juan karena Juan saat ini sedang melakukan zoom meeting di ruang kerjanya beserta seluruh jajaran komisaris dan direksi group Mahaputra untuk membahas dampak undang-undang baru yang akan di sahkan pemerintah terhadap anak usaha baru Mahaputra group.


Zie menggunakan setelan blazer khusus yang dibuat Adrian untuknya. Blazer tahan api yang menyelamatkan tubuh Zie dari luka bakar yang parah saat ledakan terakhir. Zie memasukan senjata Glock 17 dengan peluru terisi penuh ke dalam kantong senjata yang Zie sembunyikan di dada di balik blazer. Senjata lainnya yaitu sebuah revolver kaliber 22 yang sempat Zie pinjamkan saat di pulau kepada Juan, Zie sembunyikan didalam kantong senjata yang diletakan di betis kirinya. Zie selalu membawa revolver kaliber 22 ini kemanapun dia pergi. Memang tidak praktis jika dibandingkan dengan Glock 17, namun revolver ini adalah hadiah spesial pemberian dari Kakek Bai saat Zie berhasil lulus dari ujian menembak yang diberikannya. Kakek Bai tidak hanya seorang guru bagi Zie, dia juga sudah Zie anggap seperti Kakek kandungnya sendiri. Kakek Bai lah yang menempa Zie sehingga memiliki kemampuan bela diri dan menembak di atas rata-rata.


Zie yang tengah bersiap tanpa dia sadari bersenandung kecil. Zie tampak sangat senang atas misi pengawalan yang akan dijalaninya sekarang karena Zie sudah sangat bosan seminggu ini selalu berdiam diri di rumah Juan. Adrian sama sekali tidak mengizinkannya keluar dengan alasan harus bersiap melindungi Juan.


Bian sahabat baiknya sedang pergi ke Singapura mengurus bisnis keluarga mereka. Zie yang sudah bosan akhirnya menemani Kevin dengan banyak bercerita dan memperkenalkan Kevin dengan makanan unik khas Indonesia. Untungnya di jaman yang semakin canggih ini memesan makanan apapun tinggal lewat aplikasi saja. Meskipun Zie tidak diizinkan keluar dia bisa tetap bersenang-senang dengan Kevin.

__ADS_1


Zie tidak pernah menyangka bahwa Kevin adalah pribadi yang menyenangkan. Mungkin karena mereka memiliki latar belakang profesi yang serupa, Kevin dan Zie sangat mudah menjadi akrab. Banyak topik pembicaraan yang bisa mereka obrolkan. Zie merasa seperti sudah mengenal Kevin sejak dulu. Sedangkan terhadap Blue, meskipun mereka bekerja di bidang yang sama namun Zie masih tidak bisa dekat dengannya. Entah kenapa Zie merasa selalu ada jarak di antara mereka. Apalagi sikap Blue Zie anggap sangat aneh. Blue sering kedapatan sedang menatap Zie. Zie menganggap Blue tidak menyukai dirinya.


Adrian, Kevin dan Blue memperhatikan Zie yang dengan riangnya mempersiapkan senjata yang akan digunakan. Zie sama sekali tidak menyadari ketegangan yang terpancar dari tubuh Adrian. Bagaimanapun Adrian sangat stress jika harus memikirkan membiarkan Zie berada di antara orang-orang yang akan mencelakai nya. Bagaimanapun Adrian sudah menganggap Zie seperti adik kandungnya sendiri.


Kevin yang merasakan ketegangan yang terpancar dari tubuh Adrian datang mendekat pada Andrian dan memberikan tepukan di bahu untuk menenangkannya.


"Everything will be okay!" Kevin berbisik di telinga Adrian. Adrian menatap kesungguhan di mata Kevin dan merasa sedikit lebih lega karenanya.


Tepat jam 18.00 Zie, Adrian, Kevin dan Blue sudah berkumpul di ruangan kerja Juan. Juan yang sudah berganti pakaian dengan menggunakan setelan jas berwarna biru dongker dengan dasi senada dan kemeja berwarna putih dibaliknya. Rambut Juan tampak klimis tersisir rapi. Juan terlihat sudah bercukur bersih, padahal tadi pagi saat bertemu Zie sempat melihat rambut jambang halus sudah mulai tumbuh.


"Apakah kalian sudah siap untuk acara malam ini?" tanya Juan sembari tersenyum ramah. Sebenarnya Juan ingin bertanya pada Zie, namun Juan tidak mengucapkannya secara spesifik. Namun dari tatapan mata Juan yang hanya tertuju pada Zie, Adrian bisa menebak maksud Juan. Sayangnya Zie yang sedang sibuk dengan pikirannya tidak menghiraukan pertanyaan Juan.

__ADS_1


Adrian yang merasa kasihan pada Juan akhirnya menjawab pertanyaan Juan. "Jangan khawatir, semuanya sudah disiapkan sesuai dengan yang direncanakan." Dengan isyarat matanya Adrian memberikan kode pada Juan bahwa pengaman untuk Zie sudah mereka persiapkan dengan matang. Juan terlihat lega mendengarnya.


"Zie..!!" Adrian memanggil Zie untuk menarik perhatiannya.


"Ya Bos.." Jawab Zie seketika langsung memfokuskan pandangannya pada Adrian.


"Untuk pengawalan hari ini, kamu dan Kevin akan menempel terus bersama Juan kemanapun Juan berada. Aku dan Blue akan berada tidak jauh dari kalian untuk mengawasi situasi di sekeliling, sementara team bodyguard sisanya akan berjaga di pintu masuk dan keluar aula hotel, parkiran dan di gerbang depan. Kita akan terhubung melalui alat komunikasi yang sudah terpasang di telinga kalian. Alat komunikasi yang aku berikan pada Zie dan Kevin adalah alat komunikasi khusus yang terhubung hanya padaku untuk menjaga keamanan informasi. Ingat, laporkan setiap kali ada keanehan sekecil apapun!" Adrian mengingatkan pada Zie.


Blue yang mendengarkan pengarahan dari Adrian tampak sedikit cemberut dan kecewa. Biasanya Zie akan melakukan pengawalan dengannya, namun kini digantikan oleh Kevin. Blue tahu Kevin adalah tentara bayaran yang hebat, namun Blue merasa dia juga mampu melindungi Zie seperti Kevin. Sayangnya Blue tidak bisa mengungkapkan kekecewaannya tersebut. Blue hanya tersenyum masam mendengar pembagian tugas kali ini.


Kevin yang memperhatikan sekelilingnya tidak sengaja melihat Blue yang tersenyum masam. Melihat cara Blue yang memandangnya sinis setiap kali Kevin sedang berbicara akrab dengan Zie Kevin langsung bisa menyimpulkan bahwa Blue menganggapnya sebagai saingan. Namun melihat sikap Zie yang biasa saja sepertinya Zie tidak mengetahui perasaan rekan satu teamnya tersebut. Kevin dapat melihat bahwa Zie itu sangat polos dan tidak memahami perasaan spesial atau perhatian berlebih yang diberikan kepadanya dari lawan jenis. Melihat perlakuan Zie pada Blue yang menganggapnya sebagai saingan justru membuat Kevin memandang Blue dengan perasaan kasihan.

__ADS_1


__ADS_2