
Zie yang tidak sadarkan diri terbaring di kamar tidur hotel dengan luka di kepala yang terlihat memar akibat pertarungannya yang terakhir. Juan yang khawatir duduk di samping tempat tidur Zie sambil menggenggam tangannya. Juan sudah berganti pakaian dan luka di bahunya sudah di balut dengan perban.
Adrian berdiri sambil memandang keluar jendela kamar Zie dari lantai 4. Bagaimana belum ada fasilitas hotel bintang 5 di kota ini karena memang bukan tempat wisata. Hotel ini sudah yang terbaik yang bisa staf Juan siapkan.
"Juan...apakah kamu menyadari siapa target mereka yang sebenarnya?" Adrian memulai.
Juan tidak melepaskan pandangannya dari Zie, Juan merasa bersalah tidak mampu melindungi wanita yang dia sukai. "Aku mulai menyadarinya saat sniper di helikopter mengarahkan tembakannya pada Zie, bukan aku. Itulah kenapa aku mendorong Zie hingga terjatuh ke dalam laut untuk menghindari tembakan tersebut." Juan mengingat kembali kejadian di atas kapal yang melukai bahu kirinya.
"Ya, mereka mengincar Zie. Kejadian hari ini lebih membuatku yakin." Adrian menatap Juan yang terus menggenggam tangan Zie. "Apakah Zie tahu dia adalah target sebenarnya?"
"Aku belum memberitahunya karena awalnya aku masih ragu." Jawab Juan.
"Aku masih ragu apakah harus memberitahunya atau membiarkan seperti sekarang. Jika Zie tau dia akan semakin nekat dan lebih sulit di atur. Dia tidak akan mau dikawal." Adrian terlihat kebingungan. "Jika ayahnya tau, maka situasinya akan semakin rumit. Sikap overprotektif Wiranata Utama akan memperburuk keadaan." Adrian menarik nafas dalam.
"Bisa kubayangkan apa yang akan Om Wira lakukan pada Zie, dia pasti akan berada dalam pengamanan ketat 1x24 jam. Melihat Zie yang tidak bisa dikekang pasti akan terjadi pertengkaran." Juan ikut membayangkan apa yang akan terjadi jika Wiranata Utama mengetahui Zie dalan bahaya. Tidak menutup kemungkinan Zie akan dikirim ke tempat yang tidak bisa Juan temukan seperti sebelumnya. Juan tidak mau hal itu sampai terjadi.
"Tapi bagaimanapun Zie tetap harus di jaga. Meskipun dia merasa mampu, kita tidak akan pernah tahu jika situasi kemarin kembali terjadi. Zie memang cukup hebat untuk membela dirinya sendiri, tapi kalo jumlah mereka lebih banyak tetap saja tidak seimbang. Aku yakin setelah ini sindikat BEE masih akan mengirim orang-orang terlatih lainnya untuk mengincar Zie." Adrian berjalan dan duduk di sofa memandang kearah Zie yang masih tertidur.
"Apa alasan mereka mengincar Zie? apakah identitasnya sudah terbongkar?" tanya Juan.
__ADS_1
"Sepertinya mereka memang sudah mengetahui identitas Zie. Kamu masih ingat kejadian beberapa hari yang lalu saat Zie dan Bian bermain bersama dan diikuti?" Tanya Adrian.
"Ya, Bian memberitahuku bahwa ada yang mengikuti mereka namun kalian berhasil menangkap mereka. Namun sayangnya mereka tidak bisa diintrogasi mengenai tujuannya karena mereka di tembak mati oleh sniper." Jawab Juan.
"Sebenarnya awalnya aku juga mengira mereka memang membuntuti Bian. Namun ada yang aneh, di setiap foto yang mereka ambil selalu ada Zie dan Bian di dalamnya. Zie mengatakan dia sempat meninggalkan Bian sebentar, tapi tidak ada foto Bian sendirian. Tidak pernah terpikirkan bahwa target mereka sebenarnya adalah Zie sampai kejadian penembakan di kapal kemarin."
"Bagaimana mereka bisa mencurigai identitas Zie? Zie memiliki penampilan yang sangat berbeda dengan dulu." Juan terlihat berpikir keras.
"Aku sudah memikirkannya. Kemungkinan besar saat pesta peresmian perusahaan Mahaputra kemarin ada tang mencurigai identitas Zie. Saat terakhir mencoba menyelamatkan mu dari penembakan kacamata hitam Zie terlepas dan hilang. Wajah Zie terlihat jelas setelahnya. Di acara pesta itu, banyak tamu undangan yang juga merupakan kenalan keluarga Utama. Aku yakin untuk orang-orang yang cukup dekat atau kenal lama pasti akan merasakan mengenali Zie meskipun tidak begitu yakin. Bukannya kamu juga berpikiran yang sama saat pertama kali bertemu kembali dengan Zie?"
Juan mengingat kembali moment pertemuan mereka kembali. Juan yakin merasa mengenalinya, namun Juan tidak mau mengakuinya hingga Juan hanya berpikir kalo Zie dan Naziera hanya mirip saja.
"Tamu undangan yang satang lumayan banyak, diantara mereka cukup banyak yang berhubungan bisnis dengan keluarga Utama. Sepertinya tidak akan mudah untuk mengungkap identitasnya. Alu akan memberikan daftar undangan yang hadir secepatnya." Juan berkata pada Adrian.
"Yang pasti orang ini memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga utama. Bisa dibilang cukup mengenal Zie." Adrian menambahkan.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Haruskah Zie diberi tahu?" tanya Juan pada Adrian sembari beranjak berdiri meninggalkan Zie yang masib tertidur. Juan duduk di sofa di samping Adrian.
Adrian menggelengkan kepalanya. "Untuk sementara kita rahasiakan dulu. Aku akan tetap menugaskan Zie untuk menjadi bodyguard mu, tapi aku akan meminta tentara bayaran untuk mengawalnya. Aku bisa beralasan bahwa kamu perlu pengawalan ekstra, Zie tidak akan menyadari bahwa pengawalan itu adalah untuk dirinya."
__ADS_1
"Ide yang bagus. Setidaknya dengan demikian Zie akan tetap waspada dan tetap dalam pengawalan. Wiranata Utama juga tidak akan terlalu khawatir." Juan menyetujui. Selain itu dengan terus bersamanya Juan bisa lebih tenang, tidak perlu khawatir Zie akan menghilang lagi. Juan berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga dan melindungi Zie.
"Tapi kita tidak bisa menyembunyikan nya terlalu lama, karena lambat laut pasti akan terungkap. Mau tidak mau kita harus secepatnya mengungkap identitas sindikat BEE tersebut demi keselamatan Zie." Adrian menegaskan.
" Aku pasti akan membantu mu dalam hal ini. By the way, aku harus memberi tahu mu bahwa Zie sudah tahu bahwa aku sudah tahu identitasnya." Juan memberitahu Adrian. Mendengar hal itu Adrian membelalakkan matanya.
"Dia tahu aku yang memberi tahu?" tanya Adrian yang dibalas anggukkan kepala Juan. " Lalu apa reaksinya?"
"Zie menjawabnya dengan tenang, dia bilang dia percaya dengan keputusan mu. Dia tahu kamu melakukannya demi kebaikan." Jawab Juan sembari menepuk bahu Adrian.
Adrian terlihat menarik nafas lega. "Ternyata bocah ini sudah dewasa. Zie yang dulu pasti akan sangat marah jika rahasianya bocor, Zie yang sekarang ternyata cukup bijaksana menyikapinya." Adrian terlihat terharu melihat perubahan Zie yang semakin dewasa.
"Aku lihat Zie sudah banyak berubah. Waktu enam tahun sudah banyak menempanya. Aku takjub melihat perubahannya. Zie terlihat sangat bisa diandalkan." Juan menambahkan.
"Walaupun Zie terlihat sangat dapat diandalkan, sebenarnya hati Zie masih sangat rapuh. Trauma kejadian dulu masih membekas di dirinya. Zie selalu menampilkan sosoknya yang terlihat kuat, padahal dibalik penampilannya tersebut ada sosok wanita lemah yang perlu untuk dilindungi." Adrian mampu memahami Zie karena selama 2 tahun Zie bergabung di agency nya, Adrian selalu menjaganya sebagai seorang Kakak. Hanya pada Adrian Zie memperlihatkan sosok lemahnya.
Mendengar perkataan Adrian, Juan merasa iri karena Adrian adalah sandaran bagi Zie. Adrian sangat memahami Zie, itu artinya Zie memperlihatkan dirinya yang sebenarnya hanya pada Adrian.
Juan memutuskan, dia harus menjadi sosok yang Zie percayai. Sosok dimana Zie bisa bersandar. Juan ingin melindungi Zie dari segala hal yang akan menyakitinya. Juan berjanji pada Zie dalam hati. 'Aku akan melindungi mu...'
__ADS_1