
Keesokan harinya, Zie terbangun dari tidurnya dengan kepala yang masih sedikit pusing. Luka-luka ringan bekas goresan ilalang terlihat jelas di lengan dan di wajahnya. Jika ayahnya melihat ini pasti akan sangat histeris. Untunglah Wiranata Utama tidak melihat kondisi Zie saat ini, bisa-bisa dia akan dikurung di rumah.
Zie merasakan rasa pegal di sekujur tubuhnya, bukan hal yang besar untuk Zie. Zie sudah terbiasa dengan hal tersebut. Bahkan biasanya lebih parah dari yang Zie rasakan saat ini. Pelatihan keras di China membuat tubuh Zie tahan akan hal tersebut. Zie akan pulih kembali dengan sangat cepat. Zie sangat yakin kondisinya akan kembali seratus persen besok.
Zie yang tidak bisa hanya duduk diam, merasa tidak nyaman jika dirinya harus diam dan istirahat di kamar. Zie bangun dan mandi air dingin untuk menyegarkan dirinya. Luka di sekujur tubuhnya agak perih saat terkena air, namun tidak Zie hiraukan. Zie mandi dengan cepat dan berganti pakaian menggunakan setelan bodyguard nya dan menggunakan jam tangan digital canggih di tangan kirinya. Waktu menunjukan pukul 06.55 pagi. Zie segera bergegas berjalan keluar dari kamar tidurnya menuju ruang kerja yang disiapkan khusus oleh Juan untuk Adrian.
Zie mengetuk pintu yang tertutup dengan perlahan. "Tok...tok...tok.."
"Masuk!" Terdengar suara Adrian dari dalam. Mendengar suara Adrian Zie dengan bersemangat langsung mendorong pintu hingga terbuka dan melangkah masuk ke dalam. Dilihatnya Adrian sedang duduk di meja kerjanya berhadapan dengan Blue dan Kevin sambil membaca dokumen, sementara agent Kay, Agent El dan Agent Big tampak sibuk dengan komputer mereka masing-masing. Tampak serangkaian kode yang tampak acak muncul di monitor komputer mereka.
Adrian yang sedang membaca dokumen, mengangkat pandangannya dan memandang Zie dengan kening berkerut. "Kamu sedang apa disini? Bukannya aku sudah menyuruh istirahat sehari lagi?" Blue dan Kevin ikut membalikan badan mereka dan memandangi Zie yang datang mendekat ke meja Adrian.
"Aku bisa mati bosan jika tidak melakukan sesuatu, lagi pula kondisiku sudah jauh lebih baik." Jawab Zie acuh tak acuh sembari menduduki kursi kosong lainnya di hadapan meja Adrian.
__ADS_1
"Ck..ck..ck.." Adrian hanya bisa mendecak karena tahu Zie tidak akan mengikuti perintahnya untuk beristirahat. "Obati dulu luka di wajah mu! Rangga ada bersama Luna, kamu temui dia. Sekalian cek luka benturan kemarin. Jika Rangga memperbolehkan mu bekerja hari ini kamu bisa kembali kesini." Adrian berkata tegas.
Zie tampak kesal, namun todak bisa melawan perkataan Adrian. Melalui matanya Adrian memberikan peringatan bahwa dia akan memberitahu ayah Zie tentang kondisinya saat ini jika Zie tidak menurut. Dengan berat hati Zie meninggalkan ruangan kerja Adrian dan pergi mencari Rangga untuk mengecek kondisinya.
Sementara Zie mencari Rangga, Adrian yang masih duduk bersama Kevin merasa lega Zie menuruti perkataanya. Bagaimanapun mereka bertiga sedang berdiskusi tentang Zie, jika Zie tetap di sana maka pembahasan tidak akan selesai.
Dalam rencananya, mereka sepakat bahwa Zie akan diberitahukan bahwa Kevin akan bergabung dengan team pengamanan mereka untuk melindungi Juan. Karena Kevin adalah pendatang dan belum terlalu faham dengan aturan setempat maka Zie akan diminta untuk mendampingi Kevin dalam menyesuaikan diri. Tanpa Zie ketahui, sebenarnya peranan Kevin adalah melakukan pengawalan kepada Zie. Jadi mereka akan melakukan pengawalan dalam pengawalan.
Zie ini bukan gadis sembarangan, berdasarkan cerita Adrian dia memiliki kemampuan bela diri dan penggunaan senjata yang baik. Selain itu juga dia sudah di tempa sangat berat di China. Sudah sering melakukan pelatihan survival di hutan. Mengetahui kompetensi Zie, Kevin yakin Adrian memang benar. Gadis itu tidak akan mau diatur. Dia akan cukup percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Dia merasa tidak membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Kevin harus mampu membuat Zie percaya bahwa kedatangannya disini adalah untuk membantu pengamanan Juan. Jika Zie tau Kevin disini untuk mengawalnya maka Zie akan langsung menolaknya.
"Kalian lihat Zie kan? Anak keras kepala tidak bisa di atur. Sudah tahu masih terluka tapi tetap memaksakan diri bekerja. Itulah kenapa aku ingin kita menyembunyikan yang sebenarnya." Juan terlihat kesal, tapi dari ucapannya Kevin dan Blue bisa mengetahui bahwa Adria sangat menyayangi Zie. Apa yang Adrian lakukan adalah demi keselamatan Zie.
"Pokoknya kita harus berhasil melakukan misi ini. Kita harus melindungi Zie dan mengungkap identitas sindikat BEE secepatnya." Adrian mengepalkan tangannya penuh tekad.
__ADS_1
"Tentu saja, aku yakin semuanya akan berjalan lancar seperti yang kita harapkan." Kevin berusaha menghibur sahabatnya. Sementara Blue hanya tampak menganggukkan kepalanya.
"Aku sudah meminta Rangga untuk menyuruh Zie beristirahat hari ini karena aku tahu hal seperti tadi akan terjadi. Setidaknya untuk hari ini aku bisa memaksa Zie untuk beristirahat. Namun besok sudah lain cerita, Zie sudah tidak akan bisa dicegah lagi. Kita tidak akan bisa menyuruhnya hanya diam. Besok kalian berdua harus bersiap bertugas bersama Zie." Adrian mengingatkan.
"Untungnya untuk sementara kita tidak akan beraktivitas terlalu banyak diluar, karena Juan sudah memutuskan untuk mengurangi aktivitasnya di luar sebanyak mungkin. Dia akan lebih banyak bekerja di rumah kecuali ada hal yang sangat penting yang mengharuskannya keluar. Setidaknya dengan begitu Zie juga menjadi lebih aman." Adrian menambahkan.
"Meskipun kita bekerja di dalam rumah, kita tetap harus waspada. Bukannya ada anggota sindikat BEE diantara bodyguard yang Juan pekerjakan?" Tanya Kevin.
"Mengenai hal itu aku masih terus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam untuk mengungkap identitas mata-mata yang sebenarnya. Blue, aku minta kamu sambil melakukan pengawasan dengan seksama kepada semua bodyguard yang ada di daftar mencurigakan yang aku berikan sebelumnya. Segera kabari aku jika ada hal yang mencurigakan, sekecil apapun itu." Adrian memberi perintah pada Blue.
"Tenang saja, aku juga melakukan penyelidikan terhadap mereka. Aku berharap mata-mata itu akan segera muncul dan mengungkapkan identitasnya. Aku yakin aku pasti bisa segera menangkapnya." Blue meyakinkan Adrian untuk percaya padanya.
Dengan keberadaan Blue dan Kevin di sampingnya, Adrian merasa sedikit lebih lega. Setidaknya mereka adalah orang-orang yang cukup handal yang Adrian dapat percayai untuk membantunya melindungi Naziera. Setidaknya Adrian harus mencegah kejadian 8 tahun yang lalu terulang kembali.
__ADS_1