Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Akhir Pertemuan


__ADS_3

Mendengar jawaban Juan yang akan mempertimbangkan proposal perusahaan mereka Reksa cukup senang, karena paling minimal pembicaraan awal mereka sudah dimulai. Reksa yakin jika Juan membaca proposal mereka maka Juan akan setuju. "Baiklah, besok pagi asisten ku akan mengirimkan proposal dari kami langsung ke perusahaan mu. Aku harap perusahaan kita bisa sepakat untuk bekerja sama." Reksa sangat antusias.


"Aku yakin, anda akan tertarik dengan proposal yang akan kami berikan karena keuntungan yang diberikan tidak sedikit. Kami membutuhkan sangat banyak bahan baku nikel tersebut. Jika kita bisa sepakat masih banyak kerjasama lain yang bisa kita sepakati. Konsorsium kami masih memiliki beberapa perusahaan lain yang memerlukan nikel sebagai bahan baku utama ataupun sampingan." Bimo sangat yakin Juan akan setuju setelah membaca proposal mereka. Kalaupun Juan tidak setuju, Bimo masih memiliki cara-cara lain untuk membuat Juan setuju. Bagaimanapun bisnis ini melibatkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit.


"Aku akan mempertimbangkannya dengan sungguh-sungguh. Aku akan segera memberitahu kalian jawabannya setelah mempelajari proposal nya nanti." Juan berpikir pantas saja sindikat BEE sangat ingin menguasai tambang nikel, ternyata mereka memiliki banyak perusahaan yang membutuhkan nikel sebagai bahan bakunya.


"Pak Juan, anda adalah pebisnis yang dikenal hebat dan bisa melihat peluang bagus. Jika anda berminat aku ingin menawari anda bergabung dengan konsorsium kami. Konsorsium kami bergerak di banyak bidang, tidak hanya yang berhubungan dengan pertambangan." Bimo berpikir untuk merekrut Juan bergabung dalam konsorsium yang dikuasai sebagian besar oleh sindikat BEE, karena dengan Juan bergabung maka akan lebih mudah mengendalikan dan memanfaatkannya.


"Tawaran yang cukup menarik, namun saat ini Mahaputra Group sudah cukup menyita waktuku. Mungkin kedepannya jika berjodoh bisa saja aku bergabung dalam konsorsium tersebut." Tolak Juan halus. Juan tidak ingin terlibat terlalu dalam dengan sindikat tersebut. Juan memang ingin balas dendam untuk ayahnya dan juga untuk Zie, namun terlalu dekat dengan mereka bukanlah solusinya. Juan khawatir akan terjebak jika sudah berada terlalu dekat dengan mereka. Dari apa yang Jian dengar dan Juan lihat sindikat BEE cukup kejam dan memiliki banyak sumber di semua lini.


"Baiklah, aku akan menantikan hari itu. Hari dimana kita bisa bekerjasama dengan lebih dekat. Aku harap anda tidak akan menyesal karena terlambat bergabung bersama kami." Bimo tersenyum dengan penuh misteri. Juan merasakan perasaan tang tidak nyaman terhadap Bimo.


Reksa yang memperhatikan dan menyadari bahwa Juan merasa sedikit tidak nyaman langsung mengalihkan topik pembicaraan. "Bagaimana kabar Om Satria? apakah ada kemajuan dengan kondisinya?"


"Kondisi papa masih sama, saat ini nasih belum sadarkan diri. Mohon doanya agar kondisinya semakin membaik." Ucap Juan sendu. Juan sebenarnya semakin marah saat mendengar pertanyaan tersebut karena bagaimanapun sindikat BEE lah yang mengakibatkan ayahnya koma seperti sekarang. Mengetahui Bimo yang adalah anggota sindikat BEE semakin membuat Juan emosi. Tidak menutup kemungkinan bahwa Reksa juga adalah bagian mereka.

__ADS_1


"Aku harap Om Satria segera membaik. Aku sudah sering bekerjasama dengan Om Satria, dia adalah orang yang baik dan pebisnis yang hebat. Aku banyak belajar darinya." Ucapan Reksa terdengar tulus, tetapi tidak bisa mengubah pandangan Juan padanya yang penuh kecurigaan.


Juan kembali menyesap tehnya yang telah di Refill pelayan saat mereka berbincang tadi. Juan ingin menenangkan pikirannya dengan meminum teh hijau dari gelasnya. Juan tidak ingin memperlihatkan emosinya pada Reksa dan Bimo. Juan sebenarnya ingin memandang Zie untuk menenangkan dirinya, namun Juan tidak ingin menambahkan kecurigaan mereka. Juan sedang berpikir apakah Zie merasakan kebencian yang sama pada Bimo seperti yang dia rasakan? Mereka adalah sama-sama korban dari kejahatan sindikat BEE.


Juan memakan kue wagashi yang tersedia di atas piring dihadapannya. Kue cantik berbentuk bunga yang berwarna merah muda. Rasanya cukup manis dan berhasil menggantikan rasa pahit yang tertinggal dari teh hijau.


Juan yang sudah tidak nyaman memberikan kode kepada Luna agar pertemuan hari ini segera berakhir. Luna yang sudah bekerja cukup lama dengan Juan langsung mengerti dengan kode yang diberikannya.


Pertemuan ini sudah berlangsung 1 jam lebih, jadi Luna merasa tidak akan ada masalah jika acara ini mereka akhiri. Luna mengirim pesan kepada salah satu rekannya di kantor untu menelepon. Setelah teleponnya berbunyi Luna meminta izin untuk mengangkatnya dan berjalan menjauh. Setelah kurang lebih 2 menit menjawab panggilan telepon, Luna segera kembali dan berbisik di telinga Juan.


"Baiklah jika Pak Juan memang memiliki urusan yang lebih penting saya persilahkan. Semoga keputusan yang anda ambil adalah keputusan yang baik bagi kami." Reksa sangat berharap Juan menyetujui proposal mereka.


"Terima kasih Pak Reksa dan Pak Bimo, saya pamit karena haris segera kembali ke perusahaan." Juan berdiri diikuti oleh Luna. Reksa, Bimo dan asisten Bimo ikut berdiri menghormati Juan.


"Saya yang harus berterimakasih pada anda karena sudah meluangkan waktu untuk pertemuan hari ini." Reksa bersalaman dengan Juan diikuti oleh Bimo. "Hati-hati di jalan Pak Juan." Ucap Reksa yang dibalas anggukan kepala oleh Juan.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Juan berjalan meninggalkan ruang pertemuan diikuti semua bodyguard yang mengawalnya. Termasuk Zie si dalamnya. Juan sebenarnya sangat ingin menatap Zie dan berbicara dengannya, namun situasi saat ini belum memungkinkan. Juan ingin segera memasuki mobilnya sehingga dia bisa memiliki sedikit privasi.


Juan terus berjalan memasuki lobi restoran. Adrian sepertinya sudah memberi tahukan seluruh team dibawahnya bahwa pertemuan sudah berakhir, mobil limosin yang tadi membawanya saat ini sudah siap di depan pintu lobi untuk menjemput Juan. Juan dengan segera berjalan memasuki mobilnya diikuti oleh Zie dan Kevin sementara Luna dan bodyguard lainnya menaiki mobil yang berbeda.


Dengan perlahan mobil Limosin yang dinaiki Juan berjalan keluar dari restoran Jepang. Seperti hanya kedatangannya, dalam perjalanan pulang pun masih dilakukan penjagaan yang sangat ketat.


Juan yang sudah duduk di kursi penumpang tampak sedih dan mengepalkan kedua tangannya. Bagaimanapun pertemuan tadi memunculkan kemarahan Juan atas apa yang dialami oleh ayahnya. Ketamakan sindikat BEE telah melukai keluarganya. Tidak hanya keluarganya, bahkan wanita yang disukainya pun sangat tersakiti oleh sindikat tersebut.


"Kak Juan, Kakak baik-baik saja?" Tanya Zie khawatir.


"Aku tidak baik-baik saja berbincang dengan anggota sindikat BEE yang telah menyebabkan ayah ku masih terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit. Sindikat yang sama yang telah menyakiti mu Zie.." Ujar Juan sembari memandang Zie dengan tatapan sedih.


"Aku mengerti apa yang Kakak rasakan, itu juga yang aku rasakan saat berhadapan dengan Bimo." Zie berkata jujur. Melihat kesedihan di mata Juan entah mengapa Zie ikut merasa sedih. Ini adalah pertama kalinya Zie melihat Juan seperti ini. Juan yang biasanya terlihat kuat dan selalu menjadi pelindungnya dan Bian kini terlihat tidak berdaya.


Dengan memberanikan siri Zie memeluk Juan, menepuk ringan bahu Juan. Pipinya yang bersentuhan dengan kening Juan merasakan panas yang sangat tinggi dari tubuh Juan.

__ADS_1


"Kak Juan, Kakak demam!" Ujar Zie kaget. Kepala Juan terkulai dalam pelukan Zie. Zie langsung memposisikan Juan untuk bersandar nyaman di kursinya. Saat Juan sudah bersandar dengan posisi nyaman di kursinya, Zie melihat darah segar menetes dari hidung Juan. Zie yang panik langsung memberitahu Kevin yang duduk di kursi penumpang depan.


__ADS_2