
Juan dan sniper dari dalam helikopter yang berjarak sangat dekat saling bertatapan. Juan menghembuskan nafasnya perlahan, Juan hanya bisa pasrah pada keadaan menyaksikan senjata DVL-10M3 sudah diarahkan ke kepalanya. Mungkin sekarang memang akhir hidupnya.
Tiba-tiba sniper yang sudah bersiap menembak ke kepalanya tidak jadi membidikkan senjatanya, dia terlihat mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Setelah Juan perhatikan helikopter itu menjauh darinya dan terbang ke arah Zie. Jantung Juan langsung berdebar kencang memikirkan target utama mereka memang Zie.
Juan yang tenggelam dalam pikirannya tidak menyadari bahwa komplotan yang tadi terjebak didalam jaring sudah berhasil melepaskan dirinya dan kini berada dibelakangnya. Satu orang menodongkan senjata pistol glock 17 ke kepalanya, sementara satu orang lagi menendang pistol revolver kaliber 22 dari tangan Juan dan menahan kedua tangan Juan di belakang tubuhnya. Lumayan menyakitkan, karena luka di bahu Juan yang belum kering mulai terbuka kembali. Juan merasakan ada aliran darah di bahu kirinya.
Sementara itu, komplotan mereka yang lain berlari ke arah Zie. Juan merasa aneh, kenapa mereka tidak membunuhnya? Bukannya selama ini mereka mengincar nyawanya? Malahan sekarang mereka terus mengincar Zie. Zie dalam bahaya, Juan yang tertangkap tidak mampu berbuat apa pun. Juan berharap bantuan dari Adrian cepat datang menyelamatkan mereka.
...****************...
Adrian berdiri di atas deck kapal di dampingi Blue dan Mr. Kevin sahabatnya yang merupakan leader dari pasukan militer. Kevin adalah orang Indonesia berdarah campuran Amerika.
Adrian terlihat gelisah dan tidak sabar ingin segera sampai ke dermaga. Melihat Adrian yang gelisah, Kevin menepuk bahu Adrian untum menenangkan. Adrian sudah menceritakan semuanya pada Kevin, tidak ada yang ditutupi. Bagaimanapun pasukan militer lebih dapat dipercaya dan di andalkan dari pada polisi dimana ada mata-mata sindikat BEE di dalamnya. Pasukan militer dibawah pimpinan Kevin ini adalah tentara bayaran, sehingga mereka lebih profesional dan tidak terikat kedinasan pada suatu institusi. Itulah sebabnya saat mengetahui bahwa mereka akan melakukan perjalanan yang beresiko tinggi Adrian langsung menghubungi Kevin meminta bantuan untuk bersiaga jika situasi genting terjadi.
Akhirnya kapal militer yang mereka tumpangi berlabuh di dermaga yang dipenuhi bebatuan, dimana sebuah kapal speedboat berukuran sedang sudah bersandar di sana. Kapal yang sudah mereka ketahui sebagai kapal yang ditumpangi sindikat BEE.
Kevin memberikan kode kepada dua orang anak buahnya untuk memeriksa dan mengambil alih kapal tersebut. Bisa jadi masih ada kru kapal mereka yang bisa di interogasi dan pasti ada beberapa bukti yang bisa Adrian gunakan untuk menggali informasi sindikat ini lebih dalam lagi.
__ADS_1
Adrian, Blue dan Kevin berjalan turun dari kapal dengan langkah pasti. Kevin memberikan Instruksi pada anggota teamnya untuk bergerak secara berkelompok. Mereka di bagi dalam 3 kelompok dimana masing-masing kelompok berisi 8 orang. Pasukan militer tersebut telah dipersenjatai dengan peralatan militer canggih dan lengkap. Mereka membawa senjata laras panjang M416 yang tergantung di bahu mereka dengan di lengkapi helm dan kacamata canggih yang dilengkapi kemampuan infrared untuk melihat dalam gelap dan thermal detection untuk mendeteksi panas tubuh. Sementara seorang sniper sudah Kevin persiapkan, sniper ini akan bergerak sendiri mencari posisi sambil menunggu perintah lanjutan dari Kapten nya.
Pasukan militer bayaran dibawah komando Kevin bergerak dengan sangat cepat mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh sindikat BEE. Adrian yang mengamati situasi sekeliling melihat tanda batu dan ranting yang di tinggalkan Zie untuknya. Adrian bisa langsung mengenali jejak yang ditinggalkan oleh Zie karena pada ujung ranting Zie meninggalkan tanda berupa remuk seolah oleh terinjak, sementara disisi lain ada ranting bercabang dua dengan dua helai daun terdapat di salah satu ranting. Itu merupakan kode penanda yang Zie buat saat pelatihan gabungan seluruh bodyguard dibawah agency AK.
Ranting tersebut juga menunjukan arah pada posisi tumpukan batu kecil. Tumpukan batu kecil inilah yang menunjukkan arah sebenarnya yang Zie ingin Adrian tuju. Adrian langsung memberitahu Kevin untuk mengikutinya dengan membawa beberapa anggota pasukannya untuk menuju arah yang Zie tunjukan.
Jika melihat jejak pada semak dan ilalang yang ada, jalur yang mereka tuju adalah jalur yang tidak dilalui oleh sindikat BEE dalam mengejar Zie. Kevin sempat ragu, namun Adrian berhasil meyakinkan untuk mengikuti saja. Adrian sangat yakin dengan kemampuan Zie untuk mengenali medan pertempuran. Zie telah memberi tanda yang sangat jelas kemana mereka harus pergi.
Adrian beserta yang lainnya terus berjalan menembus semak belukar yang dipenuhi ilalang. Rute yang sepertinya tidak banyak dilalui. Adrian menemukan beberapa penanda lain yang ditinggalkan Zie untuknya.
Mereka berjalan memasuki hutan pinus ketika didengarnya suara tembak-menembak senjata api yang tidak begitu jauh jaraknya. Dengan seketika Adrian berlari mendekati mencari sosok Zie dan Juan dengan diikuti oleh Blue dan Kevin yang membawa pasukannya.
Melihat situasi yang genting, Kevin memberikan instruksi pada 3 orang anak buahnya untuk menyelamatkan Juan dan akan dibantu oleh Blue, sementara Kevin dan 5 orang anak buahnya yang lain akan menyelamatkan Zie dengan di bantu Adrian. Kevin melalui radionya sudah menginstruksikan 2 team lainnya untuk segera datang mendekati posisi mereka memberikan bantuan sembari mengamankan situasi sekitar. Sniper pasukan militer talah Kevin perintahkan untuk mengambil posisi dan bersiap. Sniper yang dimiliki pasukan militer yang dipimpin Kevin ini memiliki kemampuan menembak sampai jarak 2 KM.
Tanpa menunggu lama, mereka semua bergerak secara bersamaan. Blue dan 4 orang tentara bayaran segera bergerak ke arah Juan yang jaraknya memang lebih dekat dengan mereka daripada Zie.
Sindikat BEE yang menahan Juan jumlahnya hanya 2 orang dengan satu orang memegangi kedua tangan Juan dibelakang tubuhnya, sementara rekannya mengarahkan pistol ke kepala Juan. Dengan penuh percaya diri akan kemampuan menembaknya, Blue membidikkan Glock 17 yang dimiliki nya dan mengenai tangan anggota sindikat BEE yang menodongkan pistolnya. Dengan seketika pistol terlempar jauh dari tangannya.
__ADS_1
Rekannya yang menyadari kehadiran mereka dengan segera melepaskan Juan dan dengan segera mengeluarkan pistolnya namun ternyata dia kalah cepat, dua orang tentara bayaran sudah membekuknya dengan mendorongnya jatuh tengkurap di tanah. Punggungnya diinjak dan senjata M416 diarahkan padanya. Senjatanya segera dilucuti dalam hitungan detik.
Dua orang tentara bayaran yang lain segera menangkap anggota sindikat BEE yang tadi ditembak lengannya oleh Blue. Sekarang kedua orang tersebut sudah berhasil diamankan dan Juan berhasil diselamatkan. Sesuai instruksi mereka diminta menangkap anggota sindikat ini hidup-hidup jika memungkinkan.
Blue langsung berjalan ke arah Juan dan mengecek kondisinya. "Pak Juan, apakah anda baik-baik saja?"
"Sekarang yang terpenting kita harus menyelamatkan Zie, dia salam bahaya." Juan terlihat sangat lelah san khawatir.
"AK dan pasukan militer lainnya sedang berusaha menyelamatkan Zie." Ucap Blue pendek sambil memeriksa luka seluruh tubuh Juan dengan matanya. Setelah memastikan Juan tidak dalam kondisi darurat Blue sedikit tenang.
Sementara itu Zie yang sudah tersudut hanya bisa bersembunyi dibalik pohon pinus besar. Jumlah lawannya terlalu banyak, padahal jumlah mereka tadi sudah berkurang banyak. Zie langsung menyadari jika anggota sindikat BEE yang tadi terperangkap di dalam jaring sudah berhasil lepas, dan kini ikut bergabung mengejarnya. Zie mengecek sisa peluru pada pistol glock 17 miliknya, ternyata hanya tinggal 5 butir. Tidak akan cukup untuk melawan mereka. Zie harus mengulur waktu menunggu bantuan dari Adrian datang.
Zie mendengar suara helikopter semakin mendekat kearahnya dan sebuah laser merah tepat berada di kepalanya. Zie berusaha menghindar dengan bergerak, namun posisinya tidak memungkinkan Zie banyak bergerak. Para pengejarnya masih terus menembakinya. Untungnya ada pohon pinus besar yang mampu menahan serangan tembakan yang bertubi-tubi.
Zie yang sudah kehilangan stamina menyadari bahwa posisi dirinya saat ini sudah dikunci oleh sniper di dalam helikopter. Zie sudah tidak dapat menghindar. Zie hanya mampu pasrah pada keadaan berharap ada keajaiban.
Zie menutup kedua matanya dan menarik nafas dalam bersiap merasakan tembakan sniper yang akan menghantamnya. Sudah 5 detik Zie menutup matanya namun tidak ada yang terjadi pada dirinya. Perlahan dibukanya kedua mata dan Zie menyaksikan bahwa sniper di dalam helikopter berhasil dilumpuhkan oleh sniper lain. Sindikat BEE yang tadi mengejarnya sedang terlibat baku tembak dengan pasukan militer bersenjata canggih. Hanya dalam hitungan 1 menit mereka semua berhasil dilumpuhkan.
__ADS_1
Zie tercengang menyaksikan aksi mereka yang sangat cepat dan rapi. Zie tidak menyadari jika seorang anggota sindikat BEE berada tepat dibelakangnya dan menodongkan pistolnya tepat di kepala Zie. Merakan dinginnya logam menempel di kepalanya Zie dengan cekatan berbalik dan memukul siku bagian dalam pria tersebut dengan cepat.
Terjadi pergulatan antara Zie dengan pria tersebut yang ternyata cukup ahli bela diri. Mereka saling pukul dan tendang dan tidak memiliki kesempatan untuk mempergunakan pistolnya. Zie yang memang sudah kelelahan secara fisik tidak mampu terus mengimbangi lawannya. Akhirnya sebuah hantaman keras dengan menggunakan ujung pistol mengenai kepala Zie dengan sangat kencang. Zie kehilangan kesadaran dengan seketika.