Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Insider


__ADS_3

Suasana masih sangat gelap, Juan saat ini sedang berjongkok di belakang podium dengan dilindungi oleh Zie dan Blue. Mereka masing-masing menggenggam pistol ditangannya. Zie dan Blue sama-sama sudah melepas kacamata hitamnya karena suasana terlalu gelap. Mereka mengawasi pergerakan yang ada disekitar mereka. Terdengar suara Agent Shark berusaha menenangkan tamu agar tetap berada di mejanya sementara Adrian menginstruksikan agar semua bodyguard menutup akses jalan keluar.


Sekitar 5 menit kemudian lampu berhasil dinyalakan kembali dan situasi sudah berhasil dikendalikan. Banyak tamu undangan yang terlihat pucat dan panik perlahan mulai ditenangkan dengan kehadiran petugas keamanan yang sudah dipersiapkan Juan dan Adrian untuk berjaga-jaga saat hal genting seperti sekarang ini terjadi.


Sebuah lubang peluru menempel pada dinding tepat berada dibelakang mereka. Sudah sangat jelas bahwa sasarannya adalah Juan. Juan masih berusaha bersikap tenang menghadapi percobaan pembunuhan terhadapnya untuk kedua kali. Zie sempat mengecek dan mengamati peluru tersebut sekilas dan langsung mengenalinya.


Karena acara sudah tidak kondusif tetapi harus tetap diselesaikan sampai akhir karena untuk menunjukan kepada pelaku bahwa Mahaputra Group tidak gentar terhadap ancaman.


Prosesi pemotongan pita berlangsung dengan sangat cepat dan acara dipadatkan sehingga berlangsung dengan sangat singkat sehingga para tamu sudah dipersilahkan untuk menikmati hidangan karena mereka belum diperkenankan pulang sementara team pengamanan dan pihak kepolisian melakukan pemeriksaan.


Orang tua Zie yang sebenarnya khawatir menyaksikan aksi heroik Zie hari ini, namun mereka merasa bingung bagaimana mereka bisa mengecek kondisi anaknya. Dengan wajah yang masih menunjukan kecemasan mereka berjalan menghampiri Juan yang telah selesai memberikan keterangan kepada pihak kepolisian yang datang ke lokasi dan berada dalam pengawasan Zie dan Blue.


"Juan, kamu baik-baik saja?" Tanya Wiranata Utama. Sebenarnya pertanyaan itu untuk Zie karena saat menanyakan pertanyaan itu Wiranata dan istrinya terus melirik pada Zie.


"Terimakasih Om sudah khawatir, saya baik-baik saja berkat kesigapan team bodyguard." Juan yang sebenarnya sudah tahu bahwa mereka mencemaskan Ziera menjawab sambil tersenyum. Wiranata seketika terlihat bangga bahwa kinerja anaknya dihargai.


Tak jauh dari posisi mereka berdiri Sean yang terus memandangi interaksi antara orang tua Zie dengan Juan, sambil sesekali dipandanginya Zie yang kehilangan kaca mata hitamnya saat berusaha menyelamatkan Juan tadi. Disisi lain Reksa, Katherine dan laki-laki yang memiliki suara yang hampir sama dengan ingatan Zie sedang mengobrol. Mereka terlihat sangat akrab.


Zie merasa sedikit ganjil melihat keakraban diantara Reksa dengan laki-laki itu, apalagi saat dilihatnya laki-laki tersebut meletakan tangannya di bahu Reksa dan membisikan sesuatu di telinga Reksa sampai akhirnya mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Reksa adalah seorang pemilih dalam berteman, dia tidak akan membiarkan orang asing yang tidak dekat dengannya untuk melakukan kontak secara fisik. Reksa memiliki penyakit OCD yang cukup parah, dia selalu membersihkan dirinya secara berlebihan. Oleh karenanya dia tidak akan mengizinkan sembarang orang mendekat kecuali dia mengenal mereka dengan sangat dekat. Berarti bisa disimpulkan Reksa cukup dekat dengannya.


Zie yang merasa salah tingkah terus dipandangi oleh Sean memilih mengedarkan pandangannya. Juan menyadari perubahan sikap Zie, setelah di amati sekeliling Juan mendapati Sean terus memandang ke arah Zie. Juan memutuskan untuk kembali ke ruangan kerja pribadinya meninggalkan keramaian pesta sementara menunggu proses pemeriksaan dari pihak kepolisian berlangsung. Zie dan Blue sudah pasti mengikutinya. Zie merasa bersyukur bisa meninggalkan ruangan itu.


Mereka tiba di Lantai teratas gedung tersebut yaitu lantai 23 dimana ruang kerja CEO berada. Di ruangan Juan sudah ada Adrian yeng menunggu kedatangan mereka. Rupanya Adrian sudah menelepon Juan dan mengatur pertemuan mereka.


Juan menghempaskan dirinya di atas sofa di hadapan Adrian sambil mengurut kepalanya menggunakan jemarinya. Tanda kelelahan dan stress mulai terlihat di sudut matanya. Zie dan Blue berdiri tepat di belakang sofa yang di duduki oleh Juan.


"Zie, Blue..kalian juga duduk." Adrian memerintahkan. Blue duduk di sofa single yang berada diantara sisi Adrian dan Juan, sedangkan Zie mau tidak mau duduk di sofa panjang di sebelah Juan.


"Terima kasih kalian sudah bekerja keras hari ini. Kita sudah berhasil menghentikan percobaan pembunuhan hari ini." Adrian memulai pembicaraan seriusnya. "Apakah ada yang terluka?"


"Agent Zie, bagaimana kondisi mu? Kamu baru saja sembuh dan harus melompat dan berguling." Tanya Adrian yang membuat Juan. dan Blue ikut memandang ke arah Zie.


"Aku baik-baik saja. Tidak ada masalah sama sekali." Zie tersenyum menjawabnya. Terpancar sorot mata lega dari ketiganya.


"Mengenai kejadian barusan, kalian pasti sudah tau tersangkanya ada di antara orang-orang yang berada di ruangan pesta hari ini. Aku sudah mengecek dari semua CCTV tidak ada orang yang keluar dari ruangan pesta. Semua akses langsung aku tutup dan dilakukan penjagaan yang ketat. Saat ini pelaku masih berada di antara tamu undangan." Adrian menjelaskan.


"Setelah kejadian penembakan barusan, aku sempat melakukan pengecekan sekilas pada peluru yang di tembakan. Peluru itu adalah peluru khusus yang digunakan oleh bodyguard yang mengawal keluarga Mahaputra. Seluruh peluru ada tandanya karena persenjataan untuk team pengawalan di pasok dari agency kita, jadi aku bisa langsung tahu." Zie menceritakan temuannya dari peluru yang di arahkan pada Adrian.

__ADS_1


"Peluru yang aku pasok untuk team pengawalan adalah peluru khusus yang aku beri tanda. Peluru tersebut hanya digunakan untuk pasukan pengawalan keluarga Mahaputra dan baru aku distribusikan tadi pagi. Berarti bisa disimpulkan untuk pelaku penembakan adalah salah satu bodyguard yang Juan sewa atau mereka memberikan senjatanya kepada salah satu tamu untuk dipergunakan." Adrian menyimpulkan.


"Aku dan Blue selama di ruangan pesta terus mengedarkan pandangan kami. Sebelum kejadian aku menghitung ada 15 Bodyguard yang berjaga di dalam selain kami berdua. Aku masih ingat nama dan posisi mereka, akan segera aku berikan daftarnya. Daftar nama tersebut bisa kita cocokan dengan pembagian tugas yang seharusnya apakah ada yang merubahnya. Itu dapat di gunakan untuk pengecekan awal. Selain itu, ada seseorang yang mencurigakan di pesta tadi. Orang yang sempat aku berikan datanya tadi." Zie tampak ragu untuk membahas laki-laki yang memiliki suara yang sama dengan suara pada ingatannya. Adrian bisa melihat keraguan di matanya.


"Agent Zie mencurigai seseorang karena dia mengenali seseorang yang kami duga terlibat dalam sebuah sindikat yang merupakan dalang dari aksi percobaan pembunuhan ini." Adrian menjelaskan tanpa menyebutkan detailnya. Juan menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti. Tentu saja Juan tidak akan bertanya lebih lanjut khawatir Zie akan tahu bahwa dia sudah mengetahui rahasianya.


Blue yang tidak pernah diberikan penjelasan apapun sebelumnya tidak berkomentar apa-apa. Blue sangat tahu kapan dirinya harus berkomentar kapan tidak. Tentu saja Zie dan Adrian tidak akan menjawab jika Blue bertanya bagaimana Zie bisa mengenali identitas pelaku. Blue seperti seseorang yang sudah mengerti keadaan yang sesungguhnya tanpa harus diucapkan.


"Bisa kamu sebutkan siapa yang kamu curigai? kita harus mencari identitas orang tersebut untuk melakukan pengecekan lebih lanjut." Blue mengajukan pertanyaan yang dianggapnya aman.


"Orang itu duduk bersama Kepala Kementerian Pertambangan dan Energi, mereka nampak sangat akrab berbincang. Dia bertubuh agak gempal dengan kepala bulat dan botak. Aku memperkirakan usianya pertengahan 30 tahun. Sayang sekali aku belum mengetahui identitasnya lebih lanjut."


"Setelah mendapat informasi dari mu tadi, aku langsung melakukan pengecekan. Dia adalah staf khusus dari kementrian Pertambangan dan Energi yang memiliki tugas untuk memberikan izin penambangan kepada perusahaan. Bisa dibilang dia adalah seseorang yang tahu paling awal jika ada perusahaan yang meminta izin tambang. Bisa dibilang dia juga yang tahu lebih awal jika Mahaputra group akan memulai bisnis di bidang tambang. Melihat profilnya bisa saja dia memang terlibat. Aku akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadapnya."


Ringtone handphone Juan tiba-tiba berbunyi. "Hallo! Ya..ya..Oke...Oke..."


"Barusan Luna menelepon, proses pemeriksaan dan penyidikan oleh polisi sudah selesai. Seluruh tamu sudah mulai di izinkan pulang. Sekarang sudah mendekati tengah malam ada baiknya kita pulang dan beristirahat. Besok kita bahas kembali apa yang terjadi hari ini."


Setuju dengan perkataan Juan, Adrian menyuruh Zie dan Blue bersiap sementara Adrian turun lebih awal untuk mempersiapkan mobil. Malam pesta peresmian yang melelahkan akhirnya telah mereka lewati. Meskipun masih banyak pertanyaan yang masih belum terjawab mau tidak mau semuanya harus menunggu hari esok.

__ADS_1


__ADS_2