Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Natha Diculik


__ADS_3

“Kamu benar, akan percuma saja melarang Ziera dengan sikap keras kepalanya itu. Semakin dilarang dia akan semakin memberontak.” Ujar Juan, setelah mengingat sikap naif, pemberani namun keras kepala yang dimilikinya.


“Itulah alasan aku memasukannya kedalam agency milikku ini agar Ziera masih dapat aku awasi secara langsung. Aku tidak mungkin membiarkannya terluka. Biar bagaimana pun Naziera adalah adik dari Natha, wanita yang paling aku cintai.” Adrian menepuk bahu Juan untuk meyakinkannya bahwa langkah yang diambilnya memang sudah tepat. “Aku sudah menceritakan semuanya padamu, sekarang aku akan membawa Ziera pergi bersamaku. Aku memiliki Villa yang aman dengan fasilitas kesehatan yang lengkap. Jika ayahnya tahu Ziera terluka, hal buruk akan terjadi.” Ujar Adrian sembari tersenyum mengingat sifat over protective berlebihan yang dimiliki Wiranata Utama terhadap putri bungsunya ini.


“Kamu benar, aku dapat membayangkan apa yang akan dilakukan Wiranata Utama jika mengetahui Naziera terluka. Dia benar-benar doting father. Apalagi setelah Natha tidak ada, dia pasti lebih over protective pada Ziera.” Juan membenarkan perkataan Adrian, karena Juan masih ingat saat kabar Ziera hilang saat mengikuti kegiatan survival di sekolah dulu sampai ditelinga Wiranata Utama tanpa perlu menunggu lama dia langsung datang membawa team untuk melakukan pencarian. Sambil marah-marah menyalahkan pihak sekolah yang kurang persiapan mengakibatkan Naziera hilang. Kepala sekolah langsung datang menghadapinya berusaha menenangkan karena takut bantuan yang diberikan Group Wiranata untuk sekolah mereka akan berkurang akibat dari kejadian tersebut. Untungnya Juan keburu datang dengan membawa Naziera yang pingsan.


Wiranata yang panik melihat kondisi Ziera langsung membawanya pergi dengan helikopter. Kejadian super heboh yang masih akan diceritakan selama bertahun-tahun dikalangan siswa. Setelah kejadian itu kegiatan survival di hutan dilarang. Keselamatan para siswa di setiap kegiatan sekolah semakin diperhatikan dan Naziera dilarang mengikuti kegiatan jika dirasa Wiranata terlalu berbahaya. Jika dia memaksa ikut maka Naziera harus mau ditemani bodyguard.


“Jangan bawa Naziera ketempat mu. Aku rasa tempatku akan lebih aman.”


“Kenapa tempatmu lebih aman?”


“Aku yakin setelah mendengar ceritamu sebelumnya dan aksi mereka hari ini bahwa ada anggota sindikat BEE yang menyamar sebagai salah satu bodyguard yang aku sewa. Berita bahwa kamu membawa Naziera dengan tiba-tiba dan menyembunyikannya akan membuat mereka curiga. Kecurigaan mereka akan membawa mereka untuk menyelidiki identitas agent Zie yang sebenarnya. Tentu tidak akan butuh waktu lama untuk mereka menggali informasi tersebut. Selain itu Wiranata juga akan segera tahu jika Naziera terluka jika kamu membawanya. Di tempatku dia tidak akan curiga. Kita tahu hal gila apa yang akan dia lakukan yang bisa mengakibatkan penyamaran Ziera segera terungkap.”

__ADS_1


Adrian tampak memikirkan kata-kata Juan. Setelah dipikirkan Juan memang benar. Tadi dia terlalu panik dan mengkhawatirkan kondisi Ziera sehingga mengambil keputusan terburu-buru yang justru bisa membahayakan Ziera. “Setelah kupikirkan baik-baik, kamu memang benar. Aku akan mempercayakan Ziera pada mu untuk sementara. Aku akan berada di rumah mu juga jika kamu tidak keberatan, aku masih ingin mengawasinya. Selain itu dengan berada di rumah nu akan mempermudah melakukan penyelidikan langsung dari dalam.”


“Tentu saja, kamu adalah teman baikku. Selain itu kita memiliki keinginan yang sama untuk mengungkapkan sindikat BEE ini. Jika dirasa itu yang paling efektif maka lakukan saja”


“Cepat, kita harus segera membawa Naziera keluar dari sini. Rumah sakit memerlukan identitas pasien, aku berhasil menahannya karena mengenal direktur mereka. Jika terlalu lama pihak manajemen mereka akan segera memaksa meminta identitas Naziera.”


Adrian dan Juan segera kembali ke ruang emergency. Dengan dibantu Blue dan Luna mereka segera membawa Naziera pergi kerumah Juan setelah dokter mengizinkan.


 


 


Aku berjalan pulang ke rumah dari sekolah dengan menggunakan motor Yamaha R6 berwarna biru yang sudah aku gunakan 6 bulan terakhir setelah memohon-mohon pada Ayah dan berjanji akan menghabiskan 1 hari setiap bulannya untuk date dengan ayah. Ayah memang terlalu memanjakan ku dan tidak bisa menolak permintaan jika aku sudah memohon padanya. Meskipun sebenarnya Ayah sangat khawatir membiarkan anak perempuannya pulang dan pergi sekolah dengan naik motor, tapi apa boleh buat Ayah selalu mengalah pada akhirnya. Mungkin karena aku anak bungsu yang sempat memiliki badan lemah saat masih bayi dulu.

__ADS_1


 


Saat akan melintasi mini market yang berjarak 500 meter dari rumah, aku melihat terdapat sekelompok orang asing yang memaksa kak Natha untuk mengikuti mereka dan mendorong badannya dengan kasar untuk masuk ke dalam mobil Audi SUV Q7 yang terparkir tidak terlalu jauh dari posisi mereka saat itu. Mereka terlihat menutup mulut Natha dengan menggunakan sapu tangan untuk mencegah Natha berteriak.


Kejadian yang kulihat langsung di depan mata sungguh sangat mengejutkan. Ku hentikan laju motor untuk mengamati mereka. Aku sempat terdiam membeku karena bingung apa yang harus aku lakukan. Jika meminta pertolongan pun akan percuma dan tidak akan sempat. Tiba-tiba aku mulai menyadari mobil Audi itu sudah melaju pergi dan hampir menghilang ditikungan jalan.  Aku langsung bergegas mengikuti mereka. Ku tancap gas motor dengan secepat kilat untuk bisa mengejar mereka.


Mobil Audi berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan sekitar 110 km/jam. Ku Kendari motor Yamaha dengan kecepatan yang sama untuk dapat tetap mengimbangi mereka. Aku tetap menjaga jarak karena khawatir kehilangan jejak dan jika terlalu dekat maka keberadaan ku akan segera terungkap.


Konsentrasi tatap ku jaga karena khawatir terjadi kecelakaan dengan motor yang melaju begitu kencang. Mobil Audi yang membawa Kakak terlihat berbelok ke kanan ke arah dermaga lama yang sudah jarang digunakan. Bisa dibilang lokasi yang cukup sepi dan merupakan lokasi gudang sewaan.


Aku yang kehilangan jejak mobil yang tadi diikuti karena mereka sudah berbelok lebih dahulu. Ku susuri sepanjang jalan antara gudang dengan mencari-cari jejak yang mungkin masih bisa ditemukan.


Saat aku hampir menyerah, akhirnya aku menemukan mobil Audi Hitam dengan plat nomor yang sama dengan yang kucari terparkir di depan sebuah gudang besar yabg tampak kosong. Mobil Audi itu sudah kosong, itu tandanya mereka pasti sudah membawa Kak Natha masuk. Langsung kuparkirkan motor Yamaha kesayangan ku di sebelah mobil Audi tadi. dan dengan perlahan sambil mengendap-endap ku dekati gudang tua yang terlihat kosong.

__ADS_1


Aku mengendap semakin dekat dengan pintu masuk gudang. Sudah semakin dekat, tinggal jarak satu langkah lagi maka aku akan bisa mengintip isi gudang. Kepalaku sudah semakin dekat untuk melihat situasi di dalam ketika tiba-tiba aku merasakan sesuatu memukul kepala bagian belakangku, terasa sangat sakit. Ku balikan badanku untuk melihat pelaku penyerangan, namun pencahayaan terlalu gelap sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam pandangan ku.


__ADS_2