Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Keterkaitan


__ADS_3

"Jadi gudang tua itu milik Bimo Anggara?" Zie bertanya pada Adrian pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah terpampang di dalam file yang dipegangnya.


"Ya, seperti yang kamu baca dalam file itu dan aku sendiri yang sudah mengeceknya. Bimo adalah pemilik gudang tersebut."


"Aku semakin yakin jika suara yang aku dengar adalah suaranya Bimo karena dia memiliki akses ke tempat itu. Tapi yang aku bingung pada tanggal kejadian penculikan berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian pemilik gudang sedang di luar kota. Itu bisa di buktikan dengan bukti tiket pesawat yang menunjukan bahwa dia melakukan perjalanan. Apakah aku salah? Bagaimana mungkin orang yang sama muncul di dua tempat secara bersamaan?" Zie mulai bingung dengan analisanya sendiri.


"Sepertinya memang benar suara yang kamu dengar adalah suara Bimo. Kamu bisa melihat halaman selanjutnya, itu adalah data perjalanan Bimo pada 2 hari kejadian tanggal 7-8 September. Tiket pesawat dan kesaksian dari asistennya memperkuat alibi Bimo. Namun aku melakukan pengecekan lebih lanjut dengan melakukan hack ke dalam system dengan mengecek posisinya pada history gps account google yang dimilikinya, pada tanggal 7 September malam aku mendapatkan temuan bahwa dia tidak pernah menaiki pesawat tujuan Jogjakarta. Kamu bisa tebak dimana dia berada?"


"Dia berada di gudang itu?" Tanya Zie sambil menahan nafasnya.


"Ya, dia berada di gudang itu. Besok paginya dia baru pergi ke Jogjakarta dengan mencarter pesawat pribadi. Di halaman selanjutnya ada bukti carter pesawat atas nama stafnya, namun dari history gps yang berhasil kudapatkan dapat disimpulkan bahwa Bimo berangkat menggunakan pesawat carter. Sedangkan keberangkatan yang dibuktikan dengan adanya tiket pesawat dan catatan penerbangan yang dimiliki kepolisian kemungkinannya adalah ada yang menggantikan berangkat dengan menggunakan namanya." Mendengar penjelasan Adrian kini semuanya makin masuk akal untuk Zie.


"Sekarang kita tahu bahwa Bimo merupakan bagian dari sindikat BEE, namun kita belum tahu peranannya apa. Aku memang merasa familiar dengan suaranya, tapi aku tidak ingat percakapan apa yang aku dengar. Aku akan berusaha mengingatnya." Zie terlihat berusaha mengingatnya, namun karena dipaksakan dia malah merasakan sakit kepala.


Zie memegangi kepalanya yang sakit karena memaksakan diri untuk mengingat kembali kejadian 6 tahun yang lalu. Adrian yang tidak tega melihat kondisi Zie memberikan sebotol air mineral kepadanya.


"Kamu minum dulu ini! Jangan dipaksakan untuk mengingat, karena itu tidak akan baik untuk kesehatan mu. Semua akan terungkap seiring berjalannya waktu." Adrian mengingatkannya.


Zie menerima botol air mineral yang diberikan oleh Adrian dan segera meminumnya. Xie mengatur nafasnya agar pikirannya bisa kembali tenang. Perlahan sakit kepala yang dirasakannya mulai menghilang.


"Kamu tidak usah khawatir, aku akan terus menggali informasi lebih dalam tentang Bimo." Zie melanjutkan membaca dokumen Bimo Anggara yang ada di hadapannya.


"Kak, coba sebutkan kemana alamat email tujuan penguntit itu memberikan informasi?"

__ADS_1


Adrian kembali membuka file yang tadi diberikan Agent Kay. "Ladybugs77. Apakah kamu menemukan sesuatu?"


"Coba lihat ini!" Zie membalikan dokumen yang sedang dibacanya ke arah Adrian agar Adrian mudah membacanya. "Dari data email yang dimiliki Bimo, bisa kita lihat bahwa dia sering bertukar pesan dengan ladybugs77 ini. Jika dibaca isi pesannya hanya menanyakan kabar dan seperti percakapan antara teman lama. Bisa saja ini adalah sandi di antara mereka."


"Kenapa aku tidak menyadarinya, pantas rasanya alamat email itu seperti familiar. Kamu cukup jeli Zie. Hampir saja aku terlewat." Adrian memukul meja dengan telapak tangannya.


"Meskipun aku tidak menemukannya sekarang, kakak juga pasti akan segera menemukan hubungannya. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"


"Tidak banyak yang bisa kita lakukan saat ini. Sementara kita hanya bisa menyelidiki lebih dalam sambil menunggu mereka beraksi kembali. Mereka pasti akan meninggalkan jejak di setiap aksinya. Kita harus bersabar." Zie tampak setuju dengan perkataan Adrian.


"Sekarang kita kembali ke kediaman Juan untuk menghindari kecurigaan bahwa kita sudah selangkah lebih dekat menyelidiki mereka. Lusa kita ada misi ke luar kota untuk mengawal Juan. Semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi lagi."


"Baik Kak. Aku akan bersiap untuk perjalanan lusa. Aku khawatir mereka akan kembali melakukan sesuatu pada Juan, karena di luar kota mereka pasti akan lebih leluasa."


Juan tampak menggunakan kemeja biru lengan panjang yang digulung tangannya hingga siku dan celana pendek coklat menggunakan kacamata hitam terlihat santai berjalan di atas kapal boat yang berukuran sedang yang membawa mereka menyebrangi menuju ke sebuah pulau kecil kepulauan maluku. Zie, Blue, Adrian dan beberapa team bodyguard tampak hadir mendampinginya.


Setelah 4 jam menjalani penerbangan Jakarta Ambon, mereka harus melanjutkan perjalanan menggunakan boat karena tujuan mereka adalah salah satu pulau kecil yang menjadi lokasi pertambangan Nikel yang sedang dijalankan perusahaan Juan. Sebenarnya Juan tidak ada rencana untuk datang ke lokasi hari ini, mengingat dua kali percobaan pembunuhan yang diterimanya akan membuat perjalanan ini tidak mudah. Kehadiran Adrian mutlak diharuskan mengingat untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar hal ini tidak bisa diwakilkan ataupun di tunda. Karena berhubungan dengan sumber pendapatan masyarakat sekitar.


"Apakah masih jauh?" Tanya Adrian kepada salah satu staf kapal boat yang disewanya.


"Kurang lebih dalam 40 menit kita akan sampai di dermaga." Jawab staf tersebut.


"Juan, lebih baik kamu beristirahat di dalam saja biar kami yabg berjaga disini. Jika sudah sampai aku akan memberitahumu." Saran Adrian, karena dia khawatir dengan keselamatan Juan di tempat terbuka.

__ADS_1


"Aku sedikit mabuk laut. Kondisiku akan semakin parah jika di dalam. Lebih baik aku disini sambil mencari udara segar." Jawab Juan.


Mendengar pernyataan Juan yang mengalami mabuk laut Zie otomatis langsung mengambilkan minum dan obat mabuk laut. Diberikannya kedua barang tersebut pada Juan. Melihat perhatiaan Zie Juan merasa senang dan tersenyum.


"Terima kasih Agent Zie, tapi aku tidak akan meminum obatnya karena aku tidak ingin tidur." Zie meraih air mineral yang di berikan Zie dan langsung meminumnya.


Juan, Adrian, Zie dan Blue sedang berdiri di geladak kapal sambil memandang di kejauhan. Team bodyguard yang lain berada agak jauh dari mereka dan terlihat siaga.


"Agent Blue, temani aku ke dalam ada yang ingin aku diskusikan denganmu." Adrian mengajak Blue masuk kedalam untuk berdiskusi, hal ini terkait dengan bodyguard yang mereka curigai merupakan insider yang kali ini ikut dalam pengawalan.


Zie yang ditinggal berdua dengan Juan merasa tidak nyaman. Bagaimanapun mereka tidak bisa di sebut akrab, meskipun sebenarnya sudah lama kenal tapi Zie yakin Juan belum tahu identitasnya.


"Agent Zie, aku dengar kamu berteman dengan adikku Bian?" Zie hampir tersedak mendengar pertanyaan Juan.


Sambil terbatuk-batuk Zie menjawab. "Iya, kami ternyata adalah teman sekolah dulu."


"Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu teman Bian?" Tanya Juan. Sebenarnya dia tahu jawabnya, Juan hanya ingin memancing agar Zie jujur padanya. Juan ingin dekat dengan Zie, tapi bingung memulainya.


"Karena aku disewa untuk bekerja, jadi tidak penting aku adalah kenalan siapa." Jawab Zie ingin terlihat profesional.


"Apakah kita pernah bertemu? sepertinya aku familiar melihat wajah mu?" Juan terus memancing.


"Sepertinya memang pernah bertemu, tapi aku sudah tidak ingat." Zie menjawab sambil memalingkan matanya. Untungnya kacamata hitam yang digunakannya bisa menyembunyikan ekspresinya. Juan hanya tersenyum mendengar jawaban Zie. Juan tidak akan memaksa lebih lanjut, jika saatnya sudah tiba dia akan memberi tahu Zie sendiri bahwa dia tahu identitasnya. Kali ini Juan masih harus bersabar, Zie yang selalu dirindukannya harus dia lindungi. Juan harus membantu Zie menyembunyikan identitasnya.

__ADS_1


__ADS_2