Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Hampir Dikenali


__ADS_3

Forum berlangsung selama 4 jam penuh dengan diskusi dan tanya jawab seputar kebijakan baru yang akan segera diimplementasikan. Para pengusaha tambang terlihat antusias karena menyangkut kelangsungan bisnis mereka. Para pejabat perwakilan pemerintahan terlihat sibuk dengan catatan mereka. Acara sempat break selama 1 jam untuk makan malam di jam 20.00.


Selama break makan malam Zie yang sebenarnya sedang bertugas terpaksa ikut makan karena sudah disajikan dihadapannya. Selain itu Juan sangat cerewet menyuruhnya untuk makan.


Hidangan makan malam disajikan di meja yang mereka tempati, hidangan mewah khas hotel bintang 5. Makanan disajikan dengan urutan fine dining. Cukup lezat, namun Zie tidak bisa benar-benar menikmatinya karena Zie harus fokus dalam pekerjaan. Juan seolah tidak perduli terus mengingatkan Zie untuk menghabiskan makanannya.


Reksa yang berada satu meja beberapa kali terlihat ingin berbincang dengan Zie, namun Juan yang menyadari keinginan Reksa terus menerus memotong pembicaraannya yang mengakibatkan Reksa mau tidak mau harus berbincang dengan Juan.


Zie yang mencoba menyembunyikan identitasnya menundukkan kepalanya agak dalam. Selesai makan malam dan setelah semua meja dirapikan forum diskusi kembali dimulai. Begitu lampu dimatikan Zie langsung menarik nafas dalam, di bersyukur dapat bersembunyi dalam kegelapan.


Tepat jam 11 malam acara diakhiri dengan penutupan dari wakil ketua dewan yang hadir untuk memastikan undang-undang yang baru saja di sahkan berkaitan dengan pertambangan dapat segera diimplementasikan oleh para pengusaha yang hadir. Suasana seketika berubah menjadi ramai dengan perbincangan di antara peserta forum. Para peserta yang sebagian besar adalah pengusaha sudah tentu saling berhubungan secara bisnis satu sama lainnya. Selain itu juga beberapa point dari undang-undang yang akan diterapkan menjadi topik perdebatan di antara mereka, karena mau tidak mau akan menimbulkan pengeluaran tambahan untuk memenuhi standard fasilitas yang diwajibkan ada oleh pemerintah.


Para pengusaha tambang diwajibkan untuk memiliki usaha lanjutan berupa pengolahan hasil tambang yang dihasilkan. Usaha pengolahan ini boleh dilakukan sendiri ataupun secara bersama-sama oleh beberapa pengusaha. Pemerintah tidak lagi mengizinkan pengusaha melakukan ekspor hasik tambang yang belum melalui proses pengolahan. Hal ini akan mulai diimplementasikan pada tahun depan. Para pengusaha diberikan waktu 1 tahun untuk mempersiapkan fasilitas pengolahan tersebut. Itulah sebabnya akan diperlukan modal yang sangat besar untuk memenuhi apa yang diwajibkan oleh pemerintah agar usaha tambang mereka tetap diberikan izin untuk beroperasi. Hal ini terutama diwajibkan untuk eksportir, karena jika pasarnya dalam negeri sudah tentu hasil tambang mereka digunakan sebagai bahan baku. Jadi hasil tambang mereka sudah tentu untuk hasil olahan di dalam negeri.


Untuk group Mahaputra sendiri hal tersebut tidak menjadi masalah besar karena Nikel yang mereka tambang nantinya akan digunakan oleh anak perusahaan Mahaputra Group yang lain sebagai bahan baku untuk pelapis kaleng karena nikel mampu memperlambat efek korosi karena nikel bersifat anti karat.


Anak perusahaan Mahaputra yang memerlukan Nikel ini adalah salah satu anak perusahaan yang bergerak di bidang produksi packaging untuk bahan makanan, salah satunya packaging kaleng. Karena untuk kemasan bahan makanan diharapkan kaleng tersebut awet dari karat sehingga nikel sangat diperlukan. Selain itu anak perusahaan Mahaputra yang lain memerlukan nikel untuk pelapis spare part otomotif yang mereka produksi karena nikel ini lebih mengkilap.

__ADS_1


Kebutuhan akan nikel beberapa perusahaan di bawah group Mahaputra ini lah yang membuat mereka memutuskan terjun ke usaha pertambangan ini.


Juan yang tidak ada beban sama sekali dengan kebijakan baru pemerintah tersebut berdiri dari kursinya diikuti oleh Zie dan Luna. Saat Juan akan melangkah pergi meninggalkan mejanya, Juan dihentikan oleh panggilan dari Reksa.


"Juan, tunggu sebentar!" Juan berbalik dan menghadap Reksa yang sudah berjalan mendekat ke arahnya. Reksa terlihat berdiri bersebelahan dengan Bimo.


"Ya? Kenapa?" Tanya Juan pendek. Juan tanpa sadar berkata ketus karena kesal melihat Bimo. Juan sudah tau dari Adrian tentang keterlibatan Bimo dalam penculikan yang di alami Zie dulu.


"Jika kamu ada waktu aku ingin membuat janji bertemu, ada pembicaraan bisnis yang ingin ku bahas dengan perusahaan mu." Ujar Reksa pada Juan, dengan matanya sesekali melirik pada Zie. Zie yang tidak nyaman untungnya sudah kembali menggunakan kaca mata hitamnya yang mampu menyembunyikan ekspresi nya yang sebenarnya.


"Sebentar, rasanya kita saling mengenal kan?" Reksa menghampiri Zie, dan hampir saja menyentuh bahunya. Zie dengan refleks berhasil menghindar. Aneh sekali, Reksa uang OCD mau menyentuh bahu Zie padahal biasanya Reksa tidak bisa bersentuhan dengan sembarang orang yang dia tidak ketahui latar belakangnya.


"Maaf, mungkin anda salah orang." Jawab Zie tegas. Reksa yang mendengar jawaban Zie masih memandanginya dengan tidak percaya. Bimo yang tepat berdiri disebelah Reksa menepuk bahunya seperti mengingatkan untuk mundur. Sean yang masih duduk di kursinya ternyata sudah memperhatikan perbincangan mereka sejak awal. Seperi halnya Reksa, Sean juga terus memandangi Zie.


"Ini adalah Zie staf saya, anda mungkin salah orang." Juan langsung mengalihkan pandangan semua orang kepadanya. "Kami permisi duluan." Juan langsung pamit dan beranjak pergi diikuti Zie, Kevin dan Luna.


Menuju pintu keluar ruang pertemuan, Adrian, Blue, Sky dan Lee kini sudah bergabung dengan mereka untuk kembali melakukan pengawalan dalam jarak dekat. Menuju pintu lobi, Luna pamit lebih awal karena harus mempersiapkan meeting direksi yang akan dilakukan besok pagi. Juan langsung memberinya izin.

__ADS_1


Menuju pintu keluar yang masih dijaga cukup ketat, mobil Limosin Juan sudah menunggu di depan pintu. Blue membukakan pintu untuk Juan sementara Kevin membukakan pintu untuk Zie. Setelah mereka masuk mobil, Kevin langsung menaiki kursi penumpang di samping supir sementara Adrian, Blue, Sky dan Lee menaiki mobil lain yang akan melakukan pengawalan sepanjang perjalanan.


"Bagaimana menurut mu tadi?" tanya Juan sembari menyandarkan badannya yang letih di kursi mobil yang nyaman.


"Forumnya berlangsung lancar." Jawab Zie masih terlihat agak tegang. Juan langsung melirik ke arahnya memperhatikan bahwa Zie terlihat tidak nyaman.


"Kita hanya berdua, kamu bisa rileks sekarang." Ucap Juan menenangkan.


"Sepertinya Reksa sudah hampir mengenali ku tadi." Ucap Zie, sembari mengusap keringat pada pelipisnya akibat ketegangan yang dia rasakan.


"Aku rasa bukan hanya Reksa, jika kamu memperhatikan Sean dia juga terlihat terus memandangi mu."


"Mereka berdua reman baik Kak Natha, mereka sering main ke rumah dulu. Jadi sepertinya wajar jika mereka merasa seperti mengenalku. Hanya saja aku tidak nyaman dengan keberadaan Bimo bersama Reksa. Mereka terlihat sangat dekat. Aku jadi mencurigai Reksa terlibat, tapi aku belum berani mengambil kesimpulan." Juan menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Zie.


"Yang pastinya kita harus menyelidiki lebih dalam. Bisa jadi Reksa memang terlibat. Kita harus berdiskusi lebih lanjut dengan Adrian tentang hal ini." Juan memberikan Zie permen stroberi mint yang masih tersisa di dalam mangkok. "Makan ini, kita diskusikan kembali besok pagi."


Zie mengambil permen yang diberikan oleh Juan dan langsung memakannya. Zie merasa sedikit lebih rileks. Juan benar, tidak ada gunanya dia berpikir sekarang, lebih baik dia pikirkan besok pagi sembari berdiskusi dengan Adrian. Zie menarik nafas cukup dalam untuk menenangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2