Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Real Target


__ADS_3

Juan yang terluka di bahu saat ini hanya duduk memandangi Zie yang sedang sibuk membuat sesuatu dari ranting pohon yang sudah kering. Menggunakan pisaunya Zie mempertajam setiap ujung ranting tersebut. Kini ranting-ranting itu sudah seperti anak panah yang tajam.


"Untuk apa ranting-ranting tersebut?"


"Kita harus mempersiapkan diri, entah kenapa perasaanku tidak enak. Bisa saja sindikat BEE menangkap signal yang aku kirimkan pada Kak Adrian. Aku khawatir mereka akan datang lebih awal." Zie masih berkutat dengan aktifitasnya mempertajam ranting kering.


"Apa rencana mu?"


"Aku sedang mempersiapkan beberapa jebakan untuk mencegah mereka mendekat. Sebentar lagi sudah mau siap, tinggal aku pasangkan saja."


"Bagaimana kalo jebakannya mengenai Adrian?" Tanya Juan khawatir.


"Tidak akan, karena aku meninggalkan penanda khusus yang hanya dimengerti oleh Kak Adrian." Jawab Zie sambil tersenyum.


"Oke, semua sudah siap. Aku akan mulai instalasi semuanya. Aku hanya perlu membuat beberapa pengungkit dan memasang tali halus untuk menggerakkannya."


"Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Juan, karena tidak ingin diam saja sementara melihat Zie sibuk.

__ADS_1


Zie memandang Juan dengan sedikit ragu. "Baiklah, perhatikan ini baik-baik..." Zie menggambar dengan menggunakan salah satu ranting yang ada untuk menulis di atas pasir. Zie menggambarkan secara sederhana mekanisme jebakan yang akan dibuatnya kepada Juan. Juan yang memang menyukai tehnik langsung mengerti apa yang Zie inginkan.


Bersama dengan Juan, Zie memasang beberapa jebakan yang akan menghambat jika ada serangan dari sindikat BEE. Di lokasi-lokasi jebakan tersebut dipasang Zie meninggalkan penanda dari batu dan ranting yang tentunya akan dimengerti dengan mudah oleh Adrian sehingga bisa menghindari Adrian dan kelompoknya dari jebakan yang di pasang Zie.


...****************...


60 Mil Laut jauhnya dari posisi Zie dan Juan berada, Adrian tampak sedang memandangi laptop miliknya. Saat ini Adrian beserta seluruh team bodyguard yang disewa keluarga Mahaputra telah berlabuh di pulau tujuan mereka. Pulau dimana pertambangan Nikel group Mahaputra akan beroperasi. Seluruh team sedang dikerahkan untuk melakukan pencarian keberadaan Juan. Luna asisten Juan sudah datang menyusul dengan menggunakan pesawat pribadi beserta beberapa Direktur Mahaputra Group untuk mengatasi situasi di lokasi tambang yang tidak kondusif akibat hilangnya CEO mereka.


Adrian baru saja menerima signal yang Zie kirimkan, saat ini Juan sedang melacak keberadaanya. Adrian sangatlah yakin bahwa Signal itu dikirim Zie karena ada morse tersembunyi yang dikirimkan bersamaan. Isinya mereka selamat dan kondisi terkendali. Adrian merasa sedikit lega mengetahui mereka baik-baik saja.


Setelah mengetahui posisi Zie, Adrian langsung bersiap akan menjemput Zie dan Juan namun tiba-tiba Adrian teringat bahwa yang menjadi sasaran penembakan di kapal kemarin adalah Zie bukan Juan. Juan yang berada di situasi terbuka sama sekali tidak mereka hiraukan.


Menyadari bahwa ada yang salah dengan apa yang dilakukan sindikat BEE Adrian langsung menyimpulkan bahwa mereka telah merubah sasarannya menjadi Zie. Jika dipikirkan dengan seksama alasan satu-satunya adalah karena identitas Zie sudah terungkap. Tidak heran beberapa hari yang lalu Zie dan Bian di ikuti. Sasaran mereka waktu itu juga bukan Bian melainkan Zie. Bisa dipastikan tindakan mereka sebelumnya adalah untuk memastikan identitas Zie yang sebenarnya.


Adrian tidak pernah menyangka mereka membuktikan identitas Zie dengan cara memastikan hubungan persahabatan antara Zie dengan Bian. Pertanyaannya sejak kapan mereka mencurigai identitas Zie? Jika mereka mengetahui Zie dan Bian bersahabat baik berarti ada anggota sindikat ini yang memilki hubungan cukup dekat dengan Zie. Karena yang mengetahui persahabatan dekat antara Zie dan Bian hanyalah orang-orang dekat saja.


Adrian kembali mencoba mengingat apa saja yang kira-kira bisa mengungkapkan identitas Zie sehingga mereka curiga dan mulai menyelidiki. Adrian kembali teringat kejadian penembakan di pesta peresmian anak perusahaan Mahaputra Group, dimana banyak pengusaha yang tentu saja berhubungan baik dengan keluarga Utama dan beberapa diantaranya mengenal Zie dengan cukup baik karena dulu Zie sering menghadiri pesta undangan mendampingi ayahnya yang seorang CEO Group Utama. Memang penampilan Zie saat ini jauh berbeda dengan 6 tahun yang lalu. Zie yang dulu berambut pendek karena memang memiliki sifat tomboy dan masih sangat kekanakan, Zie yang sekarang berambut panjang dan memancarkan aura feminim, selain itu juga terlihat jauh lebih dewasa.

__ADS_1


Adrian merasa bahwa kejadian Zie yang kehilangan kacamata hitamnya saat berusaha menyelamatkan Juan adalah salah satu faktor yang meningkatkan kecurigaan terhadap identitasnya. Untuk seseorang yang cukup dekat dengan Zie pasti akan ada rasa mengenali melihat sosoknya. Di tambah lagi sindikat ini sangat berhati-hati jadi begitu ada kecurigaan sekecil apapun mereka akan langsung memastikannya.


Setelah memikirkan dengan seksama tentang terungkapnya identitas Zie, Adrian memutuskan dia tidak boleh sembarangan bertindak. Adrian khawatir sindikat BEE juga menerima signal yang dikirim Zie dan berhasil menerjemahkan kode morse nya. Mengenai hal tersebut Adrian harus secepatnya menemukan Zie jangan sampai di dahului oleh mereka. Permasalahannya adalah Adrian tidak bisa mengerahkan seluruh team bodyguard yang dimiliki oleh Juan karena dia yakin masih ada mata-mata di antara mereka. Satu-satunya jalan adalah Adrian hanya bisa mengandalkan Blue, dan pasukan militer yang memang memiliki hubungan baik dengannya.


Adrian memanggil Blue, dan menjelaskan secara singkat apa yang akan mereka lakukan. Blue faham dan tidak banyak bertanya yang terlalu dalam. Dari penyelidikan sebelumnya Blue sudah tahu ada mata-mata diantar mereka.


Adrian menemui Luna dan mengatakan padanya bahwa Adrian dan Blue akan menemui pasukan militer untuk ikut mengintrogasi anggota sindikat yang tertangkap. Adrian tidak mengatakan yang sebenarnya karena khawatir bocor. Luna tidak banyak mempertanyakan pada Adrian karena Luna tahu Adrian pasti akan melakukan sesuatu untuk menemukan Juan. Luna selalu percaya kepada Adrian yang memang selalu bisa diandalkan.


Adrian dan Blue segera pergi menemui pasukan militer dan Adrian memberikan penjelasan singkat kepada mereka tentang apa yang terjadi. Melalui diskusi singkat pasukan militer setuju untuk menemani Adrian dan Blue menjemput Zie dan Juan di tempat mereka terdampar saat ini.


Dengan menggunakan kapal militer mereka bergerak menuju koordinat lokasi Zie dan Juan berada saat ini. Dengan peralatan canggih yang dimiliki kapal tersebut, pasukan militer juga melakukan pemantauan dengan menggunakan radar untuk mengetahui apakah ada kapal atau pesawat lain yang menuju tujuan mereka.


Semakin dekat menuju lokasi, radar kapal menangkap adanya gelombang radio dari helikopter dan kapal boat yang menuju ke arah titik koordinat tujuan mereka. Kapal boat tersebut terdeteksi melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dengan mata telanjang Adrian bisa melihat kapal dan helikopter di kejauhan yang berada di depan mereka. Melihat kondisi tersebut Adrian langsung panik dan meminta temannya di pasukan militer untuk mempercepat laju mereka.


Adrian yakin, kapal boat dan helikopter itu adalah milik sindikat BEE. Kebetulan kapal militer yang mereka gunakan memiliki kemampuan untuk menyadap frekuensi gelombang radio komunikasi. Hasilnya percakapan radio antara kapal boat, helikopter dan pusat kendali mereka berhasil disadap.


Dalam percakapan komunikasi radio Adrian mendapatkan informasi bahwa mereka memang menuju target dengan koordinat titik lokasi Zie dan Juan saat ini. Adrian mendengar perintah untuk menghabisi target. Tentu saja Adrian faham yang dimaksud target adalah Zie. Mendengar hal tersebut Adrian semakin panik dan berharap semoga Zie dan Juan bisa bertahan sambil menunggu kedatangan bantuan dari Adrian.

__ADS_1


__ADS_2