
Riuh suara pesta di lantai 12 Castle Hotel mendadak terhenti dan hanya menyisakan dentuman musik saat Chaerin medadak keluar dari kamar dengan tangannya yang berlumuran darah.
Semua orang tahu bahwa semua kamar di lantai 12 Castle Hotel di kunci dari luar untuk mencegah para wanita penghibur untuk kabur saat sedang melayani para tamu, dan Chaerin mendobraknya dari dalam, seakan pintu itu tidak pernah terkunci.
Castle Hotel sebenarnya hanyalah hotel biasa, hotel bintang 4 yang biasa menerima para turis untuk menginap.
Tapi lantai 12 sampai 15 adalah tempat yang berbeda.
Hanya segelintir orang yang tahu tentang rahasia lantai 12 sampai dengan lantai 15 Castle hotel. Orang-orang menyebut tempat itu dengan Lady Castle.
Lady Castle adalah rumah pelacuran kelas atas yang hanya melayani tamu-tamu berkedudukan tinggi, seperti para konglomerat, orang-orang terkenal, bahkan pejabat pemerintah.
Tempat ini legal? Tentu saja tidak, tapi siapa yang bisa menyentuh Lady Castle? selama ada otoritas berkuasa yang melindunginya, Lady Castle akan tetap ada sebagai tempat untuk memuaskan birahi para pria yang kesepian.
Tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Chaerin ia akan berakhir di tempat hina seperti ini.
Tidak semua pelacur yang bekerja di Lady Castle melakukan pekerjaannya secara suka rela, beberapa di antaranya di tipu di iming-imingi uang, atau berharap di pekerjakan di tempat yang layak dan akhirnya terperangkap di tempat ini. Seperti halnya Chaerin.
Chaerin adalah wanita yang kuat, sebelum di jebloskan ke rumah pelacuran ini, Chaerin adalah seorang pimpinan gangster yang di segani di daerah kekuasaannya, dia bahkan punya selusin anak buah yang sangat royal padanya, memanggilnya bos dan membungkuk sangat rendah saat ia lewat. Tapi saat-saat seperti itu sudah berlalu.
Siapa yang tahu nasib bisa sangat kejam padanya. Dia yang tadinya berkuasa sekarang harus bekerja di tempat ini sebagai pelacur, ia di haruskan untuk memuaskan nafsu para pria jahanam yang hanya butuh tubuhnya untuk bersenang-senang.
Para penjaga berjas hitam segera berdatangan, memegangi Chaerin kuat, mencoba menahan Chae yang melakukan perlawanan walaupun tangannya sendiri tengah terluka.
"Jalang sial!"
George, penanggung jawab di lady Castle, menengok ke dalam kamar yang di dobrak oleh Chaerin dan mendapati seorang pria duduk di atas sofa, kepalanya tersandar ke belakang, darah segar mengucur deras dari pelipisnya yang terluka, dan terdapat pecahan vas di lantai yang juga bernoda darah.
Tangannya menggapai ke udara untuk meminta pertolongan, di lihat dari ia yang bahkan tidak bisa bersuara lagi, lukanya pasti cukup parah. Chaerin memukulnya dengan sangat keras.
"Kalian, cepat bawa dia ke rumah sakit" George menunjuk para anak buahnya untuk segera menyelamatkan pria itu. Akan terjadi hal yang buruk jika pria itu sampai kenapa-kenapa, Lady Castle mungkin akan dalam masalah besar.
"Kau sialan, didik anjingmu dengan benar" pria itu berkata pelan hampir tak bersuara saat tandu yang membawanya berhenti sejenak di hadapan George.
George tertunduk menyesal atas apa yang terjadi pada tamunya, ia meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang di lakukan oleh pelacurnya.
George di buat hampir gila dengan tingkah Chaerin. Selama dua bulan berada di sini, ia sudah melukai lebih dari 5 orang tamu, dan semuanya adalah tamu vip yang memberikan pemasukan besar untuk Lady Castle.
Jika wanita lain hanya pasrah saat terpaksa di jadikan pelacur, lain halnya dengan Chaerin. Ia bisa sangat mengerikan, walaupun di pukuli, dia sama sekali tidak akan menyerah, terhitung sudah dua kali wanita itu melompat dari lantai 3 berusaha untuk kabur tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri, beruntung dirinya tidak terluka parah dan hanya sedikit tergores.
Tapi sikap Chaerin yang terlewat brutal itu tidak sia-sia, tidak ada satu pria pun yang berhasil tidur dengannya, bahkan hanya untuk meletakan tangan ke tubuhnya saja, itu mustahil.
Jika bukan karena perintah dari tuannya, George mungkin sudah membuang Chaerin jauh-jauh, dari pada harus merusak bisnisnya.
Chaerin memang terhitung sangat cantik, mata sipitnya yang di padukan dengan makeup smokey eye membuat penampilannya menawan, tubuh sintalnya membuatnya terlihat sexy, dan bibirnya yang menggoda memikat banyak pria yang rela mengantri hanya untuk satu kecupan darinya.
Jika Chaerin mau menjadi anak manis dan melayani para tamu dengan baik, bisa di pastikan George akan mendapatkan banyak keuntungan. Tapi sayangnya tidak.
George bahkan tidak bisa membuang Chaerin, karena tuannya yang memberikan instruksi langsung padanya.
GD adalah pimpinan mafia Gold Dragon. Dia adalah orang yang arogan, penuh dengan kekerasan dan sangat tidak bersahabat, coba saja buat satu kesalahan pada GD, dan bisa di pastikan kau tidak akan bisa melihat matahari esok, entah kau mati atau matamu di congkel keluar dari rongganya.
Yang membuat George bingung adalah, GD Sangat jarang untuk terjun langsung untuk mengurusi bisnis kotornya, ia hanya memperlihatkan dirinya saat ada masalah besar. Tapi berbeda dengan Chaerin, dia menelponnya langsung berkata bahwa akan ada wanita baru yang akan di kirimkan padanya dan menurut George itu tidak seperti tuannya yang biasa.
George mengambil tongkat besi dari balik jas beludrunya, di pandangnya wanita cantik di hadapannya dengan tatapan mata siap untuk membunuh.
Bukannya takut, Chaerin malah meludahi George tepat di wajahnya, membuat George semakin marah.
Di tariknya rambut Chaerin kuat, sampai beberapa helai rambut tercabut.
"Kau wanita gila harus di beri pelajaran!"
George mengayunkan tongkat besinya berkali-kali. Di lampiaskannya segala kemarahannya dengan memukuli Chaerin membabi buta, tanpa peduli ia adalah seorang wanita.
Chaerin hanya meringkuk di lantai menerima semua pukulan tanpa ada ringisan kesakitan sedikitpun, wanita itu sudah sering di pukuli, jadi jika hanya pukulan semacam ini, tidak akan berarti apapun untuknya.
Kenyataan bahwa dia berada di tempat ini lebih menyakitkan baginya. Harga dirinya tidak pernah ternoda sampai separah ini.
Sebelumnya ia memang bukan wanita terhormat dari keluarga baik-baik, tapi ia tidak pernah merasa sekotor ini.
"Kurung dia, jangan berikan makanan sedikitpun, wanita bodoh sepertinya harus di disiplinkan dengan tegas"
Dengan kesal George melonggarkan dasinya yang terasa mencekik. Mengambil napas panjang dari hidung dan menghembusaknnya perlahan melalui mulut, ia sedang berusaha menenangkan dirinya dari kekacauan yang di buat oleh Chaerin.
Menjadi penanggung jawab dari Lady Castle, memang tidak mudah.
__ADS_1
Pantulan dirinya yang sangat mengerikan membuat Chaerin berhenti memandangi cermin.
Tubuhnya di penuhi dengan luka dan wajahnya penuh lebam berwarna merah bahkan kebiruan hampir hitam tepat di tulang pipinya.
Ronan menjanjikannya untuk bisa bekerja untuk GD, pimpinan dari mafia Gold Dragon.
Dipikirnya Ronan adalah orang yang bisa di percaya, paling tidak mereka sudah dekat selama beberapa tahun belakangan ini karena sering bekerja sama untuk bisnis kotor yang mereka lakoni bersama.
Tapi yang terjadi adalah, ia di tipu dan di buang ke tempat terkutuk ini untuk menjadi pelacur atas perintah GD.
Tempat ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Tinggal di sini sama dengan tinggal di dalam istana, semua fasilitas mewah bisa di nikmati dan juga bayaran yang tidak sedikit. Ini adalah tempat yang tepat jika ingin menghasilkan uang dengan cara mudah. Hanya perlu berbaring dan mendesah, memang bukan pekerjaan sulit.
Tapi bagi Chaerin pekerjaan semacam ini sudah mencoreng wajahnya dengan tinta hitam, dia selalu menolak saat di suruh melayani para pria jahanam yang melemparkan uang padanya, jangankan untuk tidur, untuk duduk bersebelahan pun Chaerin tidak sudi.
Sudah sejak lama Chaerin ingin bekerja untuk GD, ada alasan khusus yang membuat wanita itu ingin berada dekat dengan pimpinan mafia kelas atas seperti GD.
Chaerin tidak pernah bertemu dengannya sama sekali, hanya segelintir orang dekatnya yang tahu wajah dari GD, dan Chaerin yakin bahwa GD bukanlah nama aslinya, dilihat dari dia yang bahkan tidak pernah muncul di depan umum.
GD bisa saja seorang pria tampan dengan tubuh tinggi bak model. Atau mungkin juga dia adalah pria tua sejenis Ronan yang menyebalkan dan pendek dengan suara serak khas seorang perokok.
Chaerin tidak pernah tahu pasti, dia hanya mendengar desas-desus yang beredar tentang GD yang sangat melegenda dengan reputasi buruknya. Perdagangan organ, narkoba, dan bahkan rumah pelacuran ini adalah bisnis kotornya.
"Si GD itu, saat aku bertemu dengannya, aku pasti akan membunuhnya" tangannya terkepal kuat menunjukan tekatnya untuk bisa membalas GD yang sudah membuatnya terjebak di tempat hina ini.
Rapat dengan para anggota dewan direksi selesai, di ambil keputusan bahwa perusahaan mereka akan mengembangkan jenis obat baru untuk pada penderita kanker dan akan segera dilakukan penelitian lebih lanjut.
Ethan Zie, pimpinan rapat tersebut sekaligus CEO dari Gold Medical tersenyum hangat sebelum akhirnya keluar dari ruang rapat di ikuti oleh asistennya, Sean.
Gold Medical, merupakan perusahaan farmasi besar yang produknya sudah di ekspor di berbagai negara di dunia. Gold Medical bahkan mendapatkan banyak pujian karena menjadi perusaahan baru yang berkembang sangat pesat hanya dalam kurun waktu 7 tahun.
Dan di balik kesuksesan Gold Medical, ada Ethan Zie, yang membangun perusahaan itu dari awal. Entah bagaimana caranya pria itu berhasil bersaing di dunia yang kejam ini, membuat namanya di kenal dunia dengan reputasi baiknya.
Wajah khas Asianya membuatnya terlihat tampan dan lembut, di tambah sikap ramah yang selalu senyum hangat untuk semua orang menambah nilainya sebagai pria yang sempurna.
Dia bahkan di juluki Angel from heaven.
Bukan tanpa alasan.
Ia menyumbangkan sebagian besar pendapatannya untuk amal. Obat-obatan yang di produksinya sebagian di jual dengan harga sangat terjangkau khusus untuk orang yang kurang mampu.
Ia juga membangun rumah sakit yang semua fasilitasnya bisa di nikmati secara gratis. Belum lagi klinik yang di bangunnya di pelosok untuk bisa memberikan kemudahan bagi siapapun yang memerlukan pengobatan di daerah terpencil.
Jadi sangat pantas jika dia mendapat julukan tersebut.
Di umurnya yang masih muda dia sudah bisa memberi kontribusi besar untuk dunia.
Tapi di balik itu semua, Ethan memiliki wajah lain, Alter ego dari dirinya yang sangat bertolak belakang dari sisi dirinya yang di perlihatkannya pada dunia.
Orang-orang yang melakukan bisnis kotor pasti tahu dengan GD, yang tidak lain adalah Ethan.
DG dan Ethan adalah orang yang sama tapi juga sangat berbeda. Jika Ethan adalah ceo muda yang baik hati, GD adalah kebalikannya.
Sampai sekarang Ethan masih setia menutupi identitasnya sebagai GD. Reputasinya akan hancur berkeping-keping jika orang-orang tahu bahwa ia adalah pimpinan mafia yang kejam.
"Dia ingin bicara langsung dengan anda tuan"
Baru saja Ethan menempatkan dirinya di kursi pijat di ruang pribadinya, Sean menyerahakan telpon padanya sambil menunduk segan.
"Siapa?"
"Matthew Gill"
Ethan mengingat-ingat kembali nama yang baru saja di sebutkan oleh asistennya itu, namanya cukup familiar tapi Ethan lupa siapa pria itu, dia terlalu banyak berurusan dengan orang akhir-akhir ini. Dan Ethan bahkan tidak ingat siapa dia, itu berarti dia hanya cecunguk kecil.
"Dia pengusaha furniture yang membantu kita untuk menyelundupkan narkoba ke luar negeri, tapi gagal dan membuat Gold Dragon sekarang menjadi target kepolisian"
Seakan paham, Sean langsung menjelaskan siapa itu Matthew Gill bahkan sebelum Ethan menanyakannya.
Ethan mulai mengingatnya, tapi hubungan mereka akhir-akhir ini sangat buruk. Ethan ingin mengenyahkan pria itu, tapi terlalu beresiko untuk melakukannya sekarang, Matthew Gill sedang menjadi buronan polisi paling di cari, jika Ethan bertindak gegabah namanya pasti akan ikut terseret.
Dengan malas Ethan menyambut telpon itu dan mendekatkannya ke telinga.
__ADS_1
Suara helaan napas cepat terdengar, sepertinya orang di seberang sana baru saja berlari atau melakukan hal yang berat.
"Dasar kau sialan! Kau ingin membuangku setelah apa yang terjadi!"
"Kau baru saja memanggilku sialan? Di mana sopan santunmu, kau beruntung masih ku biarkan hidup sampai sekarang" Ethan tersenyum menghina, walaupun ia tahu Matthew tidak bisa melihat senyumnya itu.
"Kau masih mempermasalahkan narkoba yang aku bawa kabur, nilainya bahkan tidak banyak, kenapa kau sangat pendendam??"
"Bukan masalah berapa banyak yang kau bawa kabur, tapi berapa besar penghianatan yang kau lakukan"
"Jika polisi sampai menangkap ku, aku akan membongkar siapa dirimu sebenarnya. Ethan Zie CEO dari Gold Medical sebenarnya adalah GD, pimpinan mafia Gold Dragon. Kau akan tamat brengsek!"
"Benarkah, kalau begitu coba saja, biar ku lihat siapa yang akan tamat"
Ethan langsung mematikan sambungan telponnya, segera setelah Sean memberi aba-aba.
"Sudah kau dapatkan posisinya?"
Ethan menatap Sean yang sedang sibuk melihat tablet di tangannya.
"Sudah tuan, saya akan langsung menuju ke sana dan membersihkannya untuk anda"
"Tidak jangan sekarang, itu akan sangat mencolok, ikuti saja dia untuk sementara ini. Dan katakan pada George bahwa aku akan ke Lady Castle malam ini, dia bilang ada masalah yang terjadi"
"Baik tuan"
Sean menunduk hormat sebelum keluar ruangan, mempersilakan tuannya untuk menikmati kursi pijatnya dengan nyaman.
George menunduk rendah menyambut seorang pria Asia yang baru datang, dia mengenakan stelan jas dan juga sepatu kulit mengkilat, jam tangan mewah berukiran emas melingkar di pergelangan tangan kanannya menandakan bahwa ia menyukai fashion klasik yang berkelas.
"Selamat datang tuan"
"Jangan berlebihan, orang-orang akan curiga, aku tidak ingin ada satupun orang yang tahu bahwa aku adalah pemilik tempat ini" mata Ethan menatap lurus ke depan, tanpa ada niat sedikitpun untuk balas menunduk atau memandang George.
George mengangguk paham dan mengangkat kepalanya segera dan berdiri tegap, ia mengambil tempat tepat di sebelah kanan Ethan sedangkan Sean ada di sebelah kirinya.
Chaerin berlari menuruni tangga dengan cepat. Sudah dua hari dia di kurung di dalam kamarnya tanpa di beri makan sedikitpun, ia hanya punya sedikit tenaga, tapi dengan tenaganya yang sedikit itupun ia berhasil mendobrak
pintu, lagi.
Chae berhenti tepat di tengah-tengah tangga saat melihat George, dia sadar bahwa dia akan ada dalam masalah besar jika berurusan dengan George sekali lagi. Pria itu mungkin saja akan membuatnya melayani tamu jika melihatnya berkeliaran seperti ini.
"Siapa dia?" Ethan tertegun saat melihat Chaerin yang juga mematung di tangga. Ethan tidak bisa melihat wajah Chaerin dengan jelas karena penerangan di tangga sangat minim.
Chaerin balas menatap Ethan dengan penuh rasa penasaran, Chaerin merasa pria itu tidak asing baginya. Tatapan mata Ethan yang tajam tidak membuat Chaerin terganggu sedikitpun.
"Bukankah Anda yang mengirimkannya ke sini" George bicara sangat hati-hati sambil meremas jari-jarinya gugup.
"Dia adalah wanita yang datang bersama Ronan, wanita yang ingin bekerja untuk Anda" Sean yang sedari tadi hanya berdiri di sebelah Ethan dengan cepat menjelaskan.
"Benarkah? Kenapa dia kelihatan sangat mengerikan? Kau memukulinya?"
George yang menerima tatapan tajam dari Ethan sama sekali tidak bisa berkutik dan hanya menunduk, menyusun kata-kata untuk menjelaskan pada tuannya tentang apa yang terjadi.
"Tuan Ethan sedang bertanya padamu!"
Sean menodongkan pistol yang di sembunyikan di balik jasnya tepat ke pinggang George, membuat pria itu semakin ketakutan.
Bukan hanya Ethan yang menyeramkan, tapi Sean tidak kalah brutal di bandingkan dengan tuannya. Apalagi Sean sangat royal, seperti anjing yang akan langsung menggigit saat tuannya mengangkat jari telunjuk.
"Maaf tuan, wanita itu menimbulkan banyak masalah dengan para tamu, kita bahakan kehilangan beberapa tamu VVIP karenanya, saya memukulinya untuk mendisiplinkannya" George menjelaskan dengan terbata, dia takut telah melakukan kesalahan dan sekarang nyawanya sedang terancam.
"Jadi, dia wanita pembuat masalah yang kau katakan padaku? Bagus, memang itu yang harus di lakukan pada para pengacau" Ethan tersenyum pada George dan membuat pria itu membuang napasnya lega sekaligus senang karena di puji.
"Sediakan kamar, dan bawa wanita itu padaku"
Ethan berkata sekilas dan berjalan melewati George di ikuti oleh Sean.
George beberapa kali menarik-narik daun telinganya, dia berpikir bahwa dia sedang salah dengar.
Tidak biasanya tuannya meminta kamar padanya dan lagi di temani seorang wanita. Selama ini George berpikir bahkan Ethan mungkin adalah penyuka sesama jenis karena di sama sekali tidak pernah tergoda dengan para gadis cantik yang ada di tempat ini. Tapi sekarang dia malah ingin bersama dengan Chaerin.
"Apa hebatnya wanita itu sampai tuan Ethan pun ingin bersama dengannya" George menggerutu di dalam hati sambil berjalan ke arah tangga.
__ADS_1
Saat normal Chaerin memang cantik, tapi saat ini wanita itu sangat tidak menarik dengan luka di sekujur tubuhnya dan bengkak di wajahnya, dia jauh dari kesan wanita cantik.
George melotot ke arah Chaerin, dan membuat wanita itu terbirit-birit lari kembali ke atas menuju kamarnya.