
Bukan Chaerin namanya jika ia tidak melanggar peraturan, dan melakukan segala sesuatu sesuai keinginannya.
Wanita itu tahu bahwa ada banyak penjaga yang menghalanginya keluar, tapi Chaerin tetap berusaha untuk mencari celah, ia berkeliling rumah untuk mengamati, pasti ada tempat di mana ia bisa keluar tanpa ketahuan.
Dan setelah satu minggu mondar-mandir, akhirnya Chaerin menemukan cara.
Chaerin diam-diam menuju ruang penyimpanan bahan makanan di dapur saat semua pelayan sibuk untuk menyiapkan makan siang dan Christopher membersihkan ruang kerja Ethan.
Chaerin mengambil sebuah botol kecil berisi cairan, sambil berfikir bahan apa lagi yang harus di perlukannya.
"Ada sesuatu yang Anda perlukan nona Clara?" Lia tiba-tiba muncul dari balik pintu dan mengangetkan Chaerin.
Dengan cepat Chaerin menyembunyikan botol yang di pegangnya ke belakang tubuhnya.
"Aku ingin, ini" Chaerin mengambil sebungkus keripik kentang dari atas rak secara asal.
Lia menatap Chaerin heran, karena tidak biasa Chaerin mengambil camilannya sendiri.
"Aku akan makan ini di kamar, jangan menggangguku, dan tidak perlu memanggilku untuk makan malam"
Chaerin bicara terbata-bata dan langsung lari menunju kamarnya.
*
Gloria menatap beberapa lembar foto yang tersusun rapi di atas meja kerjanya.
Sehari sebelumnya ia meminta asisten pribadinya untuk mencari tahu segala hal mengenai Ethan, orang yang telah membuat suaminya frustasi sampai-sampai ingin membunuh anaknya sendiri.
Tapi fakta yang di temukannya jauh lebih mengejutkan di bandingkan dengan informasi tentang Ethan itu sendiri.
Ethan tidak lagi menjadi perhatian utamanya, melainkan wanita yang baru-baru ini di nikahi oleh Ethan.
Wanita itu membuat Gloria terguncang seketika.
Walau sudah 20 tahun lebih, tapi Gloria masih ingat wajah itu, dan juga sorot matanya yang tajam. Sorot mata angkuh penuh kesombongan yang tidak takut akan apapun di dunia ini.
Flashback
Di sebuah kamar hotel, Gloria melemparkan semua benda yang bisa di raihnya ke segala arah. Ia menumpahkan segala kemarahannya pada benda-benda tidak berdosa.
Marah, kecewa, dan sedih bercampur manjadi satu. Tidak pernah di bayangkannya sedikitpun bahwa seorang yang telah hidup bersamanya selama belasan tahun tahun tega mengkhianatinya.
Ia menangis dan berteriak sekencang-kencangnya, menumpahkan segala kemarahan yang memuncak sampai ke atas kepala, asisten pribadinya pun sampai tidak berani mendekat dan hanya memperhatikan dari jauh.
Tepat di sebelah kamarnya, suaminya sedang bercumbu dengan seorang wanita. Wanita yang selama ini di kenalnya baik sebagai sekretaris suaminya, Clairine. Wanita itu sudah bekerja sangat lama untuknya, dan ia tega menusuknya dari belakang.
Tapi bukannya melabrak suaminya yang sedang berselingkuh, Gloria dengan bodohnya memilih untuk tetap diam, menangis sendirian di kamarnya dan meratapi nasibnya yang menyedihkan.
Gloria buta akan cintanya pada Antoni, suaminya. Wanita itu takut jika nanti suaminya lebih memilih Clairine di bandingkan dirinya, satu-satunya yang terpikirkan oleh Gloria saat itu adalah bagaimana cara menyingkirkan Clairine dan membuat Antoni kembali mencintainya.
Keesokan harinya.
Gloria mengajak Clairine untuk makan siang bersama secara diam-diam tanpa sepengetahuan suaminya. Ia ingin menyingkirkan wanita perusak rumah tangganya itu dengan cara baik-baik.
"Kau suka makanannya?" Gloria tersenyum lembut seperti biasa seakan tidak ada beban sedikitpun.
"Iya tentu saja saya suka nyonya, terima kasih berkat anda saya bisa makan makanan seenak ini" Clairine balas tersenyum.
"Selain makanan ini ada hal lain yang kau sukai?"
__ADS_1
"Maksud anda?"
"Mungkin saja, kau menyukai suamiku, aku lihat kalian semakin dekat dari hari ke hari"
"Tidak, mana mungkin begitu, kami hanya dekat karena pekerjaan, kami tidak punya kedekatan apapun di luar pekerjaan"
"Kalau begitu ini juga bagian dari pekerjaan?"
Gloria menunjukan beberapa foto saat Clairine dan suaminya sedang bersama.
"Ini......."
"Apa kau mau bilang bahwa kau juga bekerja sebagai pelacur" ucap Gloria sarkastis.
Mendengar ucapan Gloria, Clairine tertunduk dan bahunya terlihat bergetar, terdengar suara tawa pelan darinya, wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Gloria dengan senyum penuh penghinaan.
"Karena sudah seperti ini, sepertinya aku harus mengaku. Ya, kami memang punya hubungan di luar pekerjaan, bahkan sebelum ia menikahimu" aku Clairine tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Apa kau bilang?"
Clairine melipat tangannya dan memasang raut wajah angkuh.
"Biar ku beri tahu kau sebuah rahasia. Antoni, tidak pernah mencintaimu, ia menikahimu karena ayahmu punya banyak uang, dia bilang akan menceraikanmu sebentar lagi, sepertinya sekarang waktu yang tepat untuk menceraikanmu"
"Kau wanita jalang! Beraninya kau menjadi orang ketiga dalam rumah tanggaku!" Gloria menyiramkan segelas air ke wajah Clairine.
"Bercerminlah, aku sudah menjalin hubungan dengan Antoni jauh sebelum kau mengenalnya, tapi kau datang dan menikah dengannya, harusnya, kaulah orang ketiga dalam hubungan kami!" Clairine menaikan nada suaranya membuat seisi restoran memandang ke arahnya.
"Kau sama sekali tidak merasa bersalah dengan sikap murahanmu ini?" Gloria menggeram marah.
"Kenapa aku harus merasa bersalah?! Yang menjadi milikku memang sudah sepantasnya kembali padaku, wanita kaya sepertimu jangan terlalu serakah, tidak semuanya bisa kau miliki"
Gloria membalik meja menjatuhkan piring dan gelas ke lantai. Ia sudah tidak peduli lagi dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.
Ia berniat menemui Clairine secara baik-baik dan menyuruhnya menjauh dari suaminya, ia pikir Clairine akan tahu diri dan pergi dengan sendirinya, tapi balasan yang di terimanya di luar ekspektasinya.
Gloria sudah berbalik dan ingin pergi tapi ucapan Clairine membuatnya tertahan.
"Kita lihat, siapa yang akan di pilih oleh Antoni, kau atau aku?" Ucap Clairine angkuh.
Gloria kembali berjalan keluar dari restoran, masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi.
Sedangkan Clairine sibuk menyeka tubuhnya dengan sapu tangan.
"Jalang, sialan, dia pikir aku sebanding dengan dirinya!"
Gloria berjalan cepat masuk ke dalam rumah, mengabaikan suaminya yang menyambutnya di depan pintu.
Antoni merasa aneh dengan tingkah Gloria tapi di abaikannya dan ia kembali menonton pertandingan baseball di televisi.
Gloria masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, ia duduk diam di depan meja riasnya selama hampir satu jam.
Gloria sadar, selama ini suaminya memang tidak pernah mencintainya. Tapi ia tetap bertahan karena yakin suatu hari nanti hati Antoni akan berubah. Tapi pada kenyataanya setelah belasan tahun menikah, Antoni tetap tidak mencintainya.
Gloria meraih gagang telpon dan berbicara pada seseorang selama beberapa menit. Setelah selesai di gantungnya gagang telpon itu dan memandang dirinya yang tetlihat lusuh di depan cermin.
"Tidak ada lagi Gloria yang baik hati, aku akan membalas penghiantan yang kalian lakukan padaku"
Keesokan harinya orang-orang di buat gempar dengan berita terungkapnya bisnis jual beli narkoba yang melibatkan seorang pengusaha bernama Antoni Greco.
Mulai dari koran hingga televisi menayangkan berita yang sama secara berulang-ulang.
Siangnya polisi datang kekediaman Antoni dan melakukan penangkapan.
Gloria hanya tersenyum sinis sambil melambai saat suaminya di borgol dan di tarik secara paksa memasuki mobil polisi, sedangkan Antoni berteriak-teriak memanggil istrinya minta di selamatkan.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita itu, sungguh, aku berani bersumpah!" Antoni menggenggam tangan Gloria dan menciuminya sambil bersumpah.
Gloria mengunjungi suaminya di kantor polisi dan meminta izin untuk bisa bicara secara pribadi dengan suaminya.
Gloria menunjukan beberapa foto, foto yang sama yang di tunjukannya pada Clairine.
"Masih mau bilang kalau kalian tidak punya hubungan apapun? Selingkuhanmu ini bahkan sudah mengakui segalanya" ucap Gloria sinis.
"Aku sangat mencintaimu, jangan dengarkan apa kata jalang itu. Aku mengaku aku berhubungan dengan wanita itu tapi aku tidak ada niat sedikitpun untuk bersama dengannya" Antoni masih berusaha meyakinkan istrinya.
Gloria berdecak dan membuang muka.
Gloria memang berniat untuk membalas Antoni dan menjebloskannya ke penjara untuk selamanya, tapi melihat Antoni yang memohon padanya seperti sekarang ini membuat hatinya sedikit demi sedikit luluh.
"Glow, kau tahu tidak ada seorangpun di dunia ini yang paling aku cintai selain dirimu. Jadi aku mohon keluarkan aku dari sini, ayo kita hidup dengan bahagia, bertiga dengan Brian"
"Lalu bagaimana dengan wanita itu, kalian juga punya seorang anak"
"Aku sama sekali tidak perduli, mereka tidak berarti apapun untukku. Sebagai ganti mengeluarkanku dari sini, kau bisa memenjarakan wanita jalang itu"
Gloria berfikir sejenak dan mengambil nafas panjang sebelum akhirnya mengambil keputusan.
"Baiklah, aku akan mengatur skenario yang bagus untukmu"
Antoni tersenyum puas.
Flashback end
__ADS_1
"Anda baik-baik saja nyonya" Daisy, asisten pribadi Gloria mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Gloria dengan khawatir.
Dan seketika Gloria sadar dari lamunannya.
"Wanita yang di nikahi oleh Ethan, kau tahu sesuatu tentangnya?"
"Ya, dia dulunya adalah seorang bos gangster, lalu ia bekerja sebagai pelacur di Lady Castle di bawah kekuasaan Gold Dragon, dan tidak tahu kenapa mereka bisa menjadi dekat sampai akhirnya Ethan menikahinya"
"Aku tidak menyangka ibu dan anak punya bakat yang sama dalam hal memikat pria, jelas ini adalah bakat turun temurun" Gloria tersenyum sinis.
"Bagaimana dengan Ethan? Tidak, aku bisa mengetahui apapun tentang Ethan melalui televisi atau internet. Ceritakan padaku informasi apa yang kau dapatkan tentang GD"
"Dia adalah pimpinan mafia Gold Dragon, ia memiliki pabrik heroin dan juga ia memproduksi narkoba yang di berinya nama Nshade, harga Nshade sangat mahal di pasaran dengan harganya mencapai jutaan dolar, dan tuan Arnoldo membantu Ethan memasarkan produknya ke Eropa. Hampir 60% dari penghasilan kita saat ini berasal dari penjualan heroin dan Nshade dari Gold Dragon" Daisy membaca kertas yang di pegangnya tanpa ada satu katapun yang tertinggal.
"Aku sudah mengetahuinya, berikan aku Informasi lain"
"Saya mendengar dari salah seorang mantan anggota Gold Dragon bahwa sekarang Gold Dragon sedang mengalami guncangan hebat, GD memutuskan untuk membubarkan Gold Dragon dan berhenti memproduksi narkoba. GD bahkan memerintahkan anak buahnya untuk membakar seluruh ladang poppy yang di milikinya, laboratorium tempat memproduksi pun sekarang sudah di kosongkan. Hal itu di lakukannya satu hari setelah acara pernikahannya" Daisy berucap dengan yakin.
Gloria terdiam beberapa saat.
"Atur pertemuan ku dengan Ethan secepat mungkin, aku sudah bisa menebak alasan kenapa Ethan ingin menutup tambang emasnya"
*
Huaaaaaaaa
Seorang pelayan berteriak histeris saat melihat Chaerin yang tersungkur di atas lantai kamar mandi dengan darah menggenang di sekitar kepalanya.
Entah mendapat kekuatan dari mana, Christopher berlari sangat cepat menuju kamar Chaerin setelah mendengar kabar dari pelayan lainnya bahwa Chaerin terjatuh di kamar mandi.
Dirinya ketakutan setengah mati saat melihat Chaerin yang tidak sadarkan diri. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana murkanya Ethan saat tahu istrinya terluka padahal Ethan mempercayakan Chaerin kepada dirinya.
Chris memerintahkan penjaga untuk menggendong Chaerin dan membawanya ke rumah sakit dengan segera. Akan memakan waktu beberapa menit jika menunggu ambulan datang, jadi Chaerin di bawa menggunakan mobil biasa dengan Christina yang menemaninya di belakang.
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Christina tidak henti-hentinya menangis, dirinya merasa sedih karena nona yang ia layani mengalami nasib yang buruk seperti ini, dan ia juga mengasihani dirinya sendiri karena sebentar lagi mungkin kepalanya akan di penggal oleh Ethan.
Di tengah kekalutan Christina, Chaerin diam-diam tersenyum karena sudah berhasil menipu banyak orang dan berhasil keluar dari rumah hanya bermodalkan sebotol pewarna makanan.
Petugas rumah sakit dengan cekatan membantu Chaerin keluar dari mobil dan membaringkannya di atas tempat tidur beroda.
Diam-diam Chaerin membuka matanya sedikit untuk melihat situasi.
Christina masih menangis sambil mendorong Chaerin menuju IGD, tapi tangisahannya terhenti seketika saat melihat Chaerin dengan cepat melompat dari tempat tidur.
"Maaf ya membuat kalian khawatir"
Chaerin tertawa dan melambai sambil berlari menuju lift dan naik ke lantai atas.
Christina dan beberapa petugas medis yang membantu membawa Chaerin di buat ternganga dan bingung harus berbuat apa.
Cristina bingung harus marah atau malah bersyukur karena Chaerin hanya menipunya dan tidak terjadi apa-apa.
Chaerin sampai di lantai 12 dengan senyuman cerah di wajahnya. Ia bangga dengan dirinya sendiri.
"Haruskah aku menjadi bintang film, aku punya bakat akting yang luar biasa" Chaerin bergumam.
Chaerin berjalan santai menuju ruang perawatan Bear sambil bersenandung pelan dan melompat-lompat kecil.
Tapi langkahnya terhenti saat dari kejauhan ia melihat sosok yang sangat di kenalnya.
Ethan berjalan sambil menyeret-nyeret kakinya yang di pasang gips, ia memakai baju pasien berwarna biru muda dan terdapat plester besar di dahinya.
Beberapa orang petugas medis, dan juga dokter Lim membujuk Ethan untuk kembali ke kamarnya tapi Ethan masih bersikeras.
"Minggir sialan! Aku harus menemui istriku!"
"Nona Chae pasti baik-baik saja, ia sudah di tangani oleh dokter yang bertugas di lantai bawah, anda harus kembali ke kamar dan menunggu kabar"
"Bagaimana bisa aku kembali ke kamar dan duduk diam menunggu kabar sedangkan Chaerin terbaring di IGD!" Teriakan Ethan membuat dokter Lim melepaskan pegangannya pada Ethan.
"Tapi tuan, Anda harus memperhatikan kesehatan anda juga" dokter Lim masih berusaha membujuk Ethan.
"Jika kalian masih ingin bekerja di sini, menyingkir, jangan menghalagiku!!"
Chaerin berjalan perlahan mendekati Ethan yang masih marah-marah tanpa menyadari kehadiran dirinya.
"Jelaskan padaku, kenapa kau ada di sini?"
__ADS_1