
Xiao Feng Yan membalik meja makan menumpahkan seluruh makanan ke lantai beserta piring dan gelas.
"Jika aku membunuhmu, apakah GD akan datang sendiri?!" Feng berteriak, suaranya parau dan napasnya tersengal, matanya merah menyala dan berair.
Di cengkramnya leher Ronan sambil mengacungkan pistol tepat ke dalam mulut pria tua itu. Ronan menatap Feng tepat di matanya, mengisyaratkan bahwa ia sama sekali tidak takut dengan pria berperawakan kurus itu.
Sedangkan di belakangnya seorang wanita tertawa seperti orang gila. Menaiki kursi dan menari-nari kegirangan.
Feng menarik kembali pistolnya dan menatap Ronan dengan senyum puas di wajahnya. Tak lama ia lalu tertawa, sama gilanya dengan sang wanita yang sekarang menangisi kursi yang sebelumnya ia injak-injak.
"Nshade adalah produk terbaik kami, bagaimana menurut anda? Anda tidak akan mendapatkan ini di tempat lain" Ronan kembali duduk tegak, merapikan jasnya yang berantakan mencoba bicara setenang mungkin sambil tersenyum seakan sebelumnya tidak terjadi apa-apa.
Feng memandangi wanitanya yang sudah larut dalam khayalan gilanya akibat pengaruh dari narkoba yang di bawa oleh Ronan sebagai sampel. Pandangannya beralih pada Ronan, pandangan marah yang sudah bisa di baca Ronan dengan jelas.
Feng mengambil gelas kaca yang tadinya jatuh kelantai, menimbang-nimbangnya ke udara beberapa kali.
"Bawa GD ke hadapanku!!" Feng berteriak, ia terlihat seperi hewan buas yang kelaparan, siap menelan Ronan hidup-hidup.
Di genggamnya kuat gelas kaca itu dan hendak di pukulkannya ke kepala Ronan.
Tapi Ronan dengan cepat bisa menangkis tangan Feng, memukul pria berkulit kecoklatan itu tepat di dadanya membuatnya terhuyung mundur.
Seketika anak buah Feng yang berjumlah belasan mengarahkan pistol ke arah Ronan.
Ronan menyeringai kejam. Ia sama sekali tidak takut dengan belasan pistol yang siap memuntahkan peluru untuk melubangi tubuhnya. Jika ia mati tertembak itu adalah suatu keberuntungan, di bandingkan ia harus mati dalam siksaan Ethan, itu adalah mimpi buruk yang belum pernah terbayangkan olehnya sekalipun.
Ronan tidak takut pada apapun di dunia ini, bahkan ia sama sekali tidak takut pada kematian. Tapi Ethan membuatnya mau tidak mau harus tunduk, ada satu alasan yang membuatnya tidak bisa melawan Ethan.
"Kau sedang berhalusinasi tuan Xiao Feng Yan"
Feng sekali lagi tertawa terbahak, mencoba berjalan maju mendekati Ronan, dan mengisyaratkan anak buahnya untuk menurunkan senjata mereka.
"Ya itulah kenapa aku sangat suka dengan barang yang kalian buat"
Feng menepuk-nepuk bahu Ronan dengan kedua tangannya, dan lagi-lagi tawanya meledak, ia hampir sepenuhnya sudah berada dalam pengaruh obat sekarang.
"Karena sangat sulit membuat ini, kami hanya akan memberikan anda 10 ampul"
"Ya ya, dan aku akan membayarmu dengan uang yang banyak, tapi jika GD tidak muncul besok sesuai janji, aku akan memotong kakimu sebagai gantinya"
Feng tersenyum menatap Ronan tajam beberapa saat. Lalu mengalihkan pandangannya pada wanitanya yang semakin gila.
Di tariknya rambut wanita itu dengan kasar, dan di seretnya memasuki kamar.
Ronan mendengar suara pintu di banting di belakangnya. Ia tersenyum, mengeluarkan rokok dari balik jasnya, menyalakannya, dan menghisapnya dalam-dalam.
Rokok cukup ampuh baginya untuk menenangkan pikirannya yang agak kacau sekarang.
"Orang gila sepertinya beruntung karena punya banyak uang" Ronan bergumam, menyuarakan isi hatinya yang kesal dengan kegilaan Feng.
Ronan melihat sekeliling dan mendapati anak buah Feng masih setia menenteng senjata mengelilinginya.
"Kalian juga ingin merokok?" Ronan menawarkan rokoknya, beserta pemantik berwarna emas dengan ukiran naga. Hadiah dari Ethan saat ia pertama kali di percayai untuk memimpin Gold Dragon.
Para anak buah Feng saling berpandangan, lalu mengabaikan tawaran Ronan. Ronan memasukan kembali rokok dan pemantiknya ke dalam kantung jas.
"Kalian harus bersantai, bos kalian pasti akan sangat sibuk semalaman ini, mereka tidak akan merasa kelelahan walau bercinta semalaman"
Ronan melangkah pergi dari kamar hotel yang di tempati oleh Feng.
Saat di lift, Ronan merogoh kantung dan mengambil handphonenya, menekan tombol 1 untuk beberapa detik dan dirinya langsung tersambung pada tuannya, Ethan.
"Xiao Feng Yan setuju untuk melakukan transaksi besok, tapi tetap dengan perjanjian awal, anda sendiri yang harus datang menemuinya, haruskah saya lanjutkan?" Ronan bicara sesopan mungkin pada tuannya.
"Besok bawa dia menemuiku, akan ku buat dia tidak bisa melupakan wajahku"
"Baik tuan"
__ADS_1
Ethan menekan tombol 2 sebanyak enam kali di susul angka 6 dan 8, sebelumnya ia sudah memastikan bahwa hanya ia dan Sean yang ada di dalam lift itu. Sebuah pemindai retina di atas tombol otomatis aktif, Ethan mendekatkan wajahnya dan pemindai itu langsung mengenali Ethan. Membawa lift turun ke lantai bawah tanah sesuai dengan angka 2 yang ia tekan.
Lantai 6 bawah tanah adalah laboratorium, dimana ia biasa meracik obat-obatan perusak otak bernama narkoba. Ethan memproduksi bermacam jenis narkoba, tapi ia lebih banyak memproduksi heroin bubuk.
Bukan hanya karena bahan dasarnya yang mudah untuk di dapatkan, tapi juga heroin cukup populer di pasaran, bagi Ethan harganya tidak terlalu mahal tapi cukup berkelas, membuat Ethan mendapatkan banyak keuntungan jika menjualnya kepada anak muda bodoh yang ingin terlihat keren.
Dari semua produk yang di produksi Ethan, ada satu yang cukup sulit untuk di buat, bahan bakunya sangat sulit di dapatkan, dan pemasarannya juga cukup sulit mengingat harganya yang sangat mahal, hanya orang-orang bodoh beruang banyak yang sanggup membelinya.
Tapi dengan kesulitan sebanyak itu, sebanding dengan kualitas obat yang ia hasilkan. Ethan menamai obat itu Nshade. Hanya Ethan yang tahu bahan dasar pembuatan obat terlarang tersebut.
Siapapun yang sudah mengkonsumsi Nshade akan mengalami halusinasi ekstrim, suasana hati sulit untuk di kontrol, kekuatan fisik yang meningkat sampai puluhan kali lipat, dan peningkatan vitalitas pada pria. Penggunanya akan merasa sangat bahagia, pada tingkatan tertentu mereka mungkin akan terjebak dalam khayalan gila mereka selama beberapa hari.
Tapi kabar baiknya, Nshade tidak membuat seseorang kecanduan, tapi sensasi menyenangkan yang di timbulkan membuat para penggunanya ingin memakainya lagi dan lagi, walau mereka tahu pengunaan jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otot dan otak. Mereka rela mengeluarkan uang ratusan ribu dolar hanya untuk satu ampul Nshade. Tapi itu sebanding dengan rasa bahagia yang mereka rasakan saat menggunakannya.
Walaupun Ethan berkecimpung di bisnis kotor ini, Ethan sama sekali bukan pemakai.
Ia membatasi dirinya dengan barang haram tersebut, ia paham betul efek buruk dari penggunaan obat-obatan perusak itu.
Bukan hanya Ethan, tapi seluruh anggota Gold Dragon, tidak di perbolehkan sedikitpun untuk menggunakan narkoba jenis apapun, Ethan akan mengambil tindakan tegas bagi siapapun yang berani melanggar peraturan itu.
Mereka hanya pengedar, bukan pemakai, itulah yang selalu di tekanan Ethan kepada para anak buahnya.
Sean menyerahkan masker dan juga jas lab putih, beserta sarung tangan, yang langsung di kenakan oleh Ethan.
Ethan melangkah pasti memasuki laboratorium, diikuti Sean yang selalu setia di belakangnya. Langkah kaki Ethan menggema di seluruh ruangan. Para pekerja yang sedang membuat obat-obatan menunduk hormat saat Ethan melewati mereka.
"Xiao Feng Yan adalah orang yang berbahaya tuan, Anda harus sangat hati-hati padanya, ada kemungkinan efek dari sampel yang saya berikan kemarin malam belum hilang, ia mungkin masih hilang kendali"
Ronan yang juga memakai masker dan jas lab menarik kursi besar miliknya, dan mempersilakan Ethan untuk duduk dengan isyarat tangannya.
"Terdengar seperti kau sedang meremehkanku"
"Berapa banyak Nshade yang kita miliki?"
Ethan membuka koper yang berisi 10 ampul Nshade yang ada di atas meja di hadapannya, di ambilnya satu ampul dan di angkatnya tinggi-tinggi ke arah lampu.
Bukannya meragukan pekerjaan Ronan, tapi Ethan selalu bekerja dengan teliti, ia hanya memastikan bahwa Nshade yang ada di tangannya saat ini adalah asli dan bukan produk gagal.
"Di kurangi dengan pembelian Feng, kita masih memiliki 5 ampul. Dan kita mendapatkan pesanan Nshade dari Roland Gray"
Roland Gray adalah seorang mentri yang bekerja di pemerintahan, tapi ia juga pelanggan setia yang sudah memakai narkoba buatan Gold Dragon selama lima tahun belakangan. Ia sangat menyukai Nshade lebih dari apapun dan rela membuang-buang uang hasil korupsinya untuk bisa mendapatkan Nshade.
"Tidak bisakah para pekerjamu membuatnya? Apa harus aku yang turun tangan langsung untuk melakukan hal merepotkan ini?!"
Ronan tidak bisa melihat wajah Ethan karena ia memakai masker, tapi dari matanya, Ronan bisa membaca raut wajah Ethan yang tidak bersahabat.
"Mereka sudah mencobanya berkali-kali, tapi selalu gagal, hanya Anda yang bisa membuatnya dengan baik tuan"
"Ck, coba sekali lagi, jika mereka masih gagal, aku akan memotong jari kelingking mereka untuk peringatan, jadi didik mereka dengan benar"
Ethan berdiri, mengambil koper berisi Nshade yang sudah di periksanya satu persatu, lalu melemparkannya pada Sean.
"Ayo pergi"
__ADS_1
Ronan berjalan memasuki ruang bawah tanah pengap yang memiliki lorong berkelok, lebih mirip seperti labirin. Sedangkan di belakangnya Feng mengikutinya, berjalan sombong dengan wajah yang di angkat ke atas, di sampingnya wanita berambut hitam panjang memegangi lengannya, mengibaskan rambutnya berkali-kali merasa dirinya sangat cantik.
"Wanita itu cukup cantik jika sedang dalam keadaan sadar"
Ronan berbicara dalam hati, sambil mengingat betapa gilanya wanita itu kemarin malam.
Ronan mempersilakan Feng dan dua orang pengawal yang mengikutinya untuk masuk ke dalam ruangan, sedangkan Ronan tetap tinggal di luar.
Ruangan yang di masuki Feng, sangat terang, seluruh ruangan berwarna putih, bahkan sofa dan perabotan lainnya juga berwarna putih, tanpa ada setitik pun warna lain di ruangan itu. Feng memandang sekeliling mencoba membaca situasi, ia merasa aneh dengan ruangan itu tapi mengabaikannya.
Tanpa di persilakan ia beserta wanita yang dibawanya duduk di sofa, bersender nyaman, lalu menyalakan cerutunya.
"Dimana GD!!" Feng berteriak entah kepada siapa.
Ia merasa di permainkan karena tidak ada siapapun yang muncul di hadapannya, bahkan setelah menunggu selama 10 menit.
Empat kali suara tembakan menggema di seluruh ruangan, membuat Feng kaget bukan main, ia refleks mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke segala penjuru.
Feng mendapati dua orang pengawalnya terkapar di lantai dengan kedua matanya yang berlubang di tembus peluru.
"Kau tahu kenapa raungan ini berwarna putih?"
Ethan muncul entah darimana memakai pakaian santai, dan juga sendal jepit.
"Karena aku ingin mewarnainya dengan warna merah" Ethan menjawab pertanyaannya sendiri lalu tertawa kecil.
Pandangan Feng seketika terfokuskan pada Ethan, di acungkannya pistol yang di pegangnya, wajahnya terlihat sangat marah.
"Kau GD? Beginikah caramu menyambut tamu?"
Ethan melemparkan senyumnya pada Feng, tapi Feng sama sekali tidak mengalihkan moncong pistolnya.
"Aku ingin mengajakmu bermain, tapi sepertinya kau tidak suka dengan permainan ini"
Ethan berjalan semakin dekat ke arah Feng, sampai pada akhirnya mulut pistol tepat berada di dadanya, ia sama sekali tidak terlihat takut kalau-kalau Feng menarik pelatuk dan melubangi tubuhnya.
"Selain orang yang bekerja padaku di Gold Dragon, tidak ada satupun yang tahu bahwa aku adalah GD, yaa tapi memang ada beberapa orang yang mengenalku dengan cukup baik dan mengetahui rahasia ku. Tapi kau dengan kurang ajarnya memaksakan dirimu untuk menjadi bagian dari mereka, bukankah kau itu lucu"
Ethan tersenyum lebar, menghina pria yang ada di hadapannya.
"Kau merasa dirimu hebat huh, tunggu sampai aku katakan pada dunia bahwa GD sebenarnya adalah ceo perusahaan farmasi terkemuka, apa ku masih bisa tersenyum?!" Feng berucap dengan giginya yang gemeretak menahan amarah.
"Itulah sebabnya aku tidak suka menunjukan wajahku pada orang sepertimu"
Feng meringis kesakitan, merasakan jarum suntik secara tiba-tiba menusuk kulit lehernya.
Seketika Feng terduduk lemas, tubuhnya menegang, pupil matanya seketika melebar, kepalanya terasa sakit bukan main, rasa panas menyeruak seakan menggerayangi tubuhnya, Feng ingin berteriak tapi tidak ada suara yang keluar, hanya suara lengkingan sekarat yang berhasil keluar dari mulutnya, ia mencoba menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, sampai ia tidak sadar air matanya perlahan menetes.
Feng rubuh, tangannya menggapai kaki Ethan, tapi dengan kejam Ethan menginjak tangannya, bersyukurlah Ethan hanya menggunakan sendal karet bukannya sepatu, jika tidak, Ethan mungkin sudah menginjak tangan Feng hingga jari jemarinya remuk.
Sean membuang jarum suntik yang di gunakan nya untuk menyuntik feng ke lantai.
"Dengarkan brengsek, kau pikir aku dengan suka rela menunjukan diriku padamu tanpa ada jaminan mulut sialanmu itu akan tertutup rapat? Kau pikir aku ini bodoh?"
Ethan berjongkok, menarik rambut Feng hingga kepala pria itu terangkat dan matanya bertemu dengan mata coklat milik Ethan.
"Kau akan selalu merasa kesakitan seumur hidupmu, dan hanya aku yang bisa membuatmu tetap hidup"
Ethan tersenyum hangat, mengelus-elus kepala feng dengan lembut lalu melemparkan sebuah kapsul berwarna biru tua ke hadapan Feng.
"Itu adalah obat penawarnya, pastikan kau meminumnya satu bulan sekali, atau kau akan hidup menanggung rasa sakit ini seumur hidup"
Feng meraih obat itu dengan sisa tenaganya dan menelannya langsung tanpa rasa ragu, beberapa menit kemudian tubuhnya bergetar hebat, tapi rasa sakit yang di rasakan nya berangsur hilang.
"Dasar sialan, aku berurusan dengan orang yang salah!" Feng bergumam, masih dengan posisi tubuhnya yang terbaring di lantai.
"Aku akan memberikan penawarnya setiap bulan padamu,tapi pastikan tutup mulutmu selamanya"
Ethan melemparkan koper berisi Nshade kepada wanita yang datang bersama Feng, sebagai gantinya wanita itu menyerahkan koper berisi uang yang sebelumnya di bawa oleh Feng dengan tangannya yang bergetar.
"Aku melepaskanmu karena kau adalah seorang wanita, pastikan dirimu pantas untuk menerima pengampunan dariku, atau aku akan mencabut nyawamu"
Ancaman Ethan mendapat balasan angukan dari wanita itu, sangat terlihat bahwa wanita itu ketakutan.
__ADS_1
Ethan berjalan keluar ruangan di susul olah Sean. Tapi baru beberapa langkah keluar handphonenya berbunyi, membuatnya menghentikan langkahnya.
"Tuan, maaf ini kabar buruk, Chaerin kabur dari Lady Castle"