BOYFRIENEMY

BOYFRIENEMY
KELUARGA SHINE


__ADS_3

"Nona Chae menolak untuk keluar kamar"


Christina menunduk di hadapan Ethan, dirinya merasa telah lalai karena tidak berhasil membujuk Chaerin keluar dari kamarnya, padahal Ethan sudah memerintahkannya sejak setengah jam yang lalu.


"Setelah memakiku sekarang dia menolak untuk bertemu denganku, dia benar-benar, agh!" Ethan mengepalkan tangannya kuat, dirinya di buat kesal karena tingkah Chaerin.


"Saya rasa Anda tidak boleh mengganggunya untuk sementara waktu, nona Chae terlihat sangat marah dan sedih, mungkin ia perlu waktu untuk sendirian"


"Kau sedang memberikan perintah padaku?!" Ethan menarik rambut Christina, dan mendorong kepala wanita itu kasar.


Walau sempat terhuyung mundur, Christina kembali mendekati Ethan dan berdiri tegap, seakan tidak ada yang terjadi.


"Aku bisa mengerti alasan kenapa ia marah, dia memang selalu marah untuk hal-hal remeh, tapi kenapa ia harus sedih?"


"Saya rasa nona Chae cemburu karena nona Shine berkata bahwa kalian akan segera menikah"


"Omong kosong macam apa itu, dia sangat membenciku kenapa juga dia harus cemburu"


Christina mengangkat wajahnya dan memandang Ethan dengan yakin.


"Dari yang saya lihat, nona Chae juga menyukai Anda tuan"


Ethan mengangkat sebelah alisnya saat mendengar ucapan Christina yang membuat rasa kesalnya seketika hilang.


"Nona Chae terlihat kecewa saat anda pergi ke kantor sangat pagi dan tidak bisa sarapan bersamanya, itulah sebabnya nona Chae ingin mengunjungi anda di kantor untuk mengajak Anda sarapan bersama. Nona Chae juga berkali-kali bertanya pada saya apa dia terlihat cantik sebelum turun menemui Anda. Itu hanya asumsi saya, tapi saya cukup yakin"


Asumsi Christina membuat Ethan tersenyum bahagia, walaupun ada kemungkinan semua yang di katakan Christina sebenarnya salah.


"Ingatkan aku untuk menambahkan bonus di gajimu bulan ini" Ethan menepuk pundak Christina dan pergi menuju lantai 2 dengan senyum mengembang di wajahnya. Begitupun Christina yang juga tersenyum senang mendengan kata bonus yang di ucapkan oleh tuannya.


Karena ucapan Christina, dirinya jadi lebih percaya diri sekarang.


Ethan berdiri cukup lama di depan kamar Chaerin, samar-samar ia mendengar isakan Chaerin di balik pintu, membuatnya berfikir dua kali untuk langsung membuka pintu.


Ethan mengetuk pintu kamar Chaerin beberapa kali, tapi tidak ada jawaban.


"Kau di dalam? Kau baik-baik saja?"


Tetap tidak ada jawaban, tapi Ethan tidak lagi mendengar suara isakan, di gantikan suara tv.


Ethan memegang handle pintu dan memutarnya perlahan dan pintu terbuka, sebelumnya Ethan mengunakan master key miliknya untuk membuka pintu kamar Chaerin yang terkunci.


Ethan melihat Chaerin yang duduk di atas tempat tidurnya bersandar pada dinding, pandangan matanya menatap lurus ke arah tv yang menampilkan berita tentang dirinya dan Mona yang terlihat sangat mesra saat sedang makan malam.


"Sangat tidak sopan masuk ke kamar orang lain secara paksa tuan Ethan" Chaerin menatap Ethan sinis.


Ethan melihat kilau di pipi Chaerin, sangat jelas bahwa wanita itu tadinya menangis, matanya juga terlihat sembab dan hidungnya memerah.


"Kau juga tidak sopan, kau harusnya menyahut saat orang lain memanggilmu" Ethan duduk di samping Chaerin, memasukan kakinya ke dalam selimut dan ikut bersandar ke dinding.


"Aku pikir berita sampah sepeti itu akan hilang dalam beberapa hari jika tidak di tanggapi, ternyata aku lebih terkenal dari pada kelihatannya" Ethan terkekeh, di liriknya Chaerin yang duduk di sebelahnya tanpa menanggapinya sedikitpun.


"Kau berkeringat? Wajahmu agak basah, padahal ini musim gugur, aku rasa pemanas ruangannya terlalu panas"


Ethan mendekat ke arah Chaerin dan menyapukan tangannya ke kedua pipi Chaerin, dengan cepat Chaerin menepis tangan Ethan dan menyapu pipinya sendiri.


"Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu sialan!"


"Kau cemburu, dengan hubunganku dan Mona? Jangan khawatir itu semua hanya gosip jadi jangan terlalu di pikirkan"


"Aku cemburu? Kau mungkin tidak sengaja menjatuhkan otakmu di suatu tempat tuan Ethan, aku akan sangat bersyukur jika kalian benar menikah, jadi aku bisa bercerai darimu" ucap Chaerin sambil tersenyum sinis.


"Kenapa aku harus menikah lagi sedangkan aku sudah memilikimu"


Ethan menatap Chaerin lekat-lekat, membuat Chaerin menunduk sambil menyembunyikan rona merah di pipinya karena malu.


"Ah aku lupa mengatakannya, kita akan mengadakan pesta pernikahan Minggu depan, besok kita harus pergi untuk fitting baju pengantin"


"Pesta pernikahan! Kau gila!" Chaerin berteriak histeris.


"Semua orang harus tahu, siapa sebenarnya wanita yang aku nikahi. Dirimu akan menjadi pemberitaan hangat selama seminggu penuh, wajahmu akan ada di sana menggantikan Mona" Ethan menunjuk ke arah tv.


Chaerin tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa ternganga mendengar ucapan gila Ethan.


"Dan kau harus tampil cantik malam ini, kita akan makan malam bersama keluarga Shine, aku akan memamerkan mu pada mereka terlebih dahulu"


*


"Kenapa aku harus?!"


Chaerin pasrah saat beberapa pelayan melepas satu persatu pakaiannya. Chaerin tidak tahu tujuan para pelayan itu, tapi mereka bersikeras untuk mendandani Chaerin dan memakaikan pakaian mewah padanya.


"Aku tidak suka ini!" Chaerin melepaskan pakaian yang baru saja di pakaikan padanya.


"Aku akan pakai apa yang aku suka, selera kalian benar-benar sampah!" Di lemparnya dress berwarna soft pink dengan renda putih itu ke lantai lalu di injak-injak nya.


Chaerin sangat benci warna pink. Pink terlalu rapuh, Chaerin lebih suka warna merah atau hitam yang kuat.


"Tapi ini makan malam bersama dengan tuan Shine dari DDshine, Anda harus terlihat seperti wanita baik-baik yang berkelas" seorang pelayan mencoba membujuk Chaerin untuk mengenakan pakaiannya kembali.


"Jadi maksudmu, aku bukan wanita baik-baik? Ah, iya dulunya aku bekerja di rumah pelacuran" ucap Chaerin sarkastis.


"Maaf nona Chae, bukan begitu, maksud saya......."


"Sudahlah, lebih baik kalian keluar, aku akan pakai pakaianku sendiri"


"Tapi nona Chae"


"Keluar!" Chaerin berteriak nyaring.


Dengan sangat terpaksa para pelayan keluar dari kamar Chaerin dan meninggalkan Chaerin sendirian.

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Ethan duduk di depan perapian di temani oleh Christopher dan Sean. Di atas meja terlihat tumpukan kertas berwarna-warni dengan berbagai bentuk dan desain.


"Bagaimana dengan yang ini, warna putih tidak terlalu mencolok" Ethan menunjukan sebuah kertas berwarna putih dengan desain ukiran berwarna emas di sudut, juga gambar bunga tulip di tengah yang juga berwarna Gold.


"Sangat cantik tuan, tapi ada baiknya Anda juga bertanya pada nona Chaerin" Christopher memberi pendapat.


"Aku sudah siap" Chaerin berseru.


Reflek pandangan Christopher dan Sean langsung tertuju pada Chaerin dan membuat mereka terkejut.


"Menurutmu yang mana yang bagus?" Ethan berdiri dan berbalik ke arah Chaerin dengan memegang beberapa sample undangan di tangan kanannya.


Ethan melihat Chaerin dari atas sampai bawah, Ethan melonggarkan dasinya yang tiba-tiba terasa sesak, wajahnya juga seketika memanas, undangan yang di pegangnya jatuh ke lantai, Ethan beberapa kali menelan ludahnya, dan sudah tidak terhitung berapa kali Ethan mengedipkan matanya untuk memastikan yang berdiri di hadapannya benar Chaerin.


Ethan terbelalak saat melihat paha mulus Chaerin, belum lagi belahan dadanya yang terlihat jelas saat wanita itu menunduk.


Chaerin memakai Bandeau Bra putih yang hanya menutupi sedikit bagian dadanya, dan di luarnya ia menggunakan blazer yang juga berwarna putih, juga rok pendek yang terbelah sampai ke pinggang dan hanya di sambungkan dengan tali, Ethan cukup yakin Chaerin sekarang sedang tidak mengunakan celana dalamnya.


"Kita tidak harus merayakannya, tidak usah memaksakan diri untuk memperkenalkan ku kepada orang banyak, pernikahan ini bahkan bukan kehendaku" Chaerin berdiri menyerahkan undangan yang di pungutnya dari lantai pada Ethan.


Ethan berusaha tenang dan mengatur napasnya, ia tidak ingin lepas kendali dan malah membuat kesalahan. Jika ingin mengikuti nafsunya Ethan ingin sekali menyeret Chaerin ke kamar dan menidurinya, tapi ia masih ingat janjinya pada Chaerin.


"Ganti pakaianmu, atau aku akan menyeret mu ke kamar dan melepaskannya satu persatu" Ethan menatap Chaerin tajam, tapi Chaerin bahkan tidak bergeming, dirinya masih tetap berdiri tanpa menghiraukan ucapan Ethan.


Ethan mendekat hingga jarak dirinya dengan Chaerin hanya beberapa cm, Chaerin bahkan bisa merasakan napas Ethan yang beraroma mint. Ethan menatap Chaerin tepat di manik matanya.


Ethan menyentuh pinggang Chaerin yang terbuka, di elusnya perlahan tangannya turun kebawah, menyentuh tali pada roknya dan bersiap untuk menariknya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Kau yang memprovokasi ku, sudah ku bilang ganti bajumu, atau kita akan berakhir di tempat tidur" Ethan tidak merubah arah pandangan matanya dan tangannya masih menggerayangi tubuh Chaerin.


"Akan aku ganti!"


Chaerin mendorong Ethan menjauh dan langsung lari menuju kamarnya.


Ethan membuang napas lega, dirinya berhasil bertahan sampai sejauh ini, dan itu sangat luar biasanya, walaupun saat menyentuh Chaerin seluruh tubuhnya menegang.


Ethan kembali duduk di sofa tanpa menghiraukan tumpukan contoh undangan yang harus di pilihnya, ia terbayang-bayang bagaimana lembutnya tubuh charin saat ia menyentuhnya, walau hanya sebentar tapi rasanya Ethan sudah cukup puas.


"Bukankah tidak sopan melihat istri orang lain sepeti itu!"


Seketika Christopher dan Sean mengalihkan pandangan mereka dari sosok Chaerin yang terlihat berlari menaiki tangga.


"Aku harap kau akan mengenakan pakaian itu lagi saat kita hanya berdua" Ethan tersenyum penuh arti.


*


Ethan Chaerin sampai di kediaman keluarga Shine. Mona menyambut mereka dengan senyum bahagia di wajahnya. Tapi saat melihat Chaerin yang juga ikut datang membuat senyumnya pudar seketika.


Mona menggandeng tangan Ethan untuk masuk ke dalam rumah, tapi hanya sebentar. Chaerin mendorong Mona menjauh.


"Dasar sialan, kau senang di gandeng oleh gadis muda yang cantik" Chaerin bergumam pelan, tapi Ethan masih bisa mendengarnya.


Ethan tersenyum lalu meraih tangan Chaerin dan menggenggamnya.


"Aku lebih senang menggenggam tangan wanita cerewet dan pemarah sepertimu" Ethan mencium punggung tangan Chaerin, membuat wanita itu malu.


Mona menatap marah pada pasangan konyol yang ada di hadapannya, ia merasa bahwa akan ada hal buruk yang akan terjadi setelah melihat kedekatan Ethan dan Chaerin.


"Ethan kau ingin bermain denganku? Coba saja, akan ku pastikan kau tidak akan bisa menolakku"

__ADS_1


"Owh kau sudah datang? Kau terlihat semakin tampan" tuan Shine menyambut kedatangan Ethan dengan memeluknya.


"Perkenalkan, ini istriku, Maria"


"Senang bertemu denganmu nyonya Shine, Anda terlihat sangat awet muda" Ethan berbasa-basi, padahal sangat terlihat bahwa wanita bernama Maria itu punya kerutan di seluruh tubuhnya kecuali telinga.


"Kau sangat pintar mengambil hati" Maria tertawa sambil menyentuh pipinya yang memerah.


"Kau membawa serta sekertaris mu?" Tanya tuan Shine.


Ethan hanya tersenyum dan kembali menggandeng tangan Chaerin, mengikuti tuan Shine dari belakang untuk menuju ruang makan.


Satu persatu makanan mulai di sajikan. Chaerin yang memang sangat lemah terhadap makanan langsung menatap makanan di hadapannya penuh cinta seakan sedang berhadapan dengan jodohnya.


"Kita juga harus memasak yang Seperi ini di rumah, mereka bahkan memasak steak nanas, kelihatannya sangat enak" celoteh Chaerin yang sudah siap dengan pisau dan garpunya.


Seluruh keluarga Shine memandang Chaerin keheranan, mereka merasa Chaerin sangat kampungan dan memalukan, seperti tunawisma yang baru pertama kali melihat makan enak.


"Apapun yang kau inginkan, kau bisa meminta Lia untuk memasakannya" Ethan tersenyum lalu mengelus kepala Chaerin dengan lembut.


"Ehm sepertinya kalian sangat dekat" tuan Shine mengernyit, sangat jelas dirinya tidak suka melihat Ethan yang bersikap manis terhadap Chaerin.


"Tentu saja" ucap Ethan sambil tersenyum.


Ethan mengambil sesuatu dari balik jasnya dan memberikannya pada tuan Shine.


"Apa ini?"


"Undangan pernikahan, kami akan menikah Minggu depan, saya harap anda bisa hadir di pernikahan kami"


"Kau anak brengsek! Apa maksud semua ini, bukankah kau berkencan dengan Mona? Makan malam ini juga seharusnya membahas tentang rencana pernikahan kalian! Kau ingin membuatku malu, pemberitaan tentang pernikahan kalian hangat di perbincangkan selama beberapa hari ini!" Tuan Shine menggebrak meja hingga gelasnya jatuh ke lantai, Ethan membuat dirinya sangat marah.


"Mungkin ada kesalah pahaman di sini, saya sudah menikah cukup lama, bahkan sebelum gosip tidak berdasar itu tersebar luas, istri saya baru saja sembuh dari sakitnya, itulah kenapa kami baru melakukan pesta pernikahan sekarang. Anda bisa bertanya sendiri kepada Mona, kami tidak pernah punya hubungan apapun"


Ethan meminum air putih dan melap mulutnya dengan serbet, lalu memandang tuan Shine dengan wajah angkuh.


"Kau berurusan dengan orang salah Ethan Zie. Aku bisa membuatmu hancur dalam sekejap, Gold Medical hanya perusahaan kecil, sangat mudah membuatnya jatuh. Dan lagi tanpa DDshine kau tidak akan bisa membuat alat kedokteran yang sedang kau kembangkan, kau membutuhkan suplai komponen hardware dari perusahan ku, kau sudah mengeluarkan banyak uang untuk membuka anak perusahaan baru, tapi semuanya akan sia-sia tanpa aku. Jika kau bersedia menjadi pria baik dan menurut padaku, aku akan menandatangi kontrak kerja sama kita dengan senang hati"


Tuan Shine tersenyum penuh kemenangan, dirinya merasa sudah berhasil mengalahkan Ethan dengan semua ancaman yang ia lontarkan.


"Kau sebut itu ancaman?" Ethan tertawa, sambil mengeluarkan amplop coklat dari balik jasnya.


Ethan berjalan mendekati tuan Shine dan bersandar di sebelah kursinya. Ethan membuka amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya satu persatu.


"Anda menghindari pajak selama bertahun-tahun dengan memalsukan laporan keuangan. Dan Anda memerintahkan seseorang untuk membunuh seorang wartawan yang berhasil memergoki Anda saat berselingkuh, lihat Anda sangat tampan di sini" Ethan menunjukan foto tuan Shine bersama seorang wanita muda sedang melakukan hubungan intim di sebuah kamar hotel.


"Anda juga memakai dana perusahan untuk mendanai kampanye ilegal calon presiden, wah ini sangat luar biasa, kau bahkan mengenal presiden, jika ini terserah pemerintahan di negeri ini akan hancur"


Ethan tersenyum geli.


"Bukan hanya kau, tapi anak perempuanmu tercinta juga pernah menabrak seseorang hingga meninggal karena berkendara dalam keadaan mabuk. Bahkan istri Anda juga terlibat dalam ekspor bulu panda sebagai bahan dasar pembuatan mantel, panda adalah hewan yang di lindungi, bagaimana Anda bisa melakukan hal kejam dengan membunuh panda yang lucu itu dan mengambil bulunya?"


Ethan menatap Maria, dan wanita itu tertunduk tidak berani menatap Ethan yang sudah membongkar bisnis kotornya.


"Nasib kalian berada di tanganku, jika berita ini sampai tersebar, kira-kira siapa yang akan hancur?" ancam Ethan.


Sudah sangat jelas, ancaman Ethan terlalu besar untuk bisa di selesaikan secara baik-baik oleh tuan Shine.


"Kau mungkin tidak akan bisa hidup sampai besok untuk menyebarkan berita konyol itu" tuan Shine tertawa.


Para penjaga berjas hitam berdatangan memasuki ruang makan dan menodongkan pistol ke arah Ethan.


"Aku sudah curiga dari awal kau tiba-tiba mendekatiku dan Mona, aku memang terlihat seperti pria tua yang lemah, tapi aku bukan orang bodoh Ethan, sudah ratusan bahkan ribuan orang yang datang kepadaku dengan cara yang sama sepertimu. Tapi Mona terlalu naif dan jatuh cinta padamu"


Tuan Shine mendorong Ethan menjauh darinya dan berjalan mendekati Chaerin.


Ethan tidak menyangka bahwa pria tua seperti tuan Shine bisa membaca rencananya dan mengancamnya kembali dengan menodongkan pistol. Dan dengan bodohnya Ethan bahkan tidak membawa satupun pengawal bersamanya.


"Kau harus mengalah, biarkan Ethan bersama Mona dan kau bisa keluar hidup-hidup dari sini"


Tuan shine mencengkram bahu Chaerin dari belakang dan berbisik pelan di sebelah telinga wanita itu.


Chaerin tersenyum, di masukannya potongan steak nanas ke dalam mulutnya dengan santai tanpa peduli ancaman tuan Shine yang berdiri di belakangnya.


"Makanannya sangat enak, aku sangat menikmatinya. Aku dan Ethan akan senang jika anda sekeluarga bisa datang besok malam ke rumah kami untuk makan malam, untuk membalas kebaikan kalian malam ini"


Chaerin terdiam sebentar, membalikan kepalanya dan menatap tuan Shine.


"Dengan kau sebagai hidangan utamanya!"


Chaerin menarik rambut tuan Shine, lalu mengacungkan garpu ke leher pria tua itu. Dengan cepat Chaerin merubah posisinya, bangun dan duduk di atas meja dengan kaki mengangkang, tuan Shine berdiri menghadap ke depan masih dengan acungan garpu tajam dari Chaerin di lehernya.


"Buang senjata kalian, atau dia akan mati!" Chaerin menekan kuat garpu yang di pegangnya ke leher tua Shine, hingga leher pria itu terluka.


"Jangan ada yang berani mendekat atau menembak, ikuti semua perkataan wanita gila ini!" Tuan shine berteriak memerintahkan para pengawalnya yang sudah siap untuk menembak Chaerin.


Ethan tertawa nyaring, dirinya di buat kagum dengan tindakan caharin yang tidak pernah di bayangannya sebelumnya, Chaerin melampaui segala ekspetasinya terhadap wanita.


"Kau lihat tuan Shine, aku punya wanita hebat di sisiku, Mona sama sekali tidak sebanding dengannya"


Ethan mendekati Chaerin dan mengecup pipi wanita itu. Chaerin terkejut dengan sikap Ethan yang kurang ajar padanya, tapi dirinya bahkan tidak bisa marah dan hanya diam. Jika ia bergerak sedikit saja, tuan Shine mungkin akan melepaskan diri darinya.


"Berhenti tertawa dan telpon anak buahmu untuk segera datang" Chaerin melotot ke arah Ethan.


"Tenang, mereka sedang dalam perjalanan ke sini"


"Apa maumu, apa tujuanmu sebenarnya!" Tuan Shine berteriak marah.


"Rencana awalku adalah, menggunakan Mona untuk mengakuisisi DDshine, tapi............ semuanya tidak sesuai dengan rencana karena suatu hal. Kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyerah untuk mengambil alih DDshine, tapi aku berfikir, mungkin kau akan berbaik hati dengan menyerahkan 10 persen saham milikmu padaku"


"Memangnya kau siapa, kenapa aku harus menyerahkan sahamku padamu!"

__ADS_1


"Silakan berfikir, aku akan menunggumu besok di kantor ku, dan ku harap kau membawa surat mengalihan saham untukku, atau keluargamu akan hancur besok malam"


__ADS_2