Bujang Dusun

Bujang Dusun
Cinta Itu Egois


__ADS_3

Akbar sedang mencicipi kopi harus yg disajikan untuk menemani break meeting sejenak, sedang Je lebih memilih makan salad karena cuaca siang yg cukup panas dan gerah


" Akbar...!!!!" sebuah panggilan halus dan lembut membuyarkan ke khusukan mereka menikmati hidangan


Je menoleh terlebih dahulu, wajah mania dengan senyum indah terlihat begitu bahagia menyapa lelaki tampan di sebelahnya


Je langsung melirik ke arah Akbar, melihat reaksi lelaki itu


Akbar tersenyum akrab


" Hei bu Grace apa kabar...???" balas Akbar ramah


" Kirain kamu nggak hadir lohhh... sedari kemarin saya chat kok nggak dibales..." ujarnya setelah duduk disamping Akbar


" Bu Grace dek ikut meeting apa...???" Akbar nampak mengalihkan pembicaraan


" Saya ada tugas lain... sekarang kan sekretaris pak presdir ada dua jadi kita bisa gantian..." sahutnya


" Lohhh kamu bareng Je...???" selidik Grace sedikit tak suka melihat Je bersama Akbar


Je hanya membalasnya dengan tersenyum, bukan takut, bukan pula tak punya mental, hanya saja di perusahaan posisinya hanyalag karyawan biasa, wajib hormat dan bersikap sopan santun terhadap orang orang penting di perusahaan, termasuk bu Grace selaku sekretaris presdir


" Ao buk... Je kan termasuk karyawan cerdas yg berkompeten makanya saya memilih dia buat mendampingi acara meeting ini..." balas Akbar ramah


Grace menilik Je penuh penilaian, entah apa yg dipikirkannya, tapi Je memilih cuek dan tak memperdulikannya, bisa jadi perempuan ini tak rela, cemburu saat Akbar intens dengan perempuan lain


" Dem makan buk... mau ngopi...???" tawar Akbar pada Grace


" Ngopi aja lah...aku lagi lesu banget... banyak tugas yg belum diselesaikan..."


Je menggeser duduknya sedikit, meja bundar mereka kelilingi bertiga,


Tapi seolah kode alam, melihat Je menggeser duduknya memberi celah Grace duduk diantara mereka, Akbar malah menarik kursinya bergeser ke arah Je, namanya meja bundar kan tau lah ya posisi gimana


Je terkesiap, begitu pun Grace yg tatapannya langsung tak enak dan mengedung


" Dek makan salad atau kue bu...???" Akbar menawarinya lagi


" Ngopi aja deh..." balas Grace makin lesu


" Kamu dek ngopi...??? makan buah saje... dek lapar.."


" Nggak pak makasih tapi saya lagi nggak pengen ngopi..."


" Lagi jaga penampilan mungkin..." celetuk Grace menyahuti mereka


" Nggak juga buk... memang lagi nggak pengen ngopi aja... siang kan panas jadi saya lebih memilih nyari yg seger..." balas Je yg merasa tak nyaman dengan ucapan ketus dari Grace


" Ohhh... kirain nggak suka ngopi... pak Akbar kan pecinta kopi... malah punya kebun kopi ya Bar..." Grace seolah sengaja memberi perbandingan dirinya dengan Je


" Ao... kopi Sumatra itu lemak (enak) nian..." balas Akbar membanggakan kopi Dusun nya

__ADS_1


" Saya suka ngopi tapi nggak candu..." balas Je, wajahnya terlihat tenang, seolah menerima dengan terbuka permainan Grace


Akbar melirik kedua perempuan cantik disebelahnya, seperti menangkap sesuatu yg aneh, mereka seakan sedang ber fighter untuk mendapatkan sesuatu


" Ahhh tu acara meeting dem mau di mulai aghi... ayo Je kite nak balek ke ruangan..."


Ajak Akbar menghindari persitegangan ini


" Eee saya boleh ke kamar mandi sebentar pak...!!" pamit Je


" Oke lah... aku tunggu di ruangan ya..."


Je segera berlalu ke kamar mandi


" Ee Bar... saya balik dulu ya... nanti kalau ada waktu kita ketemuan lagi..." Grace tiba tiba ikut pamit


" Ao buk..." balas Akbar sembari sedikit heran


Grace terlihat melangkah ke arah kamar mandi, tapi Akbar cuek dan langsung kembali keruangan meeting.


" Saya mau bicara..." ucap Grace tiba tiba, saat Je sedang merapikan make up nya di cermin wastafel kamar mandi


Je yg tertegun hanya menatap Grace dari pantulan cermin


" Ada apa buk...???" tanya Je tenang


" Saya tau mungkin kamu adalah salah satu dari beberapa perempuan yg menarik perhatian Akbar... makanya Akbar sampai mengajak mu meeting ini..."


" Eee maaf... apa itu ada urusannya dengan bu Grace...??" tanya Je balik, doi penasaran aja kok serepot ini sekretaris presdir satu ini mau tau urusannya


" Memang tidak....karena mungkin saya bukan orang yg dianggap penting oleh Akbar... tapi Akbar sangat penting untuk saya..." balas Grace


" Apa bu Grace menyukai pak Akbar...???" Je mengeluarkan rasa penasarannya yg selama ini dipendamnya


Grace menatap Je penuh inti, lalu menarik nafasnya panjang


" Seperti yg kamu lihat... betapa saya peduli pada nya..."


Je menoleh, menatap balik Grace dalam


" Akbar pernah salah memilih wanita... dia ditipu, disakiti dan di kecewakan...saya nggak rela jika Akbar kembali mengulang kekecewaan itu... saya adalah perempuan yg sangat peduli dengan nya, yg setiap hari memikirkan dia, merindukannya... dan selalu kawatir pada kabarnya..."


" Tapi saya lihat Akbar sangat nyaman dengan mu...dia begitu bahagia bersamamu...dan kamu adalah orang penting baginya..."


Je terdiam, menilik mata Grace yg begitu tulus mencintai lelaki itu tanpa pamrih, namun sepercikan sorot itu nampak rasa kecewa karena terabaikan


" Jujur aku tak rela melihat itu semua... melihat Akbar lebih nyaman dengan mu, sikap Akbar lebih lembut, lebih care pada mu daripada merasakan ketulusanku...tapi aku tak bisa memaksa nya untuk mengerti itu, merasakan itu..." Grace menyeka air mata di sudut pipinya


" Tapi jika kau hanya main main... maka berilah aku kesempatan untuk membuatnya merasakan dan menerima ketulusan ku ini..."


" Lalu apa saya harus menjauhinya buk...??? jika mungkin rasa yg ada pada hati ini lebih tulus dan lebih besar dari ketulusan yg ibu punya untuk pak Akbar...!!!" kali ini Je membalas, rasanya bukan hanya Grace saja yg memiliki ketulusan itu, dirinya mungkin lebih

__ADS_1


" Jadi kamu mencintainya...???" tanya Grace tajam


Je mengangguk pelan


Grace terdiam, tatapannya begitu nanar, seakan dia marah, tak terima dengan kejujuran Je


Tapi dia hanya diam


Lalu kemudian langsung pergi meninggalkan Je yg masih mematung sendiri


" Maaf bu Grace... mungkin menurut anda saya egois... saya tak bisa mengerti ketulusan yg anda miliki, tapi bukankah cinta itu egois...??? jujur tak mungkin aku mengorbankan hatiku demi membahagiakan orang lain...aku juga memiliki ketulusan itu... jadi tak mungkin ku biarkan aku sendiri terluka hanya karena tak enak dengan anda...." gumam Je getir


Terkadang cinta itu memang rumit


Bukan Je tak mengerti perasaan Grace, egois... tapi dia juga berhak memikirkan hati nya sendiri, menjaga perasaannya sendiri


Jika memang Akbar lebih memilihnya sedang dia pun mencintai lelaki itu, haruskan mengorbankan dua hati demi satu hati...???


Yahhh cinta itu egois....


Je kembali menatap wajah nya di cermin, hatinya sungguh tak tega melihat ketulusan dan tangis Grace yg begitu pilu, seakan ketulusannya tak dihargai


Tapi apadaya, dia pun tak mungkin membiarkan hatinya terpuruk, dia juga berhak memperjuangkan kebahagiaannya


Je segera merapikan make up nya dan segera kembali keruang meeting, tak lupa senyum manis dia ulaskan dibibir tipis merona nya


menyembunyikan baru saja rasa kalut dan bayangan tangis Grace yg membuatnya dilema


" Pak Akbar..." panggil Je setelah berada di samping Akbar


" Lama nian... dem mau mulai lagi meeting nya... ame la telat malu ame pak bos..." komen Akbar menggerutu


Je hanya tersenyum dan langsung duduk disamping Akbar


" Maafkan saya bu Grace... tapi hati tak bisa dibohongi...."


Bersambung~


Seperti Je yg meminta maaf sama bu Grace


Author pun sama


Akhir akhir ini dek pacak up tiap hari ape lagi double up


Author butuh nian dukungan dari readers gale... baik dari Vote, like dan comen nyo


Kadang disaat inspirasi lagi buntu, dukungan kance kance sangat berarti bagi author


Plissss.....


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2