
" Ayuk...." panggil Akbar lembut
Rere yg lagi sibuk mengomentari ikan berenang langsung menoleh kesumber suara
" Ya Alloh Akbar muka lu habis diapain...???" tanya Rere kaget, dia langsung berlari menghampiri Akbar, memeriksa luka lebam dan bibir nya yg pecah serta sudut bibir dan pelipis mengeluarkan darah
" Habis ku bikin biar makin ganteng kaya pak bos yuk... eeehhh malah jadinya penyok.." gurau Akbar menanggapi kekhawatiran Rere
" Lu udah bosen punya muka...???" Rere tampak begitu kawatir, langsung diambilnya air kompres sekaligus kotak p3k untuk mengobati luka Akbar biar gak infeksi
" Yuk dek usah berlebihan, aku malu..." ucap Akbar yg merasa menyesal dalam kondisi seperti ini datang menemui Rere, disangka nya dia memelas dan ingin diperhatikan saja
" Gue ini kakak lu... walaupun gue nggak bisa ngomong pakai bahasa dusun lu... nggak perlu sungkan..." sahut Rere menegaskan
" Siapa yg bikin lu bonyok kek gini...???"
" Dek keruan... orangnya dide memperkenalakn dirinyo..." sahut Akbar
" Lu punya musuh emang...???" selidik Rere
" Dek lah... sape nak galak ade musuh... tapi kita kan dek pacak mencegah jeme dek suka nga kita yuk..."
" Apa ini ada hubungan nya dengan pacar lu si Picil itu...???" Rere negatif thingking
" Dide yuk... "
" Grace...????" kejar Rere
Akbar langsung tercekat, penolakannya berhenti di ujung tenggorokan
" Jadi ada hubungannya sama Grace...!!!" pekik Rere tajam
" Ulah Wildan itu..." tiba tiba Dev ikut nyahut
" Dari mana pak bos keruan...????" tanya Aobar
" Jadi beneran si Wildan yg nonjokin lu...!!!" Rere kaget
" Eeee dem yuk... die anye cemburu saje dengan gosip waktu itu... terus dia takut kalah saingan karena die suka nga bu Grace..." jelas Akbar berusaha memblokir emosi Rere, Akbar nggak enak kalau disangka nya dia tukang ngadu, makin dibully lagi nanti sama Wildan
" Bukannya dia yg bikin gosip murahan itu...!!!" Rere masih bertanya lagi
" Wildan.. Tata... itu sama kaya Mia dan Gino... orang orang yg suka menghalalkan segala cara demi keinginan nya, berlaku licik demi ambisinya, dia tidak peduli orang akan cekaka atau apapun asalkan apa yg diharapkannya bisa terwujud..." jelas Dev
" Aku sudah menduga Wildan pasti akan memyerang Akbar setelah ku keluarkan kemarin...dan ku pikir Tata juga akan menyerang mu... makanya ku perketat lagi bodyguard untuk mu..."
" Ngeri banget sih kak hidup berdekatan dengan orang orang seperti itu... nyawa kita kayak dibikin mainan..." terlintas bayangan saat Rere mendapat penyerangan berkali kali yg hampir membuatnya celaka
" Itulah makanya aku nyuruh Akbar buat latihan bela diri... hidup di kota besar jaman sekarang laki laki yg tdk pandai bela diri sama artinya setor nyawa ke musuh....apalagi jika suatu saat nanti kamu sukses Akbar bakal banyak orang disekeliling kita bermuka baik tapi menusuk dari belakang... tak tanggung tanggung kadang menikamnya diam diam..."
__ADS_1
" Ao pak bos... saya bersedia saje.. pak bos ajari bela diri... saya juge harus pacak melawan saat diserang, bukan anye ngehindar atau menangkis saje..." sahut Akbar bersemangat
" Kalau gue nggak lagi hamil gue juga mau deh diajak latian bela diri... biar nggak di bully netizen katanya tomboy tapi nggak bisa bela diri nggak keren... wagu..." rungut Rere mengeluarkan unek uneknya
" Curcol nih..." cibir Akbar
" Iye... numpang nglapak di tempat lu... biar unek unek gue tersampaikan..." sahut Rere
Akbar nyengenges menanggapi dumelan Rere
" Yaudah besok pulang kerja saya tunggu kamu dirumah..."
" Siap pak bos..." Akbar mengangkat tangannya meletakkan di pelipis tanda memberi hormat layaknya anak buah kepada ketua nya
Dev hanya kelirik lalu berlalu menibggalkan mereka yg masih asyik mengobrol di ruang santai belakang.
Tak lupa mereka juga menikmati buah buahan segar yg dibawa Akbar khusus untuk Rere.
***
Seminggu sudah Akbar berlatih bela diri tiap sore sama Deven, latihan yg sangat menguras tenaga dan menyiksa Akbar
Bagaimana tidak seperti di hari pertama Akbar yg belum mengerti tekhnis pertahanan dgn benar langsung diserang Dev bertubi tubi, luka memar dari Wildan semakin ditambah membuat Akbar babak belur
Entah apa motif pak bos satu ini, apa dia ada dendam pribadi juga...???
Hari berikutnya Akbar mulai menghindar saat Dev menyerangnya, serangan Dev nggak kaleng kaleng bogeman nya lebih mematikan ketimbang pukulan Wildan sakitnya nyampai 10 kali lipat.
Disaat Akbar mulai terdesak disitulah Dev memberinya petunjuk
" Ayooo lakukan sesuatu... kamu mau tetap hanya bertahan dan menghindar apa memyerang balik...." teriak Dev menyadarkan Akbar
Disaat kondisi makin terdesak Akbar benar benar kewalahan dengan serangan Dev, benerapa kali pukulan dan tendangan mulus fi badannya
" Ayo lakuka. sesuatu...!!!"
Mau tak mau Akbar melawan, dia harus menyelamatkan dirinya, disitulah kekuatan dalam diri muncul, tiba tiba Akbar mampu menyerang balik Dev hingga satu pukulan keras mulus ke pipi Deven
Dev meringis sambil mengusap darah disudut bibirnya
" Pak bos... aku.. aku minta maaf pak bos aku dek sengaje..." ucap Akbar panik, dia sungguh tak enak hati sudah menyakiti bosnya
Dev tersenyum
" Gimana kamu bisa kan melawan...???" tanya Dev sambil menepuk pundak Akbar
Akbar terdiam, iya... dia baru menyadari jika barusan dia berhasil menangkis Dev dan berhasil melawan balik hingga Dev dalam kondisi terjepit
" Kalau kamu berani mengekuarkan kemampuan mu disaat kamu terdesak, kekuatan terbesar dalam dirimu akan muncul... manfaatkan itu..." Dev memberi penjelasan
__ADS_1
" Selama ini kamu selalu babak belur karena kamu hanya menangkis dan bertahan tanpa kamu berani melawan balik, kamu tak percaya diri karena kamu menganggap kamu tak pandai bela diri..."
Akbar menyadari nya, sekarang dia merasa lebih yakin akan kemampuan yg dimilikinya
" Istirahat lah... besok akan ku ajari tekhnik penyerangan..." ucap Dev sambil berlalu meninggalkan Akbar yg masih terpaku dengan kemampuannya
" Makasih pak bos... maaf aku dek sengaja tadi... mau aku obati dulu..." sahut Akbar rikuh
" No... aku bisa mengobatinya sendiri...!!!"
Keesokan harinya tepat di hari ke 3 latihannya Dev mengajarkan bagai mana cara nya menterang dengan jurus jurus yg jitu, memakai jurus Angkling darma, Batik madrim, Sembara, dan Si pahit lidah
Semua tekhnik di ajarkan Dev pada Akbar
Meski awalnya Akbar sedikit kesulitan namun akhirnya dia bisa menguasai semua gerakan dengan baik
Bahkan saat Dev menyerangnya dengan tiba tiba Akbar juga sudah mampu menangkus fan melawan balik, kekuatan mereka hampir imbang, meski ada beberapa pukulan Albar yg kaku dan kurang mateng sehingga masih bisa di baca Deven
Yahhh wajar lah Readers ya Akbar kan baru belajar sedang Deven udah sabuk hitam karate, silat dan tekondow.
Ya kalau dari tiga bela diri itu dek ada sabuk hitamnya nggak usah di protes ya readers anggap aja ada gitu hihihiii
" Udah lumayan Bar... tinggal kamu imbangi dengan berat badan mu...sering lah berolah raga atau fitnes agar otot otot mu terbentuk..." saran Dev diakhir latihan
" Ao pak bos... aku sangat berterimakasih... pak bos dem ngajari aku bela diri..." sahut Akbar penuh terimakasih
" Ingat... bisa bela diri bukan buat ajang pamer biar disegani orang atau ditakuti... kemampuan ini kamu keluarkan saat terdesak, seperti menghadapi musuh atau membantu menolong orang..." pesan Deven
" Siap pak bos..." sahut Akbar mantab
" Kemampuan mu belum sempurna saat kau ketemu dengan orang yg lebih hebat atau kau dikeroyok banyak orang kau masih akan terdesak dan kalah... jadi tetap berhati hati dan waspada..." Dev mengingatkan
Akbar mengangguk mengerti
" Sekali lagi terimakasih pak bos..."
" Hmmmm...."
Dev segera berlalu meninggalkan Akbar yg masih kegirangan dengan kemapuan nela diri nya yg baru saja ia miliki.
" Alhamdulillah... umak aku dem pacak jage diri mak... aku dek akan di pukuli jeme lagi....makasih pak bos..." gumam nya girang
" Boleh juga nih di cube sama Wildan sape tau aku pacak menang dari die... biar gantian ku pukuli muka songong die itu... biar hilang sudah harapan die buat tampan hahahaaa...."
Bersambung~
Jangan lupa komen, like dan Vote yg banyak ya Readers
Happy Reading....
__ADS_1