Bujang Dusun

Bujang Dusun
Penyesalan Grace


__ADS_3

Setelah Je berhenti menangis, kondisinya dudah mulai stabil, Akbar mencoba mendekatinya, Akbar duduk disamping Je sembari mengelus pundak Je lembut


" Ada hal yang terlalu memberatkan mu kah...???" tanya Akbar pelan


Je menengadah menatap Akbar sendu, meski air matanya masih terus berjatuhan namun bibirnya ia paksakan untuk tersenyum


" Maaf ya... aku lagi baperan....maaf aku juga kurang profesional hari ini..." ucap Je pelan


Akbar menyeka air mata Je di pipi


" Tak apa... tapi tolong jelaskan pada ku apa yang membuat mu seperti ini...??? apa karena aku belum bisa memberi mu kepastian..??? aku janji Je secepatnya aku akan bicarakan nga umak balek kantor petang ini..."


Je menggeleng


" Bukan itu...!!! ini soal... soal suasana hatiku yang emang lagi sensitif... maaf aku jadi nggak bisa ngontrol diri... malah bikin kamu pusing..."


Je sengaja tak menceritakan permohonan ucapan Grace tadi, kasihan Akbar


Dia pasti akan makin terbebani dan menyalahkan dirinya, biarlah... biarkan apa yang bu Grace sampaikan tadi, cukup dia yang mendengarnya


Sekali lagi bukan egois, bukan tak mau kasihan atau mengerti perasaan gadis itu, hanya Je juga menghargai perasaan Akbar, keputusan Akbar yang lebih memilih dan mencintai dirinya ketimbang gadis itu


Je juga tak mau membuat Akbar terus bingung harus bagaimana...


Biarlah... biarkan semua terjadi sesuai jalannya


" Kamu yakin tak ada yang membebani pikiranmu...???" tanya Akbar sanksi, sebab Je tetap tak mau jujur padanya


" Nggak sayang... aku baik baik aja... mungkin aku sedang dilanda cemas yang berlebihan, akibat trauma ku dengan masa lalu, atau kepikiran dengan aku yang semalam habis mimpi kurang baik... makanya jadi lebay gini..." sahut Je berusaha meyakinkan Akbar


" Mau aku buatin minum biar kaba lebih tenang...???" tawar Akbar


Je menggeleng


" Gak usah... aku sudah jauh lebih baik... terimakasih sudah membolehkan aku kesini sebentar... terimakasih sudah segini perhatiannya... aku jadi Ge Er... hehehe.." Je cengengesan


" Aku mau balik ke ruangan ku dulu ya... jangan ilfeel dengan kelakuan ku hari ini... aku janji akan lebih bisa mengontrol diri lagi..." pamit Je


" Ao sayang... jaga kesehatan ya... aku sayang kamu..." balas Akbar lembut


" Tuuuhhh kan bu Grace anda dengar kan... kalau kak Akbar sayang padaku... bukan pada anda..." ucap batin Je


" Bye..."


Je segera keluar dari ruangan Akbar kembali ke meja kerjanya


Stevani dan Anye makin heran melihat Je, mereka lihat Je lari dengan wajah semrawut masuk keruangan Akbar setelah diajak bicara sama bu sekretaris, tapi begitu keluar dari ruangan pak manager Akbar, dia sudah baik baik aja, sudah senyum senyum manis ala abegeh lagi bucin, ditambah wajahnya sudah kembali tenang tak awut awutan lagi


" Je...lu oke...???" tanya Stevani


" Oke... I'm Verry oke..." sahut Je santai


Stevani dan Anye hanya saling ngangkat bahu keheranan

__ADS_1


Gini kali ya drama orang lagi bucin versi karyawan dan pimpinan kantor....


Di sisi lain,


Grace sedang merutuki dirinya sendiri, dia merasa sangat bersalah dan menyesal atas apa yang telah ia ucapkan pada Je, meminta gadis itu untuk melepaskan Akbar untuk nya, memohon pada gadis itu agar memberikan cinta Akbar yang jelas jelas miliknya


Grace merasa sangat bodoh dan jahat


Benar kata Je cinta nya adalah cinta buta dia sampai tak membedakan mana cinta mana egois


Memang hatinya tak sanggup melihat Akbar bersama wanita lain, tapi sebagai sesama perempuan yang memiliki hati bukankah tindakannya lebih tak punya hati...!!!


Grace mengecek pesan di ponselnya, permohonan nya untuk kembali ke kantor pusat rupanya belum juga mendapat konfirmasi dari pak presdir


Dia sudah ingin segera pulang, menjauh sejauh mungkin dari Akbar, melupakan dia meski itu amat sangat sulit


Tapi jika masih terus disini, setiap hari selalu bersama nya bertemu dengannya


Bagaimana cara Grace bisa melupakannya...???


Entah lah Grace pun bingung kenapa pak presdir mengutusnya ke sini, sekedar memantau kantor Akbar dan membantu Velis menyelesaikan tugasnya, bukankah hal itu sudah biasa mereka lakukan...???


Atau pak presdir memang sengaja sedang mengujinya soal profesionalitas kerja...!!!


Grace teringat saat pak Presdir memergoki dirinya tengah mengagumi foto Akbar, menuliskan banyak puisi puisi cinta untuk lelaki itu, menceritakan soal hati yang belum berani menyambut tumpuan


Bahkan sampai dirinya di tegur pak Deven gegara kurang focus, kebanyakan melamun dan sering salah dalam melaksanakan pekerjaannya


Grace juga mulai curiga dan was was dengan kedekatan Akbar dengan Je saat mereka menghadiri meeting bersama, Feeling Grace mereka ada hubungan lebih dari sekedar karyawan dengan atasan


Grace terus kepikiran, sampai dia tak bisa lagi bersikap profesional


" Apa kamu suka dengan Akbar...!!!" tanya Pak Deven dingin, waktu Grace di tegur dan dipanggil keruangan presdir


Grace hanya bisa menelan saliva nya takut,


Pak Presdir orang yang tidak pernah mau ikut campur urusan orang, apalagi dipusingkan dengan masalah percintaan orang lain, tapi kalau dia sampai di tegur seperti ini tandanya ini sudah mengganggu etos kerja nya di perusahaan


" Maaf pak presdir..." sahut Grace takut


" You Know...??? aku paling benci orang yang tidak bisa bersikap profesional dalam bekerja...menyangkut pautkan urusan pribadi di dalam pekerjaan...!!! aku tidak peduli kamu suka sama Akbar atau siapapun...!!! tapi bukan berarti melakukan tugas mu saja kamu lalai...!!!" bentak pak Deven marah


" Kamu digaji disini untuk kerja bukan untuk nyari jodoh...!!!"


" Maaf pak presdir... saya minta maaf... beri saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya..." mohon Grace memelas


" Aku kirim kamu ke kantor Akbar...!!! aku mau lihat seberapa profesional kamu dalam kerja mu... jika disana kamu semakin tidak jelas... maka aku sendiri yang akan memecatmu secara tidak hormat...!!!!" ancam Deven


" Pergilah besok pagi... berangkat ke kantor Akbar... sampaikan kalau kamu mendapat tugas dariku untuk membantu nya di kantor cabang sementara...!!!" titah Deven tak terbantahkan lagi


Sungguh ini tantangan Grace terberat, harus bisa bekerja dengan baik bersama orang yang selama mereka berjauhan selalu membuat nya tak focus,


Apakah dia sanggup bersikap profesional saat selalu bersama dengan Akbar... atau dia tak bisa mengendalikan perasaan cintanya....!!!

__ADS_1


Tapi ternyata....


Dunia nya seakan runtuh tak berbekas lagi, saat dia tau bahwa Akbar telah menjalin hubungan dengan Je, bahkan Akbar telah memperkenalkan Je pada ibunya


Keadaan nya semakin memburuk, dia benar benar sedang diuji, mampukah dia bersikap biasa saja saat mengetahui kenyataan itu...???


Ternyata dia tak mampu...


Meski awalnya Grace pura pura cuek dan bodo amat, bahkan menjauh menghindar dari Akbar ataupun Je


Nyatanya hari ini...


Dia sudah merusak semuanya, dia tak bisa mengontrol dirinya untuk bersikap profesional,


Semua aktivitas kerja nya selalu dia sertai rasa dendam, marah, sakit hati pada Je maupun Akbar, bahkan dia sering membuat Akbar disibukkan dengan banyaknya tumpukan pekerjaan hanya karena dia ingin membuat Akbar tak punya waktu banyak untuk Je


Atau menyuruh Velis untuk memgembalika. laporan Je dan disuruhnya memperbaiki berulang kali, padahal tak ada yang salah


Semua itu ia lakukan karena sakit hatinya, dan memanfaatkan kekuasaan nya di perusahaan


" Lalu apa yang sudah ku lakukan ini...!!! pak Deven pasti akan semakin marah dan kecewa...aku telah gagal... aku terlalu egois dan picik..." tangisnya menyesali kesalahannya


Sebenernya Grace adalah wanita yang baik, lembut dan santun


Hanya cinta telah membuatnya tak bisa berfikir jernih, cinta yang terlalu berambisi...atau patah hati yang tak bisa diterimanya...


" Aku harus bicara pada Je lagi... aku harus minta maaf pada Je.. Akbar... pak Deven... dan semuanya... aku salah... aku telah mengecewakan mereka semua...!!!"


Isak tangis Grace dan semua obrolan nya dengan Je tadi rupanya tak lepas dari pengamatan mata seseorang


Mata yang begitu tajam menatap mereka, dengan sorot mata penuh benci dan dendam


Keadaan ini akan dimanfaatkan nya untuk melancarkan segala keinginan ambisinya....


" Kau akan hancur....!!!!"


Bersambung~


Cinta memang tak salah


Hanya cara menyikapi nya yang salah


Sehingga banyak orang tersakiti karena cinta


Padahal cinta datang membawa bahagia bukan menyakiti...


Begitu kira kira kata pujangga hihihiii


JANGAN LUPA VOTE nya kance ini author dem double up looohhh


Mantep kaaaannnn.....


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2