Bujang Dusun

Bujang Dusun
Hadiah Dari Presdir


__ADS_3

Seminggu setelah Iwan dibawa polisi


Suasana kantor masih seperti biasa...aktivitas juga tetap seperti biasa, stabil dan tidak ada kekacauan apapun


Hanya jumlah penjualan minggu ini sedikit mengalami masalah karena ada kompetitor baru yang bersaing dengan bagus di pasaran


Akbar harus sedikit mencari inovasi baru supaya bisa menyaingi kompetitor nya


Sebagai manager harus cekatan, pandai membaca situasi dan mempunyai ide ide baru yang cemerlang, harus lebih gesit dan jeli


Untungnya Akbar adalah tipe orang yang selalu belajar dan mencari cara cara baru, dia selalu belajar mengasah potensi nya untuk bisa berdedikasi dengan baik pada perusahaan.


Dia memang tak berpendidikan tinggi, hanyalah bujang dusun dari sebuah kota kecil di sudut tanah Melayu, namun daya juang dan cara pembelajarannya tak kalah dengan orang berpendidikan dan berpengalaman tinggi


Dia selalu mencari gagasan baru setiap ada perubahan perubahan baru


Makanya Dev bangga pada lelaki satu ini, tak sia sia dulu Rere membawanya dari kampung


Akbar tidak hanya jujur dan pekerja keras tapi dia cerdas dan selalu berkeinginan maju, loyalitasnya dan kesetiaannya pada perusahaan tak perlu diragukan lagi


Bahkan dia selalu melakukan pekeejaannya dengan sungguh sungguh tanpa harus disuruh


Akbar memang bujang idaman...


Hihihiii


Deven tiba di kantor cabang Akbar, hari ini Dev datang bersama Reza,


Velis sempet heboh karena pak Presdir datang tapi pak manager nya sedang turun kelapangan dan belum balik ke kantor lagi


" Selamat datang pak presdir..." sapa Velis dengan gugup, karena tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu tau tau pak presdir dan asisten nya tiba tiba datang ke kantor nya


Apakah ada kesalahan yang sangat urgent...???


Pikirnya panik


" M..maaf pak Akbar nya lagi dilapangan..." lanjutnya


" Its oke...saya akan menunggunya diruangannya ..." balas Dev datar


" B..baik pak presdir...eee apa perlu saya hubungi pak Akbar agar segera kembali ke kantor...???" tanya Velis


" Tak perlu... biarkan manager mu melakukan tugas nya dengan baik... saya akan menunggunya sampai dia kembali ke kantor..."


" Tapi maaf pak presdir pak Reza... pak Akbar kalau tidak dikasih tau bahwa pak presdir menunggu pasti beliau akan balik ke kantor nanti sore bareng karyawan marketing lain..." terang Velis


Dev malah tersenyum, senyum ramah


" Biarlah....kembali saja kau bekerja..."


" B..baik pak permisi..." Velis segera kembali ke ruang kerja nya


Tampaknya Velis masih gusar dan bingung dengan kedatangan pak presdir dadakan, tapi kalau ngliat wajah santai dan sumringah pak presdir sepertinya kedatangannya bukan karena ada masalah


" Semoga semua baik baik saja..." gumamnya penuh harap


Ngeri ngeri takut kalau sampai hal yang membuat pak presdir datang adalah karena adanya suatu masalah,


Karena pak presdir tidak akan datang ke kantor cabang jika tidak ada sesuatu yang penting dan genting


Selama ia bekerja di kantor cabang, pak presdir akan datang jika omset kantor sudah sangat jelek atau ada masalah pada manager dan orang orang yang di beri kepercayaan lainnya.


" Kerja yang sangat bertanggungjawab bocah itu..." puji Reza begitu mereka duduk disofa ruangan Akbar


" Dia tak hanya sekedar mengatur tapi langsung memberikan contoh bersama mereka... kesigapan Akbar dalam menyelesaikan masalah memang patut diberi apresiasi Dev..."


" Gue punya sepuluh manager seperti Akbar... kerja gue akan lebih ringan dan kantor kantor cabang bisa terorganisasi dengan baik..." balas Deven bangga


" Oke kita tunggu aja kedatangannya disini..."


Reza ikut manggut manggut membenarkan ucapan Deven bos nya.

__ADS_1


Sekitar pukul tiga sore Akbar kembali ke kantor bersama karyawan marketing lain, termasuk Je dan Merria tentunya, tapi seperti yang sudah disepakati dari awal ketika masih dalam aktivitas kantor Akbar akan bersikap profesional terhadap Je, begitupun sebaliknya, tidak ada sikap alay yang terlalu menuntut untuk mendapat perhatian lebih, semua tetap seperti biasa bersikap layaknya pimpinan dengan anak buah.


Akbar sedikit menyerngit saat melihat ada mobil mewah mirip mobil pak bos Deven, mobil Camry hitam..


Apakah memang pak presdir datang ke kantornya...???


Ada apa gerangan, kenapa kedatangan beliau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu...???


Apa nilai kantornya sangat jelek...???


Aahh Akbar sedikit panik segera berlari keruangannya


Thookk toookk


Akbar mengetuk pintu ruangannya, meskipun itu ruangan miliknya tapi orang yang ada didalam adalah pak presdir, dia harus tetap hormat dan menghargai


Akbar membuka pintu pelan


" Pak bos pak Reza... aduuhh maafkan saya yang baru kembali ke kantor... maaf saya tidak tau kalau pak bos dan pak Reza mau berkunjung ke kantor..." ucap Akbar penuh hormat pada dua atasannya yang duduk santai di ruangannya


" Duduk lah Bar..." ajak Dev datar


Akbar segera duduk di depan Deven, menunduk hormat


" Aku memang sengaja datang ke kantor mu tanpa memberitahumu terlebih dahulu... karena aku mau tau langsung bagaimana kerja mu dan cara mu megang kantor cabang..." jelas Dev


" Mohon maaf pak bos kantor sedang menurun omsetnya, tapi saya janji saya akan segera menemukan solusi untuk cara nya memperbaiki lagi..." Akbar merasa malu dengan kondisi kantor yang dipegangnya saat ini


" Apa persiapan dan strategimu untuk membuat perbaikan...???" tanya Dev


" Beberapa hari ini saya turun langsung pak bos, saya mau tau langsung permasalah dilapangan yang memicu titik masalah, ternyata karena ada kompetitor baru yang lebih kreatif dan inovatif..."


" Dan saya sudah menganalisa, mencoba memperbaiki dengan cara membuat inovasi baru yang berbeda dan lebih menarik, strategi baru dan perbaikan perbaikan cara trik pengelolaan, saya mencoba menerapkan pada diri saya dulu... baru saya share kan pada karyawan marketing..."


Terang Akbar penuh percaya diri


" Kamu yakin dengan cara yang kamu lakukan...???"


Reza manggut manggut kagum, Akbar memang cekatan dan cerdas


Dev terlihat puas dan bangga dengan jawaban optimis dari Akbar, sebuah solusi dan pergerakan langsung sebagai bentuk tanggungjawab seorang pimpinan.


" Kenapa kamu harus mencoba nya sendiri dulu... kan bisa tinggal ide ide kamu itu kamu share ke karyawanmu lalu suruh mereka nyoba maka kamu akan bisa menimbang hasil perubahannya..." Reza gantian bertanya, sebenernya lebih ke melihat cara pandang Akbar


" Ame la saya turun langsung pak Reza saya akan tau betul pokok masalahnyo, titik kesulitannyo dan saya juga akan mengetahui seberapa akuratnya ide dan trik solusi yang saya temukan...maka saya akan dengan mudah memberi tahu karyawan solusi yang tepat..." jawab Akbar


" Akbar..." panggil Deven


" I..iya pak bos..."


" Apa fasilitas dari perusahaan yang kamu butuhkan...???"


Akbar menyerngit, lalu menggeleng


" Dide pak bos... semua sudah terfasilitasi..." jawabnya polos


" Gaji mu cukup...???"


" Cukup pak bos... gaji aku jadi manager ini... dem pacak buat memenuhi kebutuhan aku ... ngirim umak sandi dusun... dan sisanya ditabung..." balas Akbar latah dengan bahasa dusunnya


" Pengen liburan mungkin Bar...!!!" Reza memancing


Akbar menggeleng dengan ekspresi polos


" Dide pak... saya dek keruan mau liburan kemano..."


" Ini untuk mu...!!!" Dev menyodorkan kotak berwarna coklat pada Akbar


Akbar tak bertanya, hanya menerima kotak itu dengan wajah tak mengerti


" Bukalah..."

__ADS_1


Dengan bingung Akbar membuka kotak coklat itu,


Kunci mobil sport keluaran terbaru


Akbar melongo menatapnya, lalu berganti menatap Deven bingung


" Itu adalah bonus yang saya berikan untuk manager hebat yang melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan sangat baik..." Deven seakan menjelaskan tatapan Akbar,


" Anggap saja itu hadiah dari ku untuk mu..."


" Eee pak bos ini... ini ilok nian pak bos...aku terharu..." wajah Akbar memerah, matanya berkaca kaca sangking terharu dan bahagianya


" Terimakasih pak bos....terimakasih..."


Rasanya lidah Akbar tiba tiba kelu, kata kata yang banyak yang ingin dia sampaikan terasa beku didalam tenggorokannya,


" Jangan nangis Bar..." ledek Reza


" Saya... saya terharu pak... ini sangat sangat istimewa sekali..."


" Itu sepantas dengan loyalitas yang kamu berikan untuk perusahaan, kesetiaan dan kejujuran kamu pada saya tak bisa dibayar dengan apapun..."


" Itu dem jadi kewajiban saya pak bos...dengan pak bos mau memberi kesempatan saya ngiring begawe disini bae saya dem bahagia nian pak.. melihat saya ni dek berpendidikan tinggi, dek banyak pengalaman...."


" Tapi kamu layak menjadi pemimpin dan good example untuk karyawan mu... melebihi orang yang berpendidikan tinggi..." puji Reza gantian


" Dan aku sangat puas, bangga dengan kinerja mu..." tambah Deven lagi


" Jadi hadiah ini layak untuk mu..."


Akbar menerima kunci mobil itu dengan gemeteran,


Seumur hidupnya, bujang dusun sepertinya tak pernah terbesit membayangkan akan memiliki mobil sport mewah yang harganya lumayan fantastis,


Menjadi seorang manager saja sudah luar biasa menurutnya, apalagi ditambah memiliki mobil mewah....


Akbar benar benar terharu


" Selamat Bar... teruslah bekerja mendedikasikan prestasi mu..." Reza menepuk nepuk pundak Akbar yang kebetulan duduknya lebih dekat dengannya


" Terimakasih pak bos... pak Reza... terimakasih..."


Akbar hanya mampu berucap terimakasih, rasa bahagianya membuatnya gemeteran dan buyar pikirannya


" Lebih bertanggungjawab lagi kedepannya..."


Bersambung~


Dua hari ini author dek up bukan karena dej peduli dengan kance kance ya


Author tetap cinta kalian... dan ingin setiap hari menemani kalian


Hanya novel MyHusband Bos Muda Jutek...


tentang Rere dan Deven ada sedikit problem


Jadi author harus merevisi beberapa kata, kalimat dan panggilan pada salah satu tokoh..


Jadi sengaja author focusin kesana dulu...


Eehhh waktunya nggak nutut, jadinya terpaksa Akbar libur


Hihihiiii


Jangan lupa Vote ya...


Kasih like dan komen positivnya juga....


Biar ketularan dapat hadiah kayak Akbar


Hihihiii

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2