
Seharian ini Akbar sibuk di kebun, pagi tadi dia sudah harus nyadap sebab kalau sampai siang getah karet akan lebih sedikit dan kualitasnya kurang bagus, sekarang dia masih sibuk memanen sisa kopi yg sempat tertunda karena harus nunggu durian.
" Ame la aku jadi ngiring ayuk Rere ke Jakarta kita akan berpisah..." gumam Akbar sendirian, sepertinya doi sedang mengajak bicara pohon kopi didepannya.
" Hmmm... baru aku mau jatuh cinta dem patah hati saje... ape aku tikung saje ya ayuk Rere itu...??? Aahhh tapi... suaminya itu boss besar...dide kuat aku bersaing nga dia...blm agi kalau bos biasanye serem...di ndek aku pacak bersaing..."
Gerutu nya seorang diri.
Terkadang cinta itu memang datang disaat yg kurang tepat, cinta bisa hadir tanpa tau itu mikik siapa, tapi setidaknya Akbar lebih beruntung, sebab dia diberi tahu diawal jauh sebelum kuncup itu mekar, di cabutpun masih mudah meski tentunya sedikit meninggalkan bekas.
Akbar segera mengangkut karung berisi biji kopi keluar kebun, dibawa nya ke pengepul, sisa biji kopi yg dipanennya hari ini akan dijualnya mentah atau tidak di proses umak menjadi kopi bubuk terlebih dahulu.
Setelah urusannya selesai Akbar langsung pulang kerumah.
Umak baru saja selesai memasak ikan kuah kuning kesukaan Akbar di tambah tempuyak
Air liur Akbar langsung jatuh menetes, membayangkan betapa nikmatnya masakan mak kali ini.
" Mak aku lapar..." ucapnya begitu masuk rumah
" Wangalaikmsalam....hmmm lupe uluk salam kau ya..." hardik umak sambil menepuk punggung Akbar
" Hehehe... masakan umak terlalu menggugah selera makan aku..."
" Ao... ambil la nasi...."
Akbar langsung mengambil nasi yg kebetulan masih mengepulkan asapnya, mak baru saja selesai memasak nasi di pengukus, di rumah Akbar mak dide pakai magic com untuk menanak nasi.
Aroma nasi panas yg nikmat di tambah tempuyak ikan kuah kunih benar benar membuat Akbar lahap, bahkan doi sampai nambah berkali kali
" Rasanyo lelah ku hilang mak... terbayar dengan makan lezat ini..." ujar nya sambil menyuap nasi kemulutnya
" Kau akan rindu masakan umak kalau la pergi ke Jakarta..."
__ADS_1
" Rindu nian...aku yakin disane deb die jeme tau ape tu tempuyak..."
" Sejauh apapun kaba pergi pesan umak satu ee... jangan la lupe adat dan budaye jeme dusun...itu warisan puyang kite gale..."
" Ao mak.. aku dek lupe aku ni jeme melayu..." sahut Akbar.
Terkadang memang banyak meski tak semua, orang orang mulai melupakan adat tradisi kampung halamannya, hanya beranggapan itu kampungan, kuno dan ketinggalan zaman, mereka seakan tak lagi tau tentang adat budaya leluhur. Semua tergilas dengan perkembangan zaman, generasi generasi mellenial yg tak lagi paham tradisi, seakan semua tak dianggap berharga.
Tapi untuk sebagian orang yg masih memegang erat tradisi dan budaya daerah nya, dia akan terus melestarikan, menceritakan ke anak cucu nya, karena Indonesia indah dengan ragam dan budayanya, saling toleransi dan guyup rukun itulah bangsa Indonesia.
" Ape di Jakarta nanti aku harus pakai baju adat melayu...???" gumam Akbar lirih yg masih didengar umak
Umak memukul kepala Akbar lirih
" Bukan gitu pule..."
" Aoooww mak sakit pala ku ni...becanda mak.." ringis Akbar memegangi kepalanya.
" Umak dengar pula aku ngomong..." keluhnya dalam hati
Jadi wajar ya kalau percakapan mak ke Akbar itu sedikit, dan hanya yg penting saja dia sampaikan tanpa bumbu bumbu guyonan.
Tapi lain hal nya dengan Akbar, aslinya Akbar ini anak nya pro aktif, sering berkelakuan nyleneh dan suka ngebanyol, tapi.. semenjak semua kawan seusianya di dusun mulai ikut dengan pergaulan dusun yg menurut Akbar kurang bagus, Akbar lebih memilih diam dirumah, jarang kumpul dengan mereka sampai di olok olok ditiap tongkrongan Akbar bujang cupu, banci... kerjaan cewek di kerjakannya juga dirumah.
Akbar sekalu ingat pesan mendiang bapang, untuk tidak terjerumus pada pergaulan dusun yg kurang bagus, minum, makai obat terlarang, mengedar, judi, pesta, beg*l dan lain sebagainya...
Mungkin bagi sebagian orang ini sudah jadi hal yg lumrah hidup di tempat yg katanya orang orang nya terkenal keras, apa lagi tingkat pengangguran dan sulitnya lapangan kerja disini tinggi menjadikan kewajaran jika jumlah kriminalitas juga meningkat.
Untuk itu Akbar punya cita cita besar, ingin merubah hidup walau harus meninggalkan umak sendiri di dusun, jika Tuhan menghendaki mimpi nya tercapai, Akbar mau membuka usaha di dusun..membantu mengurangi angka pengangguran, supaya kawan kawannya yg saat ini melakukaan tindakan kriminal mendapat pekerjaan yg lebih baik.
Kelihatannya mustahil jika melihat baground Akbar yg tak punya skil, pengalaman apalagi modal, tapi hidup perlu optimis, mimpi harus besar jika ingin mendapatkan sesuatu yg besar, maka tindakan mu juga akan besar
The power of spirit
__ADS_1
Hanya itu yg Akbar miliki saaat ini.
Selesai memberesi sisa makan siangnya, Akbar duduk di balai rumah sambil angin angin, udara siang ini cukup panas
" Bar...!!!!" pak Kadus tiba tiba datang kerumah nya dan memanggil Akbar
" Pak kadus...ade yg bisa Akbar bantu...???" jawab Akbar sambil mempersilahkan pak Kadus masuk kerumahnya.
" Ikut nga aku kehuma... ade laki laki suami Rere mau ketemu kaba... kaba ditunggu sekarang..." jelas pak Kadus
Akbar terdiam sesaat,
"Suami ayuk Rere sudah datang...???? berarti ayuk akan segera dibawa nya pulang ke Jakarta, lalu kenapa laku laki itu mau ketemu aku...????" pikir Akbar bingung
Tapi disisi lain dia sangat penasaran seperti apa tampang suami Rere sampai mampu membuat Rere bersedia menikah dengan nya, apa kah masih tampan Akbar...???
" Ao la pak...aku ikut kamu kehuma..."
Akbar dan pak Kadus bergegas berjalan menuju rumah pak kadus.
Kamu dalam bahasa kami adalah panggilan sopan untuk orang yg lebih tua ya Readers, contoh kalau di jawa panjenengan, karena kalau untuk panggilan biasa kamu menjadi kaba atau kau..
Biar nggak salah paham aja... hihihiii
Bersambung~
Sejauh ini sudah cinta dengan sosok Akbar belum...???
Di novel Rere dan Dev kayaknya banyak banget yg mengidolakan Akbar lohhh
Tapi disini kok sepi ya...
Ayo kasih like dan komen yg banyak untuk Akbar
__ADS_1
Vote dan hadiah juga dehhhh biar makin rame
Happy Reading....