Bujang Dusun

Bujang Dusun
Tak Berdaya


__ADS_3

Akbar langsung berlari,


" Tunggu Bar...Rere masih dirumah sakit di Kota Semarang... sore nanti baru di bawa ke Jakarta..." cegah Reza


Akbar menghentikan langkahnya, diam menunduk, dia tak tau apa yg harus dilakukannya saat ini


" Re.... jangan tinggalin gue Re..." Candy terus menangis


" Tenangkan dirimu sayang... Rere pasti baik baik saja... kita tunggu sampai dia dibawa pulang ke Jakarta..." Reza memeluk istrinya erat, menenangkan ke kalutannya saat ini.


Suasana jadi berubah penuh kesedihan, Akbar paham saat ini, pantas saja dia semalaman kepikiran Rere menghubungi nya berulang kali tidak ada jawaban, Rere sedang tertimpa musibah besar kehilangan keluarga yg sangat dicintainya, Akbar tak bisa membayangkan seperti apa histerisnya ayuk Rere saat tau keluarganya tak ada yg selamat dari kecelakaan maut itu, sampai wanita setegar dia jiwanya terguncang hebat membuatnya jatuh koma.


Dan Gilang..? apakah ekspresi wajah yg dilihatnya kemarin itu adalah suatu pertanda..tatapan mata kosong itu seakan mengisyaratkan jika jiwa didalamnya tak lagi menetap diraga,


Akbar menyesali keterlambatannya peka terhadap situasi ini.


Harusnya kemarin dia bisa menyampaikan terlebih dahulu tanda tanda firasatnya pada ayuk Rere


Tapi balik lagi... ini adalah suatu takdir


Seperti apapun manusia berusaha mencegahnya jika Tuhan sudah berkehendak maka terjadilah..


Akbar hanya bisa meratapi keadaan ini.


" Pak Eja..." panggil Akbar pelan


" Ame ayuk Rere koma ajung kondisi kehamilannya bagaimana...???"


" Haaaahhh iya kak.. Rere kan lagi hamil besar.. gimana kondisi kandungannya... aku takut.. takut sesuatu yg buruk terjadi pada Rere dan calon bayi nya..." Candy makin histeris


" Aku tak tau pasti... tapi kita berdoa saja semoga Rere dan bayinya baik baik saja... kita tunggu kabar selanjutnya..." jawab Reza pasrah


Akbar kembali diam menunduk, dia memilih segera kembali ke tempat kerjanya untuk menenangkan diri.


Setidaknya dia harus menyembunyikan rasa sedihnya dari bu Candy agar beliau tak terud panik dan histeris.


***


Sore pun tiba...


Jam kerja telah usai, Akbar duduk lesu di pinggiran lorong gudang, sedari setengah jam yg lalu dia menunggu kabar dari pak Reza tentang perkembangan kondisi ayuk Rere, atau sekedar mendapat info dari pak bos kalau mereka sudah di Jakarta.


" Ya Allah... ape kondisi ayuk Rere cukup parah... tulong ya Allah.. sehat kan ayuk... jage die kasian ya Allah... die jeme baik..." doa Albar penuh ketulusan

__ADS_1


Air matanya terus jatuh membanjiri pipinya.


" Bar....!!!!" panggil bu Grace tiba tiba


" Di tunggu pak Reza buat bareng bareng kerumah pak presdir..."


" Ayuk udem di Jakarta...???" tanya Akbar cepat dengan nada tinggi


" Bu Rere maksudmu...???"


Akbar mengangguk


" Iya... mereka baru sampai.. makanya pak Rexa baru dapat kabar.. ayo kita ditunggu..." jelas Grace


Akbar langsung mengekori bu Grace dengan patuh, dia ingin segera melihat kondisi ayuk saat ini.


Dirumah Deven


Begitu turun dari mobil Akbar langsung berlari masuk rumah, dia tak menghiraukan pak Reza, Candy dan Grace yg ditinggalkannya


Akbar melihat dua perawat dan satu dokter sedang berbicara dengan pak Dev di pintu kamar bawah sebelah kamar Akbar dulu, setau nya dulu itu kamar ayuk Rere waktu baru baru menikah, sebelum pak bos mau menerima nya sebagai istri.


Pak bos hanya diam dan menunduk, tatapannya terlihat mengedung menatap lurus kearah dalam kamar, sedang dokter seperti sedang menjelaskan sesuatu yg Akbar tak paham.


Seorang perempuan yg biasanya ceria dan kuat kini terbaring tak berdaya dengan selang infus ditangan dan selang oksigen menutup hidungnya,membantu nafasnya yg naik turun lambat, sedang perut buncitnya terlihat begitu tenang.


Akbar tak sanggup melihat nya, rasanya ingin dia langsung berhambur memeluk tubuh lemah itu, tapi apadaya kakinya lebih kaku mematung hanya mampu menatap saja.


Hatinya amat hancur, Rere orang yg menjadi panutannya selama ini kini diam tak berdaya


" Rere....!!!!" teriak histeris Candy, dia menumbur tubuh Akbar yg kaku mematung, lalu langsung memeluk Rere di pembaringan


" Re.... ini gue Re... apa yg terjadi sama lu kenapa lu kayak gini... bangun Re... gue nggak sanggup ngliat lu kaya gini... pikirin anak lu Re....Rere.... hiks hiks hiks..."


" Maaf ibu sebaiknya pasien jangan di ganggu dulu apalagi dengan guncangan badan seperti ini, ini akan sangat membahayakan pasien..." tegur sang dokter yg sedari tadi memperhatikan mereka datang.


Wajah dokter nampak sedikit protes dengan Candy yg tiba tiba masuk dan langsung memeluk sambil mengguncang guncang tubuh Rere, tak ada maksud lain.. Candy sebagai orang paling dekat dengan Rere pasti akan merasa sedih dan panik melihat sahabatnya diam sedang memperjuangkan hidup dan matinya.


Reza langsung mengangkat tubuh Candy dan menjauh dari Rere


" Tenang sayang... jangan bertindak konyol kasihan Rere..." Reza menenangkan


Candy menangis sejadi jadi nya di pelukan Reza, suasana semakin terlihat pilu saat ini.

__ADS_1


Ayuk Rere memang tidak terluka tapi batin dan jiwanya begitu terguncang.


" Dok....sebenernya apa yg terjadi...???" Grace memberanikan diri bertanya pada dokter, meskipun semua nya yakin dokter pasti sudah menceritakan nya pada pak bos, hanya mereka tidak berani bertanya langsung pada pak bos, apalagi dalam kondisi kalut seperti ini


" Dia mengalami syok dan trauma tinggi, dia tak bisa mengontrol kesedihan yg dialami nya saat ini, jiwanya terguncang, dan..." penjelasan dojter menggantung, membuat yg mendengarkan termasuk Akbar menatap dokter dengan tajam


" Dan apa dok...???" tanya Akbar dengan bibir bergetar dan nada serak


" Saat ini... dia tidak memiliki hasrat untuk tetap bertahan.. dia begitu sedih dan terpukul... dia tengah mengembara bersama orang orang yg meninggalkannya..." jelas dokter


" Lalu bagaimana dengan kondisi kandungannya dok...???" pak Reza gantian nanya


" Sementara ini kondisi kehamilan bu Rere baik baik saja, selama asupan makanan, nutrisi dan vitamin yg cukup... tidak ada masalah... hanya pertumbuhan janin akan lambat dan mengganggu sel sel otak pada janin jika bu Rere tak sadarkan diri dalam jangka waktu yg lama..."


" Lalu apa yg harus dilakukan agar ayuk segera siuman...???" tanya Akbar parau


" Suport... perhatian... dan terus ajak beliau komunikasi... berikan cinta dan kasih sayang orang orang di sekitarnya, kepedulian... maka dia akan tersentuh hatinya dan kembali memiliki hasrat kehidupan..."


Akbar menitikkan air mata, segini kehilangannya ayuk Rere sampai dia tak memiliki hasrat untuk terus tinggal bersama orang orang yg masih mencintainya


"Apa itu artinya ayuk masih meragukan cinta nya pak bos...???" tanya batin Akbar


" Re... lu masih punya gue..gue sayang lu Re... gue nggak bisa kehilangan lu... lu juga punya suami dan bentar lagi punya anak...lu sayang anak lu kan...???" Candy memelas


" Ayooo Re... pulang.... cepet bangun Re...."


" Dan ade aku yuk... aku menyayangi ayuk seperti ayuk ku sendiri... ape ayuk tega nak meninggalkan aku yg bodoh ini... ayuk janji bukan akan mengantarkan aku sampai aku pacak sukses....??? tulong yuk jangan tinggalakn aku...!!!!" tangis Akbar memelas.


Pak bos hanya diam, dia berusaha tegar dan terlihat kuat, meskipun dari raut dan tatapan wajahnya dia terlihat sangat tetakutan.


" Biarkan bu Rere beristirahat ya... keluarga bisa menjenguknya jika siang... dan mengajaknya berkomunikasi..." ucap dokter memberikan edukasi


Akbar dan yg lain memilih pulang, tak mengganggu istirahat Rere dulu


Besok dan seterusnya dia akan datang dan terus datang, memberikan suport dan perhatian serta mengajaknya berbicara agar dia segera merespon dan kembali sadar


" Yuk... pulang yuk... aku butuh kaba..."


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote yg banyak ya


Like dan komen yg positifnya juga supaya author lebih semangat lagi

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2