Bujang Dusun

Bujang Dusun
Sapu Tangan Biru


__ADS_3

Akbar mengingat sesuatu, pikirannya di paksa flashback pada malam saat dia menolong Je yg terkunci di kamar mandi


Flashback


Akbar baru saja menolong Je keluar, bajunya yg basah kuyup membuat gadis itu menggigil kedinginan,


Tanpa sengaja kaki nya menginjak sebuah kain warna biru yg tergeletak dilantai depan pintu kamar mandi Je, Akbar memungutnya siapa tau nantinya akan menjadi sesuatu yg berharga


pikirnya ngasal.


" Sapu tangan cwek...???" gumam Akbar sambil mengamati kain itu lebih detail


" Je ini sapu tangan mu kah...???" tanya Akbar memastikan


Je menatapnya asing


lalu menggeleng


" Bukan pak saya nggak punya sapu tangan ngejreng gitu..." sahut nya polos


Akbar segera melipatnya dan memasukkan ke saku celananya, lalu segera membawa Je keluar dari kamar mandi


Flashback off


Akbar membuka laci meja nya, seingatnya sapu tangan itu ia taruh di laci, dan ternyata benar sapu tangan ngejreng gonjreng itu masih terlipat lusuh di dalam laci


Akbar segera mengambilnya dan memiliki rencana sesuatu.


" Opik..." panggil Akbar memecah lamunan laki laki cungkring berseragam ob itu


" I...iya pak..." jawab nya takut


" Kenapa kamu belajar bohong... apa kamu mau menutupi orang salah..." tegur Akbar tegas


" M...m...maaf pak manager..."


" Kamu diancam...???"


Opik menatap Akbar sebentar lalu kembali menunduk


" Apapun itu aku dek suka sama orang yg dek bisa jujur..."


" Maaf pak saya tertekan bu Merria memarahi saya dan mengancam akan membakar motor saya kalau saya tidak menurut menghapus rekaman itu..." jawab Opik menyesal


" Dan yg menyuruhmu mengarang cerita bohong...???"


" Saya refleks pak karena saya bingung harus menjelaskan apa..."


" Heeemmmm itu sangat fatal... aku paling dek suka orang yg menutupi kesalahan dengan kebohongan... aku paling benci orang yg dek jujur...aku dek bisa dengan mudah kaba bohongi..."


" Maaf pak manager... saya salah... saya menyesal saya janji tidak akan mengulangi lagi..."


" Belajarlah jujur walaupun jujur itu menyakitkan..."


Opik menuduk menahan sesal, dia amat malu ditegur Akbar seperti ini, hanya dia takut dengan ancaman Merria yg akan membakar motor nya jika dia tak menurut menghapus rekaman itu


" Ada lagi kebohongan kamu...???"


Opik menggeleng cepat


" Nggak ada pak... saya hanya menghapus rekaman itu tapi saya nggak tau kalau bu Stevani sudah mengcopi nya..."


" Untung ada Stevani yg cerdas menyalin kalau tidak apa orang jahat nggak kalian lindungi malah...!!! harus kamu tau Opik meskipun nyawa sekalipun jadi taruhan kejujuran tetap ditegakkan nomer satu... jangan sampai hanya karena mau nyari aman.. kepercayaan orang dan respek orang lain terhadapmu jadi hilang..."


" Iya pak sekali lagi saya minta maaf..."


" Oke masih ku maafkan... silahkan kembalu bekerja..."


" Baik permisi..."

__ADS_1


***


" Merria..." panggil Akbar pelan


Merria yg sedang sibuk dengan ponselnya langsung mengangkat wajahnya tersenyum


" Sedang sibukkah...????"


" Anjir... jangan sampai pak Akbar percaya sama air mata buaya si mak lampir..." ucap Stevani mengomentari


" Bisa selamat dia dari kriminal yg dia lakuin..."


" Apa lu yakin Stev kalau doi yg ngunciin gue... tapi emang nggak ada buktinya..." Je gamang dengan kepercayaan Stevani


" Jangan bod*h deh Je... ngapain coba tu bocah ke kamar mandi matiin lampu kalau nggak mau jahilin lu...logika aja kan... abis lampu nyala lagi pintu lu udah terkunci kan...??? jelas lah doi sengaja matiin lampu biar aksinya nggak ada jejak..."


Je diam masih menelaah spekulasi Stevani yg memang masuk akal, jujur dia juga penasaran siapa yg ngunciin dirinya malam malam, tapi disisi lain dia juga nganggap yaudahlah ya.. toh ada pak Akbar yg waktu itu nolongin dan dia juga nggak kenapa napa..


" Merria apa ini sapu tangan mu...???" tanya Akbar lembut, sengaja dia buat lunak suaranya agar si mangsa jinak dan terperangkap


Merria nampak berfikir


" Tadi jatuh dari saku waktu kamu keluar ruangan ku..." jelas Akbar membuat Merria tak curiga


" Ooohh iya pak...ini sapu tangan saya... sapu tangan sepasang yg sangat berarti..." ucap Merria sambil tersenyum sendu entah sedang berakting atau mengingat sesuatu


" Berarti benar punya mu ya...???" Akbar memperjelas


Merria mengangguk


" Iya pak..."


" Dek salah lagi... memang kaba itu lah pelaku nya... rupanya pandai nian kaba ini main licik ya...wajar ame la rombongan Je manamai kaba ini mak lampir..." gumam Akbar menyimpulkan bukti penemuannya


" Ya sudah saya balik dulu... jaga baik baik saputangan berharga mu itu..."


Tanpa Merria sadar, Akbar merekam pembicaraan mereka tadi.


Selang beberapa menit Indira staff Managee mengumumkan jika semua karyawan ditunggu pak Akbar diruangan meeting 10 menit lagi


Stevani tersenyum penuh arti, sepertinya dia paham bahwa manager mereka telah menemukan bukti yg menguatkan


Sedang Je masih terus dilanda curiga tiap Akbar berbicara dengan karyawati di kantor, hatinya serasa tak rela dan cemburu


Yahh cemburu yg gengsi untuk di ucapkan kebenarannya


Semua sudah berkumpul diruang meeting, Akbar masuk sambil melangkah tegap dan kedua tangannya dimasukkan kesaku celanannya, tampak makin gagah dan menawan


" Pagi semuanya... saya yakin kalian pasti heran kenapa saya mengumpulkan kalian semua diruangan ini..." ucap Akbar membuka bicara


" Seperti keributan yg terjadi pagi ini... antara Stevani dan Merria.. saya akan menindak lanjuti tindakan kriminal yg pernah dialamai rekan kerja kita saudari Je yg terkunci di kamar mandi tempo malam..."


" Dan saya telah menemukan bukti siapa pelaku nya...!!!"


Semua menatap Akbar tajam, penasaran siapa orang yg tega melakukan hal konyol itu pada rekan kerja lain


Stevani tersenyum miring, sedang Merria mulai panik dan berkeringat dingin


" Si*lll apa maksud manager satu itu...!!!" gerutu Merria takut


" Tahu pelaku nya.. ??? apa pak Akbar serius menyelidikinya... bukannya kata Stevani bukti nya nggak falid..." batin Je bingung


" Merria... coba cek saku blazzer mu... apa masih ada sapu tangan mu yg paling berharga itu...???" perintah Akbar sambil tersenyum sinis


Seakan menyadari sesuatu, Merria segera mengecek saku blazzer nya, rupanya benar sapu tangan yg bersih dan masih wangi terlipat rapi disakunya, dan ditangannya adalah sapu tangan kumal yg tadi diberikan Akbar padanya


Merria langsung terbelalak syok


" Tak perlu kaget...!! aku sudah tau..." Akbar tersenyum makin sinis

__ADS_1


" Sapu tangan yg aku berikan tadi adalah sapu tangan yang ku temukan di depan pintu kamar mandi waktu Je terkunci... itu punya mu kan...???"


" Jadi jelas bahwa memang kamu yg melakukan tindakan konyol kriminal itu..." tiding Akbar tanpa basa basi


" Nggak adil donk pak sekedar saputangan langsung jadi bukti kalau saya yg melakukan bisa aja itu hanya jebakan..." elak nya tak terima


" Bukankah tadi sudah ku tanya dengan jelas dan kamu bilang itu milik mu kan...!!! kamu punya sepasang dan sapu tangan itu saputangan sangat berharga..."


Merria terdiam, dia seolah terbunuh dengan ucapannya sendiri


" Udah ketangkep basah masih aja nggak ngaku mak lampir ini..." Geram Stevani


" Kalau gue tau adegan jambak jambakan lu tadi pengen gue ikut cakarin muka nya yg sok yee itu..." tambah Anye


" Bisa nya dia nglakuin itu ke gue... belum pernah liat tinjuan gue dia ya...!!!" Je ikut geram, apalagi disini dia adalah korbannya


" Mengaku lah Merria... aku sangat tak suka mempunyai karyawan yang hatinya tak baik dan tak jujur...."


" Saya hanya nggak sengaja pak..." elak Merrua lagi


" Nah kan ngaku kan sekarang lu kalau lu yang emang nglakuinnya..." Stevani langsung berkacak pinggang begitu kendengar pengakuan Merria


" Emang mak lampir lu ya pinter banget ngeles..."


" Apapun alasan mu Merria itu tindakan yg merugikan kawan lain... termasuk kriminal...mengapa saya terus serius mengusut hal ini... agar kejadian seperti ini tidak teruoang lagi... karena di kantor pusat dulu pernah ada kejadian seperti ini dan berlangsung makin brutal... hingga mencekakan si korban..." terang Akbar


Merria diam tak berkutik, dia diam tak bisa lagi menyangkal bukti yg sudah jelas membuktukan bahwa dirinya lah pelaku nya.


Bagai maling ketangkap basah Merria hanya diam sambil memicing menatap Je penuh dendam dan rasa tak terima


" Aku masih mentoleransi mu Merria... maka sebagai hukumannya kamu aku pindahkan ke cabang lain tempat manager Han..."


Merria terbelalak ingin rasanya dia mengajukan banding, manager Han adalah manager yg terkenal paling bengis, killer dan nggak ada ampun hampir mirip presdir, bisa mati berdiri Merria dibawah pimpinannya, dia tak bisa lagi santai dilapangan, semua harus bekerja keras dan totalitas, tanpa ampun,


Manager Han juga manager tempat menampung pembuangan karyawan karyawan yg bermasalah dikantornya, bisa jadi peyek Merria kalau berani banyak berulah dengan monster dingin satu itu


" Oke itu saja yg ingin saya sampaikan... agar hal seperti ini dijadikan pembelajaran bahwa sikap merugikan dan mencelakai orang lain bukan lah sikap baik seseorang, dan kejujuran adalah kunci utama jika kalian ingin dihargai dan mendapat kepercayaan dari orang lain... aku tak butuh hormat kalian, sanjungan kalian araupun sikap pura pura ramah tamah didepanku, cukup kalian jadi diri kalian sendiri, menghormati dan menghargaiku sewajarnya denfan menjalankan titahku dengan baik dan tak protes... itu sudah cukup membuatku bangga..." jelas Akbar memberi pengertian kepada seluruh anak buah dibawah kepemimpinannya


Dia ingin membuang kebiasaan paradigma bahwa pemimpin senang dipuji dan gemar membanggakan orang yg pandai cari muka pada atasan.


Semua mengangguk patuh dan kembali ke tempat kerja masing masing, termasuk Merria yg segera mengemasi barang barang nya untuk kepindahannya.


" Pak Akbar..." panggil sebuah suara lembut yg menghentikan langkah tegap Akbar


Akbar menoleh


" Terimakasih sudah meluruskan kebenaran dan membela saya..."


" Bukan membelamu... ini adalah bentuk tanggung jawab saya sebagai pemimpin apabila di kantor ada karyawan yg bertindak kriminal..." ucap Akbar cuek


Je langsung merengut, ekspetasinya tadi yg menggebu gebu karena tersanjung dengan pembelaan Akbar sirna seketika


" Kamu juga lain kali lebih berhati hati jangan ceroboh..." ucapnya lagi lalu pergi meninggalkan Je yg kecewa


" Biasanya gue yg nyuekin cowok bikin mereka pias kek gini... eeehhh sekarang gue yg dibikin kecewa ama cowok....!!!!" rutuk nya seorang diri


Makanya Je jangan sok jutek dan dingin, dibales cuek kesel kan


Hihihiiii


Bersambung~


Nihhh langsung double up ya


Mumpung author lagi baek hati hihihiii


Jangan lupa langsung di Vote, like dan dikomen yg ramai yaaahhh


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2