
Rere masuk terlebih dahulu keruangan Dev,
" Kenapa memanggilku...???" tanya Rere langsung
" Duduk sini sayang... jangan capek capek kerja nanti utun ikut kecapean..." Dev meraih tangan Rere sembari mengelus perut buncit istrinya, ini sebagai rutinitas baru selama kehamilan Rere
Tak lama Grace masuk keruangan Dev dengan sedikit rikuh, mendapati bos sedang berdua dengan istrinya
" Masuk lah Grace tak perlu sungkan... aku memang sedang menunggumu.." perintah Dev yg sadar dengan raut bingung Grace
" I..iya pak..." sahut Grace sambil segera duduk di kursi depan meja presdir
Baik Rere maupun Grace sebenernya bertanya tanya kenapa mereka di panggil keruangan Dev saat ini,
Thookkk tookkk
Akbar membuka pintu, tatapan Rere dan Grace tertuju padanya
Begitupun dengan Akbar yg langsung makin gemeteran dan takut
" Aiss cacam... ade ayuk dan bu Grace disini... ape aku nak disidang...???" gumam Akbar sambil mengelap keringat dingin dijidat nya.
" Masuk Akbar..." perintah Dev yg melihat Akbar hanya berdiri didepan pintu ruangan nya.
Akbar mengangguk lalu masuk dan duduk disamping Grace, benar benar mirip seperti mau disidang, Akbar dan Grace saling lirik tanpa suara.
" Tentunya kalian sudah tau bukan kenapa aku memanggil kalian semua ke ruangan ku...???" Dev mulai membuka obrolan
" Tentu saja soal gosip yg sedang panas panas nya di kantor kita...aku mau dengar penjelasan dari kalian..."
Deg!!!
"Benarkan... kalau pak bos mau bahas soal ini... mati aku ni...." gerutu Akbar dalam hati, dipejamkan matanya rapat rapat sambil menggigit bibir bawahnya takut
" Grace... apa yg sudah kalian lakukan...???" tanya Dev pada sekretarisnya itu
" M...maaf pak Dev tapi sungguh saya dan Akbar sama sekali tak melakukan apapun... malam itu Akbar hanya saya mintai tolong untuk membantu menyelesaikan tugas yg harus direvisi untuk meeting bapak paginya..."
" Kami memang sampai larut malam karena cukup banyak pekerjaan itu... dan saya juga meminta tolong Akbar untuk mengantar saya pulang... itu saja..." jelas Grace dengan lantang, karena memang seperti itu kejadian sebenernya
" Lalu kenapa berita yg saya dengar sangat tidak enak ditelinga...???? Akbar... apa ini bentuk loyalitas kamu kepada ku...!! atas banyaknya bantuan yg ku berikan pada mu...!!!" tanya Dev ke Akbar
" Dide pak... eeehhh nggak pak... sungguh tapi aku dan bu Grace dek ade apa apa...aku dek pernah macam macam... aku sangat menghargai kebaikan pak bos dan ayuk Rere... aku dek galak mengecewakan kalian..." sahut Akbar penuh keyakinan
" Tapi hal yg ku dengar sangat mengecewakan Akbar...!!!!" tampik Dev cepat
" S..saya minta maaf pak bos... tapi sungguh saya dek pernah melakukan seperti apa yg di gosipkan..." Akbar berusaha meyakinkan Deven
" Same seperti yg aku.. eh saya...ehh aku... " Akbar menggaruk kepalanya, disaat gugup seperti ini dia jadi lupa berbicara yg baik pada pak bos
" Saya dem ceritakan yg sebenernya sama ayuk Rere pak bos..." lanjut Akbar
Dev menatapa Rere tajam, Rere hanya memyerngit sambil mengangkat alisnya sebelah
__ADS_1
" Apa alasan mu selalu percaya dengan bocah kampung ini...??? apa dia begitu spesial buat mu...???" tanya Dev
" Karena saya yakin Akbar anak yg baik dan jujur...mungkin saya memang belum lama mengenal nya tapi saya tau betul sifat dan karakternya...jadi saya percaya Akbar tidak akan mungkin mengecewakan kepercayaan saya..." jawab Rere tanpa keraguan
" Tapi jika kenyataan nya sekarang seperti ini..." sinis Dev
" Tinggal kita cari aja kan siapa orang yg udah menyebarkan gosip ini... makin kesini saya lihat makin menjadi jadi... ini sudah bukan gosip biasa lagi melainkan fitnah..." sahut Rere
" Saya sebenernya masih heran... kenapa kamu segitu percaya nya sama Akbar...dan kenapa berita nggak penting ini malah semakin menjadi jadi di kantor ku... seperti semua orang tak ada kesibukan lain selain membicarakan kalian..."
" Sungguh pak bos... saya dek melakukan apa yh dituduhkan itu... saya janji saya nak cari bukti nyo..." Akbar masih berusaha membela diri
" Tak perlu...!!!!" tolak Dev
Membuat tiga orang dihadapannya langsung menatapnya tajam
Wajah Akbar sudah pucat pasi
" Aku sudah punya bukti itu..." lanjut Dev sambil tersenyum miring
Vieny masuk keruangan Dev sambil tersenyum manis, Rere dan Grace langsung menatap Vieny heran
" Kalian tau...aku lebih pintar dari kalian.. aku lebih berkuasa disini.. jadi jauh sebelum kalian bertindak aku sudah lebih dulu mendapatkan apa yg kalian cari..." ucap Dev dengan tatapan kemenangan
Grace menatap Vieny aneh, dalam pikirannya malah terbesit jangan jangan Vieny yg sudah memberitahu pak Dev soal gosip ini.. atau malah Vieny yg menyebarkan fitnah fitnah selama ini...!!!
" Vieny sampaikan ke tiga orang diruangan ini apa saja yg kamu ketahui soal gosip mereka..." titah Dev
" Iya... saya memang sempet denger waktu itu Wildan dan Tata menyusun rencana untuk menyebarkan gosip ini.. karena malam sebelumnya Wildan memergoki bu Grace dan Akbar keluar kantor malam malam... Wildan juga ngikutin Akbar sampai nganterin bu Grace nyampe rumah..." Vieny menceritakan kejadian yg tdk mereka ketahui
Grace makin terperangah, Akbar dan Rere juga ikut kaget
" Paginya Wildan sengaja menceritakan yg dia lihat dengan melebih lebih kan ceritanya seperti yg berkembang di kantor sekarang..."
" Wildan...!!!!" tanya Grace tajam
" Iya buk..." jawab Vieny
" Tapi kenapa harus Wildan...??? apa urusan dia..!!!"
" Karena Wildan cemburu melihat kedekatan mu dengan Akbar...!!!" jawab Dev datar
Rere dan Akbar kembali melongo sambil menatap Deven
Grace membuang nafas kasarnya,
" Terus kalau Tata... niat dia emang mau bikin pak Deven marah sama bu Rere dan menyalahkan bu Rere karena sudah membawa Akbar kerja diperusahaan ini...dengan menceritakan terus kejelekan Akbar maka pak Dev pasti akan ilfeel dan kecewa dengan Akbar, dan Tata pastikan bu Rere akan membela Akbar hingga terjadi pertengkaran... itu yg dia mau..." lanjut Vieny menjelaskan rencana Tata dan Wildan.
" Astaga...!! gila kali mereka itu...ternyata dalang nya adalah masalah percintaan...!!!" pekik Rere kesal
Akbar hanya diam, entah ini bentuk pembelajaran agar dia lebih waspada atau dia adalah korban keegoisan seseorang karena perasaan yg dipaksakan dengan segala cara
" Saya denger semua obrolan mereka dan saya rekam... lalu saya serahkan ke pak presdir..." Vieny mengakhiri ucapannya
__ADS_1
" Lalu dimana Tata dan Wildan... aku mau bicara..." Rere geram emosinya mulai meninggi
" Sudah ku pecat...!!!" sahut Dev santai
" Jadi kamu sudah tau hal ini...???" tanya Rere
" Sudah ku katakan bukan aku lebih pintar dari kalian... dan aku lebih berkuasa... jadi peluang ku lebih besar untuk lebih dulu mendapatkan apa yg kalian cari..." sahut Dev
" Jadi pak bos dem tau ame la aku dan bu Grace dek salah...???" Akbar akhirnya ikut menyuarakan diri
" Tapi biarkan ini menjadi pembelajaran untuk mu.. dan juga Grace..." jawab Deven
" Saya tau pak saya salah.. saya yg sudah menyuruh Akbar untuk membantu pekerjaan saya dan menintanya mengantar pulang..saya minta maaf..." Grace penuh sesal
" Salah saya juga pak mungkin saya kurang teliti dan bersikap baik makanya masih banyak rekan yg dek suka saya minta maaf ke pak bos dan ayuk juga..." Akbar juga ikut meminta maaf, menyadari kesalahannya dalam kejadian ini
" Berterimakasih lah kalian pada Vieny... karena penjelasan dan bukti yg ia berikan aku jadi percaya dengan kalian..." sahut Dev pada ketiga orang didepannya
" Vieny terimakasih ya karena kamu telah membuka kebenaran..." Grace berterimakasih dengan senyum manisnya
" Sebenernya bukan ada maksud apapun kenapa saya melakukan ini... saya cuman nggak suka aja Akbar laki laki yg paling baik yg pernah saya kenal...difitnah seperti ini.. saya tau betul siapa Akbar nggak mungkin dia melakukan hal hal yg di tudingkan..." ucap Vieny sendu
"Hmmm soal perasaan lagi ternyata..." gerutu Rere menyikapi
" Baik nian Vieny ternyata mau bela aku di depan pak bos.. padahal aku sering kali jutek nga die..." Akbar terharu dan menyesali sikapnya selama ini dengan Vieny
" Apa Vieny juga menyukai Akbar...???" batin Grace ikut menggumam
" Jadi semua sudah jelas ya kalau Akbar nggak salah... dia tidak melakukan apapun sama bu Grace..." Vieny dengan tegas membela Akbar
" Oke terimakasih Vieny atas penjelasan kamu... setelah ini kamu umumkan kesemua orang di kantor agar gosip tak bermutu ini segera selesai... saya risih..." titah Dev memgakhiri pembicaraan diruangan nya
" Siap pak Presdir...!!! ayo Bar..." Vieny pamit sambil menggandeng lengan Akbar
Akbar mengikuti dengan lega karena dia merasa Vieny telah menyelamatkan nama baiknya di depan pak bos
Akbar sangat berhutang budi pada kebaikan Vieny.
" Saya undur diri pak..." Grace ikut keluar ruangan Dev
" Vieny... makasih ya dem membela aku didepan pak bos..." ucap Akbar sambil tersenyum lebar
" Tapi nggak gratis Bar..." seringai Vieny penuh arti
" Bayar pakai apa...???"
Begitulah rumitnya kalau sudah urusan hati, kadang orang akan sok berlaku baik demi mendapatkan simpati dari orang yg di cintai atau bahkan sebaliknya bisa menjadi orang yg paling keji karena cinta yg terlalu over dihati
Cinta itu memang buta tapi jangan sampai kau dibutakan hanya karena cinta
Bersambung~
Happy Reading...
__ADS_1