Bujang Dusun

Bujang Dusun
Kesedihan Ku


__ADS_3

*Sepinya hari yang ku lewati


Tanpa ada dirimu menemani


Sunyi ku rasa dalam hiduku


Tak mampu aku tuk melangkah


Masih ku ingat indah senyum mu


Yang s'lalu membuat ku mengenangmu


Terbawa aku dalam sedih ku


Tak sadar kini kau tak disini


Engkau masih yang terindah


Indah di dalam hatiku


Mengapa kisah kita berakhir yang seperti ini*...


~Song by Sammi Simonangkir


Satu Tahun Berlalu....


Akbar berjalan pelan di rumput basah yang masih didekap embun pagi


Bunga kamboja berjatuhan menyeruak menerbangkan bau harum disekelilingnya


Gundukan tanah merah itu kini telah mengering


Terukir sebuah nama yang sangat dirindukannya


JERRALIN VERNIDITIA ANGGRAINI


Akbar duduk di pusara itu, sembari mengusap dengan lembut nisan yang bertengger mengukir nama kekasihnya


" Hai Je... apa kabar...??? apa kamu bahagia disana...???" sapa Akbar dengan hati yang ngilu dan pilu


" Maaf semenjak kamu pergi aku tak pernah mengunjungi mu... Aku pergi jauh karena aku tak sanggup disini... kenangan kita terlalu banyak sayang..."


" Aku kangen kamu... aku rindu peluk kamu... aku ingin melihat senyum mu lagi hiks..." Akbar tak bisa lagi menahan air matanya padahal sekuat mungkin dia mencoba menahan tangisnya, tapi kalah juga saat mengingat kekasihnya dan pengorbanan tulus untuknya


" Aku sudah memenuhi keinginan mu sayang... aku sudah menikahi Grace... tetapi maaf aku belum bisa mencintainya seperti yang kamu mau... hati ku masih milik mu... entah sampai kapan... tapi aku janji padamu... aku tak akan menyakitinya.. aku akan memperlakukan nya dengan sangat baik...kau dengar itu kan sayang..."


Akbar seperti orang gila yang bicara sendirian,


Dia tak sadar jika dibelakangnya Grace telah berdiri sembari menangis sesenggukan


Dia bukan menangis karena sakit mendengar penuturan Akbar, tapi dia merasa sedih kehilangan Je...dan kini hanya bertemu dengan pusara bisu


Grace meraih pundak Akbar, ikut duduk disebelah lelaki itu yang kini telah resmi menjadi suaminya


Akbar hanya menatapnya dengan datar


" Hai Je... apa kabar...???? aku yakin kamu pasti sudah bahagia disana... kamu orang baik... sangat baik sekali...." sapa Grace pada pusara Je


" Aku datang kesini menemui mu... aku mau berterimakasih pada mu karena kamu telah mengorbankan dirimu untuk Akbar... kamu memberikan cinta mu untuk ku... aku tau ini adalah kenyataan berat... aku tak mengingin kan nya...tapi...tapi aku janji padamu Je... aku akan menjaga cinta mu dengan baik... seganap jiwa dan ragaku... seperti kamu yang telah menjaganya dengan sangat baik... tenanglah aku tidak akan membiarkan cinta mu terluka..."

__ADS_1


Akbar melirik Grace,


Meski Akbar sampai detik ini belum bisa mencintai Grace layaknya suami istri tetapi Akbar bukanlah laki laki yang pandai menyakiti hati perempuan, sebisa mungkin Akbar menghormati Grace layaknya seorang istri, bersikap baik dan lembut, meskipun dia belum bisa memberikan hak Grace memberinya nafkah batin


Akbar masih belum sanggup membuka hati untuk gadis lain, cintanya masih terukir dalam untuk mendiang kekasihnya Je


Grace pun memahami,


Dia tak sedikitpun menuntut Akbar, biarkan waktu yang akan menyatukan mereka


Biarkan Akbar dengan kesadarannya memberikan kesempatan untuk membuka hati, belajar menerima Grace, bukan sebagai pengganti Je, bukan pula hanya sebatas karena permintaan terakhir Je


Meskipun Grace harus bersabar entah sampai kapan...


" Pulang yuk... bentar lagi mau ujan.. dem mendung langitnye..." ajak Akbar lembut pada Grace


" Kalau kamu masih mau disini tak apa..." sahut Grace yang takut kehadirannya menggangu Akbar


" Dide... yuk balik..." ajak Akbar lagi


Grace mengangguk dengan patuh sambil tersenyum


Akbar menggenggam tangan Grace sembari menoleh kepusara Je


" Lihat lah sayang... aku memperlakukan nya dengan baik... semoga kamu senang melihat ini..." ucap Akbar dalam hati


Setitik air matanya jatuh, namun cepat dihapusnya


" Kaba bawa mobil dewe kesini...???" tanya Akbar yang melihat mobil maroon kesayangan Grace terparkir disebelah mobilnya


" Aku sengaja mengikuti mu... maaf... tapi jujur aku juga ingin datang menjenguk Je..." sahut Grace sembari menunduk, takut Akbar marah


" Gak papa... aku emang sedikit lelah tadi... perjalanan kita cukup melelahkan..." balas Grace sambil tersenyum


Mereka memang baru tiba dari Sumatra


Yahh...


Sejak kepergian Je tahun lalu Akbar memilih kembali ke kampung halamannya, membuka usaha sendiri menjadi pengusaha kopi yang cukup sukses sampai sekarang


Pagi tadi mereka memang sengaja datang ke Jakarta, entah kenapa Akbar begitu rindu pada Je, semenjak Je pergi Akbar tak pernah datang berziarah, dia terlalu menutup diri menerima kenyataan bahwa Je kini hanyalah tinggal nisan yang tersemat namanya saja


Mereka sengaja datang membawa mobil masing masing, karena Grace juga ada sedikit urusan dengan keluarganya, setelah menikah dia langsung diboyong Akbar pulang kampung, kali ini dia datang ke Jakarta selain menemani Akbar dia juga mau berkunjung kerumah orang tuanya


Sedang Akbar...


Yahhh


Datang nya kembali ke Jakarta saat ini hanyalah ingin datang menemui kekasihnya, meskipun kenyataan nya yang ia temui adalah sebuah pusara yang sudah mengering


Dia datang... ingin melepas rindu sekaligus memyampaikan jika dia telah memenuhi permintaan terakhir Je untuk menikah dengan Grace, meski awalnya sangat berat


Bahkan Akbar menolak berkali kali sampai dia marah dan kembali ke Dusun


Merutuki dirinya, menyesali kebodohannya yang dengan mudah terpancing Iwan dan Wildan hingga Je menjadi korban


Dengan berat hati akhirnya Akbar menyanggupi menikahi Grace


Meskipun tak mendapat dukungan dari Readers dan author jadi bahan umpatan

__ADS_1


Tetapi memang jalan hidup nya harus seperti ini, kenyataan pahit ini harus diterimanya dengan lapang dada


Akhirnya Akbar menyanggupi menikah dengan Grace, pernikahan sederhana hanya akad saja, tanpa pesta resepsi, tanpa preweeding dan tanpa kesan apapun, intinya cukup sah dimata agama dan negara


Lalu bagaimana dengan hati nya...


Akbar tetap dingin, tetap menutup rapat rapat, bahkan dia belum sama sekali menyentuh Grace selama setahun menikah, mereka tidur sekamar memang hanya Akbar di kasur bawah sedang Je diranjang


Apakah menyakitkan untuk Grace...???


Tentu saja ia


Jika dia bisa memilih lebih baik dia mundur, lebih baik dia kesakitan belajar melupakan Akbar ketimbang hidup bersanding dengan nya namun tak pernah dianggap ada


Grace sering menangis sepanjang malam, hanya berharap suatu saat nanti Akbar mau menerima kehadirannya dan membuka diri untuk mencintainya


" Aku langsung kerumah mama sama papa ya..." pamit Grace sembari mengulurkan tangan memyalami Akbar, bagaimana pun lelaki ini kini adalah suami Sah nya


" Hmmmm.... jangan pulang larut malam... aku menunggu mu makan malam..." ucap Akbar membalas Grace


" Oke..." Grace membalas dengan tersenyum manis, lalu segera masuk ke mobil nya


Akbar menatap mobil Je sampai hilang dari arah matanya, baru setelah itu dia beranjak masuk ke mobil nya dan segera berlalu


Entah tujuannya kemana saat ini


Dia tak punya tujuan...


Tujuannya hanya datang ke sini... ketempat ini...


Makam Je...


Hampa kini yang ku rasa...


Menangis pun ku tak mampu


Hanya sisa kenangan terindah


Dan kesedihanku....


Bersambung~


Waaahhh kance kance Bujang dusun bar bar juga yeee


Rata rata merajuk sama author gegara Je tak bisa lagi bersama Akbar


Maafkan author kance...


Memang sandi awal author dem kasih sedikit tanda tanda ame Je dek lama lagi bareng Akbar


Sabarlah....


Biarkan Akbar menentukan jalan bahagianya


Jangan menghakimi


Author sayang kalian gale....


Hihihiii

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2