
*Sepinya hari yang ku lewati
Tanpa ada dirimu menemani
Sunyi ku rasa dalam hiduku
Tak mampu aku tuk melangkah
Masih ku ingat indah senyum mu
Yang s'lalu membuat ku mengenangmu
Terbawa aku dalam sedih ku
Tak sadar kini kau tak disini
Engkau masih yang terindah
Indah di dalam hatiku
Mengapa kisah kita berakhir yang seperti ini*...
~Song by Sammi Simonangkir
Satu Tahun Berlalu....
Akbar berjalan pelan di rumput basah yang masih didekap embun pagi
Bunga kamboja berjatuhan menyeruak menerbangkan bau harum disekelilingnya
Gundukan tanah merah itu kini telah mengering
Terukir sebuah nama yang sangat dirindukannya
JERRALIN VERNIDITIA ANGGRAINI
Akbar duduk di pusara itu, sembari mengusap dengan lembut nisan yang bertengger mengukir nama kekasihnya
" Hai Je... apa kabar...??? apa kamu bahagia disana...???" sapa Akbar dengan hati yang ngilu dan pilu
" Maaf semenjak kamu pergi aku tak pernah mengunjungi mu... Aku pergi jauh karena aku tak sanggup disini... kenangan kita terlalu banyak sayang..."
" Aku kangen kamu... aku rindu peluk kamu... aku ingin melihat senyum mu lagi hiks..." Akbar tak bisa lagi menahan air matanya padahal sekuat mungkin dia mencoba menahan tangisnya, tapi kalah juga saat mengingat kekasihnya dan pengorbanan tulus untuknya
" Aku sudah memenuhi keinginan mu sayang... aku sudah menikahi Grace... tetapi maaf aku belum bisa mencintainya seperti yang kamu mau... hati ku masih milik mu... entah sampai kapan... tapi aku janji padamu... aku tak akan menyakitinya.. aku akan memperlakukan nya dengan sangat baik...kau dengar itu kan sayang..."
Akbar seperti orang gila yang bicara sendirian,
Dia tak sadar jika dibelakangnya Grace telah berdiri sembari menangis sesenggukan
Dia bukan menangis karena sakit mendengar penuturan Akbar, tapi dia merasa sedih kehilangan Je...dan kini hanya bertemu dengan pusara bisu
Grace meraih pundak Akbar, ikut duduk disebelah lelaki itu yang kini telah resmi menjadi suaminya
Akbar hanya menatapnya dengan datar
" Hai Je... apa kabar...???? aku yakin kamu pasti sudah bahagia disana... kamu orang baik... sangat baik sekali...." sapa Grace pada pusara Je
" Aku datang kesini menemui mu... aku mau berterimakasih pada mu karena kamu telah mengorbankan dirimu untuk Akbar... kamu memberikan cinta mu untuk ku... aku tau ini adalah kenyataan berat... aku tak mengingin kan nya...tapi...tapi aku janji padamu Je... aku akan menjaga cinta mu dengan baik... seganap jiwa dan ragaku... seperti kamu yang telah menjaganya dengan sangat baik... tenanglah aku tidak akan membiarkan cinta mu terluka..."
__ADS_1
Akbar melirik Grace,
Meski Akbar sampai detik ini belum bisa mencintai Grace layaknya suami istri tetapi Akbar bukanlah laki laki yang pandai menyakiti hati perempuan, sebisa mungkin Akbar menghormati Grace layaknya seorang istri, bersikap baik dan lembut, meskipun dia belum bisa memberikan hak Grace memberinya nafkah batin
Akbar masih belum sanggup membuka hati untuk gadis lain, cintanya masih terukir dalam untuk mendiang kekasihnya Je
Grace pun memahami,
Dia tak sedikitpun menuntut Akbar, biarkan waktu yang akan menyatukan mereka
Biarkan Akbar dengan kesadarannya memberikan kesempatan untuk membuka hati, belajar menerima Grace, bukan sebagai pengganti Je, bukan pula hanya sebatas karena permintaan terakhir Je
Meskipun Grace harus bersabar entah sampai kapan...
" Pulang yuk... bentar lagi mau ujan.. dem mendung langitnye..." ajak Akbar lembut pada Grace
" Kalau kamu masih mau disini tak apa..." sahut Grace yang takut kehadirannya menggangu Akbar
" Dide... yuk balik..." ajak Akbar lagi
Grace mengangguk dengan patuh sambil tersenyum
Akbar menggenggam tangan Grace sembari menoleh kepusara Je
" Lihat lah sayang... aku memperlakukan nya dengan baik... semoga kamu senang melihat ini..." ucap Akbar dalam hati
Setitik air matanya jatuh, namun cepat dihapusnya
" Kaba bawa mobil dewe kesini...???" tanya Akbar yang melihat mobil maroon kesayangan Grace terparkir disebelah mobilnya
" Aku sengaja mengikuti mu... maaf... tapi jujur aku juga ingin datang menjenguk Je..." sahut Grace sembari menunduk, takut Akbar marah
" Gak papa... aku emang sedikit lelah tadi... perjalanan kita cukup melelahkan..." balas Grace sambil tersenyum
Mereka memang baru tiba dari Sumatra
Yahh...
Sejak kepergian Je tahun lalu Akbar memilih kembali ke kampung halamannya, membuka usaha sendiri menjadi pengusaha kopi yang cukup sukses sampai sekarang
Pagi tadi mereka memang sengaja datang ke Jakarta, entah kenapa Akbar begitu rindu pada Je, semenjak Je pergi Akbar tak pernah datang berziarah, dia terlalu menutup diri menerima kenyataan bahwa Je kini hanyalah tinggal nisan yang tersemat namanya saja
Mereka sengaja datang membawa mobil masing masing, karena Grace juga ada sedikit urusan dengan keluarganya, setelah menikah dia langsung diboyong Akbar pulang kampung, kali ini dia datang ke Jakarta selain menemani Akbar dia juga mau berkunjung kerumah orang tuanya
Sedang Akbar...
Yahhh
Datang nya kembali ke Jakarta saat ini hanyalah ingin datang menemui kekasihnya, meskipun kenyataan nya yang ia temui adalah sebuah pusara yang sudah mengering
Dia datang... ingin melepas rindu sekaligus memyampaikan jika dia telah memenuhi permintaan terakhir Je untuk menikah dengan Grace, meski awalnya sangat berat
Bahkan Akbar menolak berkali kali sampai dia marah dan kembali ke Dusun
Merutuki dirinya, menyesali kebodohannya yang dengan mudah terpancing Iwan dan Wildan hingga Je menjadi korban
Dengan berat hati akhirnya Akbar menyanggupi menikahi Grace
Meskipun tak mendapat dukungan dari Readers dan author jadi bahan umpatan
__ADS_1
Tetapi memang jalan hidup nya harus seperti ini, kenyataan pahit ini harus diterimanya dengan lapang dada
Akhirnya Akbar menyanggupi menikah dengan Grace, pernikahan sederhana hanya akad saja, tanpa pesta resepsi, tanpa preweeding dan tanpa kesan apapun, intinya cukup sah dimata agama dan negara
Lalu bagaimana dengan hati nya...
Akbar tetap dingin, tetap menutup rapat rapat, bahkan dia belum sama sekali menyentuh Grace selama setahun menikah, mereka tidur sekamar memang hanya Akbar di kasur bawah sedang Je diranjang
Apakah menyakitkan untuk Grace...???
Tentu saja ia
Jika dia bisa memilih lebih baik dia mundur, lebih baik dia kesakitan belajar melupakan Akbar ketimbang hidup bersanding dengan nya namun tak pernah dianggap ada
Grace sering menangis sepanjang malam, hanya berharap suatu saat nanti Akbar mau menerima kehadirannya dan membuka diri untuk mencintainya
" Aku langsung kerumah mama sama papa ya..." pamit Grace sembari mengulurkan tangan memyalami Akbar, bagaimana pun lelaki ini kini adalah suami Sah nya
" Hmmmm.... jangan pulang larut malam... aku menunggu mu makan malam..." ucap Akbar membalas Grace
" Oke..." Grace membalas dengan tersenyum manis, lalu segera masuk ke mobil nya
Akbar menatap mobil Je sampai hilang dari arah matanya, baru setelah itu dia beranjak masuk ke mobil nya dan segera berlalu
Entah tujuannya kemana saat ini
Dia tak punya tujuan...
Tujuannya hanya datang ke sini... ketempat ini...
Makam Je...
Hampa kini yang ku rasa...
Menangis pun ku tak mampu
Hanya sisa kenangan terindah
Dan kesedihanku....
Bersambung~
Waaahhh kance kance Bujang dusun bar bar juga yeee
Rata rata merajuk sama author gegara Je tak bisa lagi bersama Akbar
Maafkan author kance...
Memang sandi awal author dem kasih sedikit tanda tanda ame Je dek lama lagi bareng Akbar
Sabarlah....
Biarkan Akbar menentukan jalan bahagianya
Jangan menghakimi
Author sayang kalian gale....
Hihihiii
__ADS_1
Happy Reading....