
" Sorry Bar... kita Putus...!!!" ucap Picil tanpa penyesalan, lalu segera masuk kemobil dan menibggalkan Akbar.
" Segitu dek peduli nya kaba Picil nga aku yg luka begini...ape yg ada di hati kaba.. apa hanya ade uang uang dan uang...??? kaba tega membuang cinta tulus dari ku demi uang lelaki tua itu... ingat Picil sekali kaba buang dek akan pernah aku berikan kembali...!!!!" ucap Akbar getir.
Rasanya air mata ini semakin perih membasuh luka jiwa dan badan ini
Tak habis pikir untuk Akbar, sampai hati Picil melakukan ini pada nya
" Ape ini sudah hal biasa bagi orang jaman sekarang...??? jeme dek butuh cinta yg jeme butuhkan anye uang...ape aku yg terlalu polos dan bodoh... yg menganggap senyum manisnya adaalah cinta tulus... ape aku yg dek keruan gaya hidup betine sekarang..." ratap Akbar menahan sakit
Akbar beringsut bangun, rupanya ilmu bela dirinya sama sekali tak berfungsi, dia masih kalah, masih jadi bahan bullian dan ketawaan musuhnya, yg berhasil mengalahkan nya dengan sekali tindakan
Akbar merasa bodoh... tak berguna...
Sebagai laki laki harga dirinya hanya diukur sebatas materi
" Aku harus sukses... harus jadi orang kaya agar terpandang dek selalu dihina dan diremehkan....!!! ternyate dek cuman kance nga dusun saje yg merendahkan kemiskinan ku betine kota juga sama... memandang cinta laki laki dari uang dan kekayaan...!!!!"
***
Meskipun badannya masih sakit dan hatinya kacau balau Akbar tetap profesional masuk kerja, bekerja dengan baik seperti biasanya.
Hanya saja dia lebih pendiam dan dingin dengan kawan sekitar, jika tidak ada sesuatu yg penting tak ada dia berbicara.
Sedari tadi Dev memperhatikan Akbar dari jauh, entah apa yg tengah Dev pikirkan namun dia terus tersenyum sambil menatap Akbar
" Akbar...!!!" panggil Dev
" Keruangan saya sekarang..."
Akbar hanya mengangguk patuh dan segera mengekori Dev keruangan nya.
" Kenapa ku lihat hari ini kau tidak menikmati pekerjaan mu...???" tanya Dev tanpa basa basi
Akbar masih menunduk, ternyata yg Dev tanyakan bukan tentang kenapa wajahnya babak belur tapi soal pekerjaan nya yg dilihat memang kurang bergairah, aahh bos satu ini selalu perfeksionis
" M..maaf pak bos..."
" Masalah itu jangan jadi alasan untuk malas... justru kalau aku jadi kamu aku akan bekerja 10 kali lipat lebih giat untuk pembuktian..."
Akbar menyerngit, seakan pak bos tau apa yg sedang membuatnya galau
" Nggak usah heran..."
" Aku tau apa yg terjadi dengan mu semalam..."
__ADS_1
Ucapan Dev benar benar membuat Akbar tercengan kaget
" Aku tau pacar mu itu memutuskan mu dan lebih memilih om om kan...??? lalu kau tak terima dan kau di pukuli sampai bonyok begini..."
" Dari mana pak bos tau...???" tanya Akbar akhirnya sangking penasarannya
" Semalem aku mau kekosan mu... Rere tiba tiba nangis dan kepikiran kamu... karena aku sedang ada ketemu klien sampai malam aku sempatkan mampir... dan aku liat apa yg terjadi dengan mu semalam..." jelas Dev
Akbar kembali menunduk, merasa kerdil dan malu
" Sudah ku bilang kan... kalau untuk melawan satu orang kamu pasti menang, tapi kalau kroyokan kamu belum pandai..."
" Maaf pak bos..."
Dev tersenyum miring
" Kau tau Akbar kenapa aku selalu bersikap dingin dan acuh kepada semua wanita...???"
Akbar menggeleng
" Karena wanita hanya akan melirik dan menyanjung pria jika pria itu sukses dan bergelimpangan harta... wajah tampan saja tak cukup...!!! wanita akan selalu berfikir apa yg bisa diuntungkan saat menjalin hubungan dengan pria, termasuk kekasih mu itu..."
Akbar serasa tertotok dengan penjelasan Dev
" Cinta... pengorbanan... kasih sayang... nggak akan cukup jika tak diimbangi dengan jabatan dan materi..." lanjut Dev
" Kau tau kenapa aku berusaha mati matian susah payah mendirikan perusahaan ku sendiri membangun dari nol ketimbang melanjutkan bisnis dan perusahaan keluarga Williyam...??? karena aku tak mau di cap numpang kaya ..."
" Aku pernah mengembara... saat aku berada di posisi terendah, aku tak memperkenalkan diriku sebagai Williyam Kiel tak ada perempuan yg melirik ku... siapa..??? Qiu Zueng..!! dia datang dan terus mengejarku setelah aku berhasil mendirikan perusahaan ini dan dia tau siapa aku..."
Akbar menelan saliva nya seret, sekelas pak Deven yg tampan dengan muka blasteran tubuh tegap atletis berkarisma, dari keluarga terpandang dan kaya raya saja pernah dicampakan dan dibuang saat dirinya belum jadi siapa siapa...
Pantaslah dirinya di buang begitu saja oleh Picil saat dianggap nya sudah tak menguntungkan lagi
" Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan Rere... perempuan yg sama sekali tertarik pada ku bukan karena harta ku atau kesuksesan ku...meskipun aku sering bersikap kasar, galak, acuh dan tak peduli dia tak pernah mengeluh selalu setia disampingku..."
" Tapi sampai pada akhirnya aku bertemu dengannya aku telah lebih dulu melewati ribuan kecewa dan penghianatan... sama sepertimu..."
" Hidup ini keras Akbar... kau tak mapan hidupmu berantakan...!!!" Dev menepuk pundak Akbar memberi dukungan
Sebagai sesama lelaki dia paham betul apa yg saat ini Akbar rasakan, seberapa hancurnya dirinya dengan kenyataannya
" Pak bos ape aku pacak sepertimu...aku ni anye bujang dusun... dek punya ape ape... dek sekokah tinggi dek punya skill dek keruan apapun..." Akbar merasa dirinya amat tak berharga
" Kenapa kau harus pesimis dengan keadaanmu sekarang...??? kamu boleh terlahir dalam keadaan miskin tapi tidak untuk mati dalam keadaan masih miskin... kau punya waktu banyak selama perjalanan hidupmu untuk bisa merubah segalanya..."
__ADS_1
" Ajari saya pak bos... saya nak ingin sukses seperti pak bos... saya mau membahagiakan umak... merubah hidup agar dek lagi dihina jeme..." Akbar terlihat sangat antusias setelah mendengar motivasi dari Dev
Dev tersenyum
" Kau bahkan bisa lebih sukses dari ku Akbar..."
" Untuk itulah aku memanggil mu keruangan ku... jika kau tau kau punya dendam positif pada orang orang yg sudah menghina mu lalu alasan apa lagi yg membuat kerja mu tak bersemangat....!!!!" totok Deven membuat Akbar langsung menunduk bersalah
" Galau mu itu... sedih mu itu tak ada gunanya tak akan merubah apapun dalam hidupmu..."
" Maafkan saya pak bos... saya terlalu lemah.. saya terlalu terbawa perasaan sedih ini... saya minta maaf saya janji saya dek akan mengulangi keteledoran ini lagi..." ucap Akbar sungguh sungguh, dia begitu merasa malu dan bersalah atas apa yv dilakukannya
" Lakukan saja apa yg menjadi tugas dan tanggungjawab mu... jika kau berhasil menjalankan tugas dan tanggungjawabmu maka kau adalah orang yg layak untuk sukses.. apapun jalannya percayalah kau akan lebih sukses dari orang orang yg telah menghinamu..."
" Siap pak bos... saya akan menjalankan semua nasehat pak bos dengan baik... terimakasih pak bos sudah memperdulikan saya..."
" Kau tanggung jawabku... jangan dikira selama ini aku diam aku tak peduli dengan mu... aku punya tanggung jawab untuk bisa membuatmu berhasil mencapai cita cita mu..."
Akbar tersenyum lebar betapa bahagia nya dia mendapat kepedulian dari orang sesukses pak Deven, kalau nggak ingat seberapa cool dan jaim nya pak bos Akbar sudah berlari berhambur memeluknya, betapa ia sangat terharu dengan petuah yg diberikan pak bos padanya, bentuk kepedulian dan kasih sayang yg besar.
" Ao pak bos... aku janji aku dek akan mengecewakan pak bos dang ayuk Rere..." ucap Akbar mantab
" Good boy...lakukan pekerjaan mu dengan baik... dan ingat cepat move on... wanita seperti itu tak layak kau tangisi..."
" Siap pak bos....!!!!"
Akbar dan Dev tertawa bersama
Sesuatu pemandangan yg sangat langka saat melihat bos tet jutek satu ini bisa mengobrol hangat dengan seseorang
Tapi kepribadian Akbar membuat hati Dev tersentuh, diam diam Dev begitu peduli dan perhatian dengan nya, meskipun tak akan mungkin pernah ia tunjukan bentuk perhatiannya itu, karena Dev orang yg sangat jaim dan gengsi tinggi, dia tak akan mau orang lain melihat seberapa perhatian dan peduli nya terhadap seseorang, dia lebih senang dikenal orang dengan arogan, egois, dingin, angkuh dan jutek... alasannya apa nggak usah ditanya mungkin selera Dev emang gitu...hihihihi...
" Terimakasih ya Alloh Engkau telah pertemukan aku dengan orang orang baik yg peduli dengan ku..." ucap syukur Akbar dalam hatinya.
" Aku bersumpah... suatu hari nanti akau akan datang menemui Picil hanya sekedar memamerkan hasil kesuksesan ku yg dulu pernah disia siakannya..."
" Akan ku buat dia sadar... jika materi tanpa cinta dan ketulusan tak akan pernah mrncapai kebahagiaan sesungguhnya..."
Bersambung~
Waaaooowww di part Akbar ini author kasih liat sisi kebaikan pak Bos ya...
kalau di cerita Rere dan Dev kemarin kan emang nggak author ceritain dengan detail soal Akbar jadi author sertakan disini
Biar kelen makin cinta sama pak bos jutek satu ini hihihiii.....
__ADS_1
Jangan lupa di like komen dan kasih Vote ya
Happy Reading...