Bujang Dusun

Bujang Dusun
Pengorbanan Je


__ADS_3

Akbar menoleh, semua tercengang kaget


Je berlari memasangkan tubuhnya tepat sebelum pisau panjang itu mengenai dada Akbar, Mata Iwan tampak begitu tajam senyumnya miring dan bengis


" Mamp*s kau Akbar...!!!!" treaknya membabi buta


Dan


Bluusss kreekkk


Mata pisau itu terhunus dengan mulus menembus kulit perut Je


" JEEE....!!!!!!!" Treak Akbar panik langsung meraih tubuh Je yang terhuyung mundur


Iwan terbelalak, tangannya gemetar, tampak dia ragu melihat Je yang menatap Iwan dengan kesakitan,


Tapi begitu melihat wajah Akbar yang takut dan panik dengan Je, Iwan kembali menghunuskan pisau itu hingga merobek luka di perut Je cukup dalam


Polisi langsung meringkus Iwan, rupanya ada dua orang yang menjadi tersangka dalam kasus penjebakan ini, anggota polisi lain langsung mengecek kedalam gudang,


Informasi dari korban rupanya sama sekali tidak akurat...!!!!


" JEEEE.....!!!!!" treak umak Damar dan Grace bersamaan, mereka langsung berhambur keluar dari mobil lagi


Badan Je ambruk tepat dipelukan Akbar


" Je... " panggil Akbar sembari memegangi darah yang keluar dengan segar dari giresan luka di pisau yang masih menancap di perut Je


Je tersenyum sembari menatap Akbar lalu memegangi pipi Akbar dengan lemah


" Jangan menangis sayang..." bisik Je pelan


" Ape yang kaba lakukan... ngape kaba lakukan ini buat aku Je... aku dek galak kaba luk ini...!!! kaba harus kuat janji nga aku..." tangis Akbar panik


" Sstttt... tak usah risau... aku kuat... aku senang bisa melindungi kamu..orang yang paling aku cintai... aku nggak akan membiarkan siapapun menyakitimu..."


" Bertahan lah Je... bertahan... kita akan segera kerumah sakit...!!!" Akbar menggendong tubuh Je segera membawa nya ke mobil


Je mulai lemas, tergeletak di jok belakang, umak sambil menangis langsung masuk ke mobil Akbar dan menunggui Je yang hampir tak sadarkan diri


Melihat aksi Iwan yang telah mencelakai orang yang dicintainya Damar naik pitam, Iwan yang tengah diseret polisi Ditariknya dan dipukuli nya dengan membabi buta, Damar segera ditenangkan polisi


" Bajing*n lu..!!! kalau sampai Je kenapa napa gue bunuh lu...!!!" maki Damar marah


Akbar tersulut, pikirannya buntu, dia berlari kearah Iwan dan langsung menghantam Iwan dengan pukulannya, Iwan tersungkur jatuh


" Kau boleh bunuh aku Wan... tapi dek dengan kekasih ku...!!! aku balas perbuatan kaba...!!!!"


" Biar dia mamp*s Bar...!!! aku senang ame dia matek kau jadi gile... hahahhaaa...!!!!"


BOUUGGGHHH BOOUUUGGG PLAAAKKK PALLAKKK KREEKKK KREEEKK


Akbar makin beringas memukuli Iwan, sampai polisi dan Gondrong memeganginya,


" Sabar pak Akbar biar polisi yang menghakiminya..." ujar salah satu polisi menenangkan Akbar


" Ayooo segera bawa dia...!!!!"


" Mending lu urus Je bro... dua manusia bodoh itu urusan gue..." Gondrong mengingatkan Akbar


Mendengar nama Je Akbar kembali panik, wajahnya kuyu tak karuan

__ADS_1


Dia langsung berbalik ke mobilnya


" Akbar ayooo... cepat... ayooo bawa Je kerumah sakit..." umak menangis panik melihat kondisi Je yang semakin lemah, denyut nadinya juga samar terasa dan tubuhnya mulai biru pucat


" Ao mak... tenang lah... kite segera bawa Je..." sahut Akbar langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi membawa Je kerumah sakit,


Damar menyusul dibelakang, bersama Grace yang merasa bersalah atas kejadian ini.


Sedang Gondrong bersama polisi mengurus Iwan dan Wildan ke kantor polisi


Sekitar hampir 20 Menitan Akbar tiba di rumah sakit, terhalang medan yang sulit dan jalan yang berkelok kelok naik turun membuatnya sedikit lebih lambat,


" Susterrrr dokterrr toloooonggg...!!! " Treak Akbar histeris sembari membopong Je yang terkulak lemah


Beberapa suster segera datang membawa brangkar dan langsung meminta Akbar menidurkan Je di brangkar itu, lalu di bawa langsung ke UGD


" Tunggu sebentar diluar pak biar dokter menangani pasien dulu..." ujar salah satu suster sembari menutup pintu UGD


" Suster tolong... tolong selamat kan calon istriku... selamatkan dia suster..." pinta Akbar memelas dengan hiteris, pikirannya hilang takut sesuatu yang buruk terjadi pada kekasihnya


" Kami akan melakukan semaksimal mungkin... berdoa saja ya pak..." sahut Suster sambil menutup pintu


Akbar merosot jatuh didepan pintu, bersimpuh sembari menangis sesenggukan


pilu sekali hatinya, rasanya lebih pedih melihat Je seperti sekarang ini, melawan sekarat karena menyelamatkannya


Je rela berkorban untuknya


" Je... kamu harus kuat Je... janji nga Aku... aku dek akan maafkan diri aku ame terjadi sesuatu nga kamu.. Je aku sayang kamu... kamu keruan itu kan...!!!" tangis Akbar mengiba


Umak hanya bisa berdoa semoga Je bisa melewati masa kritisnya


Kejadian hari ini benar benar begitu mendadak, mak dek sampai kepikiran sejauh ini, bakal ada bahaya separah ini menimpa anak anaknya


Damar dan Grace datang, mereka hanya diam sembari menatap pintu UGD bisu, didalam sana seorang gadis tengah berjuang melawan antara hidup dan matinya, gadis yang tangguh, gadis yang memiliki cinta segitu besar nya pada Akbar, sampai dia rela mengorbankan dirinya nyawanya demi laki laki yang dicintainya


Entah sudah berapa lama dokter menangani Je, sebab terakhir informasi dari dokter, pihak dokter harus mengoperasi Je sebab banyak robekan dan luka tusukan yang cukup dalam, mengakibatkan pendarahan yang cukup hebat dan ada beberapa bagian yang rusak


Akbar tersimpuh tak bertenaga lagi, betapa menakutkannya keadaan saat ini, pikirannya benar benar hilang, dia tak bisa berfikir apa apa lagi, yang ia takutkan hanyalah kondisi Je, dia tak bisa membayangkan jika terjadi hal buruk pada kekasihnya


" Je.... hiks hiks hiks...maafkan aku... aku lum pacak buat kaba bahagia... maafkan aku yang harus membuat kaba sakit seperti ini... aku salah Je..."


Hening...


Semua saling diam dan berdoa dalam hati, berharap agar Je bisa melewati masa kritisnya dan operasi berjalan dengan lancar


Dokter keluar, dia masih memakai pakaian hijau operasi


Akbar langsung berlari kearah dokter disusul Grace, sedang Damar lebih memilih menunduk duduk di kursi tunggu, pikirannya juga kacau balau memikirkan kondisi Je


" Dokter gimana kondisi calon istri saya..." tanya Akbar langsung


Membuat ngilu dihati Grace, tapi segera ditepisnya


" Operasinya lancar kan dok...???" tanya Grace menambahi


Wajah dokter nampak murung, banyak guratan kecewa di wajah tua nya,


" Anda yang bernama Akbar...???" tanya dokter pelan


" Ao dok saya Akbar... calon suami pasien...bagaimana kondisi nya dok.. dia baik baik saja kan dok.... operasinya lancar kan dok..." berondong Akbar dengan pertanyaannya

__ADS_1


Dokter memegang lengan Akbar berusaha menenangkan


Dengan nafas berat bibir dokter mulai bergeatr seperti ingin menyampaikan sesuatu yang sangat berat dan menyakitkan


" Luka tusukan nya cukup dalam, banyak robekan yang sulit di operasi dan banyak juga bagian bagian perut yang rusak... pendarahan hebat tak bisa dihindari...." jelas dokter pilu


DEG... DEG


Akbar menggeleng tak terima, matanya menatap dokter tajam, dia tak percaya kondisi Je seburuk itu


" Lakukan apa saja dokter... lakukan apa saja buat Je... saya mohon....!!!!"


Dokter menggeleng lemah


" Kondisinya memburuk...." jelas dokter pelan


Grace langsung memeluk Akbar yang histeris


" Je... Je... kaba harus kuat Je... jangan siksa aku begini... aku dek pacak Je ... aku mohon..."


Semua menangis, umak duduk menangis, menyakitkan sekali kenyataan ini


Damar hanya bisa pasrah, meski dia terus berdoa memohon keajaiban untuk Je


" Pasien ingin bertemu dengan anda..." ucap Dokter lagi setelah beberapa saat membiarkan Akbar histeris menangis guling guling di lantai


Yahhh Akbar tak peduli dianggap gila, kaya anak kecil atau apalah, dia tak bisa membendung rasa sakitnya, paniknya, takutnya dan sedihnya, Je terlalu berarti untuknya


Graca mencoba menegangi Akbar sambil menangis


" Bar... Je mau ketemu kamu..." bisik Grace menyadarkan Akbar


" Huuuaaaa huaaa Je......!!!!" Akbar masih menangis histeris


" Anda ditunggu di ruang UGD..." Tambah Dokter menyadarkan Akbar lagi


Akbar segera bangkit, menyeka air mata pahitnya, lalu memantapkan diri, menguatkan hati untuk melihat kondisi Je didalam


Grace mengangguk sembari menepuk pundak Akbar menguatkan


Dengan langkah gontai Akbar masuk keruang UGD, membuka pintu dengan hati yang hancur, kekasihnya, gadis yang sangat dicintainya terbaring lemah diranjang menunggunya....


Bersambung~


Hai kance...


Buat yang baca juga novel author


CINTA TANPA STATUS


author dem Up lagi ya...


Maaf kemarin sempet ngumumin mau distop soalnya pening, harus direvisi dari awal lagi diulangi lagi alur ceritanya ame galak pacak di acc kontrak,


Jadi author agak kesel


Tapii setelah dipikir pikir sayang juga ninggalin pembaca yang udem lumayan banyak


Makanya author putuskan untuk LANJUT


Meskipun harus revisi besar besaran semua bab

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya....


Happy Reading....


__ADS_2