Bujang Dusun

Bujang Dusun
Luk Mane Ini Ce....


__ADS_3

Di kantor suasana jadi serba canggung


Grace hanya diam, berbicara dengan Akbar seperlunya saja, bahkan dia lebih sering menghindar, sama sekali tak masuk keruangan Akbar hari ini, membuat hati laki laki itu sedikit tak enak dan canggung


Belum lagi sikap Je, dia hanya diam dan cuek yang super abis dengan Akbar,


Di tempat meeting tadi pagi, Je sangat dingin, dia seakan bersikap sekedarnya saja layaknya karyawan dengan manager nya, sama sekali tak antusias mengikuti meeting pagi tadi


Apakah Je masih marah....???? Akbar semakin kebingungan sendiri


Saat ini yang kalang kabut udah kaya cacing kepanasan adalah Akbar sendiri, sedari tadi doi mondar mandir kearah meja Je, ingin rasanya Akbar mengajaknya bicara, membahas soal kesalahannya kemarin, tapi... ini di kantor tak mungkin dia sibuk mengurus urusan pribadi, profesionalitas nya dalam bekerja sangat di utamakan disini,


Akbar mengacak acak rambutnya lusuh,


Entahhh pusing pula rupanya ngurus semua ini


Luk mane ini Ce...????


Sampai meeting dengan beberapa clien Akbar masih tetap tak begitu focus, perhatiannya masih tertuju pada Je, bagaimana dia bisa kembali mencairkan suasana dengan gadis itu, serta membuat gadis itu mau memaafkannya dan tidak marah lagi


" Bagaimana pak Akbar dengan tawaran kami ini...apa bisa di acc langsung...???" tanya pak Baskoro Clien Akbar


Akbar yang masih sibuk melamun hanya diam dengan tatapan kosong menatap kebawah, tangannya satu dimeja yang satunya memegang janggutnya,


Semua mata tertuju pada Akbar, tidak biasanya Akbar tidak menyahuti ucapan lawan bicaranya, kali ini malah terlihat diam seperti sedang memikirkan sesuatu diluar pembahasan


Jadi nggak profesional Akbar ini, padahal biasanya doi yang paling mengagung agungkan kata profesional...


" Pak... pak Akbar...!!!" panggil Velis menyadarkan, namun Akbar masih tetap asyik dalam lamunannya


Velis tersenyum memblokir tatapan heran pak Baskoro dam sekretarisnya, lalu kembali memanggil Akbar


" Manager Akbar... pak...!!!!"


Akbar tersadar dari lamunannya, tergagap dam malu mendapati dirinya malah sibuk melamun memikirkan urusan pribadi disaat sedang bertemu Clien


" Heeemm... udah selesai Vel...???" tanya Akbar gugup


" Wahh sepertinya pak Akbar ini sedang tidak focus... seperti ada hal yang sedang dipikirkan...." ujar pak Baskoro mengomentari


" Ahhh maaf pak... saya hanya dang ade sedikit masalah intern bae... maaf jadi dek profesional..." sahut Akbar rikuh, sembari meminta maaf pada Clien nya


" Dem kaba tulis semua Vel...???" bisik Akbar pada staff nya


" Udah pak..." sahut Velis sambil mengangguk


" Nanti saya sampaikan dulu pada atasan saya pak... setelah itu saya diskusikan dengan Velus baru nanti Velis akan menghubungi bapak kembali bagaimana keputusannya..." jelas Akbar menutup pembahasan mereka hari ini


" Baiklah pak Akbar kalau begitu... saya tunggu acc dari bapak..."


" Iya pak... terimakasih untuk pertemuannya dan sekali lagi maaf saya jadi nggak focus sedikit..."


" Ahhh jangan sungkan pak... kalau ada masalah yang sedang urgent sebaiknya cepat diselesaikan biar nggak jadi beban pikiran....apalagi anak muda seusia pak Akbar ini kan lagi puber puber nya...."


Akbar jadi malu, jadi kelihatan jika dia memang masih bocah ingusan yang sedang mabuk kepayang dengan urusan percintaan, apalagi lawan bicaranya adalah pak Baskoro yang mungkin usia nya dua kali lipat diatasnya, yang sudah sangat fasih dengan gelagat Akbar


" Hehehe... maaf ya pak..." sahut Akbar malu, kelihatan bocah nya kalau lagi lemot begini


" Sama sama pak Akbar... kami permisi dulu..." pak Baskoro dan sekretarisnya yang sexy pamit meninggalkan mereka


" Pak Akbar sepertinya lagi banyak pikiran... wajahnya kelihatan kurang bersemangat dan nggak focus..." tegur Velis perhatian


" Ao Vel.. dang ade masalah dikit..." sahut Akbar


" Oya... anak anak marketing dem pada balek kantor belum ya...???" tanya Akbar

__ADS_1


Velis menghela nafas sembari menatap manager nya aneh


" Ini baru mau istirahat siang pak... mereka kan baru sekitar dua jam berangkat kelapangan... ya masih lama lah pak kalau balik kantornya..." terang Velis merasa heran


Akbar makin terlihat oon disini, wajahnya kurang bergairah tak seperti biasanya,


" Ada lagi yang bisa saya bantu pak...???" tanya Velis


" Tolong panggilkan bu Grace aku mau bahas soal ini..."


" Soal apa...???" tanya Velis


Akbar menatap Velis datar, kenapa dia jadi ikutan bloon kaya Akbar


" Soal Clien kita barusan Velis..." jawab Akbar ketus


" Ooohhh iya iya....ma.. maaf pak saya jadi ikutan lemot... abis pak Akbar hari ini loyo sohh... nggak seenergik biasanya..."


" Yaudah pak saya panggilkan bu Grace dulu... permisi....!!!!"


Tak lama kemudian Grace datang dengan wajah yang tak ramah seperti biasanya, senyum manisnya kini berganti dengan bibir mengerucut dan tatapan mata meredup


" Ada apa...???" tanya Grace dingin, sungguh bukan bu Grace yang dikenal Akbar selama ini


" Maaf bu Grace... saya baru saja selesai meeting dengan Clien saya pak Baskoro... ini hasil ulasan kami..." Akbar menyodorkan catatan yang di tulis Velis selama meeting tadi


Grace menerimanya dan mulai membacanya, mempelajarinya dengan teliti


" Menarik..." respon Grace singkat


" Ada yang mungkin perlu ditambahkan atau dirubah..???" tanya Akbar meminta pertimbangan


" Ya kamu kan tadi yang meeting dengan beliau kan... tinggal kamu timbang timbang aja mana yang bagus untuk kita dan mana yang tidak..." sahut Grace ketus


" Jadi bu Grace setuju...???" tanya Akbar sebelum mengambil keputusan


" Menarik kok...!!!"


" Oke makasih buk, nanti saya diskusikan lagi dengan Velis sebelum saya acc..."


" Oke mainkan..." sahut Grace sambil keluar dari ruangan Akbar tanpa pamitan seperti biasanya


Akbar jadi makin puyeng


" Aisss cacam...sedingin itu bu Grace nga aku... ape la die ni marah berat...????" gumamnya bingung, otaknya benar benar mentok menghadapi tingkah wanita yang sulit dipahaminya


Belum lagi menghadapi umak dan Je yang juga sedang marah dengannya


Uuuhhh Akbar benar benar tersudutkan dan terintimidasi sekarang, tapi doi nggak ngerti harus gimana, doi cuman bisa minta maaf dan menyesali kecerobohannya, meskipun masih dicueki sama mereka


" Sayang... semangat ya hari ini... jangan sampai kalah sama Merria..." Akbar mengirim pesan pada Je memberi semangat


Namun tak ada respon, bahkan sudah centang dua tapi belum juga biru


" I love you...❤️😚😘....." tulis Akbar lagi sembari mengirimi emotikon love dan gambar cium, tapi tetap sama tak ada respon


" Aiiisss Je ngambek nyo jangan lame lame... aku la pusing dek keruan luk mane care nye buat kaba maafin aku.... aku dek betah di diamkan maini Je.....jangan hukum aku luk ini...!!!!!" gerutu Akbar sendirian


Sampai jam pulang kantor Je sama sekali tak membalas pesan Akbar, bahkan dibuka nya saja tidak, Akbar jadi makin uring uringan, segera doi keluar ruangannya dan menemui Je di meja kerjanya


Terlihat Je sedang merapi rapikan mejanya bersama duo sohib kesayangannya, Anye Stevani


" Je..." panggil Akbar lembut


Mereka bertiga menatap Akbar bersamaan

__ADS_1


Wajah Je cuek dan diam


Sedang duo kurcil itu senyam senyum tak jelas sembari melirik Je dan Akbar bergantian


" Je kita duluan ya... mau mampir ke mall...lipstik gue abis nihh...." ujar Stevani pada Je


" Bareng aja... gue juga pengen nyari nyari spatu..." sahut Je sembari bergegas ikut duo temannya, nyuekin Akbar yang berdiri didepannya


" Kita pulang malem lo Je..." elak Anye yang sengaja memberikan kesempatan Akbar berdua dengan Je


" Ao... kalian pergilah berdue... Je pulang bareng aku..." sahut Akbar menengahi


Je menatap Akbar mau protes


" Oke pak nitip temen kita ya..." Balas Anye sambil cengar cengir


" Daaa Jeee......!!!!!" Stevani dan Anye segera ngacir ninggalin duo sejoli itu


" Aku mau pulang...!!!" Je memyerobot meninggalkan Akbar


Namun tangan Akbar segera mencengkal langkah Je dan menggenggamnya erat


" Pulang bareng aku...!!!" ajak Akbar datar lalu segera menarik paksa tangan Je yang sudah digenggamnya supaya gadis itu tak bisa mengelak lagi


" Aku bisa pulang sendiri....!!!" Je masih berusaha meronta, memasang wajah tak terimanya


" Hari ini aku dang dek galak di bantah....!!!" sahut Akbar dengan suara beratnya, dia sedang memperlihatkan sisi arogannya, membuat Je supaya tak berkutik didepannya


Je hanya pasrah, ketimbang sakit melawan tarikan tangan Akbar yang cukup kuat itu, lalu masuk dengan patuh ke mobil Akbar


" Kasih aku waktu untuk bicara... aku dek nyaman dengan kondisi seperti ini....!!!!" ucap Akbar lagi sembari menstater mobilnya


Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan mereka dengan tatapan sayu putus asa


Tatapan taj itu nampak berkaca kaca dengan dada yang sesak menahan sakit, harapan yang patah, penantian yang harus musnah


Dia tak bisa memiliki apa yang menjadi tujuannya...


" Akbar... sesakit ini ternyata mencintaimu...."


Bersambung~


Sebenernya author juga kasihan sama bu Grace... cinta bertepuk sebelah tangan


Tapi ya gimana lagi... tak mungkin author maksain Akbar suruh jatuh cinta juga sama bu Grace, sedang Akbar dem nyaman bersama pujaan hatinya Je


Luk mane ini kance...??? apakah cinta segitiga ini adil...????


Author jadi ikut pening tengok Akbar


Gantengnya bikin masalah ini


Hihihiiii


Jangan lupa Vote nya ya....


Di like dan di komen juge, kasih rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 ya biar author makin semangat meracuni Akbar untuk poligami


Hahahhahaaa


Dek lahhh bercanda ame itu...


Akbar kan bujang polos, dek pacak suruh poligami, nanti die yang nangis pula repot umaknyo...


Happy Reading.....

__ADS_1


__ADS_2