
Reza menatap Merria dengan tatapan yg membuat nyali Merria makin ciut,
Jujur saja saat ini Merria ingin sekali menghilang, rasa takut yg menyelimuti hatinya membuatnya gemeteran.
" Saya tadi kelapangan... sesuai data customer yg diberikan Merria dan Je, saya datangi mereka untuk membeli kembali barang cacat yg sudah berhasil di jual mereka..."
Merria langsung berbelalak, benar yahhh benar ketakutannya benar benar terjadi, dia baru menyadari jika pak presdir pasti akan mengambil kembali barang cacat yg mereka jual, karena tujuan penjualan hari ini adalah uji coba sebuah tantangan
" Ternyata Merria merayu dan menjanjikan customer yg mau membeli barang miliknya dengan iming iming hadiah yg fantastis, contoh jika cutomer mau beli dua buah maka dia menjanjikan akan memberikan berupa hewan sapi atau sepeda motor seminggu setelah transaksi..."
" Ada juga saya temui customer yg diberi nya uang asal dia mau menerima barang dari Merria dan di foto serta didata sebagai customer...saya jujur tak paham apa maksud yg kamu lakukan itu Merria...!!!!" jelas Reza menjelaskan apa yg ditemukannya dilapangan
Manager Lee terdiam sembari menatap Merria tajam, dia bahkan tak menyangka jika Merria bertindak sekonyol dan selicik itu,
Jika customer yg di janjikan nya tidak ia teoati apa perusahaan tidak akan dicap pembohong dan penipu...???
Ini sangat merugikan perusahaan
" Apa benar Merria...???" tanya Dev dengan suara berat nya
" Ng....nggak tau pak presdir tapi itu bukan saya... itu pasti Je...!!!" kilah Merria melemparkan tuduhannya pada Je
" Kok gue sih...!!!" Je protes
" Manager Lee anda tau kan saya orang terbaik di kantor ini... hanya saya yg bisa dan mampu selalu tercapai target tiap minggu...!! siapa lagi yg bertindak curang demi kemenangan dan pembuktian didepan pak presdir kalau bukan Je....!!!" Merria membela diri, dia berusaha mencari pembelaan dari manager Lee
" Ya tapi bukan gue Mer...jelas jelas itu data lu kan...!!!" Je masih ngotot tak terima dengan tuduhan yg tidak dilakukannya
" Alaaahhh ngaku deh lu...!!! lu kan yg mau fitnah gue...!!!" Merria ngotot seakan benar benar Je yg melakukannya
" Tapi data yg saya terima itu data yg kamu kirimkan Merria...!!!" cegat Reza
" Itu data kamu bukan milik Je...!!"
Merria tercengang, seakan ludahnya berhenti di tenggorokan tercekat
" Jawab Merria...!!!!" bentak Dev
" M...m...maaf presdir saya terpaksa melakukan ini karena saya tidak yakin dengan barang cacat yg harus dijual... takut memberikan niali jelek buat perusahaan...!!!!" jelas Merria dusta
Braaaaakkkkk
Deven menggebrak meja dengan marah
Manager Lee tertotok mendengar jawaban Merria, karyawan yg sangat dibanggakan nya ternyata berbuat licik tidak sesuai dengan yg biasanya ia katakan pada dirinya
Manager Lee nampak syok
" Stupid...!!!! you know Merria it is a challenge..!!! " umpat Dev marah
" Saya memberikan kalian tantangan itu karena mau melihat seperti apa kemampuan kalian sebenarnya, jika kalian benar benar orang orang yg memiliki etos kerja dan kualitas yg bagus barang cacat pun akan tetap dengan mudah kalian presentasikan...!!!!"
__ADS_1
" Saya sudah memikirkan langkah tanggungjawab saya karena saya tdk mungkin mengorbankan nama perusahaan untuk ini...!!! justru dengan tindakan bodoh mu akan membuat jelek citra perusahaan... customer akan merasa ditipu dirugikan...!!! apa kau paham...!!!!"
Merria hanya menelan ludah nya ketakutan, dia bahkan baru pertama kali ini melihat kemarahan Pak presdir
" Merria... kenapa kamu bertindak seceroboh ini... mana etos kerja dan rasa yakin yg biasa kamu katakan pada ku... yg kamu bangga banggakan...!!! kenapa kamu mempermalukan aku dengan tindakan mu ini...!!!" manager Lee kecewa, wajahnya nampak sangat marah menahan malu pada presdir
Merria hanya diam, dia benar benar mati kutu saat ini, dia serasa ketangkap basah melakukan tindakan curang dan mengecewakan orang orang yg mempercayainya selama ini.
" Saya kecewa dengan mu..." keluh manager Lee
" Manager Lee ini pelajaran buat mu..." timpal Dev cepat
" Sudah ku bilang berkali kali jadilah pemimpin yg melihat segala sesuatu dari berbagai aspek.. jangan hanya mendengar dari satu pihak dan langsung menghakimi pihak lain yg menurutmu tak sesuai dengan mu...!!!" tegur Dev memberi nasihat
" Maafkan saya pak presdir saya salah..."
" Je... saya minta maaf..."
" Iya manager Lee saya juga minta maaf telah membuat anda sering kecewa dan malu..."
Akbar tersenyum lega, ide nya untuk membuktikan dan membuat manager Lee menyadari siapa Merria dan seperti apa yg sebenernya dilakukannya berjalan sesuai keinginan,
Sebab Akbar tau manager Lee tak akan percaya dengan penjelasannya tanpa adanya bukti yg membuatnya tertotok malu dan kecewa seperti sekarang ini
Habbit seperti ini harus dihilangkan, memimpin harus bijak, dan bersikaplah sebagai karyawan apa adanya saja, sampaikan apa yg benar benar dilakukan, tak perlu pura pura baik, nurut, care dan loyalitas jika hanya ingin mendapat pujian ataupun sanjungan
Sama sekali tak dibutuhkan bagi pemimpin yg benar benar mengutamakan profesionalitas.
" Alasan apa kamu terpaksa...???!! karena sebenarnya kamu tak sehebat yg biasa kamu ceritakan ke manager Lee...!!!"
" Tolong maafkan saya pak presdir... saya janji saya tidak akan melakukannya lagi..."
" Kali ini kau masih ku beri kesempatan untuk memperbaiki diri... jadilah karyawan yg benar benar jujur akan apa yg kamu lakukan, tak perlu mencari pujian dengan berpura pura baik... aku tak butuh kepura puraan mu itu...!!!"
" I..iya pak presdir... saya janji..."
" Manager Lee... ini juga pembelajaran buat mu..kau harus banyak belajar lagi... sebagai hukuman mu.. aku akan mengirim mu ke cabang lain di kota Surabaya.. belajarlah dengan manager Roy bagaimana cara berdikap sebagai seorang pemimpin..." Dev memberi teguran dan panismen pada keteledoran manager Lee
Dia tak bisa membantah, apapun keputusan yg diberikan, dan hukuman untuknya harus diterima dengan lapang dada,
" Dan sementara Akbar yg akan memimpin di kantor cabang ini..."
" Haaaahhh... pak bos..." Akbar panik dan protes
" Saya percayakan ini pada mu... saya yakin kamu bisa memperbaiki keadaan... terutama ajari kedisiplinan dan etos kerja yg baik sesuai ukuran profesional yg saya inginkan...saya ingin kamu membimbing mereka dengan baik..."
" B..baik pak bos..." Akbar pasrah, dia terpaksa menyetujui titah pak presdir satu ini
Jujur dia tak enak jika harus menolak dan protes di depan orang orang, apa dia tidak akan memberikan contoh jelek pada orang orang yg sedang bad attitude seperti mereka...????
Mereka pasti akan menyepelekan dirinya menganggap dia juga hanya sama, senang caper dan cari pujian...
__ADS_1
Lalu mereka juga akan menyepelekan ucapan presdir, menganggap presdir juga gampang kena hasutan dan haus pujian
Akbar tak mungkib mau membuat malu pimpinan yg sangat ia segani itu.
" Bagus... lakukan tugas mu dengan baik... ingat jangan kecewakan saya...!!!"
" Siap pak bos...!!!"
" Besok saya, Reza dan Grace akan kembali ke kantor pusat jadi selamat bekerja..."
Akbar melirik Je yg terlihat sedang tersenyum tipis, entah dia sedang senang karena Akbar tetap ditugaskan dikantor ini, atau dia sedang senang karena Merria telah terbongkar sifat aslinya, dan dia berhasil membuktikan potensi dirinya yg berkualitas, Kalau Akbar sih berharapnya Je tersenyum karena senang dia masih disini dan bisa setiap hari bertemu dengannya lagi
" Je..." panggil Deven membuat Je tergaket dari lamunannya
" I... iya pak presdir..." sahut Je gugup
" Bekerja samalah dengan baik dengan Akbar... ciptakan suasana kantor yg produktif dan berkualitas..."
" Si..siap pak presdir... terimakasih atas kepercayaannya..."
Merria tampak muak, dia benar benar nggak terima dengan malu yg diterimanya, dan kemenangan Je atas kekalahannya
Dia tak terima, dia sangat benci dan dendam pada Je
Seakan Je saat ini sedang tertawa bahagia mengejek kekalahannya
Je telah mempermalukan dirinya...membuat semua orang tak lagi mempercayainya
Dia tak sadar apa yg diterimanya adalah balasan atas kelicikan yg dilakukannya selama ini, dia dengan tega menjelek jelekan Je di depan manager Lee, melimpahkan semua kesalahan pada Je agar dia terlihat buruk dan selalu disalahkan
Dan hari ini dia mendapat hukumannya.
" Liat aja Je... gue nggak akan ngebiarin lu tertawa diatas rasa malu gue... gue akan bales...!!!!"
Bersambung~
Niiihhh author kasih up lagi
Mumpung lagi banyak waktu luang, makanya author manfaatin buat nulis
Semoga suka dan puas ya...
Kalau lima bab kayaknya belum sanggup Dehhh soalnya takut alur ceritanya jadi ngawur... kan malah bikin nggak puas para readers yg setia mengikuti cerita si Akbar bujang dusun dambaan para mamak mamak
hihihiiii
Makasih juga yg udah mendengar curhatan author, maaf ya author masih suka waferr eehhh baper
maklum yak mamak mamak siiihhh
Jangan lupa Vote, like dan komen nya ya...
__ADS_1
Happy Reading....