
"Je....!!!!!" sebuah panggilan mengagetkan obrolan mereka bertiga
" Bisa kita bicara sebentar...????"
Je menatap bu Grace dengan tatapan bingung, wajah bu Grace terlihat begitu dingin dengan tatapan yang sulit diartikan, dengan sedikit canggung Je mengiyakan ajakan sekretaris presdir itu
" Ada yang bisa saya bantu buk...???" tanya Je
" Kita bicara di luar ya... aku mau dapat suasana yang lebih tenang..." ajak Grace lalu berjalan mendahului Je
Je menoleh kearah dua sahabatnya yang hanya memberikan dukungan pada nya, tak ada pilihan lain, Je pun menyusul Grace menuju taman di dekat kantor
Taman kecil yang digunakan para karyawan untuk sekedar melepas lelah atau mencari udara segar di sela sela istirahat mereka
Grace duduk di kursi taman, sembari menatap lurus kedepan, membiarkan Je kebingungan dan Akhirnya memilih duduk di sebelahnya, karena ya memang kursinya cuman satu
" Kenapa buk...???" tanya Je setelah beberapa saat mereka saling diam
" Aku tau Je... kamu begitu bahagia bersama Akbar...aku juga tau Akbar hanya mencintai mu...dia terlihat begitu serius padamu... tapi apa kamu tak melihat aku sedikitpun...!!!" ucap Grace yang membuat Je langsung tertotok tajam
Sudah diduga nya bahwa Grace pasti akan membahas soal Akbar
" Ma...maksud bu Grace...???" tanya Je
" Aku tau kamu cinta sama Akbar, Akbar pun hanya cinta sama kamu... kamu wanita yang dipilihnya, tapi apa kamu tak melihat aku sedikit aja....!!! kamu tak lihat hati aku yang terluka menganga karena kebahagiaan kalian...!!!! kamu perempuan kan Je...?? punya hati bukan...!!! kenapa kamu sejahat itu...!!!!" olok Grace nanar, wajah cantiknya berubah menerah menahan tangis dan marah
" Jahat...!!!! apa aku jahat jika aku membalas cinta dari orang yang juga aku cinta...??? jahatnya dimana...!!!" bantah Je
Karena dia merasa tak pernah mengambil atau merebut Akbar dari siapapun
" Kamu egois...!!! kamu hanya mementingkan kebahagiaan mu...!!!" tuding Grace
" Bukankah cinta itu memang egois...??? buktinya kecintaan mu pada kak Akbar membawa mu egois... menyalahkan orang lain hanya karena kamu tak bisa menggapai cinta mu itu.... salah ku dimana...??? aku juga ingin dicintai... mencintai orang yang mencintaiku... hidup bahagia...apa ITU SALAH....???!!!!" tuding Je balik, rasanya dia amat geram dituding Grace dengan olokan nya
" Aku tidak pernah merebut kak Akbar dari siapapun buk... dia datang dan aku nyaman dengan nya... wajar jika kami menjalin hubungan..."
" Tapi kamu kan tau kalau aku mencintai Akbar... aku pernah ceritakan isi hati ku pada mu Je...!!!" bantah Grace
" Itu bukan alasan untuk anda menyalahkan saya buk... cinta tak bisa dipaksakan...!!!" sahut Je mematahkan dengan cepat
__ADS_1
" Lalu jika anda mengatakan saya jahat... hanya karena membiarkan hati anda terluka melihat kebahagiaan kami... karena saya menerima cinta kak Akbar dan tak memberi kesempatan pada anda... lalu apa kabar dengan anda...??? anda seakan memaksa saya untuk meninggalkan orang yang begitu mencintai saya... apa anda tak melihat seberapa besar kak Akbar mencintai saya...!!!!"
" Aku tau...aku tau Je kalau Akbar menang begitu tulus dan serius padamu... tapi aku hanya... hanya..."
" Hanya apa bu...??? hanya tak bisa menerima kenyataan...!!! hanya karena sakit hati...!!!" potong Je cepat
" Tapi bukan dengan cara menyudutkan saya dan mengolok saya Jahat... apa kejahatan saya pada anda...!!!! ini soal hati buk... soal perasaan...!!!!"
Grace terisak tangis, entah tangis sedih, hanvur ataupun mengiba pada Je
" Seumur hidup aku baru mencintai orang sedalam ini... dan sejak aku bertemu dengan Akbar... hidupku terasa berbeda... lebih berwarna dan bersemangat... aku hanya ingin memperjuangkan cinta ku...!!!"
" Dengan menyuruhku mundur...??? meninggalkan dia begitu...!!! apa itu nggak lebih jahat dan egois..." sindir Je
" Please Je... beri aku kesempatan unyuk memilikinya... ku mohon...."
" Maaf bu... saya nggak bisa...!!!! saya pun ingin mempertahankan cinta saya..." jawab Je dingin
" Rupanya cinta anda terlalu picik... anda menyakiti hati anda sendiri... dan anda juga tega menyakiti hati orang yang anda cintai...!!!"
" Tapi bulsyeett bukan jika ku bilang aku rela berkorban.. aku rela terluka asal orang yang aku cintai bahagia itu bulsyeettt....cinta itu butuh penyatuan dari dua orang gak bisa ada salah satu yang harus dikorbankan...!!!"
" Aku tak mengorbankan kamu Je... aku hanya minta sedikit saja rasa iba kamu sebagai perempuan... ku mohon kasih aku kesempatan untuk bisa memiliki Akbar... mencintai dan dicintainya..."
" Apa bedanya buk...??? cinta mu terlalu gila... terlalu egois... kamu rupanya begitu jahat..." olok Je yang makin geram dengan ucapa ucapan Grace yang seakan dia teraniaya
" Aku akan tetap menjaga cinta kami semampu ku...!!! tak akan ku biarkan siapaun mengganggu dan mengusik kebahagiaan kami..." ancam Je dingin
Grace makin jadi menangisnya, membuat Je semakin murka dan marah, Je segera berlari meninggalkan Grace, berlama lama mengobrol dengan dia hanya akan membuat Je makin marah dan mengganggu hubungan nya dengan Akbar
" Aku cinta Akbar Je...!!! aku sangat mencintainya... kenapa kamu tak punya hati sedikit saja untuk ini...!!!" treak Grace kedal karena melihat Je tetap kekeh dengan pendiriannya, tak mau mendengarkan permohonan nya
Je berbalik dan menatap Grace tajam
" Cinta anda terlalu buta bu Grace... anda tak punya hati rupanya.. memaksa kehendak anda dan menganggap anda yang teraniaya... anda mengorbankan orang lain demi kebahagiaan anda sendiri... apa anda pernah mikir apa kak Akbar bisa bahagia dengan anda...!!!!"
" Saya pasti akan membuatnya bahagia.. saya akan mengorbankan apa saja buat dia... asal kamu mau melepaskan Akbar pada saya...!!!"
" Jangan Mimpi...!!!!" tatapan Je terlihat begitu serius
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah melepaskan apa yang memang milikku untuk orang lain... sekalipun kamu memelas...maaf aku tak bisa mengabulkan keinginanmu..."
Je sebenernya masih ingin membalas Grace dengan kata kata yang lebih banyak dan lebih pedas lagi, tapi dipikirnya percumah
Perempuan satu ini sedang gila karena cinta nya sendiri
Je segera pergi meninggalkan Grace yang langsung duduk merosot menangis sesenggukan dengan histerisnya
" Maafkan aku bu Grace... aku tau aku egois.. aku hanya mementingkan hati ku saja... kebahagiaan ku saja... aku jahat pada mu... aku tak bisa mengerti posisi mu sedikit....tapi... sungguh jika aku harus melepaskan cinta ku hanya karena ingin dikatakan wanita yang punya hati... maaf... aku tak bisa... aku juga mau memperjuangkan kebahagiaanku..."
" Terserah seperti apa persepsi mu yang pasti aku yakin Akbar lebih bahagia bersamaku sebab cinta nya hanya untuk ku... maaf... aku minta maaf..."
Je terseok seok kembali ke kantor, kali ini dia lebih memilih langsung keruangan Akbar
Bodo amat mau dianggap tak punya profesional, tak beretika atau apapun... saat ini dia hanya ingin bertemu dengan lelaki itu, berada di dekatnya, bisa melihat teduhnya tatapannya
Itu saja... tlah membuatnya tenang
Greeeekkk
Je membuka pintu ruangan Akbar paksa, bahkan tanpa mengetuknya dulu
Akbar yang tengah sibuk dengan pekerjaannya langsung terkaget melihat kedatangan Je yang tak biasa
" Aku mau disini... ku mohon sebentar saja biarkan aku tenang..." ucap Je memelas
Akbar hanya diam menatap Je dengan binging, sikap Je akhir akhir ini sulit di pahaminya
Je menangis dalam diam meski punggungnya berguncang hebat sebisa mungkin dia menahan suara tangisnya
Bukan Je sedang cari perhatian, ingin pembelaan dari Akbar, atau menyudutkan bu Grace di mata Akbar, hanya saja saat ini berada di dekat Akbar adalah ketenangan tersendiri baginya
" Aku tak bisa... maafkan aku...."
Bersambung~
Jika dalam posisi seperti ini...
Lalu siapa sebenarnya yang egois....????
__ADS_1
Komen di bawah ya....