
" Eeeemmmm.... bu Grace... eee..." panggil Akbar dengan bingung ketika mereka sudah berada di kamar pengantin berdua
Grace yang sedang membersihkan make up menoleh menatap Akbar dengan mata yang berkaca kaca, bahkan setelah resmi menjadi istrinya pun Akbar masih memberikan batas yang terlalu tinggi diantara mereka, Akbar masih terus memanggilnya dengan sebutan " Bu Grace "
" Eee..."
" Apa kamu tetap akan memanggil ku dengan panggilan itu Akbar...??? bukan kah sekarang kita adalah suami istri...???" potong Grace cepat
Akbar berbalik menatap Grace dengan tatapan sendu dan bingung
" Maaf.. aku belum pacak membiasakan diri... aku nyaman dengan memanggil mu seperti di kantor..." sahut Akbar, satu butiran bening lolos begitu saja dari sudut mata Grace
" Aku tau kita dem menikah... status kita aku adalah suami dan kamu istri aku... dimata semua orang kita sah... anye... aku harus menyampaikan ini ke kamu bu Grace... kamu keruan bukan...dari awal aku bersedia menikah dengan kamu sebab permintaan Je... aku dek galak menolak permintaan terakhir Je... "
" Iya aku tau itu Akbar...!!! aku tau kamu tidak mencintai ku... kamu tidak bisa menerima ku.. kamu melakukan semua ini karena terpaksa... aku tau itu... kamu tenang saja aku tidak akan memaksa kamu untuk menjalankan semua kewajiban mu sebagai suami..." potong Grace langsung, dengan menahan sesak yang begitu sakit di dada Grace langsung mengatakan semuanya
" Tetapi ijinkan aku menjalankan semua kewajiban ku sebagai seorang istri Bar... mengurus semua keperluan kamu... membantu usaha kamu... biarlah setidaknya aku bisa merasakan peran ku sebagai istri kamu... dan tolong aku mohon biarkan rahasia ini hanya kita yang tau... didepan papa mama ku terutama berektinglah seolah kita adalah suami istri yang sangat bahagia... aku.. aku hanya tak tega jika mereka tau dan bersedih dengan keadaan kita..." pinta Grace sembari menyeka air mata nya yang entah sejak kapan berjatuhan tanpa henti
Akbar tertunduk diam, dia sebenarnya tak tega membawa Grace pada keadaan ini, tetapi dia juga tidak bisa memaksa hatinya untuk melakukan hal yang hanya akan menyiksa nya maupun Grace
" Pernikahan kita ini hanya diatas kertas... di depan semua orang... jadi dek perlu lah kamu menunaikan kewajiban kamu sebagai istri... aku tidak memerlukan semuanya..." tolak Akbar
" Maaf ame aku terlalu jahat... aku menyakiti hati kamu... aku mengajakmu berada di posisi ini... anye sungguh aku dek pacak menolak galenye... aku harus menjalankan amanah Je... aku mewujudkan keinginan umak untuk segera menikah...dan permintaan umak hanyalah menikah dengan mu...." lanjut Akbar
" Aku tau Bar.. aku berusaha menerima semua nya... jika memang kau keberatan aku menunaikan tugas tugas ku sebagai istri ya sudah tak apa... yang penting kau nyaman dan tidak merasa terpaksa lagi...." hati Grace entah terbuat dari apa sampai dia sebegitu terima nya dengan kenyataan ini... atau mungkin Grace terlalu mencintai Akbar sampai dia buta akan kenyataan
Bahkan dimalam pengantin nya... malam dimana seharusnya menjadi malam paling berkesan... malam yang sangat dinanti nanti oleh setiap gadis yang baru menikah... menjadi malam dimana dia harus tau akan kenyataan.. menerima semua kepahitan... kenyataan akan Akbar yang tidak mencintainya... kenyataan bahwa laki laki yang berstatus suami nya itu hanya mencintai kekasih nya... wanita lain bukan dirinya...
__ADS_1
" Terimakasih bu Grace atas pengertian nya... bu Grace tentunya keruan kan kalu aku hanya mencintai Je... hati aku sudah terlanjur mati bersama kepergian Je.. jadi akan sangat sulit untuk aku membuka hati pada jeme lain... mungkin dek pacak aghi..."
Grace menangis sesenggukan sambil mengangguk paham
" Aku tau itu Bar... tenanglah... aku tidak akan memaksa mu untuk menjadikan aku pengganti Je... jika selama nya Je menempati posisi nomer satu dihati mu... tak apa... aku mengerti..."
" Andaikan keajaiban itu datang pada ku... maka biarkan kamu luluh dan merasakan sendiri besar dan tulusnya cinta ku pada mu... kau tak perlu terbebani... aku juga tak butuh dikasihani..."
" Sekali lagi aku nak minta maaf buk... aku tau aku salah..."
" Sudahlah Bar... tidak ada yang perlu disalahkan sebab aku juga bersedia... jika aku merasa aku yang terdzolimi juga salah... sebab aku punya hak untuk menolak harusnya... tapi nyata nya aku bersedia bukan...????" jawab Grace lantang
Dia sepertinya tak ingin membahas hal ini lebih lama lagi karena hanya akan terlalu menyakiti nya...
" Ao bu terimakasih atas pengertian nya..." jawab Akbar pelan
" Bisakah untuk tidak pergi dulu Bar...??? ini malam pertama kita... meskipun kita tidak melakukan apapun tapi bisakah kamu disini dulu... aku tidak mau jika umak tau keadaan kita yang sebenarnya..." pinta Grace memelas sebab Grace tau Akbar hanya ingin menghindari nya
" Aku dek sanggup bu Grace... aku butuh waktu untuk menenangkan diri... ame disini terus aku pacak stres dan emosian..." keluh Akbar meminta pengertian Grace
" Oke...!!!" Grace menyeka air mata nya yang terlihat sia sia
" Oke pergilah...."
Akbar hanya menatap Grace lalu mengambil jaket nya dan bergegas keluar kamar, Di luar umak masih duduk selonjoran sembari ngopi, orang tua Grace baru saja pamit pulang ke Jakarta sesaat sebelum Grace dan Akbar masuk kamar
" Bar... nak kemane kaba tu...???" tegur umak yang melihat anak lelakinya pergi buru buru di malam pengantin nya
__ADS_1
Akbar kaget lalu menatap umak bingung
" Nak ke pabrik mak... ade masalah yang harus aku selesaikan..." sahut Akbar dusta
" Ape dek pacak pagi saje... malam ini kan malam pengantin kaba... karuk nian ame kaba tinggalka bini kaba sendirian... hargai perasaan die Bar... urusan kerja masih pacak di tunda jerang..." ujar umak memberi saran
" Dek pacak mak... aku juge dem ijin bu Grace... eee istri ku maksudnya mak dan die dek keberatan....dem ya mak aku nak laju..." Akbar segera pergi menuruni tangga rumah panggungnya lalu menstater motornya dan pergi
Umak menatap kepergian Akbar.... meskipun mereka bersandiwara tetapi mak tau apa yang sebenarnya terjadi... anak lelaki nya sengaja meninggalkan istrinya
Grace menangis sesenggukan dibawah bantal berusaha meredam suara pilunya agar tak terdengar oleh umak, getir yang terlalu menyakitkan menyayat hatinya... perempuan mana yang meskipun dibuat setegar mungkin akan rapuh juga jika dihadapkan dengan keadaan yang seperti ini...
" Aku tau aku bodoh... memaksakan cinta ku untuk memiliki mu Bar.... sedangkan aku tau dihatimu tidak mungkin pernah ada aku... hatimu sudah menjadi milik orang lain... orang yang bahkan sekarang sudah menjadi tanah tetapi tetap menjadi pemenang nya...."
" Bukan kamu yang menyakiti ku tetapi aku sendiri yang membiarkan hatiku terluka...hiks hiks hiks....."
Tiba di Pabrik Akbar langsung masuk ke ruangan nya, mengunci pintu dan menyalakan lampu temaram, Akbar merebahkan tubuhnya sembari menatap langit langit... hidupnya sekarang telah berubah... pagi tadi ketika ijab Qobul yang sakral itu diucapkan... dan kata SAH dimantapkan status nya telah berubah..dia telah menjadi seorang suami... suami atas seorang wanita yang bukan pilihannya... menikahi wanita yang tidak dicintai ternyata lebih rumit dan menyakitkan...
" Je... aku sudah mewujudkan keinginan mu... bisakah malam ini kau datang temui aku... aku rindu kamu Je... aku sangat rindu...." ucapnya sembari mengisak tangis
END
Jangan lupe mampir di Novel terbaru aku au
SI CULUN SANG CEO ACHIEVEMENT
DItunggu....!!!!!
__ADS_1