Bujang Dusun

Bujang Dusun
Merria Vs Je


__ADS_3

Akbar sudah menceritakan semua yg terjadi di kantor cabang pada pak bos, termasuk mengenai sifat dan sikap beberapa karyawan, sebenernya sih nggak beda jauh dengan sifat karyawan di kantor pusat, hanya saja disini lebih kelihatan dampak nya atar satu karyawan dengan karyawan lain.


Dev dan Reza juga sudah datang ke kantor cabang,


Pak Presdir kebanggan semua umat ini memberikan Challenge pada dua srikandi Merria dan Je, untuk membuktikan kebolehan nya dalam bidang marketing


Mereka ditantang bisa menjual barang yg sudah sedikit cacat dan dikasih target yg cuiup fantastis, tapi dibalik itu barang cacat itu akan diambil lagi dari customer oleh Reza tanpa sepengetahuan mereka, karena Dev tak mungkin menjual barang cacat, hanya akan menbuat jelek image perusahannya nanti


Ini ia lakukan hanya untuk tantangan melihat seberapa kemampan sebenernya dua srikandi yg menjadi icon kantor cabang


Duel mereka akan semakin seru dengan Challenge ini


Begitu lah langkah yg diambil pak presdir agar menghapus habbit jual perhatian dan cari muka. Pemimpin itu harus bijak, adil dan melihat semuanya dari segala aspek


bukan hanya sekedar melihat dari apa yg hanya dilihatnya sekilas dan lebih mendengar apa kata orang lain.


Je nampak tenang, dia sedang memikirkan cara dan trik yg harus dilakukannya, jiwa petarungnya seakan tertantang, ini adalah moment dimana dia harus bisa membuktikan kebolehan dirinya, menampik semua pandangan manager Lee yg menganggap nya tak membanggakan nya, membuktikan didepan pak presdir bahwa dirinya juga memiliki loyalitas meskipun tak pernah diucapkannya, karena baginya loyalitas dan rasa hormat menyegani itu tak harus di ucapkan tapi cukup dibuktikan dengan tindakan yg nyata


Meskipun dia acuh, cuek, kaku dan dingin tapi dia tetap tau mana menghormati dan patuh pada titah pemimpinnya.


Berbeda dengan Merria, sedari tadi dia berkoar koar menganggap tantangan itu kecil dan mudah, dia punya cara terbaiknya yg mampu mengalahkan Je dan menyekesaikan tantangannya dengan mudah, membuat manager Lee tampak bangga dan yakin padanya


Tetapi sebenernya dalam hatinya dia begitu gusar dan khawatir, dia pesimis mampu menjual barang cacat, barang bagus saja dia kesulitan dan malas apalagi ini barang cacat dan harus selesai hari ini


Merria bingung dan buntu apa yg harus dilakukannya


Satu satu nya cara agar dia tetap menang dan tetap dipuji manager Lee dan pak presdir adalah melakukan kecurangan, dia akan mengiming imingi customer semenarik mungkin, atau memohon mohon memelas, dan akan melihat cara Je nanti presentasi lalu di ikutinya,


Yaahhhh


Ide itu yg akan dilakukannya nanti, apapun akan dilakukannya asal dia tetap terlihat baik, bagus dan selalu dipuji di depan para pimpinan perusahaan,


Baginya mendapat nilai tersendiri didepan para pemimpin adalah sesuatu yg menyenangkan baginya, karena apapun yg dia ucapkan akan lebih didengar, dia jadi dekat dengan atasan dan mudah untuk melakukan apa saja tanpa takut ditegur


" Bagaimana kalian sudah siap...???" tanya Dev pada dua karyawan srikandinya


" Saya sangat siap pak Presdir...!!" ucap Merria lantang sambil melirik sinis kearah Je


" Siap pak presdir...!!" ucap Je mantab


" Baiklah... segera berangkat dan selesaikan tugas kalian... tunjukan pada saya bahwa kalian karyawan terbaik yg berhak mendapat apresiasi dari perusahaan, kemampuan kalian tak bisa di remehkan dan diragukan, kalian mampu memberikan loyalitas kalian pada perusahaan... menutupi segala kekuarangan perusahaan..."


" Baik pak presdir...!!!!"


" Semangat Je... Merria ... kalian pasti bisa...!!!" ucap Akbar memberi dorongan


" Kamu tidak pernah mengecewakan saya Merria...maka jangan kecewakan pak presdir..." manager Lee menyemangati Merria


" Je... pasti bisa... Merria kamu hebat..." Grace ikut memberi semangat, sebenernya Grace sedikit tak suka pada Je karena rasa cemburunya, namub disini dia juga sadar selain harus bisa bersikap profesional dia juga harus tau jika Akbar memang sedari awal tak pernah memberi harapan apapun padanya, ini Real perasaan dab harapannya sendiri


" Makasih buk..." jawab Je sambil tersenyum manis


" Senyum mu manis sekali Je... wajarlah jika Akbar menyukai mu..." keluh Grace dalam hati

__ADS_1


***


Merria kalang kabut melihat Je dua poin lebih unggul dibanding dirinya


Padahal dia sudah melakukan banyak cara untuk bisa menjual barang challenge dari pak presdir.


Mulai dari merayu, membujuk dengan menjanjikan hadiah yg fantastis sampai dia rela membayar customer asal mau menerima dan mengambil barangnya


Kedengeran nya si lucu memang, dia yg jualan dia pula yg bayar customer, tapi ide konyol itu ia lakukan semata mata agar bisa menyelesaikan tantangan dari Presdir


Je nampak terus berusaha keras, otak nya yg cukup cerdas serta kepiwaiannya dalam berbicara, semaksimal mungkin dia lakukan agar meyakinkan customer, tak jarang ia di tolak, di maki maki bahkan dibilang penipuan, tapi dia hanya membalasnya dengan tersenyum


" Ingat Je... lu punya potensi yg tidak mudah untuk diremehkan... ini bukan soal pengakuan didepan presdir tapi tentang harga diri..." batin Je menyemangati dirinya sendiri.


Je melihat Merria sedang mengamatinya presentasi, lalu segera di praktekannya meski sepertinya blm membuahkan hasil


Je tersenyum melihat lawan fighter nya yg nampak kalang kabut kaya kebakaran jenggot


" Ngos ngosan amat lu Mer... santai aja kali..." ledek Je


" Nggak donk... gue kan harus membuktikan didepan pak presdir... gue nggak mau ya manager Lee malu..." sahut nya sok bijak


" Tapi buktinya masih kalah tuh ama gue..." kali ini Je pengen banget bikin lawannya makin panik jadinya kan nggak konsen alias kalah mental duluan


" Jangan sombong dulu lu... gue blm aja ngluarin kemampuan gue yg sebenernya, abus lawan gue kurang sepadan sihhh...kalau lawan gue pak Akbar atau manager Lee baru gue mau ngluarin kemampuan gue full..." cibir nya nggak mau terlihat kalah didepan Je


" Kluarin aja donk... ketimbang lu kalah ama gue yg nggak sepadan kan malu banget..." balas Je dengan tawa sinis


" Nggak usah nantangin... nanti nyesel lu...!!!!"


" Kita lihat aja hasil akhir...kalau lu emang bener bener diatas gue... atau bisa jadi sebaliknya...!!!" Je segera berlalu dari hadapan Merria yg menatapnya dengan marah


Sengaj Je berkata demikian, untuk melawan orang yg lemes dan penjilat serta tukang ngremehin orang lain emang harus lebih sombong dan lebih menang mental, biar nggak di injak terus


Karena orang tipe Merria sebenernya lebih gampang pesimis dan panikan kalau dirinya lebih kalah dari lawan nya.


Sekitar jam 4 sore Merria sudah kembali ke kantor, dia dengan penuh percaya diri masuk keruangan manager Lee menyerahkan data penjualannya pada pak presdir.


Usahanya berhasil dia mampu menjual semua barang yg dibawanya, meskipun dengan menghalal kan semua cara, tapi dia mampu mengalahkan Je yg sampai sekarang belum juga kembali ke kantor.


" Hmmmm pasti cewek itu lagi kalang kabut belum bisa ngejual habis hahahaaa mamp*s lu Je...!!! lu akan semakin dianggap nggak berguna..." tawa Merria merasa menang


Dev tersenyum miring melihat data penjualan Merria


Namun Merria tetap percaya diri, dia yakin presdir akan bangga padanya dan mau mendengarkan semua yg dikatakannya seperti manager Lee biasanya.


Tak lama Je masuk, dia melihat Merria telah berdiri dihadapan presdir


Merria melirik Je sambil tersenyum sinis


Je menyerahkan data laporan penjualannya di meja presdir


" Gimana Je sudah selesai...???" tanya presdir setelah selesai meneliti data laporan Merria

__ADS_1


" Sudah pak presdir..." sahut Je sambil menunduk


" Baru dateng lu...haahhh kalah kan sama gue..." cibir Merria


Akbar, bu Grace, Manager Lee masuk ruangan, Manager Lee langsung menatap Merria dengan tatapan lesu


" Saya senang dengan cara kerjamu Je... saya juga senang dengan etos kerja yg kamu lakukan..." puji pak Presdir


" Loohhh pak tapikan saya yg duluan selesai...!!!" protes Merria cepat


Dev menatap Merria tajam


" Akbar coba jelaskan pada karyawan satu ini..." perintah Dev pada Akbar namun tatapannya tetap tajam menatap Merria


Gadis itu menciut nyalinya


" Merria... siang tadi Je sudah balik ke kantor... barang yg dibawa nya sudah habis... lalu dia mengambil kembali karena masih banyak waktu sambil menunggu kamu pulang..." penjelasan Akbar singkat namun mampu menotok hati Merria yg begitu tamak


" Eee iya Mer... tadi waktu gue ngetawain lu gue udah balik kantor dan ngambil barang baru..." tambah Je datar seolah benar benar sedang menertawakan muka Merria yg bloon itu


" Jadi Merria kamu kalah...!!!!" ucap Deven memberi kesimpulan


" Brengs*k si Je...!!!! berani nya dia malu maluin gue kek gini... liat aja pembalasan gue nanti...!!!" umpat Merria dalam hati sambil menahan marah yg membuncah di dadanya


dia tak terima dikalahkan Je didepan presdir


" Manager Lee... terkadang kita sebagai pemimpin tidak selalu melihat sisi kekurangan karyawan saja atau menyimpulkan sesuatu berdasarkan cerita orang saja... tapi perlu kita buktikan langsung... dengan melihat kebenaran yg sebenarnya terjadi..." tegur Dev pada manager Lee


" I.. iya pak presdir saya minta maaf..." manager Lee tertunduk malu dihadapan semuanya


Meskipun jauh dihatinya dia marah pada Je yg telah mempermalukannya


Manager Lee tak terima jika ada orang yg mempermalukan dan mematahkan asumsinya, karena dia menganggap dia paling cerdas.


" Masih ada satu lagi yg harus presdir dan manager Lee tau...!!!" Reza tiba tiba datang dan langsung angkat bicara


Semua menoleh menatap Reza tajam


" Soal apa...???" tanya Dev


" Merria....!!!!!"


Mata Merria melotot, apakah yg saat ini sedang ditakutkannya akan dibongkar pak Reza...?????


Bersambung~


Gimana...???


Hari ini author double up nihhh


Harus diramaikan yaaahhhh


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2