Bujang Dusun

Bujang Dusun
Situasi Yang Serba Menyulitkan


__ADS_3

"Silahkan duduk bu Grace...." Akbar mempersilahlan Grace duduk di sebelah Je


" Eeee... bu Grace... Je ini... eee...die... p..pacar Aku...!!!"


*Deg


Deg


Deg*


Grace menatap Akbar tajam, seakan ucapan Akbar barusan adalah hujaman belati panas yang menembus jantungnya, sakit sekali


Ngilu dan perih yang tak bisa diucapkan


Mata Grace langsung berkaca kaca


Mengapa menyakitkan sekali Akbar...!!!!


" P...pacar...????" pekik Grace


" J...jadian kapan...????"


" Dem la sekitar hampir satu bulan buk..." sahut Akbar tak enak hati melihat ekspresi wajah Grace saat ini


" Selamat ya...." Grace mengulurkan tangan pada Akbar, menggambarkan senyum pebarnya dengan mata yang mengembang hampir tumpah


" Semoga kalian langgeng... aku baru tahu lohhh...."


" Makasih buk..." balas Akbar sembari menjabat tangan Grace


" Selamat ya Je... kalian cocok....serasi..." Grace tersenyum lebar pada Je mengulurkan tangan juga pada nya, senyum itu senyum palsu, hanya untuk menutupi tangis patah hati nya saja


" M...makasih bu Grace..." balas Je pelan


" Are you oke...????"


" I'm oke.... i'm fine...." balas Grace tak kuasa menumpahkan lagi air matanya, jatuh berserakan seperti hatinya yang hancur keping keping, pupus sudah harapannya selama ini, Akbar benar benar tak pernah melihat hatinya


Lagi lagi dia di tinggalkan begitu saja


" Aku ikut happy kalau Akbar happy..." lanjut Grace setelah terjeda tangis beberapa saat


Umak menatap Akbar sedikit marah, kelakuan Akbar menurut umak sangat tidak baik, mak nggak suka jika Akbar mempermainkan hati seorang perempuan, sama saja seperti dia tak menghargai mak nya


" Kle di humah aku jelaska mak..." bisik Akbar pada umak


" Tolong aku jerang disini... aku dem kehimpit..."


" Nak Grace teman kerja Akbar...???" tanya umak berusaha mencairkan suasana yang mendadak canggung ini


" Begawe disini juge ka...???"


" Iya mak..." sahut Grace sembari menyeka air mata nya


" Saya sekretaris bos besar... suaminya bu Rere yang dulu ngajak Akbar dari dusun... saya kerja di kantor pusat tempat Akbar dulu pertama masuk... dan kebetulan sekarang sedang ada tugas saja sementara di kantor cabang sini..." terang Je sembari memaksakan bibirnya untuk tersemyum ramah, seolah hati nya sedang tidak ada apa apa


" Oya mak... Grace mau ngucapin makasih buay oleh oleh dari mak... rajutan mak bagus banget loohhh... aku suka..."


" Jadi Akbar minta mak buatka tige rajutan satunya buat kaba...???" tanya mak


Grace mengangguk cepat


" Cantik mak..."


" Ao makasih pujiannye....mak buat pakai tangan bae..dek punya mesin jahit..."

__ADS_1


" Tapi rapi lohh mak... bagus banget lagi..."


" Ao makasih ya nak ya ame la anak ini suka dan mau menerimanye...." Balas Umak membalas senyuman manis Grace


" Sedekat itukah dulu Akbar dengan bu Grace sampai dia pulang kampung di bawain oleh oleh dari umak...." cecar batin Je


Ntah kenapa hatinya terasa amat ngilu mendengar obrolan mereka


" Kapan kapan kalau mak ada waktu ajari Grace buat rajutan ya mak..." Pinta Grace


Mak melirik wajah Je yang nampak murung, mak jadi serba salah


" Ao... nak Grace ataupun nak Je boleh belajar sama umak ame la umak masih di Jakarta..."


Je hanya tersenyum menanggapi ucapan umak yang masih menyapa dirinya disela sela obrolannya dengan bu Grace


Akbar hanya diam, posisinya sekarang berada diantara serba salah, berusaha menjaga hati mereka, tak mau membuat Je kecewa dan merajuk lagi, tapi juga menjaga hati bu Grace yang akan sangat tersakiti jika melihat Akbar terlalu mengutamakan Je


Pokoknya ini bagaikan makan buah simalakama,


Akbar terjebak dalam situasi yang serba membingungkan, belum lagi pasti nanti kena marah umak gegara kejadian ini


Hahhhh trima nasib sudah hidupnya sekarang...


Entah kenapa Je merasa Grace disini ingin menguasai situasi, berusaha mengambil simpati umak, terus mengajak nya mengobrol


Keadaan saat ini sangat tak membuat Je nyaman, tapi dia pun tak boleh menyerah begitu saja, kalau dia pergi meninggalkan mereka maka kesempatan bu Grace akan semakin besar untuk mengambil hati umak, Je harus sabar, harus tetap terlihat biasa biasa saja meski hatinya menahan dongkol dan kesal


Entah siapa yang harus disalahkan dalam kondisi seperti ini


Grace hanya datang dan berusaha memperjuangkan hatinya


Je adalah gadis yang dipilih Akbar tanpa dia merebut Akbar dari siapapun, dan Je pun mencintai Akbar dengan tulus


Sedang Akbar...


Jika dia memilih Je, bukan salahnya jika Grace terluka, sebab Akbar tak pernah memberikan harapan apapun pada gadis itu


Tetapi cinta itu memang rumit, membuat kondisi saat ini pun serba rumit


Andai Akbar bisa menghilang, ingin rasanya dia menghilang saat ini


Akbar frustasi....


Acara makan malam pun berlangsung tak mengenakan,


Bahkan lagi dengan sangat terpaksa Je mengijinkan Akbar mengantar Grace ke hotel nya dulu sebelum mengantarnya ke kosan


Mereka duduk bertiga di mobil, dengan posisi umak ditengah duduk diantara Je dan Grace


Akbar duduk didepan sendiri


Dem mirip sopir pribadi aja dia hihihiiii


" Umak krasan tinggal di Jakarta...???" tanya Grace membuka obrolan


" Lumayan... tapi mak tetap nyaman tinggal sandi dusun dewe... disini bosen dek pacak begawe ke kebun..." jawab umak


" Udah rindu ya mak sama kebun kopi nya... Grace suka loohh kopi buatan mak... waktu Akbar bawa dari dusun... tiap hari Grace minum..."


" Ao lah... kapan kapan ame Akbar balek dusun umak bawaka aghi...."


" Malah Grace itu pengen main ke dusun mak loohhh....pengen ikut bantuin metik kawe... eehh iya ya Bar kopi kalau didusun mu namanya kawe ya..." Grace malam ini nampak lebih arogan, lebih banyak bicara dan caper


" Ao buk..." sahut Akbar sembari melirik dari kaca spion

__ADS_1


" Iya mak... sekalian ajari cara nya buat kopi sampai senikmat itu..." lanjut Grace


" Eee nak Je suka ngopi...???" mak bertanya pada Je, sedari tadi gadis itu lebih banyak diam membiarkan Grace lebih banyak mengusai obrolan bersama umak


Mak merasa kasihan dengan Je segimana pun mak lebih sreg Akbar bersama gadis bule ini


" Hehe suka mak..." sahut Je pelan


" Ao la kapan kapan kita pacak ngopi same same..."


" Loohh bukannya kamu waktu itu nggak ngopi Je...???" tanya Grace seakan menyudutkan Je


Sejujurnya Je banyak diam selain bingung mau ngomong apa karena Grace terlalu menguasai keadaan, dia sebenarnya masih sungkan pada Grace, segimanapun dia orang yang sangat dihormatinya didalam perusahaan, jabatannya sebagai sekretaris presdir adalah termasuk kategori orang penting di perusahaan, sedangkan dirinya hanyalah karyawan marketing biasa


Jauh dibawah mereka levelnya


" Iya... saya suka ngopi hanya saya punya asam lambung yang udah cukup kronis jadi nggak bisa banyak dan sering sering ngopi mak..." jelas Je sambil tersenyum


" Ao lah... mending lebih kaba jage kesehatan kaba itu...umak juga sekarang dem la mulai banyak ngurangi kopi soalnya sering tensi tiba tiba naik..." balas umak lembut pada Je


" Iya mak... kopi itu kan kafein nya tinggi bisa juga menyebabkan tensi naik..." sahut Je


" Ini tensi aku la juga naik ini...luk mane ini mak..." gerutu Akbar menyahuti dari depan


" Jangan dulu... nggak seru aja kalau tiba tiba kamu stroke..." balas Je sembari mencibir


" Kaba tu lah pusing digawe dewe... salah sape main main soal hati...." mak ikutan menyudutkan


Je merasa mak ada dipihak nya, sebab sefari tadi meskipun Grace terus berusaha mendominasi omongan, umak tak begitu meresponnya, mak terus berusaha mengajak Je ikutan ngomong padahal Je lebih banyak diam dan mengalah


Hati Je sedikit tenang dan Lega, setidaknya posisinya masih aman, meskipun saingannya adalah sekretaris presdir yang terkenal cantik, cerdas, lembut, cekatan dan elegant itu.


Tinggal nanti Je kasih pelajaran aja si bujang dusun satu ini, berani sekali mengajak orang lain disaat dinner mereka,


Bakal Je kasih hukuman tanpa ampun nanti


Akbar melirik Je dari kaca spion menatapnya dalam dalam, seakan tatapannya memelas dan memohon maaf, tapi Je membalasnya dengan memicing tanda memberi peringatan keras


Tingkah mereka tak lepas dari pengawasan Grace


Saat ini hatinya benar benar hancur, harapannya telah pupus sudah, tak ada lagi yang bisa diperjuangkannya, semua sudah dimenangkan oleh Je


Bahkan umak pun lebih respek terhadap gadis itu ketimbang dirinya


Ingin rasanya dia menangis sejadi jadi nya, mengumpat, marah... dia ingin melampiaskan semua kesedihan yang ada dihatinya


Hatinya patah... patah untuk kedua kalinya


Dan masih dengan orang yang sama...


Sakit sekali.... ini terlalu menyakitkan Akbar....


Bersambung~


Kalau sudah seperti ini kira kira Kance gale tetep dukung Akbar pilih siapa....????


A. Kembali ke Picil saja


B. Tetap bersama Je sesuai hatinya


C. Memilih Grace...


Tulis Jawabannya di komen ya.....


Author pengen tau pendapat kalian gale...

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2