
Setelah memutuskan untuk kembali ke dusun, Akbar mengundurkan diri dari perusahaan milik Deven, dia memboyong umak kembali ke kampung halaman nya
Dengan modal tabungan nya yang cukup, Akbar mulai merintis usahanya, mengelola kopi milik tetangga dusun, mengolahnya menjadi minuman kopi yang nikmat, diperkenalkan ke masyarakat luas dan menjadi saingan kopi kopi terkenal lainnya
Akbar membantu perekonomian warga, dengan membeli kopi kopi mereka dengan harga yang lumayan, serta merekrut anak anak muda untuk bekerja di tempat usahanya, Akbar ingin merubah pola pikir warga dusun, Akbar ingin mengajak anak anak muda untuk giat berusaha dan bekerja, mengurangi angka kriminal dan mengurangi pengangguran yang membuat rusuh di masyarakat
Belajar dari Iwan and the gank
Akbar tak mau lagi kawan kawan didusunnya terlibat kasus kriminal seperti Iwan, ataupun berperilaku seperti Iwan yang selalu merasa hebat, membully teman yang lemah, hingga akhirnya mental nya tak siap melihat perubahan, menerima kekalahan jika orang yang dulu dibulli nya kini menjadi atasannya, menjadi orang yang kuasa atas dirinya
Hingga sifat tamak, serakah dan iri menutup matanya, membuat orang yang tak bersalah terenggut kebahagiaan nya
Sejenak Akbar melupakan kesedihan atas kehilangan Je, bukan melupakan sebab tak mungkin Akbar mampu melupakan gadis terhebatnya, hanya menepis kesedihannya beberapa saat, dengan mencari kesibukan kesibukan baru
Tak butuh waktu lama usaha Akbar mulai maju, bisa membuatnya membuatkan rumah baru yang layak dan nyaman untuk umak, mengajak umak Umroh, meskipun belum sempat mengajak umak jalan jalan keliling Indonesia
Akbar menjadi perbincangan buah bibir para tetangganya,
Kawan, saudara, yang dulu meremehkan, tidak kenal bahkan tidak mau mengakui nya... kini berbondong bondong mengakui bahwa Akbar adalah saudara nya, teman baik nya atau apapun yang mereka katakan, intinya mereka ingin dikenal sebagai orang terdekat si bujang sukses itu
Yahhh begitulah manusia...
Disaat melihat orang lain sukses mereka hanya ingin diakui sebagai orang terdekatnya, tetapi dengan orang yang kecil dan tak berdaya, jangan kan mereka mau menganggap orang terdekat, terkadang sok tak kenal dan tak peduli..
Akbar kembali ditekan soal pernikahan nya dengan Grace,
Bahkan Akbar hampir melupakan hal itu, namun lagi lagi umak menanyakan itu padanya
Bukan umak ingin memaksa Akbar segera menikah, hanya saja hati umak tak tenang jika umak tak segera mengabulkan permintaan terakhir Je, gadis manis yang hampir menjadi menantu nya
Mak dihantui rasa bersalah jika tak membantu Akbar menyatukan mereka, maka itu mak terus mendesak Akbar untuk menyanggupi permintaan Je
Sekeras apapun Akbar mengelak, sekeras itu juga mak memohon pada anak bujangnya
Pada Akhirnya dengan berat hati dan segala pertimbangan, Akbar menyetujui pernikahan itu, sebuah pernikahan sederhana, yang hanya ada acara akad tanpa resepsi apalagi dekorasi
Gaun cantik yang dipakai Grace sama sekali tak merubah penampilan cantik Grace dimata Akbar,
Bahkan setelah ijab qobul selesai, Akbar langsung berpamitan pada Grace untuk mengontrol tempat pengelolaan kopi, sampai larut malam Akbar disana, meninggal kan Grace dimalam pengantin mereka
Akbar membuat kesepakatan,
Jika saat ini dia belum bisa membuka hati untuk siapapun,
Pernikahan mereka adalah pernikahan atas dasar amanah Je, bukan semata mata keinginan Akbar, jadi Akbar butuh waktu untuk penyesuaian, butuh waktu untuk adaptasi, dan butuh waktu untuk menerima kehadiran Grace bukan Je
Meski sekali lagi entah sampai kapan
Grace hanya mampu setuju, apapun pilihan Akbar dia hanya menyetujui nya
__ADS_1
Dia terlanjur begitu dalam mencintai lelaki itu, meskipun tak dianggap sekalipun, sungguh tak apa, memiliki nya, menyandang status istri dia, Grace sudah merasa sangat bahagia, sangat bersyukur pada pengorbanan Je untuk nya
Meskipun harus kuat menahan sabar, ikhlas, dan siap makan hati tiap saat,
Sebab Akbar meskipun bersikap lembut namun sama sekali tak menganggap Grace adalah istrinya.
Hal itu berlangsung sampai saat ini
Setelah satu tahun berlalu
Bahkan Grace selalu menutupi kesedihannya, didepan orang tuanya seperti saat ini
Saat dia ditanya bahagia atau tidak, bagai mana rumah tangga mu... dia hanya menjawab sambil tersenyum dia baik baik saja dan dia sangat bahagia
Grace menyeka air matanya, kenyataan ini terlalu pahit dirasa, bagaikan makan buah simalakama
Tapi demi Cinta, Grace harus kuat harus ikhlas
Dia yakin suatu saat nanti Akbar akan menerima nya, memposisikan dirinya menjadi satu satunya wanita yang ada dihati Akbar, dicintai nya dengan tulus, bahkan lebih tulus dari cinta nya Akbar pada mendiang Je
Itulah harapan hampa Grace sampai saat ini...
Pulang dari makam Je tadi, Akbar langsung ke sebuah Caffe yang dulu sering di kunjunginya bersama Je
Rupanya caffe itu masih sama, penataan nya, dekorasinya, pernak pernik nya tak banyak perubahan, membuat suasana mengenang nya terasa lebih dalam
Akbar memesan dua kopi kesukaan Je dan dirinya,
Pelayan sempat bingung, pelanggan nya datang sendiri tapi memesan kopi dua gelas, apakah orang ini akan ngopi berat...???
Tapi pelayan tak mau ambil pusing, itukan urusan pelanggannya, tugas nya hanya melayani, memberi pelayanan terbaik
" Silahkan pak... selamat menikmati..." ucap pelayan ramah
" Tunggu jerang..." Akbar menghentikan langkah si pelayan yang baru mau beranjak pergi dari meja nya
" I. . iya ... ada yang bisa dibantu...???"
" Tolong... taruh gelas satu ini di depan kursi depan ku..."
Si pelayan menyerngit, tapi segera menuruti perintah pelanggannya
" Ayoo minum Je... kamu dek lagi kumat kan asam lambung mu... jadi pacak la ngopi dikit..." Ujar Akbar membuat si pelayan makin bingung
" Dem lame kite dek ngopi disini... ini kawe kesukaan kaba kan...luk mane rasanye masih same dek...???"
Akbar sudah mirip orang gila, bicara sendiri, tersenyum sendiri
Si pelayan mengira lelaki ini habis mabuk berat makanya masih nge fly ngelantur tak jelas
__ADS_1
Pelayan segera pergi melanjutkan pekerjaannya yang lain
Tanpa satupun orang sadari Akbar menyeka air matanya yang sebenarnya dari tadi sudah tumpah membanjiri hati kosongnya
Dia hanya sedang menghibur diri dengan seolah olah Je ada di depannya, dia sedang menjumputi kenangan lalu bersama gadis itu, dulu dia sering menggoda Je yang kesirian pengen ngopi tapi takut asam lambungnya naik, sebab Je memiliki riwayat asam lambung yang akut
" Andai kaba masih disini Je... masih disamping ku...kaba pasti la bangga nga aku... aku dem pacak gawe usaha dewe... usaha kopi.. kaba keruan...??? nama branded kawe yang ku gawe Kopi Je Manis kopi Jahe dengan paduan susu dan gula yang pas mantap, semanis senyum Jerralin ku dan sehangat cinta kaba...hihihiii... lucu kan namanya...???" Akbar makin meradang tak jelas, berbicara sendiri, seakan dia sedang menceritakan keberhasilannya pada angin lalu
Semenjak kamu pergi
Aku mencari sesuatu yang ku kenali
Dari seluruh yang tiba tiba asing
Semenjak kamu pergi
Sepertinya ada yang pecah memerah
Menjadi sesuatu yang tak mampu ku kenali
Semenjak kamu pergi
Kepalaku menjadi hanyalah seluruh ingatan mu
Bekas luka nya hidup bagaikan genangan air sesudah hujan di pinggir jalan
Semenjak kamu pergi
Rinduku seperti bintang bintang mati di kedalaman malam
Yang gelapnya lebih hitam dari gelap itu sendiri
Semenjak kamu pergi
Kamu t'lah memaksaku mengenali sesuatu yang baru
Sesuatu yang asing...
Bahwa aku tak dimiliki mu lagi
Bersambung~
Terimakasih buat syairnya kak
Aku sematkan di cerita ya....
Hihihiii
Happy Reading...
__ADS_1