
"Bar... aku sayang kamu...aku cinta sama kamu...maafkan aku... aku tak bisa lagi menyembunyikan rasa ini..." ucap Grace disela tangisnya
" Tapi aku juga tau... aku tak mungkin memaksakan kehendak ku... memaksa hatimu untuk membalas cintaku... kamu sudah punya cinta mu... dan aku terlalu jahat jika merusak kebahagiaan mu... aku tau aku sakit... aku hancur saat melihat kamu bahagia dengan hati yang lain... bulsyeett jika ku bilang aku rela terluka asal kamu bahagia...tapi... tapi aku juga tak mungkin memaksa mu jika itu malah membuat mu tak bahagia..."
" Aku minta maaf... aku sudah hadir diantara cinta kalian... aku telah mengganggu kalian...tolong sampaikan maaf ku pada kekasih mu Je... aku sudah egois, jahat... aku menyakiti hatinya... tak seharusnya tadi aku berkata seperti itu padanya...meminta Je untuk melepaskan mu untuk ku...aku minta maaf..." Rengek Grace frustasi, ucapannya antara sadar dan tak sadar
Akbar terdiam, dia kembali mengingat kejadian tadi siang selepas makan siang, Je datang keruangannya dengan keadaan kacau, menangis di ruangannya tanpa memberikan penjelasan apapun
Apakah karena ini...??
Karena Grace yang telah memaksanya meminta Je melepaskan Akbar...
" Kamu pasti marah pada ku kan Bar...kamu kesini karena kasihan aja kan...!!! Je pasti udah cerita sama kamu...!!! aku yang salah Bar... aku memang salah... aku terlalu egois... hanya mementingkan hatiku aja..."
Akbar menggeleng
" Aku malah baru keruan buk...Je sama sekali dek cerita apapun nga aku..." sahut Akbar dengan suara berat, antara menahan melas pada Je dan kesal pad Grace
Kesal kenapa perempuan ini mengatakan hal itu pada kekasihnya, meminta sesuatu yang seharus nya memang hak dia
Pantas tadi Je sekalut itu...
" Je adalah gadis yang baik... sangat baik Bar... dia begitu tulus mencintai kamu...maafkan aku yang telah mengusik kalian...aku hanya bisa meminta maaf beribu ribu maaf... aku memyesal..." Grace benar benar telah membuka matanya
Betapa bijak nya hati Je sampai dia tak menceritakan kelancangannya pada Akbar, gadis itu masih bisa menahan amarahnya atas perlakuan Grace terhadapnya
Cinta Je begitu besar dan tulus untuk Akbar, mungkin lebih besar dari cinta miliknya
Tak sepantasnya dia mengambil hati yang saling mencintai
" Je dimana Bar... aku pengen ketemu dia..."
" Dia diluar buk... menunggu kita diluar... justru Je yang meminta aku untuk bertemu nga ibu, memberi waktu buat kite berdua bicara..." sahut Akbar dingin
" Anye... bu Grace dek perlu bertemu dengan Je... kasihan dia buk... makin tertekan dan merasa bersalah... biar aku bae kle yang menyampaikan ucapan maaf ibu..."
Grace mengangguk setuju
" Aku harus balik ke kantor pusat... sepertinya aku telah gagal mendapat tugas dari pak Deven..." keluh Grace
" Tugas..???" tanya Akbar yang memang sangat penasaran dengan tugas yang sebenernya di berikan pak Bos pada sekretarisnya ini
__ADS_1
" Aku sedang diuji keprofesionalitas kerja ku..." Grace mulai menjelaskan maksud tugasnya itu
" Pak Presdir sudah tau soal aku yang menyukai kamu... bahkan akhir akhir sebelum aku di pindah tugas sementara.. aku tak bisa focus kerja, semua kerja ku berantakan... karena aku terlalu memikirkan kamu... aku selalu kawatir dan rindu sama kamu..."
" Pak Presdir menegurku dan memberiku challenge... jika aku berhasil mampu mengontrol diriku... bersikap profesional dalam bekerja maka dia akan memberiku kesempatan lagi... makanya aku sengaja di tugaskan di kantor mu... karena inilah tantangan ku... satu kantor dan setiap hari bertemu dengan kamu..."
" Tapi ternyata aku kalah Bar... aku tak bisa mengendalikan diriku... nggak bisa menempatkan posisi perasaan ku... terlebih saat aku tau kamu sudah menjalin hubungan dengan Je...aku semakin hancur dan kalang kabut... aku tak bisa lagi mengontrol emosiku..."
Akbar melepas pelukan Grace, gadis itu lebih tenang kelihatannya tidak sekacau tadi
" Lalu sekarang ape yang nak bu Grace lakukan...???" tanya Akbar peduli
" Menerima konsekuensinya... apapun keputusan pak Presdir akan aku terima..." sahut Grace pasrah
Wajah nya kembali muram, Grace menggigit bibir bawahnya pilu, membayangkan kemarahan dan kekecewaan pak Deven atas sikapnya
Dia adalah salah satu orang kepercayaan pak Deven, yang selalu perfeksionis, cekatan dan cepat dalam menyelesaikan tugas,
Tetapi dia harus kalah hanya karena perasaan yang tak bisa dikendalikannya, dia terlalu buta dengan hatinya sendiri
Graca malu... malu sejadi jadinya...
Grace kembali menggeleng
" Aku nggak tau pasti... tapi... aku semalam salah curhat pada Velis... aku menceritakan semuanya... semuanya Bar... aku takut Velis cerita sama pak Deven atau pak Eja.."
" Aku pula malu buk... ame pak Bos atau ayuk Rere keruan soal masalah kite ini... dek la progesional nian kita ini... kita dikasih kepercayaan untuk mengelola kantor malah sibuk ngurusi urusan pribadi..." keluh Akbar
" Kamu bener Bar...aku yang salah... maafkan aku..."
" Dem la... dek bedie guna lagi kite saling menyalahkan... segale nye dem terjadi... tuhas kite sekarang ini adalah memperbaiki nye...jadikan ini gale sebagai pembelajaran..."
" Satu lagi buk... aku la nak minta maaf... gara gara aku kaba mpai begini... aku keruan aku salah... aku dek galak paham dengan peradaan kaba... mengerti hati kaba... aku dek pacak membalas cinta kaba... maafkan aku..." Akbar pun meminta maaf atas cinta Grace yang tak bisa diterimanya
" Aku mengerti Bar... cinta memang tak bisa dipaksa... aku janji aku tak akan mengganggu kalian lagi... aku akan berdamai dengan hatiku sendiri... mungkin kamu memang bukan ditakdirkan untuk ku...berbahagialah dengan Je... gadis yang baik... yang begitu tulus mencintaimu..."
" Makasih buk... atas pemahaman kamu...aku doakan semoga kamu bisa menemukan laki laki yang pacak mencintaimu seperti kamu pernah cinta aku... kamu bisa menemukan kebahagiaanmu..." doa Akbar tulus
Grace menahan tangis pilunya dengan menggigit bibirnya kuat kuat
Sakit sekali Bar... mendengar doa dari orang yang paling dicintai
__ADS_1
Doanya adalah agar kita bisa mendapat laki laki lain... bukan kamu....
Rasanya bagai ditusuk tusuk sembilu beribu ribu...
" Iyahhh... makasih..." sahut Grace mendesah, membuang sesak didadanya
" Jage kesehatan buk... jangan kaya begini lagi... aku dek tega ngliat kamu begini... janji nga aku jangan begini lagi..." pinta Akbar lembut
Grace mengangguk sembari memaksakan dirinya tersenyum getir
" Aku janji... aku akan menjadi lebih baik setelah ini... kamu juga janji ya.. jaga Je dengan baik... jangan sakiti dia... aku sayang kalian..."
" Ao... pasti buk..."
Gubrakkk...
Tiba tiba kamar Grace di buka paksa
Je datang dengan wajah tegang dan panik
Grace dan Akbar menatapnya tak mengerti
" Kak Akbar....umak....!!!!"
Bersambung~
Makin greget belum dengan alur si Bujang Dusun...???
Ayoo main tebak tebak kan... kira kira apa sebenernya yang sedang memanfaatkan keadaan mereka...???
Jawab Di komen ya...
Diramaikan komennya biar kita saling berinteraksi loooohhhh.....!!!
Author kasih double Up
Wajib Vote yaaa
Hihiiihiii maksa....
Happy Reading....
__ADS_1