Bujang Dusun

Bujang Dusun
Membongkar Kebenaran


__ADS_3

" Widan... you know kenapa kau ku panggil keruangan ku...???" tanya Deven datar


Wildan mengelap keringat dingin dijidatnya, berhadapan langsung dengan presdir membuatnya sedikit gemeteran dan menciut


" Nggak tau pak maaf..." sahutnya pelan


" Aku sudah mendengar berita yg makin hari makin heboh di kantor.. soal Akbar yg mencari kesempatan berduaan dengan sekretaris ku...dan aku memanggilmu ke ruangan ku karena ku dengar kamu paham betul sejauh mana hubungan mereka, benar...???"


" I..iya pak presdir..." sahut Wildan, matanya berbinar seakan ini adalah peluang besar untuk mensukseskan rencana nya


" Ceritakan padaku... aku ingin dengar langsung..." pinta Dev sembari duduk di kursi kebesarannya


Wildan duduk dengan tenang, dia harus menyusun kata kata sebagus mungkin, tak akan dia sia siakan kesempatan emas ini untuk menjatuhkan Akbar, agar Akbar tersingkirkan dan dia bisa kembali berpeluang mendekati Grace


" Eeemmm benar pak presdir.. malam itu saya melihat Akbar keluar bersama bu Grace dari kantor, waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, mereka keluar berduaan saja sedang suasana kantor sudah gelap, gelagat mereka cukup mencurigakan... " Wildan memulai cerita


Dev mendengarkan dan menatap Wildan tajam seolah dia tak mau melewatkan sekedippun tentang ucapan Wildan.


" Karena saya curiga saya membuntuti mereka, bu Grace di paksa memeluk Akbar dengan erat, Akbar sengaja membawa motornya ugal ugalan... sampai di rumah bu Grace Akbar memaksa mau ikut masuk dengan alasan sudah larut malam tak berani pulang ke rumah pak presdir...bu Grace menolak nya pak.. tapi Akbar terus mendesakknya hingga memaksa untuk menciumnya sebagai gantinya..." lanjut Wildan


Dev tersenyum sinis, titik terang sudah ketemu


" Lalu...???" tanya Dev ingin mengorek lebih jauh


" Saya juga mendengar langsung kalau bu Rere memanggil bu Grace dan menyalahkannya atas kejadian ini..."


" Rere menyalahkan Grace...???" tanya Dev


" Benar pak.. karena menurut bu Rere bu Grace terlpalu memanfaatkan kepolosan dan kebaikan Akbar dan membuatnya menanggung gosip jelek ini, padahal bu Grace sengaja menyuruh Akbar untuk membantunya dan meminta nya mengantar pulang...bu Rere tak terima Akbar di perlakukan seperti ini pak..."


" Padahal saya tau betul kalau Akbar yg sengaja membuat lama tugas bu Grace agar dia punya kesempatan berduaan, dan Akbar yg memaksakan diri untuk mengantar bu Grace mencari kesempatan itu..."


Wildan benar benar puas telah menjelekkan Akbar didepan pak Dev, sepertinya pak Dev juga menyimak dengan baik ucapannya itu


" Kamu yakin dengan ucapan kamu itu Wildan...??? kamu siap mempertanggungjawabkan kebenarannya...???" tanya Dev


Wildan mengangguk cepat dengan wajah sungguh sungguh tanpa keraguan dia menjawab pertanyaan Dev


" Iya pak.. saya yakin..."


Dev mengambil ponselnya meletakkan diatas meja didepan Wildan

__ADS_1


Dengan senyum miring dan tatapan tajam Dev memutar rekaman suara di ponselnya


"Tinggal rencana selanjutnya yaitu membuat pak Dev kecewa dan marah sama Akbar serta menyalahkan Rere yg telah membawa bocah kampung itu kerja disini... dalam hitungan satu langkah kita bisa menyingkirkan dua orang penghalang sekaligus...." tawa Wildan terdengar jelas di rekaman itu


Wildan meneguk saliva nya kuat kuat, rasanya suhu tubuhnya langsung panas, matanya berkedip berkali kali tak terkendali, bagaikan dialiri listrik berjuta juta watth,


" Kau kenal suara di rekaman itu bukan...!!!" tanya Dev tajam


" Mampus gue... dari mana pak Deven dapat rekaman obrolan gue sama Tata kemarin..." umpat batin Wildan ketakutan


Tubuh Wildan langsung gemeteran, apalagi tatapan Dev yg seakan siap menerkamnya membuat jantung nya benar benar berhenti berdetak, sesak nafas tiba tiba


" Jawaaaabbb....!!!!" Bentak Dev


" S..s..saya pak presdir..." sahut Wildan ketakutan


" Bagus kamu menyadari...!!! kau kurang cerdas Wildan jika ingin mengadu domba orang orang ku...bahkan kau lupa dinding saja punya kuping jika hanya untuk sekedar mendengar..."


" Berani sekali kau ingin menjatuhkan istriku didepan ku sendiri... kau mau menyingkirkan Akbar demi keinginan bodoh mu itu...aku tak setolol dirimu...!!!"


" Maa..maaf pak presdir tapi apa yg saya ucapkan itu benar... saya berani sumpah..." kilah Wildan berusaha menyelamatkan diri


" Diaaammm...!!!!"


Wildan terdiam menunduk, sekujur tubuhnya dingin dan semakin kaku, Dev benar benar mengintimidasinya


" Kamu dan Tata hari ini juga saya putuskan hubungan kerja di perusahaan ini secara sepihak dan tak terhormat... silahkan kemasi barang barangmu dan cepat angkat kaki dari kantor ku...!!!" usir Dev tanpa ampun lagi


" Tapi pak presdir...!!!"


" Kau juga harus tau Wildan... Akbar sudah lama tak tinggal dirumahku... dia sudah mandiri...kau sangat buta informasi target mu rupanya..." ehek Dev sinis


Wildan makin pucat pasi, merasa terjebak dengan rencana nya sendiri


" Pak saya mohon dengarkan penjelasan saya dulu..." rengek Wildan diantara ketakutannya


" Keluar...!!!! aku tak butuh orang yg berbuat curang dan keji...!!!"


Wildan mengepalkan tinjunya tak terima dengan pengusiran Dev padanya.


Wildan bangkit dari tempat duduknya dan keluar ruangan Dev dengan wajah merah padam dan mata nanar.

__ADS_1


Dev menghela nafas panjang,


Terkadang menjadi seorang pemimpin besar memang butuh orang orang yg berperilaku penjilat disekelilingnya


Entah untuk sok baik, sok loyalitas maupun yg bersedia menjadi mata mata dgn suka rela hanya karena ingin dapat pujian dari sang pemimpin.


Dev mengingat kembali saat Vieny datang keruangannya dan menceritakan apa yg direncanakan Wildan dan Tata, lalu memberikan bukti rekaman obrolan mereka pada Dev


Dengan suka rela Vieny melakukan itu, entah memang karena benar benar peduli dengan perusahaan atau hanya sekedar ingin mendapat pujian dari sang Presdir.


Tapi Dev beruntung, jika Vieny tak memberitahunya soal ini mungkin Dev akan memyalahkan Rere karena sudah meminta nya untuk menerima Akbar bekerja di perusahaan nya, memberi ruang kebebasan Akbar diperusahaan,


Bisa jadi Dev dan Rere akan berdebat hebat soal ini, karena Rere merasa Akbar tak salah dan Dev hanya tau kalau Akbar menjadi biang gosip diperusahaan.


" Rupanya dikantor ku masih banyak sekali orang orang yg ingin menjatuhkan ku diam diam...!!! ku pikur setelah Gino semua akan beres... namun masih banyak rupanya orang orang licik dan berhati kotor..." gumam Dev merenungi kejadian kejadian disekitar nya.


" Akbar keruangan ku sekarang ada hal penting yg mau ku bicarakan..." perintah Dev dari ujung telpon


Membuat laki laki lugu yg ditelpon nya merasa sedikit ketakutan dan gugup


" [ B..baik pak bos saya segera datang...]" sahut Akbar takut takut


" Grace keruangan ku sekarang..." Dev juga mengirim pesan pada sekretarisnya


" Vieny... ke ruangan saya sekarang... saya butuh keterangan mu..." Dev lagi broadcast pesan ke karyawan yg bersangkutan ini


tak lupa juga dia mengirim pesan ke Rere untuk datang keruangannya


Sambil menunggu mereka semua datang, Dev tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya ke kepala dan bersandar dikursi kebesarannya


Orang orang baik disekitarnya harus mendapatkan perhatian lebih dari nya, dia tak mau salah memberi kepercayaan lagi, lambat bergerak lagi.


Urusan sepele ini harus segera di bereskan..


Bersambung~


Buat yg kemarin penasaran siapa yg nguping Tata dan Wildan udah keJawab ya yaitu si Vieny pahlawan buat Akbar hihihiii


Ikuti terus kelanjutan kisah para Cewek yg berusaha menarik hati Akbar dengan segala upaya dan kebaikan yg mereka berikan untuk Akbar,


Dan nantikan siapa yg Akbar pilih,

__ADS_1


Picil.. Vieny atau Grace.. ????


Happy Reading...


__ADS_2