Bujang Dusun

Bujang Dusun
Akbar si Good Employee


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak kesembuhan Rere, aktivitas Akbar juga sudah seperti biasa, menjalani hari hari nya dengan baik dan mulai belajar membuka diri bergaul baik dengan orang orang disekitarnya.


Wildan pun tak nampak lagi mengganggunya, entah dia benar benar sudah menyerah atas hati bu Grace atau sudah memiliki target lain, Akbar tak ambil pusing.


Semingguan ini Akbar juga lebih disibukkan dengan pekerjaannya dikantor.


Selain di bagian gudang Akbar juga ikut serta membantu pak Reza belajar memasarkan prodak prodak, turun langsung kelapangan dan bertemu langsung dengan para konsumen mendengar keluh kesah mereka, respon positif maupun masukan masukan lain yg membuat kita jadi mengerti kekurangan dan kelebihan prodak.


Selain itu Akbar juga mulai belajar membaca karakter tiap orang yg diajaknya berkomunikasi, memahami tiap cara berkomunikasi dengan masing masing individu, melatih mental dan yg pasti nggak jenuh kerja yg monoton.


Akbar menikmati setiap aktivitasnya ini.


Seminggu dia belajar dia berhasil memasarkan prodak sesuai target.


Hari ini, Akbar memberanikan diri membantu Grace menangani Clien dan beberapa investor yg mau mengadakan meeting,


Biasanya jika pak Presdir sedang tdk hadir, Pak Reza yg menggantikannya


Tapi beberapa hari ini pak Reza sedang sibuk mengurus istrinya yg baru kena DBD


Yupppsss


Efek kepikiran Rere yg sakit dan koma kesehatan bu Candy jadi menurun, imunitasnya lemah sampai harus dirawat dirumah sakit.


Kondisi kantor sebenernya sedikit amburadul, sebab di kantor nggak ada yg bisa diandalkan.


Sebagian besar karyawan dikantor mereka hanya bekerja untuk mendapatkan pujian dari pak presdir, disaat tidak ada pak presdir, pak Reza mereka akan bekerja semaunya.


Berangkat siang, tidak disiplin, nggak mau tau urusan kantor, kadang juga mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.


Hobby mereka hanya merumpi dan mencibir pak presdir dibelakang


Hanya bu Grace yg benar benar serius menjalankan pekerjaan nya tanpa pamrih, ada atau nggak ada pak presdir etos kerja nya tetap sama.


Makanya dia cukup kewalahan menghandle semua tugas pak presdir dikantor.


" Gimana bu udah mau mulai meetingnya...???" tanya Akbar yg datang dengan tergesa gesa sambil membenarkan dasi dilehernya


Bu Grace tak langsung menjawab dia melirik dasi Akbar dan langsung meraihnya


Akbar kaget dan sedikit gugup


Betapa telaten dan rapinya Grace membenahi dasi panjang di kerah baju Akbar


Mata mereka saling pandang, jemari lembut Grace merapikan kerah belakang baju Akbar


membuat Akbar semakin deg degan dan sesak nafas.

__ADS_1


Grace hanya tersenyum dan pipi nya merona


" Nahhh kalau gini kan rapi..." ucapnya sambil memperhatikan mata Akbar yg benar benar telah membiusnya


" Heeehee aku dek pernah pakai dasi buk dulu waktu sekolah saje... jadi rada lupa..." sahut Akbar cengengesan, berusaha mencairkan suasana


" Kamu makin gagah dengan celana dan baju rapi, pakai dasi dan sepatumu kinclong gitu... udah cocok jadi bos..." puji Grace


" Tinggal kurang perutnya rada buncit aja... soalnya nggak ada bos krempeng...hihihiii..." tawa Grace


" Aahhh bu Grace ngledek deh..."


" Eeemmm tapi rambutmu kusem banget nih gersang..." komen Grace lagi


" Kamu nggak pakai minyak rambut yahh...???"


Akbar menggeleng


" Kate umak ame la terlalu sering pakai minyak rambut bikin banyak uban..." sahut Akbar


Grace kembali terkekeh


" Menang benar... karena ada beberapa jenis atau merk minyak rambut yg tidak cocok dengan jenis rambut tiap orang, bisa jadi karena bahan yg digunakan atau yg lainnya... hanya saja ini tuntutan kerja Bar... biar lebih rapi..."


" Kemarin kemarin kamu kan di gudang kusem juga nggak apa apa... kalau sekarang kan mau nemuin clien, meeting sama investor juga, kalau gak rapi ya malu donk...dikira nggak serius.. lagian kan profesionalitas kerja sangat diutamakan sama pak presdir kita..."


" Duuuhhh iya juga ya... aku dek punya buk... ape aku beli kudai...????"


Akbar memperhatikan bentuk tampilan vitamin rambut yg ada didalam kotak, mirip vitamin yg diberikan anak kecil setelah suntik campak, tinggal di potong lalu diminum.


" Ape ni buk...???" Akbar rada aneh


" Ini Elips Vitamin rambut... nggak apa lah bisa kok bikin rambut kamu sedikit lebih basah dan rapi..."


" Rasa nyo manis...???"


" Bau nya harum kalau rasanya saya blm tau kan nelum pernah nyobain..."


" Mirip Vitamin bayi campak yo..."


Grace terkekeh


" Kamu lucu...."


***


Akbar dan Grace sudah ada diruang meeting bersama investor, jujur Akbar sedikit gugup dan gemeteran saat dia menjelaskan sedikit presentase mengenai bagi hasil dari apa yg mereka investasikan.

__ADS_1


Jujur takut blibet, salah ngomong atau terlihat kesulitan hingga membuat mereka jadi tidak yakin, sebab baru kali ini Akbar presentasi didepan orang orang pembisnis besar seperti mereka.


Keringat dingin mengucur dipelipis Akbar, namun dia berusaha tenang dan tersenyum meski wajah nya lumayan kaku.


" Kurang lebih nya begitu tuan tuan... saye anye menyampaikan amanat dari presdir..." tutup Akbar di akhir presentasinya


" Cukup menarik...!!! dengan profit yg perusahaan anda tawarkan..." puji seorang investor yg mukanya bule abis


" Saya juga... presentasi mu cukup bagus dan membuat saya yakin...hebat sekali tuan Deven memiliki karyawan secerdas dirimu..." puji yg lainnya


Akbar bernafas sedikit lega dan tersenyum imut, dapat pujian dari mereka rasanya kaya ditabok tempoyak buatan umak


" Untungnye mereka dek pakai bahasa Inggris... aku dek keliatan tebuyan disini..." ucapnya sambil terkekeh dalam hati


" Terimakasih tuan bila anda sekalian tertarik dengan penawaran kami maka... silahkan ditanda tangani persetujuan ini... selebihnya nanti saya sampaikan pada pak presdir kami..." Grace menyela, segera mengambil alih dan mengunci mereka


Tanpa basa basi lagi, para investor langsung tanda tangan kontrak dan menyetujui penawaran yg berlaku.


" Terimakasih pak... atas kemudahannya..." jabat Akbar kepada mereka


" You good boy... good job... i like your job..." puji si Investor bule sambil menepuk nepuk punggung Akbar


" Kalau ada teman sekampung mu yg lagi nganggur dan dia juga smart kaya kamu... kenalin kesaya ya..." investor yg satunya yg akhirnya Akbar tau namanya tuan Guntur ikut memujinya


" Siap tuan... ame la ade kance... eehhhh maaf kalau ada temen saya yg mau kerja dan jujur saya hubungi tuan..." sahut Akbar


" Punya karyawan sepertimu 5 saja dikantor... akan luar biasa perusahaan ku..."


Sebenernya Akbar tak mengerti dengan pujian yg mereka lontarkan, Akbar hanya menjalankan dan menyampaikan sesuai yg di tulis dan di jelaskan pak bos pada sekretarisnya yaitu bu Grace.


Namun bagi orang berpengalaman yg melihat etos dan loyalitas Akbar sangat tertarik dengan kepribadian karyawan satu ini.


Cerdas, cekatan, disiplin, berani memcoba hal baru, polos, jujur dan yg paling penting bekerja bukan hanya sekedar ingin mendapat pujian, tapi benar benar berloyalitas pada pemimpin dan perusahaan.


Tanpa Akbar sadari dari balik layar monitor, Reza tersenyum kagum dan bangga atas apa yg dilakukan Akbar untuk perusahaan.


Memang apa yg dilihat dan dipuji dari para investor adalah benar.


Akbar adalah aset perusahaan yg sangat bagus.


" Dev harus tahu ini...."


Bersambung~


Hallo Readers maafkan author ya yg terlalu kegirangan kumpul keluarga dan teman teman sehingga melupakan kalian yg setia menunggu up dari Akbar


Semoga kalian sehat semua ya...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan kasih Vote nya yg banyak


Happy Reading....


__ADS_2