
Selama di perjalanan Akbar memilih tidur, tadi nya dia mau menikmati pemandangan selama perjalanan, namun karena pengap, ac yg terlalu dingin menurut Akbar, sebab kalau di kecilin dikit Grace langsung kepanasan, jadi terpaksa Akbar mengalah kedinginan yg membuatnya pusing dan tengkuk leher nya terasa dingin
membuatnya merasa mual
Ketimbang dia malu kan kalau sampai muntah muntah mabuk perjalanan, mending dimanfaatkannya untuk beristirahat
Toh nyampai tujuan nanti sudah banyak tugas yg menunggunya.
Grace diam duduk disamping Akbar, entah mengapa dia merasa diabaikan oleh lelaki tampan yg sudah mencuri hatinya itu, selama di perjalanan lelaki itu malah memilih tidur bersandar di kaca sebelah ketimbang mengobrol senbari menikmati perjalanan bersamanya.
Hatinya jadi mellow, dia merasa tak menikmati tugas nya kali ini, rasanya akan jadi beban berat harus menghabiskan waktu bersama lelaki ini selama sepekan ini
Mungkin ini yg namanya kecewa...
Grace berharap dengan mendapat kesemoatan banyak waktu bersama Akbar, mereka akan mempuanyi momen untuk bisa dekat, saling mengenal lebih dalam dan membangun cemistry, tapi nyatanya..
Akbar seolah acuh tak acuh padanya
Sikapnya sama sekali tak se care dengan Candy ataupun Rere
Akbar terasa dingin dan bersikap biasa saj seakan sekedar formalitas
Beberapa kali Grace menyeka buliran air mata yg jatuh begitu saja dari ujung netra nya, sesak menghimpit dada, apalagi saat dia melirik lelaki itu nampak begitu nyaman dalam lelapnya
membiarkan dia sendirian bersama sepotong hati yg kecewa.
" Eeehhh kaba tu... tunggu aku nak mengembalikan barang kaba kemahi...!!!!" racau Akbar tiba tiba
Memecah kesunyian di antara mereka
Grace melirik Akbar, matanya masih terpejam rapat seolah masih damai dibuai lelapnya
" Waahh ngelindur itu si mas nya mbak..." ujar pak Driver memberi tahu
" Bangunin aja...!!!"
" Kasihan pak... dia masih nyenyak tidur..." sahut Grace yg tak tega menbangunkan Akbar
" Heeehhhh tunggu aku...!!!" racau Akbar lagi
" Kaba tau aku senang bisa ketemu kaba lagi...!!!"
" Akbar ngigau...??? siapa cewek yg sampai terbawa mimpinya itu...huuuhhh apa aku memang tak ada kesempatan sedikit pun untuk bisa dekat dengan nya...???" gumam Grace menelisik
" Bar... Akbar...." Grace menepuk nepuk pipi Akbar pelan, berusaha membangunkan tidurnya
Pelan Akbar mendengar panggilan Grace dan guncangan badannya, samar bayangan gadus manis dengan muka tegas jutek itu menghilang dari tatapannya, Akbar pun tersadar
" Astaga...!!! ngigau pule aku ini..." keluhnya sambil menghela nafas panjang
Ada rasa kecewa saat dia harus kembali kedunia nyata, dan pertemuan dengan gadis manis itu hanyalah mimpi... padahal dia sudah bahagia, dia berharap bisa kenal dan mengembalikan bando merah milik nya yg jatuh kala itu.
" Mimpi indah ya... kok kaya menyesal bangun...???" selidik Grace dengan senyum hambar nya
" Ahhh dide buk... anye mimpi ketemu kance kance dusun bae... main bersama..." bual Akbar, kali ini dia merasa lebih baik berbohong, karena melihat tatapan redup Grace menahan kecewa darinya membuatnya merasa bersalah
Sekali lagi bukan Akbar tak peka akan perasaan Grace padanya, atau dia mengacuhkan
__ADS_1
hanya saja baginya dia tak bisa menjalani sebuah hubungan hanya berdasarkan kasihan atau tak enak hati, karena pada akhirnya hanya akan menyakiti hati yg lebih memiliki ketulusan, dan Akbar tak mau menyakiti hati wanita sebaik dan selembut bu Grace
" Ooohhh kirain mimpiin pacar mu..." ucapan Grace terlihat menohok, kelihatan kalau dia sedang cemburu
Akbar terkekeh
" Mesum nian otak ku berarti buk... siang suang mimpiin pacar..." sahut Akbar santai sambil tertawa
" Cowok kan gitu biasanya..."
" Dek lah... konyol nian buk..."
Grace menoleh, ditatapnya Akbar dengan tatapan yg Akbar tak mengerti maksudnya, namun membuatnya salah tingkah
Tapi tiba tiba
Ciiiiiiitttttt.....!!!!!
Suara decitan rem yg diinjak pak Driver kuat kuat, membuat tubuh Grace yg sedang tak seimbang terhuyung jatuh kesamping menabrak kursi depan, kepalanya terpentok
" A... aooowww..." teriak Grace
Akbar langsung meraih tubuh Grace dan dipeluknya
" Hati hati pak....!!!!" tegur Akbar
" Maaf mas tadi didepan ada motor nyebrang dari gang sembarangan..." jawab pak Driver sedikit panik, matanya tajam dan nafasnya tampak ngos ngosan
" Bu Grace nggak apa apa...???" tanya Akbar khawatir
" Nggak apa apa kok Bar cuman kepentok dikit, mungkin karena tadi dudukku lagi miring..." jawab Grace sembari menegangi jidatnya yg kepentok.
Grace tersenyum, rasanya dia begitu ingin terus berada dalam dekapan si brondong tampan ini,
Tapi Akbar langsung melepas pelukannya dan sedikit rikuh
" Maaf bu Grace..." ucap Akbar
" Hmmm ga papa kok..." sahut Grace sambil tersenyum
" Gimana nih bisa kita lanjut lagi perjalanan...???" tanya Akbar mengalihkan pembicaraan
" Hati hati ya pak... focus..." tambah Grace
" Siaaaappp...." sahut pak Driver sembari menginjak pedal rem nya,
Mobil pun kembali melaju dengan tenang
" Kamu kenapa Bar...????" tanya Grace yg melihat wajah Akbar terlihat pucat dan keringat dingin sebesar biji jagung berjatuhan di pelipisnya
" Heee pusing buk mual..." sahut Akbar
" Aduhhh mabuk kendaraan ya...???" Grace nampak kawatir
" Ac nya dingin..."
" Pak matiin ac nya aja ya... kasihan nanti Akbar malah sakit lagi..." pinta Grace
__ADS_1
" Nanti bu Grace kepanasan..." tolak Akbar
" Kan bisa lepas jaket... ketimbang kamu pucet gitu..."
" Jadi gimana nih matiin ac...???" tanya pak Driver
" Kalau matiin ac buka kaca jendela aja..."
" Oke pak..." sahut Grace
" Nihh pakai jaket saya Bar...biar kamu nggak tambah masuk angin..." Grace melepas jaketnya lalu memberikan nya pada Akbar
" Nggak usah buk aku dek ngape..." tolak Akbar, aahh rikuh juga kan kalau harus pakai jaket bu sekretaris
" Udah pakai aja... ketimbang kamu muntah muntah kan malah repot..."
Akbar mempertimbangkan saran Grace, akhirnya memilih menerima jaket Grace dan langsung dipakainya.
" Makasih buk..."
" Iya sama sama...."
Siang benderang berganti senja menandakan waktu telah berlalu,
Mobil yg di kendarai Akbar dan Grace tiba di mess kantor cabang, Akbar segera turun dari mobil dan menurunkan dua koper dibagasi,
" Makasih pak udah nganterin sampai tujuan..." ucap Grace sembari turun dari mobil
" Sama sama mbak mas...saya langsung pamit aja ya..." jawab pak Driver berpamitan
" Buru buru dek pegal tu pinggang..??" tanya Akbar
" Kagak lah... bisa istirahat nanti dijalan..."
" Ao lah... makasih yo hati hati di jalan..."
" Oya Bar... aku lupa belum menghubungi manager Lee kalau kita sudah sampai..." Grace meringis menyadari keteledorannya
" Dek ngape lah buk yang pentingkan kite dah sampai tujuannyo...luk mane ame la kite ni makan kudai.. aku ni lapar buk..." ajak Akbar
" Hmmm boleh lah... terus koper kita taruh mana..???"
" Nitip satpam saje..."
" Oke deh... sekalian aku kabari manager Lee.."
" Ide bagus..." sahut Akbar sambil menarik dua koper menuju pos satpam
" Andai Bar... kamu itu benar benar my guardian... aku pasti akan merasa sangat aman dan nyaman..." gumam Grace lirih
" Secarik kisah di perjalanan tadi cukup membuat suasana hati ku berubah... tadinya aku kesal dan merutuki menyesali tugas ini... tapi sepertinya sekarang ku ralat... justru aku akan banyak peluang untuk bisa dekat dan memahami dirimu.... kau tau Bar.. aku benar benar jatuh cinta padamu...."
Bersambung~
Jangan rindu Akbar si bujang dusun yg manis ya... ini udah author hadirkan lagi
jadi jangan lupa di like, dan di Vote
__ADS_1
Happy Reading....