
Je terbelalak mengingat sesuatu, lalu berlari mengejar gadis itu
" BU GRACE.....!!!!!"
Grace menoleh menghentikan langkahnya, ekspresinya sedikit bingung, tiba tiba Je mengejarnya dengan langkah yang terlalu terburu buru, apa ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikannya...???
" Bu Grace... dari mana...???" tanya Je membuat Grace makin memasang wajah ambigu
" Maksudnya...??? apa aku kemana harus ada ijin...???" tanya Grace yang sedikit salah paham, pasalnya kan di kantor jabatan Grace lebih tinggi dari Je, meskipun dia harus kalah soal posisi di hati Akbar
" Bu..bukan gitu buk..." Je mengatur nafasnya lebih tenang
" Dari semalem kak Akbar nyari bu Grace... kata nya bu Grace telpon minta tolong tapi dihubungi lagi ponselnya nggak aktif....terus tadi barusan nelpon kak Akbar lagi katanya bu Grace di bawa seseorang ke Bogor....tapi kok masih disini...." terang Je sejelas jelasnya
" Haaaahhh....!!!!" Grace berbelalak kaget
" Te.. terus Akbar dimana...!!!" Grace nampak panik dan kawatir mendengar penuturan Je
" Kak Akbar sedang menyusul bu Grace kesana...!!!"
Grace menelan saliva nya seret, lalu menarik tangan Je menuju kantin, seperti ada yang mau dibahas lebih serius
" Dengerin saya Je...." Grace mengajak Je duduk di kursi pojokan
" Kemarin sore hp aku ilang... aku nggak tau atau aku lupa naroh dimana... tapi seingatku pas aku belanja ke supermarket ponselku di tas... cuman pas aku balik belanja hp aku udah nggak ada.... aku bingung nyari kemana... semalem makanya aku ke tempat kenalan aku yang bisa ngelacak jaringan ponsel... karena kemaleman aku menginap di apartemennya..." ucap Grace menerangkan kronologi nya
Je makin kawatir dengan Akbar
" Ja... jadi... hp bu Grace ilang...!!!!" tatapan Je penuh ketakutan
" Semalam kak Akbar sempet cek bu Grace ke hotel tapi katanya bu Grace nggak ada... makanya kak Akbar makin kawatir, semaleman nggak tidur nyari bu Grace kemana mana....subuh tadi udah di kosan saya....terys abis nganter saya ke kantor dia langsung ijin pergi lagi nyari bu Grace...."
" Barusan aja dia ngabari saya lagi kalau bu Grace udah bisa dihubungi dan sekarang ada di arah Bogor..."
" Tapi kenapa Akbar nggak bisa bedain suara aku...!!! apa hp ku dibajak orang...???" Grace ikut panik
Je hanya menggeleng, sebab dia tak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi
" Berarti... kalau bu Grace disini....itu artinya...kak Akbar.... kak Akbar dijebak orang buk...!!!!" Je terbelalak memahami kondisi saat ini
" Tapi untuk apa Je... setau saya Akbar nggak punya musuh...."
" Saya juga nggak tau pasti buk... tapi kalau diurutkan dengan kondisi akhir akhir ini... memang sepertinya ada orang yang dengan sengaja menyusun semua ini... berawal dari saya yang sering diteror lewat pesan....kontrakan kak Akbar diteror dan umak dibikin ketakutan... lalu sekarang ada orang yang dengan sengaja mengambil ponsel bu Grace untuk... untuk MENJEBAK KAK AKBAR....!!!!"
" Astaga...!!!! kita harus cepet gerak Je...cepet kamu... kamu telpon Akbar....!!!"
Je merogoh ponselnya, menekan panggilan darurat pada Akbar dengan tangan bergetar,
" Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan... cobalah beberapa saat lagi...."
Berapakali pun Je menghubungi Akbar tetap si teteh operator yang menjawabnya
__ADS_1
" Gimana...???" tanya Grace penuh harap
Je menggeleng lemah
" Kayaknya nggak ada signal disana...."
" Astaga Bar...!!!! aku kawatir sama kamu... Ya Alloh tolong lindungi Akbar.. anak baik itu... jangan sampai ada apa apa Ya Alloh...." mohon Grace dalam doanya
" Aku harus menyusulnya buk... aku takut dia benar benar di jebak orang..." Je segera bangkit dan bersiap menyusul Akbar
" Aku nggak mungkin membiarkan dia dalam masalah sendirian...!!!"
" Bu Grace mending lapor polisi aja..." perintah Je memberi komando
" Oke oke... tapi kamu juga hati hati ya....kalian harus pulang dengan selamat..." pesan Grace pada Je
Je hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu segera bergegas mencari taksi online menyusul Akbar ke Bogor
Semoga belum terlambat...
" Ya Tuhan... jaga kekasih ku... jauhakan dia dari marabahaya Tuhan.... aku sayang dia..."
***
" Bar... tolong... tolongin aku...!!!!"
" Hallo... bu Grace kaba dimane... aku la dem mau sampai di Bogor....tenang lah... aku akan tulong kaba..." sahut Akbar di ujung panggilannya
" Ao... sabar lah jerang... aku dem menuju kesitu...!!!!"
Akbar makin panik dengan rengekan Grace yang terus melolong meminta tolong padanya
Sampai tak disadari Akbar, kata kata yang diucapkan Grace hanya mengulang kata itu aja... Akbar nggak peka sama sekali mungkin sangking kawatir dan paniknya pada keadaan Grace saat ini
Yang ia pikirkan ia harus segera menemukan gadis itu, menyelamatkannya dari orang jahat yang menculiknya dan membawanya pulang
Apapun akan dihadapinya tanpa pikir panjang
" Ya Alloh... lindungi lah bu Grace... jangan sampai die kenapa napa... aku la ngrase salah ame dek pacak jage dia Tuhan...." doa Akbar ditengah kepanikannya
Tangannya terus melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, tak peduli lagi jalan berkelok kelok, tanjakan, turunan, semua dilibasnya dengan kencang
Sekitar 20 menit kemudian Akbar tiba dititik lokasi,
Sebuah bangunan tua yang sudah usang san tak lagi dihuni sepertinya,
Sebab banyak rumput rumput liar yang tumbuh disekitaran dinding bahkan menutupi sebagian atapnya, ngeri juga kalau dilihat
Akbar semakin yakin kalau bu Grace di culik seseorang dan dibawa nya kesini...
Tapi untuk apa...???
__ADS_1
Bisa jadi mereka ingin melecehkan bu Grace, dia kan cantik...
Asumsi Akbar sembari turun dari mobilnya,
Mengawasi sekeliling, memasang pandangan jarak jauh yang awas sembari berjalan pelan pelan masuk ke pelataran rumah tua itu,
Akbar mengendap endap sesekali celingukan memastikan tidak ada sesuatu yang mencurigakan,
Doi langsung lurus masuk ke dalam rumah,
Suasana rumah yang gelap dan pengap, banyak pohon pohon dan rumput liar yang tumbuh di dalam rumah, menambah suasana lebih horor
Akbar mengecek tiap sudut, tiap bilik dan tiap ruangan yang gelap dan pengap, mendeteksi dengan awas dimana keberadaan sekretaris pak presdir itu
Pendengarannya di buat setajam mungkin, sepeka mungkin dengan keadaan sekitar, dia harus waspada dan bisa mengendalikan situasi seperti apapun
Meski jantungnya sebenernya berdetak tak karuan, antara uji nyali, keberanian dan rasa kawatirnya bercampur menjadi satu, ini adalah hal pertama kali dilakukannya, menjadi seorang pahlawan untuk menyelamatkan orang lain,
Barangkali ilmu bela dirinya yang dulu diajarkan oleh pak bos Deven saat ini bisa berguna,
Namun sayang, setajam tajam nya Akbar awas pada sekitar, kedatangannya sudah di awasi oleh seseorang, dia bahkan tak tau jika ini memang jebakan yang sengaja dibuat untuk memancingnya datang menemui jebakan itu,
Dia tak sadar bahaya besar yang sedang menatap nya, menunggu langkah kaki nya menghantarkan ke titik umpan
Lelaki berkulit sawo matang, dengan tatapan mata mematikan sedang tersenyum sinis padanya, seolah sedang mengatakan
SELAMAT DATANG AKBAR ..... RUPANYA MUDAH SEKALI MEMANCING MU MASUK DI PERMAINAN KU...
" Booouuggghh Grubrakkk...!!!!!"
Sebongkah kayu balok besar memukul tengkuk Akbar, lelaki polos pahlawan salah sasaran ini jatuh tersungkur tak sadarkan diri
" Hahahaaa hahahaa hahaaa.... akhirnya kena kau bajing*n...!!!!"
Bersambung~
Waaahhh kira kira gimana ya nasib si bujang dusun kita kance...???
Apa Je dan polisi mampu menemukan Akbar...???
Lalu siapa sebenarnya pelaku itu...???
Tunggu Up Author selanjutnya ya...
Please nggak usah julid dengan komen yang maksa cepet cepet Up
Author lagi pengen buat kalian gale pinisirin
Hihihiii
Mending kasih Vote nya dulu aja... biar kalian semakin membantu mensuport si Akbar dalam perjalanan ceritanya
__ADS_1
Happy Reading....