Bujang Dusun

Bujang Dusun
Ajari, Mencintai mu...


__ADS_3

Ditengah tangis ratapannya, Tiba tiba Akbar teringat dengan Grace, entah malaikat dari mana yang mengingatkan dirinya pada gadis itu, Akbar tiba tiba kepikiran dengan Grace yang hari ini sedang berkunjung kerumah keluarganya


Sungguh Akbar merasa suami tak tau diri, bahkan berkunjung ke rumah mertua menemani istri saja dia melupakan itu, dia lebih asyik dengan pikiran dan kesedihannya sendiri


Akbar menghubungi Grace tapi ponselnya tak Aktif, Akbar langsung pergi dari Caffe


Dia segera kembali ke hotel tempat mereka menginap


Sampai di hotel, Grace belum kembali padahal hari sudah sore dan mendung


Akbar mau menyusul tapi bahkan alamat rumah mertua nya yang baru dia sama sekali tak tau


Orang tua Grace memang baru saja pindahan, makanya Grace balik ke Jakarta salah satunya adalah membantu keluarga nya pindah rumah


" Ahhh suami macam apa Aku ini... dek keruan ape yang dilakukan keluarga istri...!!!" umpat Akbar memaki diri sendiri


" Kaba dem jahat Bar...!!! kaba dem menelantarkan istri...!!! Grace dek salah... dia sama sekali tak melakukan salah apapun... ngape aku jahat nga dia...!!!!"


Tiba tiba diluar suara petir bergemuruh bersamaan dengan hujan lebat disertai angin, gorden kamar sampai beterbangan sangking kencang nya Angin, Akbar segera menutup jendela yang tadi sempat dibukanya


Suasana diluar amat gelap pekat


Hati Akbar makin kalut tak karuan, sampai sekarang Grace belum pulang dan ponselnya tetap tak bisa dihubungi


Doi dek pacak menghubungi siapapun karena nomor telpon keluarga Grace dia tak punya,


Yahhh bagaimana lagi


Selama ini Akbar kan tak pernah menghiraukan Grace, dia selalu egois pada duka nya sendiri, meskipun Grace tak pernah disakiti, namun dengan sikap Akbar pada nya selama ini sudah cukup menyiksa batin gadis itu


Akbar makin frustasi, dia sangat kawatir dengan kondisi Grace,


" Grace kemane la kaba pergi ni... pacak nian kaba ni gawe aku khawatir....!!!!"


Sekali lagi Akbar menekan nomor Grace di ponselnya, ditunggu sampai ada sahutan


" Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi..!!!"


Akbar langsung membanting ponselnya, lagi lagi teteh operator yang menyahut panggilannya, ingin sekali rasanya Akbar pergi mencarinya, tapi dia dek keruan dimane sekarang istri yang tak dianggapnya itu


Pintu hotel tiba tiba dibuka dari luar, seorang gadis cantik nan anggun, berkulit bersih masuk dengan membawa tengtengan kresek belanjaan ditangannya


Akbar langsung terkesiap, berlari menghampiri Grace


Kreep


Langsung dipeluknya Grace dengan erat, rasanya lega sekali hatinya, gadis ini datang dan kondisinya baik baik saja


Grace terpaku melihat perlakuan Akbar yang tiba tiba memeluknya, tubuhnya mematung bingung, apakah lelaki ini sedang tidak baik baik saja..???


Apa selepas pulang ziarah tadi hatinya makin kalut...

__ADS_1


" Syukurlah kamu dem balik... aku la kawatir nian... ponsel mu dek pacak dihubungi... aku juga dek keruan kamu dimane..." ucap Akbar refleks


Grace langsung tersenyum, rasanya seperti mimpi sedang dia tak tidur,


Mudah mudahan dia tidak sedang berhalusinasi, Akbar menghawatirkan dirinya, memeluknya segini eratnya


" Maaf aku telah membuat mu kawatir..." sahut Grace sambil membalas pelukan Akbar,


Lama mereka saling peluk, sampai Akbar bergeming mundur melepas pelukan dan mengajak Grace duduk di tepi ranjang


" Ngape ponsel kaba dek pacak dihubungi..???" tanya Akbar


Grace langsung mengecek gawai nya, Aahh rupanya lowbat


" Duuhh aku lupa carg makanya batrai nya habis..." sahut Grace


" Maaf ya jadi bikin kamu kawatir... tadi aku sepulang dari rumah baru mama papa aku mampir ke supermarket, beli buah dan bebeapa makanan ringan buat kita...sebab aku nggak tau sampai kapan kamu mau disini..." terang Grace


Akbar menggenggam tangan Grace lembut


" Aku nak minta maaf nga kaba... aku dek pernah peduli nga kaba... dek keruan alamat rumah orang tua kaba..nomor telephon keluarga kaba... aku ngerasa... aku ni dek menghargai kaba selama ini... aku minta maaf Grace..." sesal Akbar tulus


Grace tersenyum, menggenggam tangan Akbar erat,


" Tak apalah Bar... aku paham kondisi mu... aku sangat mengerti suasana hati mu... kehilangan Je bukan hal yang mudah bagimu bukan... aku seneng kamu sudah mulai mengikhlaskan dia... kamu mulai menata hidup baru mu... kamu udah bisa bangkit dari kesedihan... bagi ku aku sudah bersyukur melihat itu..." sahut Grace manis, kata katanya yang lembut sedari dulu, terdengar begitu menggetar kan hati


" Aku la sadar... selama ini aku dek pernah peduli nga kaba, aku mengacuhkan kaba, aku egois dengan diri aku dewe.... padahal kaba adalah istri sah ku.. yang berhak atas semua hidupku... aku minta maaf... beri aku kesempatan untuk memberbaiki gale nye..."


" Apa kaba menderita selama ini...???" tanya Akbar sambil menatap mata Grace dalam


Grace membelai pipi Akbar lembut, sembari menggeleng


" Nggak... aku tak pernah menderita bersama mu... aku tulus mencintai mu... aku punya waktu seumur hidup ku untuk bisa menjadi yang terbaik bagimu..."


Akbar langsung memeluk Grace, rasanya hatinya amat mellow, pengen nangis mendengar ketulusan dan kesabaran yang Grace berikan padanya


" Maaf kalau sampai saat ini aku lum pacak buka hati aku buat nerime kehadiran kaba... aku tau aku egois...tapi bantu aku... ajari aku untuk pacak jatuh cinta nga kaba..."


" Benar kah...??? kamu mau memberi ku kesempatan untuk membuat mu jatuh cinta pada ku...???" tanya Grace girang


" Ao... aku galak belajar mencintai istriku... ajari aku....aku dek keruan luk mane jatuh cinta lagi... rasenye hatiku dem mati bersama kepergian Je setahun yang lalu..."


" Lihat aku Bar... rasakan detakan cinta ini..." Grace menuntun tangan Akbar untuk memegang dadanya, debaran jantung yang begitu kuat, seakan menjelaskan betapa besar Grace mencintai Akbar


" Aku akan selalu nenunggumu, sampai kamu mau menerima ku... membuka hati mu untuk ku...untuk mencintaiku..."


" Aku tak ingi kamu melupakan Je... dia adalah gadis yang baik... sangat baik... dia begitu besar mencintaimu... bahkan mungkin aku sendiri belum tentu mampu mengorbankan apa yang Je korbankan untuk mu... aku adalah aku... bukan Je... aku punya cara ku sendiri untuk mencintai mu... maka cintailah aku dengan caramu juga..."


" Selame ini aku terlalu menyia nyiakan wong sebaik kaba... aku menyakiti hati kaba dengan keegoisan ku...maaf... maaf kan aku Grace... aku janji aku akan memperbaiki gale nye... aku juge bakal lebih akrab dengan keluarga mu...bukan bersikap seperti ini terus... maaf aku dem melalaikan tugas ku sebagai suami mu..."


" Ame Je pacak bicare... dia pasti la marah nga aku melihat aku menyakiti kaba... die tu paling dek galak ame ade laki laki yang menyia nyiakan istri... aku sadar aku jahat..."

__ADS_1


" Ssssttt...jangan katakan kamu jahat... aku mengerti kondisimu... sudah ku katakan berkali kali bukan aku mengerti kondisimu... kalau kamu mau memperbaiki semua nya... kita mulai dari awal lagi... tak ada yang terlambat... justru semua ini akan semakin menguatkan kita...."


" Ao... ajari aku... untuk jatuh cinta lagi..."


" Pasti...!!! aku pasti akan menuntunmu untuk kembali jatuh cinta... dan mencitaiku menerima ku menjadi bagian terpenting dalam hidupmu... aku akan selalu menunggu... ingat...!!! kau punya banyak waktu untuk belajar itu... aku memberikan seluruh waktu sampai akhir hidupku untuk menunggumu..."


Yahhh Menangisi cinta yang telah pergi adalah suatu kesalahan...


Manusia tak bisa melawan takdir, jika garis Tuhan yang harus dijalani seperti ini...


Maka manusia hanya harus menjalani dengan sepenuh hati, bukan memprotes kenyataan Tuhan


Melanjutkan hidup dengan membuka lembaran baru adalah hal terbaik setelah kehilangan


Cinta yang telah pergi itu bukan dilupakan... hanya berdamai dengan kenyataan serta membuka hati untuk lembaran baru adalah solusi yang terbaik


Biarpun seperti apa pendapat orang


Meskipun banyak hati yang tak setuju dengan keputusan Akbar...


Akbar berhak melanjutkan hidupnya, biarkan dia memilih apa yang seharusnya ia lakukan...


Begitu kira kira sindiran buat kance kance yang selalu menuntut Akbar


Yang pergi meninggalkan Akbar setelah dia kehilangan Je


Hihihiii


Bersambung~


Jujur


Aku tu rada kecewa dengan kance kance yang bilang


" Cukup sampai disini ngikut Akbar soalnya Je kenapa harus meninggal.."


" Kenapa je yang neninggal gak Grace aja... jadi kecewa jadi gak seru, aku gak lanjut baca lagi.."


Dan masih banyak lagi


Bukan aku dek galak di kritik, dibilang baperan atau apapun


Bisa kah menghargai karya jeme dikit bae...??


Yahh walaupun karya ini dek sehebat wong wong lain...


Tapi ya sudah lah..


Niat aku nulis novel memang karena aku hobby dan suka


Ade yang suka sukor dek ya dem dibace dewe..!!!

__ADS_1


Terimakasih komen kalian gale...!!!


__ADS_2