
Acara akad nikah sudah berlangsung satu jam yang lalu, pernikahan yang hanya dihadiri keluarga inti terlihat sedang asyik berbincang bincang di depan rumah panggung Akbar yang dibuatkan tenda untuk acara
Orang tua Grace juga masih di dusun sedang asyik mengobrol dengan umak dan wak kadus
" Bar... kaba dide nyewa orgen...??? budaye kite ame la nikah pasti pesta ao..???" tanya Nopri kawan Akbar dari Jakarta yang menyempatkan pulang hanya untuk menghadiri pernikahan kawan nya
" Dek usah lah... lagi pula aku ini dek pernah datang ikut ikut jeme berpesta... malah hanya menambah dosa bae.. nikah bukan kah niat nya adalah ibadah... ini baru nikah dem la gawe dosa dengan pesta dan jualan minuman....dek usah lah... aku dek galak nginak kan bini aku budaya kebiasaan jeme dusun yang dek karuk itu..." balas Akbar menjelaskan pada Nopri
" Ohh ao sak kendak kau bae..ame menurut kaba dide ndak dek ngapa ka... anye ame kaba butuh aku ade kenalan tukang orgen alap dan murah pule..."
" Dek usah lah Nop... luk ini saje dem alap lah..."
Nopri tak lagi bertanya tanya, jawaban Akbar barusan sudah cukup mengunci semua pertanyaan yang sebenernya masih berputar putar diotaknya
" Nak Akbar...." panggil bapak Grace alias bapak mertua nya yang baru tadi resmi menjadi mertua nya
" Iya pah..." sahut Akbar cepat
" Bisa kita bicara sebentar...???" ajak bapak Grace
" Ohh iya pah..." Akbar bergegas mengajak bapak mertua nya ke teras bagian bawah rumahnya, mereka turun dari rumah panggung dan duduk di teras bawah rumah
( Ame kance bingung cek aghi foto rumah Akbar hihi)
" Ade yang pacak aku bantu pah...???" tanya Akbar
" Nak Akbar... sekarang anak gadis papa... sekarang sudah resmi menjadi istri mu... papa sudah menyerahkan tanggungjawab papa pada Grace ke kamu.... papa tidak minta apapun nak selain bahagiakan dia... cintai dia seperti papa menjaga dan mencintai anak gadis papa sampai berpindah menjadi milik mu seperti sekarang... tangisnya adalah airmata papa... kesedihan nya adalah luka hati papa... jika suatu saat kamu sudah tidak mencintai nya, sudah tidak bisa hidup dengan nya lagi tolong... antar dia kembali ke papa... jangan telantarkan dia dengan kesedihan nya...." ucap Papa Grace dengan bersungguh sungguh
Ucapan papa mertua nya membuat Hati Akbar jadi kalut dan semakin tak enak hati... andai jika papa tau kalau sampai hari ini Akbar belum mencintai anak gadisnya, menikah karena sebuah keterpakasaan... mungkin papa akan sangat sedih ataupun marah karena anak gadisnya sudah dipermainkan cinta nya
" Kau mengerti kan nak...??? papa titip Grace pada mu... sekarang dia adalah tanggungjawabmu... kemanapun Grace pergi harus bersama mu...."
" I... iya pah saya mengerti... terimakasih su..sudah merestui pernikahan kami...." sahut Akbar ragu ragu
" Sebenarnya papa ragu melepas Grace pada mu.... papa khawatir kamu tidak terlalu serius menikahinya apalagi umur mu dengan Grace terpaut beberapa tahun dibawah Grace...tetapi melihat keseriusan cinta Grace pada mu... papa tidak bisa menghalangi nya karena kebahagiaan putri papa adalah bahagia papa juga..."
Akbar kembali terdiam... saat ini dia benar benar berada di keadaan yang membingungkan dirinya sendiri, satu sisi dia ingin menegaskan pada Grace jika pernikahan ini hanyalah karena Akbar ingin mewujudkan permintaan Je... tetapi mendengar ucapan papa Grace barusan... membuat Akbar tak tega jika harus memperlihatkan ego nya... karena bukan cuman Grace yang terluka tapi ada seorang ayah yang sangat mencintai anak gadisnya juga akan kecewa dan sakit hati
Akbar tak tega menyakiti hati seorang ayah... sebab dia sangat merindukan bak nya yang telah lama kembali kepangkuan ibu pertiwi
__ADS_1
" Jangan risaukan Grace pah... saya janji akan menjaga nya kemanapun Grace mau pergi akan saya antar dan temani pah..." balas Akbar lagi
Grace meneteskan air mata nya antara haru dan sedih, Grace sengaja mengikuti dan menguping pembicaraan papa dan suami nya dari dapur umak yang terletak dibawah disamping teras mereka duduk mengobrol
Grace menutup bibirnya agar tangisnya tak lepas bersuara... hatinya sebenarnya perih mendengar permintaan papa yang sangat sederhana tetapi begitu dalam mencintai nya... andai papa tau jika hati suami nya tak ada dia tetapi ada hati seorang gadis yang mungkin sekarang sudah menjadi tanah
" Pah... hiks hiks hiks...."
" Ya sudah nak hanya itu yang ingin papa sampaikan pada mu...." ucap papa menutup pembicaraan serius nya dengan Akbar
Grace buru buru menyeka air mata nya dan pergi kembali bergabung dengan mama dan umak serta beberapa tamu keluarga inti diatas
" I.. iya pah..." sahut Akbar sembari mengikuti papa kembali bergabung dengan yang lain
" Akbar... kamu ni baru saje selesai akad bini mu dem ditinggal sendirian... sini kudai ngumpul bareng keluarge..." ujar wak kadus menegur Akbar sambil guyon
" Ao wak aku la baru saje ngobrol nga bapang Grace..." sahut Akbar sambil duduk disamping umak
" Bak Grace ya bak kaba juga Akbar...!!! sini sini... jangan aghi ngiring ndung kaba bae... kaba la udem ade bini... sini duduk sebelah bini kaba ini..." ujar wak kadus lagi memberi pengertian
Dengan sedikit ragu Akbar berdiri lalu duduk disebelah Grace yang saat ini memilih menunduk menyembunyikan wajah merahnya
" Aku minta kalian berdua cube sekali lagi bagian ayuk Grace sungkem nga Akbar..." pinta Nopri
Akbar menatap Nopri rengis, dia tau Nopri sedang mengerjai nya
" Ayooo lah cepat.... ini moment terbaik kalian bukan... masa dek galak mengabadikan moment sekali seumur hidup...."
Kata kata Nopri jelas membuat para orang tua di ruangan itu langsung antusias mendukung nya, membuat Akbar tak bisa menolak nya lagi
Grace membalikkan badan menatap Akbar, tatapan memohon supaya Akbar setuju dengan usul Nopri barusan, bagaimana pun sebagai seorang perempuan normal tentu Grace ingin memiliki kenangan tentang pernikahan nya, meskipun entah nanti ending nya...
" Boleh...???" tanya Grace lirih membuat Akbar menatap Grace tak tega, melirik sekilas pada papa mertua nya, lalu Akbar mengangguk pelan
" Ayuk Grace sungkem di tangan Akbar mencium tangan.... teghus tangan Akbar megang maaf kepala ayuk...." si Nopri memberi arahan, Akbar dan Grace patuh mengikutinya
Dua cekrekan diambilnya,
" Dem... alap ame luk ini..." ucapnya setelah selesai mengambil gambar mereka
__ADS_1
" Selanjutnya.. Akbar la cium kening ayuk Grace..." pinta Nopri lagi, Akbar langsung menatap Nopri kesal tapi si bocah itu tetap berekspresi datar tanpa dosa
" Dek ngape kan papa... mama...???" ledek Nopri dengan bertanya ke orang tua Grace, Akbar akhirnya pasrah mengikuti permainan Nopri
Dengan ragu ragu Akbar mendekatkan dirinya pada Grace, sedang Grace diam menunduk dia membiarkan Akbar mencium keningnya, bahkan tidak hanya kening seluruh hidupnya pasti akan dia berikan untuk Akbar
Cup...
Bibir hangat itu mendarat tepat di kening putih Grace, membuat hati gadis itu berguncang dan bergetar, sedang si lelaki menahan risau yang tak kunjung berakhir, tapi Nopri si tukang iseng malah hanya senyam senyum tanpa mengabadikan moment itu
" Dem belum Nop...???" tanya Akbar begitu melepas ciuman di kening istrinya
" Eeehhh kudai.... aku lupe lum mem foto nya hehehe aku terpana dengan keberanian kaba Bar hihihi.... ayooo ulang sekali lagi kali ini ku foto dengan alap..." sahut Nopri cengengesan
" Aiiiisssss kaba ini... sengaja mau mengerjai ku...!!!" gerutu Akbar
" Dek lah... dem cukup tadi..." tolak Akbar yang enggan mereka adegan untuk mencium Grace lagi
" Ayooo sekali lagi Bar... tadi tu aku terlalu terpesona...." pinta Nopri
Dengan kesal Akirnya Akbar menyetujui permintaan Nopri mengulangi sekali lagi mencium kening Grace
Cekkreekkk cekkreeekk
Beberapa potret diambilnya untuk mengabadikan kebaranian Akbar ini
" Selamat menempuh hidup baru anak umak... jadi suami yang bertanggungjawab... sayang anak istri dan menjadi kepala keluarga yang pacak jadi panutan keluarga..." ucap umak penuh kasih sayang
" Selamat datang di keluarge kami nak Grace... semoga kerasan dan pacak menyayangi umak menyayangi Akbar ao... menerima gale kekurangan kami ini...."
Grace memeluk umak tanpa bersuara... biarlah waktu yang akan membuktikan betapa dia sangat menyayangi umak... meskipun mungkin kehadiran nya belum diterima oleh Akbar....
Bersambung~
Aku nak bagi informasi ce... ame kaba gale nak lanjut bace cerite dusu, mampir saje di novel terbaru author SI CULUN SANG CEO ACHIEVEMENT.... novel terbaru aku itu menggabungkan tema CEO dengan kebudayaan dusun... dek kalah alapnyo deng Akbar....
Jangan mpai lupe ao.... di bace... di Vote dan didukung supaya pacak ramai seperti cerite Bujang Dusun
Aku tunggu ao.... di Novel SI CULUN SANG CEO ACHIEVEMENT
__ADS_1
Happy Reading....