
Malam semakin gelap, hingar bingar keramaian kota kini telah sunyi sepi...bintang bintang bertaburan dilangit jauh sana kini tiba tiba menghilang tertutup awan mendung nan hitam, tengah malam di Jakarta tercekam mendung gelap, segelap perasaan Akbar untuk hidupnya...
Semua terasa berat di jalani, terasa sulit dimengerti, hidup terus menuntutnya untuk maju dan berubah sedangkan hatinya masih enggan masih ingin tinggal disini beberapa saat lagi... atau mungkin bahkan ingin mundur beberapa bab lagi... agar Je masih bersama nya... masih miliknya...
Akbar duduk di trotoar dengan mata merah menahan tangis, antara ngantuk dan sedih sebenarnya... dia bagaikan orang yang paling frustasi pagi ini... bahkan andaikan kance kance dusun melihatnya saat ini, mereka akan kembali menertawakan Akbar, meremehkan nya dan kembali menganggap dia laki laki cupu yang tak punya ketegasan dalam pendirian...
" Apa aku harus dendam dengan Iwan...??? aku harus menuntut balas dendam nga die atas semua ini...!!! die yang sudah membuat Je perfi meninggalkan ku... Wawan yang sudah menbuat impian bahagia ku hancur...!!! Iwan yang sudah mengambil Je dari pelukan ku...!!!"
" Apa dusa aku nga kaba Wan... ngape kaba sejahat ini nga aku... menghancurkan kebahagiaan ku dan merampas kekasih ku...huhuhuhu...." tangis Akbar menderu deru
" Secepat ini semua nya berakhir Tuhan.....!!!"
Rintik embun dipagi buta membuat pori pori kulit terasa tersayat, dingin yang cukup menggigilkan, seruak debu jalanan terbang membubung diangkasa, sebentar lagi ribuah bus bus besar atau pun kendaraan pribadi akan membelahnya dan kembali membuat kebisingan...
Inilah roda kehidupan yang terus berputar... apa yang sudah pergi tak mungkin akan kembali lagi, semuanya harus tetap berjalan ada atau tanpa masa lalu itu...
Entah sudah berapa lama Akbar menangis sendirian mengingsut di trotoar sampai matanya bengkak dan tenggorokan nya kering, dia baru beranjak kembali ke mobilnya ketika matahati sudah mulai muncul membelah gelap malam...
Akbar menyalakan mesin mobilnya, saat ini dia hanya ingin datang menemui kekasihnya...
Namun sampai di pemakaman... Akbar sudah tak sanggup lagi... kaki nya tiba tiba lemas tak berdaya, di depan nya hamparan batu nisan memenuhi seluruh pandangan nya, sedangkan Akbar masih sangat ingat di tengah sana ada satu makam dengan batu nisan bertuliskan nama yang sangat di cintai nya, yang telah memporak porandakan tatanan hidupnya...
Akbar tertampar kenyataan... nyatanya memabg Je sudah berpulang... dan itu tak bisa di elaknya lagi...
Akbar masih tak sanggup untuk menatap nisan yang tersemat nama Jerralin, Akbar tak bisa terima...!!!
Akbar frustasi sendirian...!!! dia merem*s rem*s rambutnya dengan sengit, ingin ikut pergi bersama Je sekarang juga, hidup ini terlalu berat, hidup ini terlalu menyakitkan
Di saat Akbar sedang tak bisa mengontrol dirinya, si mamang penjaga makam datang menghampiri, sepertinya mamang tau laki laki itu tengah hancur karena mungkin orang yang sangat dicintainya sudah berada di sini di rawatnya...
Mamang dengan sigap langsung memapah tubuh Akbar yang hampir saja jatuh menghantam pintu masuk makam, langsung dibawa nya duduk di tempat biasanya beliau beristirahat, sebuah pondok kecil yang terletak disebelah kanan luar area makam
" Minum dulu mas..." si mamang menyodorkan segelas air putih pada Akbar, Akbar hanya diam menatap mamang dengan tatapan kosong
" Huuuhhh.... kesambet si ganteng ini....!!! makanya jangan suka melamun di depan makam jang... sedih boleh berduka juga boleh... tapi jangan sampai menyiksa diri seperti ini... kebawa setan kan jadinya..." ujar si mamang sambil mengusapkan air putih ke wajah Akbar
__ADS_1
Seketika Akbar tersadar dari pikiran kacau nya, air putih yang menempel ke wajahnya terasa begitu sejuh menenangkan, Akbar menghela nafas beratnya seakan baru kembali dari sesuatu yang teramat sangat jauh
" Minum dulu jang..."
Akbar menerima segelas air putih dari si penjaga kuburan lalu meneguknya sampai habis, kerongkongan nya yang kering langsung basah seketika, nafas nya mulai tenang terkendali
" Mas ini mau kemana to... kok malah mau pingsan di depan pintu makam...!!! apa mau ziarah...???" tanya mamang setelah dilihat Akbar mulai tenang
" A... aku dimane pak...???" tanya Akbar kebingungan
" Sampean di pondok saya mas... ini tempat istirahat saya kalau siang atau kalau ada tugas menggali makam..." sahut si mamang ramah
" Kamu ini mau kemana...???"
" Ada keluarga mu yang di makam kan disini...???"
" Pacar aku pak...!!! pacar aku tidur sendirian disana... aku mau menemaninya pak... kasihan dia kedinginan sendirian...dia sedang kesakitan pak..." ucap Akbar gusar
" Astaghfirullah jang nyebut...!!! itu sudah bisikan setan yang menyesatkan...!!! semua makhluk yang hidup pasti akan kembali berpulang ke sisi Tuhan nya... kita hanya tinggal menunggu giliran nya saja..."
" Saya sudah sering melihat orang yang frustasi seperti kamu jang di makam ini... kenapa bisa seperti itu... karena mereka tidak bisa menerima takdir... mereka seakan memprotes ketetapan Gusti Allah...salah jang.. istighfar...."
" Ngape pak...!!! ngape segale jeme maksa aku nga jung nglupeka die... apa dek bedie yang ngerti perasaan aku pak...!!!" protes Akbar frustasi
" Aku kehilangan pak... aku kehilangan perempuan yang paling aku cintai... aku kehilangan die pak...!!!" lanjut Akbar
Untungnya Akbar gak semua berbicara memakai bahasa dusun jadi si mamang penjaga kuburan gak puyeng kaya readers hihihihi, setidaknya masih paham apa yang dimaksud Akbar
" Bener kan si jang ini frustasi ...." gumam si mamang dalam hati
" Karena yang sudah pergi tidak akan pernah kembali lagi jang... semakin kamu memprotesnya, menolaknya kamu hanya akan tersiksa sendiri... kamu hanya akan frustasi seperti ini... mereka orang orang disekitar mu terlalu sayang dan perduli dengan mu... untuk itu mereka menginginkan kamu terus melanjutkan hidupmu..... bukan hancur seperti ini...!!!" balas si mamang, rupanya mamang satu ini sangat mengerti keadaan orang yang sedang frustasi karena kepergian seseorang
" Apa aku salah kalu aku masih mencintai die pak... aku masih mengharapkan die kembali...!!!" keluh Akbar pilu
" Mencintainya tak salah... tapi mengharapkan dia kembali itu yang salah... sama artinya kamu menentang takdire Gusti Allah... semua yang sudah terjadi atas ijin takdir Nya....!!! kita manusia hanya disuruh menjalani..."
__ADS_1
Akbar kembali menangis menderu deru... dia tak peduli lagi apapun kata orang... dia hanya sedang merasa amat sangat kesakitan
" Jang .. percayalah... gadis yang kamu cintai itu sedang sedih melihat mu seperti ini... kamu semakin menyulitkan nya kembali pada sisi Tuhan... kamu sama saja sedang menyiksanya... jika kamu benar benar mencintainya... ikhlaskan kepergian nya... biarkan dia menuju alam abadi dengan tenang... lepaskan dia jang..." mamang mengusap usap pundak Akbar menguatkan
" Aku hanya mencintai dia pak... aku dek pacak ame dipakse membuka hati gawe jeme lain... sukar nian pak...!!!"
Si mamang diam sejenak dia sedang menelaah apa yang dimaksud Akbar
" Kenapa kau tak berfikir perempuan yang saat ini memaksa atau dipaksa untuk membuka hati mu adalah takdir Tuhan... dia datang untuk menyembuhkan luka mu dan mengobati rasa kehilangan mu ini... dia gak salah jang... dia datang atas perintah Tuhan..." si mamang membuka pola pikir Akbar dari sisi lain
" Terkadang jodoh itu datang bahkan setelah kita melewati sebuah badai besar jang...kamu tidak bisa menolak kenyataan...!!! justru kamu salah jika kamu menyalahkan gadis itu atas luka yang sebenarnya kamu simpan terus luka itu tanpa kamu obati..."
" Jadi menurut bapak aku harus menerima dia ....???" tanya Akbar dengan tatapan yang sulit diartikan, antara prores, ragu, marah, tersinggung tapi juga bimbang ragu
" Bisa jadi begitu...!!! ingat jang yang sudah pergi tidak akan bisa kembali... yang sudah pergi meskipun seperti apa cinta mu untuknta dia bukan lah milik mu... dia sudah diambil Tuhan... sang pemiliknya... jadi kau sangat salah besar jika terus meminta Tuhan mengembalikan milik Nya...."
Akbar serasa tertampar dengan ucapan dan nasehat si mamang, selama ini dia hanya terus dan terus mengurung hatinya atas kepergian Je... dia seakan melawan takdir... dia memprotes semesta... dia bahkan membenci takdir Tuhan...
Dia sudah sangat salah besar...!!! betul kata mamang.. Tuhan memiliki rencana dari semua perjalanan hidup yang sudah terjadi, baik dan buruknya sudah pasti ada hikmahnya...
Sedangkan Je.. Je adalah milik Tuhan... jika saat ini Tuhan sudah mengambil miliknya lantas apa pantas Akbar masih terus memprores Tuhan untuk mengembalikan milik Nya...!!! bisa jadi milik Akbar sendiri sudah di kirim kan Tuhan lewat orang lain...
" Ingat jang...!!! jangan terlalu berlebihan memprotes takdir... Tuhan sudah tau yang pantas dan yang terbaik untuk mu... belajarlah menerima kenyataan... dan membuka apa yang sudah Tuhan berikan untuk mu..."
" Mamang gak mau ikut campur urusan mu... tapi melihat kamu sampai mau melukai dirimu sendiri seperti tadi sungguh sangat miris... kau hanya tidak mau membuka hati untuk menerima lembaran baru... kau terlalu egois dan memaksakan kehendak mu... "
" Ini memang menyakitkan jang...!!! ini memang membuatmu hancur dan berontak... tapi sebagai makhluk yang merasa diciptakan oleh Tuhan nya... jangan sesekali terlalu berlebihan memprotes Takdir....itu salah besar...!!!!" nasehat si mamang yang sepertinya berhasil meluluhkan hati Akbar
" Terimalah dia jang... siapa tau dia adalah kiriman Tuhan yang memang benar benar miliki mu...!!!"
Bersambung~
Jangan lupa Vote nye ao kance....
Happy Reading...
__ADS_1