Bujang Dusun

Bujang Dusun
Firasat Buruk


__ADS_3

Akbar jenuh dengan dirinya sendiri, bolak balik jungkir sana sini tapi tetap saja dia tak bisa memejamkan matanya untuk tertidur, rasanya mata ini sulit sekali untuk dijinakkan,


Hampir tiga jam Akbar berusaha tertidur namun entah kenapa semakin dia mencoba tidur semakin dia gelisah dan sulit terpejam.


" Ape aku ni jadi ketularan Picil kena penyakit insomnia...???" tanya nya meradang


Dia bangkit dan duduk bersila dikasur sembari mengacak acak rambut nya frustasi


" Ayo lah mata... kompromi... aku harus tiduk... besok galak begawe.... ayolah... aku dek galak di tegur atasan gegara kerja ku dek semangat karena ngantuk..." Akbar membujuk dirinya sendiri agar jinak dan mau memejamkan matanya.


Entah kenapa hatinya amat gusar, Pikirannya meradang tak jelas, seperti merasa ada sesuatu sangat sedih sedang terjadi.


" Ape efek patah hati jadi sering kena syndrom sedih dadakan...??? atau aku jadi peka terhadap sesuatu yg mellow...???" Akbar masih tak memahami dengan suasana hatinya yg tak menentu.


" Tapi ngape sedari tadi pikiran aku ni tertuju nga ayuk Rere...??? aku kepikiran die terus... khawatir ...bukanye tadi aku tinggal die baik baik saje..."


Perasaan Akbar makin kacau, ulu hatinya seperti ditusuk sesuatu yg terasa begitu ngilu, nafasnya begitu sesak, deg degan


Akbar memilih ke kamar mandi untuk cuci muka, menenangkan sejenak kegundahannya


" Kaba kenape yuk...????"


Jam menunjukan pukul 01 dinihari tapi mata Akbar bukanya mengantuk malah semakin terbuka jelas, pikirannya masih kacau hatinya makin gundah,


apa ada sesuatu yg buruk telah terjadi...???


Tiba tiba Akbar teringat sosok Gilang sepupu Rere yg dilihatnya tadi siang,


Bayangan Gilang terasa begitu menyesakkan dada, senyum mengerikan tergambar jelas diujung pandangannya, tatapan yg tadi siang nampak kosong itu sekarang layu bah tak ada lagi tanda kehidupan,


Akbar benar benar risau


Diraihnya ponsel diatas nakas langsung menghubungi nomor Rere


Namun berulang kali ditelponnya tetap tak ada sautan dari si empu nomer,


" Angkat yuk... kaba dimane... jangan buat aku risau maini..." gerutu Akbar frustasi


" Tapi....bisa jadi ayuk dang tiduk ini kan fem larut malam... aahhh aku jadi mengganggu mereka istirahat..."


Akbar meletakkan ponselnya lalu kembali merebahkan tubuhnya dikasur, hatinya masih tak tenang, namun dia tak bisa berbuat apa apa, selain berdoa dan mencoba menenangkan diri


" Ayuk... ame la kaba dem buka hp segera kabari aku yuk..." tulis Akbar mengirim pesan pada Rere


***

__ADS_1


Hingga keesokan hari nya tetap tak ada kabar dari Rere, lebih dari dua puluh kali Akbar mengecek ponselnya, tiap dua menit sekali di cek tapi tetap saja tak ada balasan dari Rere


Hari ini pak bos juga tidak ada dikantor, pak Reza bu Candy, bu Grace dan yg lainnya juga tak bisa menghubungi pak bos ataupun Rere


membuat Akbar semakin gelisah dan khawatir


Menduga duga hal buruk yg telah terjadi.


" Apa Rere pendarahan terus mau melahirkan kali ya..." gumam bu Candy memecah ke khawatiran


" Usia kandungan Rere kan baru tujuh bulan baru kemarin di slametin..." sangkal Reza


" Bisa aja si pak ada kok orang lahiran diusia kandungan tuju bulan..." Grace ikut menimpali


" Apalagi kan kemarin perut bu Rere sempet kram karena kecapean..."


" Tapi kalau Rere melahirkan Dev pasti menghubungi ku..." Reza masih menyangkal


" Mungkin pak Dev belum sempet..." jelas Grace lagi


" Bisa jadi sih... siapa tau kondisi Rere kurang bagus karena melahirkan belum waktunya... jadi Pak bos sibuk memgurusinya..." bu Candy kembali berspekulasi


Akbar hanya diam memdengarkan pendapat mereka, kalaupun benar itu yg terjadi doanya saat ini Ayuk Rere dan bayi nya baik baik saja.


Tapi dia merasa ini ada kaitannya dengan Gilang, dia merasa ke khawatirannya tentang Rere ada hubungannya dengan sepupunya itu, namun entah Akbar tak bisa mendifinisikan suasana hatinya saat ini.


" Ponsel mereka dua dua nya aktif tapi nggak ada yg mau angkat telponnya..." keluh Reza lagi setelah dia kembali mencoba menghubungi mereka berualang kali bergantian.


" Kayaknya kita kerumahnya aja deh... kita tanya sama bi Mur dan bi Ning siapa tau kita dapat petunjuk..." usul Candy


" Aku setuju..." Akbar menyela, kali ini dia tertarik untuk angkat bicara


" Nanti sepulang kantor aku dan Candy akan kesana..." saran Reza


" Aku ikut pak... aku juga mau tau kabar ayuk saat ini..." usul Akbar


" Sama aja Bar... kalau gue yg kesana apapun kabar nantinya kan gue pasti kabarin lu..." Candy menenangkan kerisauan Akbar


" Tapi nanti sepulang kantor.. saat ini jika kita meninggalkan kantor di jam kerja dengan tugas kita masing masing yg masih banyak sangat tidak profesional..." Rez kembali berbicara


" Baiklah kalau begitu pak saya setuju saja... yg penting segera kabari kami apa yg terjadi dan kondisi bu Rere dan pak Presdir..." Grace setuju


Akbar hanya kembali diam,


" Waduhhh ada barang baru masuk tuh... Akbar lu tenang dulu ya kita selesaikan pekerjaan kita dulu, ada banyak barang masuk gudang tuh..." tunjuk Candy pada mobil boks yg baru masuk di pelataran kantor.

__ADS_1


" Eeemmm saya juga sudah di email beberapa investor nih... kayaknya harus saya pelajari dulu proposal mereka..." Grace pamit kembali keruangannya.


Rasanya Akbar ingin segera mungkin meluncur kerumah pak bos dia ingin memastikan sendiri bahwa kondisi mereka baik baik saja, tak seperti yg dikhawatirkan dirinya sejak semalam, namun apa daya tugas kantor masih sangat banyak, dia tak enak hati jika harus meninggalkan tugas dan pekerjaannya hanya dengan alasan kawatir, dia yakin bu Candy dan pak Reza lebih kawatir darinya.


Mereka adalah sahabat terbaik yg sudah lama bersama Rere dan pak bos, dia yakin mereka pasti lebih peka dengan apa yg terjadi.


Akbar memilih segera kembali kegudang, mau angkat angkat barang dan menyusunnya sesuai merk, lalu mendata dan membuat laporan sebelum diberikan kepada bu Candy.


" Eeehhhh tungguuu....!!!!" pekik Pak Reza dengan ekspresi kaget sembari menatap layar ponselnya.


Dia baru saja menerima pesan masuk


Keringat dingin Akbar bercucuran, jantungnya makin berdetak tak karuan, ada sesuatu yg sangat menakutkan merayap di dadanya


Melihat ekspresi wajah pak Reza yg menegang dgn tangan yg gemeteran


" Ada apa sayang...???" tanya bu Candy yg ikutan panik melihat ekspresi wajah pak Reza saat ini


" Semalam keluarga om Hendro kecelakaan laka lantas waktu perjalanan pulang dari rumah Deven... semua meninggal dunia..." ucap pak Reza pelan


Candy menutup mulutnya langsung nangis histeris, tubuhnya gemetar hebat, betapa dia sangat syok dan kehilangan, Om Hendro dan keluarga adalah orang yg dikenalnya sejak lama karena mereka adalah satu satunya keluarga Rere


Akbar mematung, matanya memanas menahan tangis, bayangan sepupu ayuk Rere semalam adalah pertanda, dan kekhawatirannya adalah firasat buruk tentang sesuatu telah terjadi


" Rere... Rere gimana..." Bu Candy terlihat histeris, dia sangat menghawatirkan kondisi sahabatnya itu, dia tak bisa membayangkan betapa hancur dan terpukulnya Rere kehilangan keluarganya sekaligus


" Ayuk...." panggil Akbar pelan


Dia kali ini sangat sangat menghawatirkan Rere


" Rere......." suara pak Reza tercekat, dia begitu sulit menjelaskan, apalagi melihat Candy yg sudah histeris di pelukannya


" Ayuk kenapa pak Eja...!!!!" tanya Akabr yg sudah mati penasaran karena menunggu penjelasan Reza yg menggantung


Reza menatap Akbar tajam


" Rere... syok dan jatuh koma....!!!!"


Bersambung~


Jangan lewatkan like, komen dan kasih Vote nya ya Readers biar author makin gercep up sukur sukur bisa crazy up


Hihihiiii


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2